I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 58 Invasi




Salah satu dari 72 iblis agung Leviatan merupakan naga ular beracun yang sering kali memakan kapal para pelaut yang lewat didekatnya. Dia juga sering berubah menjadi wujud seorang wanita cantik untuk menipu para pria agar mau membuat kontrak dengannya dan dengan itu mereka akan menjadi budak yang bisa dia ubah menjadi monster laut yang akan mengikuti setiap perintahnya.


Grizz yang telah mengalahkan monster-monster milik Leviatan berdiri didepan Leviatan yang sedang lemah.


 “Cuman itu saja…” kata Grizz.


 “Sialan….” Leviatan yang termakan emosi berusaha menyerang Grizz menggunakan tangannya yang telah dia balut denga racun. Dia membuat tangannya seperti sebuah tombak dan berharap bisa menggores tubuh Grizz.


 “Triiingss…” tapi semua itu percuma karena tubuh Grizz lebih tebal dari pada baja sedangkan Leviatan yang sekarang hanya memiliki kurang dari setengah dari kekuatannya yang sekarang tidak mungkin untuk bisa menembus tubuh Grizz.


 “Mari kita akhiri..” kata Grizz yang telah memadatkan kekuatan alam ditangan kanannya.


 “Booooooommmmssshh….” Grizz dengan satu pukulan menghancurkan area sekitar berserta dengan Leviatan tubuhnya hancur berkeping-keping tampa sisa.


 Sementara itu jiwa Leviatan yang telah kehilangan tubuhnya kemabali ke towe tujuh dosa untuk beristirahat dan membuat kembali tubuhnya. Jiwa Leviatan yang kembali dirasakan oleh Baal yang berada didalam tower mempersiapkan pasukannya.


 “Wanita ular itu pada akhirnya mati akibat rencananya sendiri ya, benar-benar memalukan” kata Baal yang langsung tahu iblis agung mana yang mati.


 “Yoo Baal, aku merasakan kalau ada iblis agung yang mati tadi kali ini siapa yang mati” kata Amon yang muncul dari sebuah ruangan.


 “Amon kau masih suka bermain-main dengan jiwa manusia itu, dasar anak-anak” kata Baal.


 “Oooh ayolah aku tahu kau juga menyukainya, jeritan mereka saat jiwanya dibakar dan disiksa lalu energy negative yang keluar dari jiwa telah tersiksa berkali-kali itu benar-benar luar biasa” kata Amon yang rupanya keluar dari ruangan penyimpanan jiwa.


 Iblis agung membuat kontrak dengan mahluk hidup cerdas baik itu manusia, elf, bestman, demon, bahkan sampai Serafp. Para ibli agung itu menjumpai mahluk-mahluk cerdas itu lalu dengan sopan menawarkan keingin akan mengabulkan keinginan mereka tentu saja dengan bayara yang setimpal. Tetapi itu semua hanya sebuah kebohongan belakang karena bayara dari setiap perjanjian baik itu permintaan yang besar maupun kecil jiwa mereka akan selalu ditagih oleh para iblis.


 Dan untuk mereka yang termakan oleh perjanjian iblis jiwa mereka akan ditarik pada saat mereka hidup atau mati dan jiwanya akan menjadi mainan mereka sumber daya mereka baik itu disiksa ataupun dijadikan prajurit abadi mereka tidak bisa menolak perintah dari para iblis agung karena jiwa mereka telah menjadi milik mereka. Hanya ada satu cara bagi jiwa-jiwa malang itu untuk bebas dari jeratan para iblis agung pertama ialah dibebaskan langsung oleh iblis yang membuat kontrak bagi iblis agung jiwa yang mereka ambil seperti mainan jika bosan akan dibuang dan jika sudah terbiasa disiksa maka akan dilepaskan dan yang kedua adalah saat iblis agung itu mati maka jiwa-jiwa yang mereka ambil bisa bebas kalau mereka sanggup keluar dari menara tujuh dosa.


 “Oooh ya aku baru ingat kalau si penggoda itu menyerang benua itu dengan para monsternya, jadi bagaimana hasilnya dapat info yang bagus” kata Amon.


 “Lumayan aku bisa tahu beberap pimpinan dan kekuatan kasar dari mereka tapi Leviatan mati konyol karena rencananya sendiri” kata Baal.


 “Ha..hahahahah…. dia mati.. Hahahahahaha… ini lucu sekali, biar kutebak dia pasti mengira bisa menaklukan benua itu sendiri dan pada akhirnya rencananya digagalkan lalu dia mati terbunuh oleh dewa kelas bawahkan” kata Amon yang menebak dengan benar.


 “Seperti biasa instingmu memang sangat luar biasa, karena itulah aku punya tugas penting untukmu” kata Baal yang mulai mendekati Amon.


 “Eeeeh tugas apa, kelihatannya menarik” kata Amon yang mengeluarkan senyuman yang mengerikan.


 Besok paginya Amon telah mengumpulkan 10.000 pasukan nya mereka semua berbentuk manusia namun dengan


tubuh yang terbakar oleh api. Pasukan Amon kelihatan seperti orang-orang yang tersiksa oleh api ditubuh mereka.


