I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 27 Bayaran dari perjanjian dengan iblis



Goldra yang menggunakan skill transformasi untuk berubah menjadi wujud naga membuat Darkken terkejut dengan wujud nya yang seharusnya adalah naga dengan ukuran 5 sampai 7 meter dengan sayap yang tergabung dengan dua cakar di atasnya. Tapi sekarang Goldra memiliki ukuran 17 meter dengan 4 sayap dan 4 cakar besar yang kuat sementar itu pisau emosi juga tergabung dengannya menjadi sebuah tanduk besar ditengah kepala naga itu tanduk itu memiliki akar merah yang mengeluarkan energy iblis kuat.


 “GRRRRAAAAAHHH..” teriak Goldra dalam wujud naganya yang bahkan membuat Darkken merinding.


Goldra yang telah berubah mengunakan wujud naganya itu mengangkat cakaranya dan secara otomatis tanpa dia harus mengabtifkan skill cakar itu telah terisi mana angin emas ketika energy dari angi emas telas terkumpul di cakar kanannya dia langsung mencakar Darkken. Masih terkena efek luka dari serangan Goldra membuat Darkken


hanya bisa menangkis serangannya serangan cakar Goldra membuat Darkken terhempas samapi dinding panggung arena pertarungan itu.


 “Aaangkk..” Darkken yang terhempas serangan kuat dari Goldra bahkan membuat “Kraass” sisik hitam milik Darkken hancur.


 “Uhuuk-uhuuk, sialan sudah melebihi kapasitas kah ( skill Darknest merepakan skill yang melibatkan energy kegelapan energy yang dapat melenyapkan element apapun baik itu sihir maupun serangan fisik. Tetapi sekuat apapun element kegelapan itu tetap memiliki batasan seberapa banyak serangan yang dapat dia lenyapkan )”.


 “Kau terkejut bukan, kehancuran sisikmu itu menunjukkan kalau aku lebih kuat dari kau raja naga, hahaha kalau kau tidak mau mati maka berbahlah jadi naga itupun jika kau bisa dengan kondisimu yang sekarang” kata Goldra.


 Skill transformasi merupakan skill yang dapat mengubah bentuk atau wujud dari penggunanya meneyesuaikan jiwa dari pengguna skill tersebut. Untuk Goldra wujud naganya yang telah meningkat tajam dikarenakan jiwanya telah tercermar oleh energy iblis dari pisau emosi yang bahkan sampai mengakar kedalam kepalanya.


 “Sialan dia benar dalam kondisi fisik dan energyku yang terkikis sekarang aku tidak dapat menggunakan transformasi, tapi yang sekarang kupikirkan adala dimana para tetua yang lain kenapa mereka tidak datang dan membantuku” pikir Darkken.


Darkken yang bingung kehilangan fokusnya dan kembali terkena serangan dari Goldra walaupun dia berhasil sedikit menghindari serangannya dia tetap terkena jangkauan angin yang telah mempebesar ukuran kerusakan cakar Goldra.


 “Ada apa orang tua, apa kalah membuatmu kehilangan pikiranmu” kata Goldra.


 “Haah kalah kau bilang.., aku sama sekali tidak kalah bahkan jika kau menggunakan trik licik semacam ini tetap tidak mungkin kau bisa menang malawanku” kata Darkken.


 “Hmmm kalau begitu matilah, skill golden wind : pedang pembelah samudra” Goldra yang ingin mengakhiri Darkken menggunakan skill penghabisan.


 Angin emas berkumpul di cakar kirinya membentuk sebuah pedang raksasa disetiap kuku naganya dan ketika Goldra ingin menghabisi Darkken.


 “Skill Darknest : mantel langit malam” Darkken menggunakan skillnya untuk menghindari serangan dari Goldra.


 Serangan Goldra dihindari dengan skill Darkken yang membuat tubuhnya dapat menghilang jadi seperti kabut hitam ketika menyentuh cakar Goldra. Tiba-tiba menghilang dari pandangannya membuat Goldra bingung dia menyebarkan anginnya untuk mencari kehadiran dari Darkken tetapi dia tetap tidak bisa menemukannya. Skill mantel malam dibuat menggunakan kegelapan yang diwujudkan menjadi sebuah kain besar seperti mantel yang dapat menutupi keberadaannya.


 “Grrr.. kemana orang tua itu pergi??” kata Goldra.


 Ketika Goldra berusaha mencari keberadaan Darkken yang menghilang dalam kegelapan tiba-tiba dia muncul dari atas langit tepat diatas kepala Goldra.


 “Tehnik tombak dewa perang gerakan pertama : tusukan maha raja” Darkken kemudian memberikan tusukan berputar kearah kepala Goldra.


 Gerakan tusukan Darkken terbilang biasa dan tidak ada yang istimewa tetapi kekuatan “BOOOM” penghancur yang dihasilkannya sangat luar biasa sehingga membuat kepala Goldra jatuh menyentuh tanah.


