I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 69 Raja yang berdiri diatas tumpukan mayat



Kerajaan Emas agung yang sekarang dipimpin oleh seorang raja yang sangat luar biasa dia memiliki pencapaian kemenangan perang yang sangat banyak diikuti juga kemakmuran perekonomian para rakyat. Karena sifat sang raja yang baik dan adil banyak rakyat yang menyukai dirinya raja sekarang ini memiliki tiga orang istri dan dari ketika istrinya tersebut dia mendapatkan tiga orang anak dari masing-masing istrinya anak pertama pangeran Killa seorang yang sangat ahli dalam berpedang dan juga militer namun sikapnya sangat kasar dank eras kepala, anak kedua pangeran Pedro memiliki mulut yang sangat tajam dan manis dengan kata-katanya dia bisa mengait banyak bangsawan untuk mendukungnya tetapi otaknya kotor dan dia memiliki lebih dari 10 istri karena nafsunya ini ayahnya jadi sedikit jijik dengannya, dan terakhir anak ketiga pangeran Agnus pangeran yang diberkahi oleh bakat sehingga dapat mempelajari apapun dengan mudahnya namun karena sikapnya yang terlalu suka dengan uang dan suka bermain-main yang membuat ayahnya sang raja sering sekali memarahi dirinya.


 Dan sekarang sang raja yang pusing karena tidak bisa menemukan pewaris tahta menjadi bingung karena seluruh anak-anaknya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Lalu pada suatu malam didalam kamar raja pada saat sang raja sedang beristirahat dikamarnya “Aaaaaaghhk...” sang raja menjerit dengan kerasnya membuat keributan didalam istana seluruh orang berkumpul kesana untuk melihat apa yang terjadi dan ketika dokter kerajaan memeriksa kondisi sang raja dia mengatakan kalau raja sedang koma dan tidak tahu kapan akan bangunnya. Mendengar kondisi raja membuat para warga sedih karenanya tetapi ada juga yang senang dengan kabar tersebut pangeran pertama dan kedua memulai gerakan mereka untuk mengumpulkan kekuatan.


 Pangeran pertama Killa mulai mengambil alih pasukan kerajaan sedikit demi sedikit dia merekrut banyak pemuda untuk menambah pasukan disisinya. Sedangkan pangeran kedua Pedro mulai mengait banyak bangsawan kelas atas dan para bangsawa itu kemudian meminjamkan banyak pasukan pribadi mereka dan juga mendanai dirinya, lalu terakhir pangeran ketiga Agnus melihat tindakan dari kedua kakaknya dia lalu meminta bantuan pada penyihir kerajaan dia memohon saran pada dirinya agar dirinya dapat selamat dari situasinya yang sekarang. Penyihir kerajaan Merlin lalu memberikannya sebuah saran kalau dia harus melawan kedua kakak laki-lakinya jika dia mau hidup karena cuman itu satu-satunya jalan.


 “Apa kau bilang aku harus membunuh saudara-saudara sedarahku sendiri, kau gila atau apa” teriak Agnus yang marah mendengar saran dari Merlin.


Lalu Merlin menceritakan sedikit kisah tentang ayahnya tentang bagaiman dirinya bisa menjadi seorang raja. Dulu ayah Agnus adalah seorang yang sama sekali tidak berbakat baik itu dibindang beladiri maupun politik sikapnya juga agak kurang ajar dan tidak memiliki tata keramah walaupun dia telah dilahirkan sebagai seorang pangeran. Namun ada sebuah kejadian yang memaksa dirinya ketika para saudaranya ingin membunuhnya untuk mengamankan posisi pewaris kerajaan.


 Disaat terkepung dan terjebak dari beberap sisi oleh para saudaranya sendiri sang raja lalu mulai melawan dia memengang pendangnya lagi dan bahkan memperdalam ilmu pengtahuannya sehingga dia dapat memahami etika kebangsawanan, politik, dan bahkan tehnik sihir. Dengan semua keterampilannya itu dia melawan para saudaranya dan membunuh mereka semua dengan berdiri diatas darah dan daging para saudaranya dia sekarang dapat duduk diatas tahta dan dikenal sebagai raja yang bijak dan baik.


 “Tapi apa yang membuat ayahku sampai bisa berani membunuh saudara kandungnya sendiri” tanya Agnus.


 “Orang yang dia cintai tewas, pada saat itu raja akan dibunuh oleh para pembunuh bayaran dari saudaranya agar menjaga keselamatannya sang pelayan yang merupakan orang yang dia cintai sekaligus yang paling lama bersama dirinya mati demi menyelamatkannya, hal itu lah yang menjadi api amarah didalam hati ayahmu sang raja sehingga dia berani membunuh seluruh saudaranya” kata Merlin.


 “Aku baru tahu hal itu” kata Agnus yang terkejut oleh masalalu ayahnya.


 “Pangeran Agnus dengarkan baik-baik, jika kau tidak mau ditindas dan kehilangan sesuatu yang berharga bagimu maka kau harus bertarung dan memperjuangkannya jika tidak kau akan menyesalinya selama hidupmu” kata Merlin.


 “Aku mengerti jika aku harus melawan tetapi aku tidak tahu bagaimana caranya” kata Agnus yang terlihat putus asa.