 Para prajurit Amon sama sekali tidak peduli dengan kata-katanya karena mereka sedang menahan rasa sakit dari api ditubuh mereka.


 “Kali ini aku ditunjuk sebagai iblis yang akan memulai penyerangan ditempat ini dan kalian para pasukanku harus membantai sebanyak mungkin, ingat siapapun yang bisa membunuh lebih dari seratus orang maka jiwanya akan aku bebaskan” kata Amon.


 Seketika para pasukannya bersemangat dan langsung ingin maju kedepan. Kata bebas yang disampaikan Amon membuat mereka siap membunuh siapapun bahkan jika itu adalah anak kecil sekalipun karena mereka sudah muak disiksa terus-menerus demi kebebasan mereka akan membunuh siapapun dan apapun bahkan sampai keluarga mereka sendiri.


 “Bagus aku suka begini kalian lebih semangat untuk membunuh” kata Amon yang melihat ketidak sabaran prajuritnya untuk membunuh dan bisa bebas dari siksaan para iblis.


 Amon lalu membawa 10.000 prajuritnya menggunakan monster raksasa yang besar kelihatan seperti paus tetapi memiliki dua buah tanduk banteng dan 12 mata kecil di kepalanya. Monster paus itu kemudian membawa Amon dan prajuritnya menyeberangi lautan dengan cepat mereka sampai kebenua tempat kekuasaan Reiga para paus itu menuju arah hutan agung tempat dewi telaga Undie satu-satunya dewi dibenua itu yang tidak terikat kontrak bawahan dengan Reiga.


 “Dewi-dewi…, gawat ada monster raksasa membawa pasukan iblis datang kearah kita” kata salah satu pengikut Undie.


 “Segera aktifkan pelindung ilusi laut dan juga persiapkan para prajurit kita akan berperang dengan para iblis busuk itu” kata Undie.


 Dia lalu keluar dari kuilnya dan menggunakan wujud fisiknya setelah itu dia mengumpulkan kekuatan dan ditelapak tangannya dan mengaptifkan artefaknya. Dia juga telah menghubungi Grizz agar segera datang ketempatnya membawa pasukan untuk membantunya dalam perang.


 “Para iblis telah mengibarkan bendera perangnya, kita sebagai dewa dari benua ini harus membunuh mereka yang berani mencoba mengambil daerah kekuasaan kita” kata Grizz yang sedang berbicara dengan dewa-dewa yang lainnya.


 tidak lama kemudian Grizz datang dengan pasukan bayaran miliknya yang berjumlah 500 orang dan para beruang raksasa berjumlah 30 ekor, lalu Lucy yang membawa pasukan dari wilayah hutan agung berjumlah 1.000 orang ghoul, dan Nabila dan Leon membawa pasukan dari kerajaan Matahari hitam dan negara Terian dengan pasukan berjumlah 15.000 prajurit.


 Mereka beramai-ramai langsung menuju daerah kekuasaan Undie. Amon yang telah melihat sambutan dari para dewa disana langsung kegirangan karena dia telah merasakan aroma darah dari sana.


 “Ha..ha…ha….Hahahahahahahahahahahaha… bagu-bagus sekali semakin banyak semakin bagus, ayo semuanya MAJU, SERANG, BUNUH kita mulai pesta darahnya” kata Amon.


 Pasukan Amon kemudian maju turun dari monster paus mereka tidak peduli apapun mereka bahkan melompat terjun dari tubuh monster paus dan langsung berenang kearah daratan wilayah Undie. Mereka menyerang dengan ganas seperti hewan buas gila yang kelaparan pasukan Amon menyerang tampa formasi apapun mereka hanya berlari maju


 “Meraka gila..” kata Undie yang melihat pasukan Amon.


 Pasukan Undie lalu melepaskan panah dan juga sihir.


 “Croooottss…crooootss…croooootss…..Booommssh….booommssh” panah menusuk tubuh mereka menembus dan membunuh banyak dari mereka sementara serangan sihir meledakkan wilayah sekitar membuat tubuh mereka hancur berkeping-keping.


 Tetapi mereka tidak peduli dengan panah dan sihir yang menyerang mereka dengan luka parah ditubuh disekujur tubuh mereka maju tampa takut dengan keinginan ingin bebas. Dan pada akhirnya pasukan Undie dengan pasukan Amon saling bentrok hasilnya sudah terlihat sangat jelas kalau pasukan Amon terbantai secara sepihak karena tidak adanya strategi dan kejasama dalam pasukan mereka tetapi pasukan Undie juga kehilangan banyak orang dari kubuhnya.


 “Bagus-bagus alirkan lebih banyak darah lagi dan dengan begitu kami bisa memasukannya kedalam sana, karena


itu begitu gerbangnya terbuka kami mengandalkanmu Purson” kata Amon yang rupanya pergi bersama iblis agung Purson sang iblis peniup terompet kegilaan.


Bersambung............


Berikan dukungan kalian dengan cara like, komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian semua menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semangat dan juga ceritanya semakin menarik lagi Ok.....