“GRRRRAAAAAHHH…” teriak Goldra yang terkena serangan telak dari Darkken.


 “HAHAHAHA, bagaimana rasanya tehnik orang tua ini, cukup bagus untuk membuat kau bertukuk lutut dihadapanku Hahahah” kata Darkken.


 Darkken yang merasa senang dan puas dengan serangan yang dia lancarkan ke Goldra tiba-tiba ada serangan muncul dari belakang Darkken serangan yang berbentuk kecil tetapi sangat cepat seakan pistol yang menembus jantung Darkken.


 “Tok..tok..tok” suara langkah kaki sepatu yang mendekat kearah Darkken.


 “Serangan ini, kau rupanya Silva” teriak Darkken menyebut nama dari tetua naga perak yang menguasai element air.


 “Maaf raja naga aku tidak punya pilihan” kata Silva yang terlihat seperti orang yang sedih.


 “Jadi begitu pantas saja aku merasakan energy iblis dari Goldra ternyata kau berkaitan dengan semua ini” kata Darkken.


 Tetua naga perak Silva tidak seperti naga yang lainnya dia tidak termakan nafsu akan wanita dia sama sekali tidak pernah mendekati seorangpun wanita. Berbeda dari naga yang lain dia mendabakan cinta dan keindahan karena itulah dia menghormati para wanita dan tidak ingin mereka mati ditangannya tetapi semua itu berubah ketika dia bertemu dengan Dewi samudra Hilia. Dewi samudra adalah seorang dewi yang cantik yang memiliki rambut biru seperti laut dan mata indah mencerminkan pantai yang luas yang membuat banyak orang terpikat olehnya. Pada saat itu Silva yang masih muda dan bahkan belum menjadi seorang tetua langsung menyatakan perasaannya kepada Hilia tetapi dia ditolak mentah-mentah dan hal itu membuat Silva patah hati dan cintanya berbah menjadi amarah dan benci. Iblis yang melihat Silva patah hati tidak menyiayiakan kesempatan itu dan langsung menggodanya Leviatan naga Iblis yang menguasai laut dalam yang gelap menawarkan perjanjian kepada Silva sebagai ganti kekuatan untuk balas dendam dia akan mengikuti 5 permintaan dari Leviatan. Setalah mendapatkan kekuatan itu akhirnya dewi samudra Hilia tewa ditangan Silva yang meninggalkan kekosongan bagi Silva karena telah membunuh wanita yang ia cintai.


 “Hihihi naga kecil ku yang manis kau harus ingat perjanjian yang kita lakukan atau kau akan menerima hal yang lebih menyakitkan dari kematian” kata Leviatan yang meniggalkan Silva sendirian bersama dengan kuil hancur milik Hilia.


 Hancurnya kuil Hilia rupanya dimanfaatkan Leviatan untuk menghancurkan kuil-kuilnya yang lain dan merebut kekuasaan dari wilayah yang dulu ditempati Hilia. Karena kehancuran kuilnya akhirnya dewi samudra Hilia tewas.


 Kembali kemasa sekarang dimana Darkken yang sedang sekarat oleh serangan dari Silva.


 “Jadi begitu haah selama ini aku sudah curiga karena merasakan adanya sebagian kecil dari energy iblis pada dirimu tetapi aku diam saja karena kau tidak membuat masalah, ternyata aku salah sudah membesarkan ular licik dibelakangku” kata Darkken yang sedang sekarat.


 “Diamlah orang tua, mau matipun susah sekali kau ini, transformasi dibatalkan” kata Goldra yang baru sadar dan kembali kewujud manusianya.


 “Goldra…” kata Silva yang menatab tajam Goldra.


 “Haaah apa??” kata Goldra yang bingung.


 “Maafkan aku..” kata Silva sambil kembali meneteskan air mata.


 “Croooot…, tiba-tiba sebuah tombak yang memiliki dua mata ujung menusuk punggung Goldra dari belakang.


 “Aaaargghkk…..” Goldra yang mati terjatuh bersamaan dengan jatuhnya Goldra diagram sihir pengekang itupun juga menghilang.


 “Akhirnya dia mati juga, benar-benar mahluk yang tidak memiliki rasa hormat” kata Dragnil.


 “Dragnil kau ??” kata Darkken yang terkejut.


 “Maafkan aku rajaku ini semua adalah perintah dari tuanku dewa tanah hitam Reiga” kata Dragnil yang mencabut tombaknya dari tubuh dingin Goldra dan mengarahkannya kearah Darkken.


Bersambung.....


tolong berikan komen dan likenya ya agar penulis dapat semangat dan ceritanya semakin bagus


dan juga jika anda suka dengan cerita novel ini tolong berikan votenya ya..