 “Diantara para pangeran kau adalah yang paling berbakat namun juga yang paling baik hatinya, kau selalu bermain-main dengan para rakyat biasa tampa memperdulikan status mereka dan hal itu lah yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin” kata Merlin.


 “Apa itu yang aku miliki aku tidak mengerti???” kata Agnus.


 “Yang kau miliki adalah hati yang dapat menyatu dengan para rakyat dan dengan itu maka kau bisa membina dan membahagiakan para rakyat, karena adanya suatu negara dan kerajaan itu semua ada untuk kepentingan para rakyat” kata Merlin.


 “Aku mengerti jadi  sekarang aku harus apa tolong bombing aku” kata Agnus yang telah memiliki tekat


didalam hatinya.


 “Bagus.., aku telah mendengar beberapa rumor tentang seorang dewa dari fraksi hitam yang sangat unik, dia sangat baik bahkan lebih baik dari para dewa fraksi putih namun juga sangat kejam lebih kejam dari para iblis agung dan dengan kedua sifat itu dalam waktu beberapa puluh tahun dirinya telah mengambil alih sebuah benua netral dibawah kendalinya” kata Merlin.


 “Begitu jadi dengan kata lain kau ingin aku agar pergi kebenua itu untuk meminta bantuan dari dirinya” kata Agnus.


 “Merlin aku tahu tetapi aku tidak punya pilihan lain” kata Agnus.


 “Anak ini sangat hebat sebelumnya tadi dia memintan saran kepada dengan mata seperti anak kecil yang tersesat, tetapi dalam sekejab matanya telah berubah menjadi mata seorang penguasa yang penuh kebijak sanaan, benar-benar luar biasa memang benar kata orang seekor singa pasti akan melahirkan anak singa juga” pikir Merlin yang tabjuk dengan tekat Agnus.


 “Sekarang tuan Merlin tolong temani aku, kita harus bersiap menyerahkan hadiah yang tidak mungkin bisa dia tolak” kata Agnus.


 Agnus dan Merlin lalu pergi kedalam kerajaan mereka bergerak dengan cepat menuju ruang bawah tanah tempat banyak harta kerajaan disimpan disana.


 “Mau kemana kita sekarang pangeran??” tanya Merlin.


 “Kita akan pergi kebawah tempat penyimpanan harta kerajaan berada” kata Agnus.


 “Tetapi bukannya tempat itu tertutup dan hanya raja dan seseorang yang punya kunci kerajaan yang bisa masuk kesana” kata Merlin.


 “Jangan khawatir seminggu sebelum ayahku sang raja jatuh koma, dia seperti sudah menebak hal itu dia memberikan aku dan para kakak ku hadiah, Killa mendapatkan ijin untuk menggunakan seluruh perajurit kerajaan, Pedro mendapatkan beberap surat tambang dan bisni kerajaan sedangkan aku mendapatkan kunci kerajaan” kata Agnus.


 Didepan pintu masuk ruang penyimpanan mereka berdua disambut oleh ruangan gelap didalam ruangan tersebut tersembunyi puluhan orang yang merupakan penjaga ruangan tersebut. Begitu Agnus menunjukkan kunci kerajaan ruangan tersebut bercahaya kegelapan disana menghilang bersamaan dengan hal itu pintu besar yang terbuat dari logam meteorit yang merupakan artefak terbuka dengan sendirinya didalam sana terlihat sebuah gunung emas dan berlian ada juga beberapa artefak yang terpajang disana.


 Namun ditengah seluruh harta itu sebuah pecahan pedang yang konon katanya menjadi pondasi kerajaan itu terpajang disana lalu Agnus yan dibantu oleh Merlin bergerak dengan cepat membawa sebanyak mungkin harta yang ada disana semua artefak begitu juga pecahan pedang tersebut. Setelah itu dia membawa beberapa pelayan dan pengawal pergi menuju pantai ditengah perjalanan dia dihentikan oleh saudaranya yang tertua Killa.


 “Hei adik mau kemana kau malam-malam begini” kata Killa yang membawa ratusan prajurit bersamanya.


 “Killa jangan halangi jalanku kalau kau tidak ingin ada yang mati disini” kata Agnus.


 “Wow aku benar-benar terkejut mendengar perkataan itu dari mulutmu, bagaimana kalau aku bilang aku lebih suka ada yang mati disini” kata Killa sambil mencabut pedangnya.


 Mendengar perkataan Killa yang merupakan sebuah tanda bertarung Merlin lalu dengan cepat mengaptifkan sihirnya “^$&$%#^#^@” dia mengucapka beberapa mantra dan dalam sekejab kabut asap mulai muncul menutupi seluruh area itu. Dengan adanya asap itu Agnus lalu mengambil kesempatan dan pergi dari sana bersama seluruh bawahannya.


 “Sialan mereka lari kejar mereka semua dia memiliki kunci kerajaan, dengan kunci itu artefak kuat akan bisa jatuh ketanganku” kata Killa.


Bersambung........


Berikan dukungan kalian semua dengan cara memberikan like, komen, Giff, dan Vote jika kalian menyukai cerita yang ada di novel ini agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok....