
Naga monster darah adalah mahluk yang diciptakan dari jari telunjuk penciptanya dan karena itulah dia sangat setia pada tuannya, dia juga akan melakukan apapun atas perintah tuannya lalu sekarang ini naga monster darah telah kehilangan kesempatan terakhirnya untuk menjalankan perintah dari taunya. Dia telah kehilangan tubuh yang dia harus rasuki dan juga telah kehilangan hampir semua kekuatannya karena itulah dia tidak dapat bergerak walaupun Reiga sudah berada didekatnya.
“Ada kata-kata terakhir, wahai mahluk yang menyedihkan” kata Reiga yang mengarahkan sabitnya kearah bentuk asli naga monster darah tersebut.
Dengan bentuk yang seperti cacing berwarna merah dengan ditutupi sisik-sisik kecil naga monster darah berusaha untuk memohon atas nyawanya, tetapi dia tidak bisa berbicara karena tubuhnya yang lemah namun dia tetap mencoba untuk memohon ampun pada Reiga. “Taakk… taakk…” dia menundukkan kepalanya keatas dan kebawah seperti seseorang yang mencoba untuk berlutut, melihat hal itu Reiga kemudian merasakan jijik melihat naga monster darah tersebut.
Lalu secara tiba-tiba “Boommnggg…” cahaya merah kemudian memaksa masuk kedalam admosfir planet Erras, dan cahaya itu berasal dari planet lain lalu ketika melihat hal itu sistem langsung dengan cepat membalas serangan cahaya tersebut, “Trraaasskk…” serangan cahaya putih kebiruan mulai merusak cahaya merah tersebut. Tetapi sistem terlambat karena tujuan dari cahaya merah tersebut adalah sang naga monster darah, dan ketika sang naga monster darah menerima cahaya merah itu dia melihat sebuah penampakan dari tuanya yang juga adalah pencipta dirinya.
“Kau gagal naga monster darah, kau mengecewakanku” kata seseoarang yang sangatlah kuat tersebut, dia duduk disinggasana merah darah yang mana dikelilingi oleh berbagaimacam mahluk-mahluk aneh yang saling memangsa satu sama lainnya.
“T… Tuanku… aku mohon berikan aku satu kesempatan lagi, aku janji akan menyelesaikan semua misiku jika anda dapat memberikanku kekuatan sedikir lagi” kata sang naga monster darah tersebut, dia berusaha untuk memohon ampun pada tuannya dan berusaha untuk bisa mendapatkan kekuatan lebih banyak lagi.
“Baiklah aku akan memberikanmu kekuatanku lagi, tetapi kali ini kau sudah tidak diperlukan lagi” kata orang tersebut “Trraakk…” dengan jarinya dia menusuk kepalanya sampai berlubang dan menyalurkan kekuatan liar yan tak terbatas tersebut.
“GAAAAHHKKKK…..” sang naga monster darah yang mana mendapatkan kekuatan lebih besar tersebut menjerit kesakitan karena mendapatkan kekuatan yang tak terbatas tersebut, dia kesakitan seakan-akan seluruh tubhnya hancur berkeping-keping dan tubuhnya yang hancur tersebut mulai membentuk kembali dengan energy yang sangat tak terbatas.
“Sialan….” Reiga yang melihat hal tersebut langsung menyerang naga monster darah sebelum dia selesai berubah “Srraaangghhh….” tetapi serangan dari Reiga sama sekali tidak dapat menembus cahaya merah yang mengelilingi naga monster darah tersebut.
“Buusshh….” Cahaya merah itu kemudian membesar dan membuat Reiga harus mundur beberapa langkah, “Srraasshh… Srraasshh… Srraasshh…” serangan demi serangan dilemparkan oleh Reiga yang mana terus menyerang sang naga monster darah tersebut, namun naga monster darah tersebut tidak tersentuh sedikitpun karena karena kekuatan dari cahaya merah tersebut mulai membentuk ulang tubuhnya menjadi bentuk yang baru.
“Krriiieekkss… Krriiieekkss… Krriiieekkss…” dan begitu cahaya merah dari sang naga monster darah tersebut menghilang, sosok monster yang mana tercipta dari gumpalan daging dan darah mulai muncul dihadapan Reiga, sosok tersebut terlihat seperti bulatan daging raksasa yang mana dari berbagai sisik keluar leher-leher kepala naga yang panjang. “Crraakkss… Crraakkss… Crraakkss…” bulatan daging tersebut juga mengeluarkan beberapa mata yang sangat banya menutupi seluruh tubuhnya, mata-mata merah tersebut mengeluarkan tetesan airmata berwarna merah kehitaman yang mana memiliki sifat merusak dan meracuni dengan cepat.
