
Setelah selesai melakukan sesi latihan tadi Reiga membawa Diana ketempat yang lebih aman, lalu dia kembali kearena tersebut untuk membimbing murid-muridnya yang masih sadar, disana dia melihat beberapa orang yang masih sadar mengalami peningkatan yang drastis tubuh mereka jauh lebih berenergi dan juga semangat mereka semakin berapi-api didalam tubuh mereka. Setelah beberapa waktu dia menyuruh para muridnya untuk kembali kedalam kota untuk mengerjakan pekerjaan mereka dan untuk mereka yang tidak sadarkan diri diberikan bantuan dari kekuatan hukum kehidupan, ketika para muridnya telah meninggalkan dirinya sendirian Reiga lalu pergi masuk semakin dalam kedalam hutan.
Dia memanggil beberapa boneka mayat yang mana terbuat dari para mahluk mistik yang dia bunuh, dan dengan boneka mayat tersebut dirinya mengirim boneka mayat tersebut untuk berburu para mahluk mistik kuat yang berada dekat dengan wilayahnya. Reiga lalu bersantai sambil duduk melatih energynya, dia lalu bisa merasakan sisa-sisa dari energy iblis albino milik Diana didalam tubuhnya ketika dia melihat energy itu dia melihat kalau energy itu seperti melahap energy lain lalu menguap dengan sendirinya ketika telah melebihi batas penyerapan.
“Hmm… dengan kata lain energy dari iblis albino itu terbatas, jika aku dapat meningkatkan jumlah energy yang aku keluarkan maka bukan energyku yang akan terhapus tetapi energy dari iblis albinolah yang akan terhapus dan menghilang, mungkin karena inilah Diablo kalah ketika dia dikroyok banyak dewa raja terkuat waktu itu” pikir Reiga yang sedang bereksperimen dengan energy iblis albino milik Diana.
“Srrraaass…” dan ketika dia sedang santai dia merasakan kalau boneka mayat miliknya telah dilenyapkan oleh sesuatu, merasakan hal tersebut Reiga lalu memanggil beberapa boneka mayat lagi “Trraakk… Trraakk…” dia mengeluarkan lima lalat besar hitam bermata banyak yang terbuat dari kumpulan sisa-sisa mayat.”Ziinggss… Ziinggss… Ziinggss…” kelima lalat berukuran sebesar telapak tangan tersebut lalu dengan cepat pergi ketempat dimana boneka mayat miliknya terbunuh, walaupun dia menggunakan mata dewa miliknya untuk melihat apa yang terjadi tetapi ada ganguan energy hukum akibat pertarungan dirinya dengan Diana, karena itulah dia menggunakan lalat hitam besar tersebut untuk melihat ketempat tersebut.
“Hmm… koneksinya sudah tersambung, walaupun rasanya tidak enak melihat dari lima arah yang berbeda tetapi aku bisa terbiasa” kata Reiga, dia menggunakan para lalat itu untuk menjadi mata bagi dirinya dengan menghubungkan energy miliknya kedalam lalat-lalat itu dia bisa melihat dari perspektif para lalat.
Disana dia lalu melihat mahluk aneh yang mana berbentuk seperti cacing lintah dengan sisik merah gelap diseluruh tubuhnya, dengan sepuluh pasang kaki yang mirib dengan serangga lalu 7 mata merah dan sebuah mulut bulat besar dengan gigi-gigi tajam. Mahluk aneh tersebut sedang terlihat memakan boneka mayat milik Reiga “Krraauggsshh….” Dibukan hanya memakannya tetapi juga menyerap energy yang ada didalam boneka mayat milik Reiga.
“Krriieeekkk…. Krriieeekkk…. Krriieeekkk….” Mahluk itu lalu berteriak yang mana terikan tersebut memberikan Reiga sebuah perasaan aneh dan jijik, “Crraass… Trraasskk…” mahluk itu lalu mengeluarkan lima buah telur berwarna hitam dan berbentuk oval.
“Krraakk… Trrraasskk… Trrraasskk… Trrraasskk…” dan dalam waktu beberapa detik telur-telur tersebut retak dan menetaskan beberapa mahluk aneh lainnya, dan yang lebih mengherankan lagi mahluk yang keluar dari telur-telur tersebut berbentuk berbeda-beda dari induk miliknya.
“Apa-apaan mahluk itu, aku merasakan sebuah perasaan jijik yang sama dengan batu tabu saat pertama kali melihatnya” kata Reiga yang mana melihat mahluk-mahluk aneh tersebut.
“Grrrr… ROOAAARR…” mahlu itu lalu merasakan keberadaan dari boneka-boneka mayat lalat milik Reiga, “Buusshhkk…” dengan cepat mahluk aneh itu lalu melompat kearah para lalat-lalat milik Reiga “Crraasst… Krraauugg…” dan melahap dua dari lima lalat tersebut dengan mulut besarnya. Melihat kalau boneka mayat miliknya dijadikan santapan bagi mahluk aneh tersebut Reiga lalu menjadi marah dan “Bommshh…” dia langsung melompat kesana dengan sekali lompatan dia mencapai beberapa kilometer.
“GRRRR…. GRRRR…. GRRRR….” Mahluk itu dan anak-anaknya yang melihat Reiga lalu mengeram bagaikan mahluk buas, mereka melihat Reiga yang memiliki banyak energy ditubuhnya seperti sebuah santapan besar yang luar biasa, dan Reiga sendiri merasakan kalau dirinya direndahkan karena dianggap seperti makanan. “BOOMMHH…” dengan satu hentakan kaki kuat ketanah Reiga menghancurkan daerah sekitar tersebut, hancurnya daerah tersebut membuat para mahluk itu kehilangan pijakan dan tidak bisa bergerak dengan leluasa.
“Skill Unholy Flame….” Dengan menggunakan api phoenix iblis miliknya dirinya lalu menembakkan beberapa bola api kecil yang mana mengenai seluruh mahluk tersebut, “Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh…” dengan cepat satu persatu dari mahluk itu mati hancur karena ledakan dari api tersebut.
“Ziiiingggss….” Mahlu aneh itu seperti lalat dengan delapan sayap serangga terbang dengan kecepatan suara, namun “Wuusshh…” dengan cepat Reiga menyusul mahluk tersebut menggunakan sayap miliknya. Dengan tangan yang mana telah terbakar oleh api phoenix iblis dia mencengkram mahluk itu “Crraasskk… Buurrnn…” mahluk itu lalu hancur dan terbakar hingga menjadi debu.
“Mahluk apa itu sebenarnya” kata Reiga yang masih kebingungan karena tidak pernah melihat mahluk yang aneh seperti itu.
Disisi lain di sebuah kota yang jauh kota itu dipimpin oleh dewa raja terkuat peringkat 98 yang mana dibawah Diana, kota miliknya terbakar oleh api dan banyak suara orang-orang menjerit meminta pertolongan dimana-mana, dan suara pertarungan yang mana menyebabkan banyaknya darah yang tumpah.
“Sialan siapa kalian ini, kenapa kalian menyerang kotaku” kata dewa jarum putih, dewa raja terkuat peringkat ke 98.
Dirinya sedang dihadapkan dengan ribuan mahluk aneh yang dipimpin oleh 10 mahluk dengan tinggi 12 meter, kesepuluh mahluk itu memiliki bentuk yang berbeda-beda namun mereka memiliki ciri khas yang sama yaitu tubuh yang ditutupi oleh sisik merah gelap dengan memiliki banyak mata. Mahluk-mahluk itu juga memiliki sifat rakus yang mana melahap para penduduk kota tersebut, semuanya dilahap dan dimakan baik itu anak-anak, orang tua, pria, wanita, semuanya yang bergerak dan memiliki energy akan diserang dan dimakan oleh mereka.
“GRRRRR….” Salah satu dari mahluk tersebut lalu menggeram dan dengan kecepatan yang tinggi mendekati dewa jarum putih, “Buuggkkh…” dengan satu serangan dari tangannya yang besar dirinya membuat dewa jarum putih terlempar jauh dari kotanya.
“ROOAAARR…” mahluk itu lalu belum puas melihat dewa jarum putih yang terlempar, dia lalu mengumpulkan energy dimulutnya sebuah energy merah gelap yang mirip dengan energy darah “BOOMMSSHH…” dan dengan kekuatan yang dahsyat mahluk itu menembakkan energy tersebut kearah dewa jarum putih.
“Kaaaaggghh…. Jangan kira bisa membunuhku dengan begitu saja” kata dewa jarum putih, dirinya terluka parah sampai-sampai tangannya putus karena serangan tersebut.
Dia lalu menggunakan energy miliknya dan mengubah energy tersebut menjadi lima buah jarum “Crraasstt… Crraasstt… Crraasstt…” lima buah jarum tersebut masuk kedalam tubuhnya dan dengan cepat mulai menyembuhkan dirinya sendiri, energy dari kelima jarum itu mulai sedikit demi sedikit memperbaiki tubuh milik dewa jarum putih. Melihat adanya sejumlah energy yang besar para mahluk aneh tersebut bermai-ramai menghampiri dirinya, bagaikan lalat yang mana mencium bau makanan mereka mengerubuni dirinya.
“Kaaaaahhh….” Dewa jarum putih yang mana bersuha bertahan dari serangan ribuan mahluk aneh itu “Crraasstt…” mulai tidak bisa bertahan “Krraasstt…” dirinya berusaha mati-matian untuk bertarung melawan ribuan mahlu tersebut namun “Crraasssttt…” kecepatan, kekuatan, dan daya tahan milik mahluk aneh tersebut sangatlah tidak biasa yang membuat dewa jarum putih mati dimakan oleh mahluk-mahluk tersebut.
Bersambung…..