“Area dewa kematian, menyebar” Reiga yang melihat wujud naga monster darah tersebut langsung mengeluarkan area miliknya, “Ziinggss…” area miliknya lalu berusaha untuk menekan kekuatan dari naga monster darah yang mana menyebar dengan cepat seperti virus.
“Ziiinggss… Ziiinggss… Ziiinggss…” berkali-kali Reiga membentuk kembali area miliknya untuk bisa mengurung naga monster darah dan menyegel kekuatannya, tetapi semua itu mulai rusak “Krraakk…” karena kekuatan naga monster darah sangatlah kuat dan tidak dapat dibendung, kekuatan area milik Reiga lalu tidak bisa mengimbangi kekuatan milik sang naga monster darah dan area miliknya lalu pecah “Trraanggss…” tidak dapat menahan kekuatan naga monster darah Reiga lalu terkena luka dalam fatal yang membuat dirinya harus mundur agak jauh untuk menghindari percikan kekuatan dari aura hukum milik naga monster darah tersebut.
“Rooaaarr…. Krriieeek… Booomssshh….” Serangan dari kepala-kepala naga monster darah lalu mulai bermunculan dari setiap kepalanya, “Boomsshh… Boomsshh…” serangan secara acak dari nafas naga milik naga monster darah kemudian mulai menghancurkan area disekitarnya, bahkan beberapa hewan yang ada disana langsung mati terbunuh karena tidak dapat menahan serangan naga monster darah tersebut.
“Gawat Reiga cepat kita harus mundur, jika begini terus kita bisa terkena serangannya” kata Cronos dia langsun membawa Treant sang peringkat kedua bersamanya, “Buusshh…” dan dengan cepat mereka bertiga langsung pergi dari sana menghindari serangan-serangan liar tak berarah dari sang naga monster darah tersebut.
“Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh…” serangan kuatnya bagaikan meteor yang memusnahkan semua yang ada didekatnya, dan asap atau udara yang dihasilkan dari serangan naga monster darah menghasilkan racun kuat, apapun mahluk hidup yang terkena racun tersebut akan langsung melemah dan dalam beberapa menit jika mereka tidak dapat menahan racun tersebut maka mereka akan mati ditempat.
“Kalau mahluk hidup tidak bisa bagaimana dengan mayat” kata Reiga yang mana melihat cara kerja dari racun milik naga monster darah tersebut.
“Grrraaahh….” Dengan kekuatan otoritas tanah hitam miliknya dia memanggil jutaan boneka mayat miliknya untuk keluar, dan dalam sekejab parade mayat hidup mulai muncul dan menyerang kearah naga monster darah tersebut “Krraakk… Trraakkkss…” mereka menyerang dengan lambat tetapi jumlah meraka yang banyak membuat naga monster darah yang sudah kehilangan pikirannya itu mengarahkan serangannya kearah parade mayat hidup tersebut.
“Boommsshhh….” Dalam satu nafas ratusan ribu boneka mayat dihancurkan dan ketika Reiga melihat hal itu dia langsung mengalirkan energy gelap kedalam tangannya dan menyalurkannya ketanah hitam miliknya.
“Drruussshh….” Energy hitam tersebut merasuki para boneka mayat dengan cepat bahkan beberapa dari mereka langsung berubah menjadi bentuk yang lain.
“Masih belum, skill Crazy Docter” Reiga kemudian mengaptifkan skill miliknya dan dengan skill itu para boneka mayat yang berubah tersebut “Crrasstt…” dengan cepat langsung mengincar boneka mayat yang lainnya untuk bergabung dan menjadi satu.
“Grrrrraaaahh….” Para boneka mayat yang tergabung-gabung tersebut langsung berubah menjadi sosok mahluk hitam yang mana tidak memilik kehidupan, dengan armor gelap yang mana memancarkan energy negatif yang sangat kuat “Wuusshh….” Dan dengan sayap kelelawar mati dipunggung mereka para boneka mayat tersebut langsung terbang mengarah kearah naga monster darah secara beramai-ramai.
“Boneka mayat tingkat dewa : Parade of Thousands Corpses, maju dan lahap dia” kata Reiga yang mana memerintahkan para boneka mayatnya untuk terbang dan menyerang kearah naga monster darah tersebut.
Bersambung…..