I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Perebutan wilayah bagian 2



Seminggu sebelum terjadinya penyerangan dari Reiga di kedalaman hutan yang terdapat banyak mahluk mistic, ada sebuah kelompok yang sebelumnya diarahkan  oleh Reiga menuju gua terlihat sedang berlari karena telah berhasil menemukan gua tersebut.


“Hahaha bos kali ini kita untung besar bukan hanya mendapatkan harata karun tetapi juga mendapatkan banyak mayat hewan langka yang dicari oleh para kolektor” kata salah satu orang dari kelompok itu.


 “Benar tidak percuma kita mengeluarkan uang banyak untuk informasi itu” kata pemimpin kelompok itu yang seorang dari ras raksasa.


 Mereka kemudian berhenti melihat sebuah gua yang cukup besar perlahan-lahan mereka mendekati gua itu, ketika mereka ingin masuk salah satu orang dari kelompok itu diterjang oleh sesosok bayangan hitam, bayangan hitam itu mencabik-cabik tubuh nya, melihat hal itu pemimpin kelompok itu mencabut pedangnya dan berusaha menyerang bayangan hitam itu tetapi karena kecepatannya bayangan hitam itu pun mengalak serangannya.


 “Cih mahluk apa itu cepat sekali” kata salah satu orang dari kelompok itu yang juga ikut menyerang dengan melemparkan sebilah pisau, “tinggkk” tetapi pisau itu dicakar olehnya.


 Pada malam itu gelap gulita jadi mata tidak dapat melihat dengan jelas awan kemudian menghilang dan cahaya bulan pun muncul dari langit menunjukkan sosoknya seekor jaguar hitam pekat yang memiliki mata silver mahluk yang memburu dari bayangan dan menyukai harta berkilau menjadikan nya incaran banyak pemburu, sudah banyak yang berusaha untuk memburu tetapi kebanyakan malah berubah menjadi makanannya.


 “Haha entah ini keberuntungan atau kemalangan bisa bertemu dengan jaguar mata silver yang pasti kita hanya punya pilihan bertarung, skill tubuh raksasa” pemimpin kelompok itu pun menyuruh bawahannya untuk bertarung sambil mengaktifkan skill nya tubuhnya membesar otot-otot membesar dan tingginya menambah sebesar 7 meter kulitnya berubah menjadi abu-abu dan mengeras sekuat besi.


 “Semua maju” kata pemimpin kelompok itu bersama anggotanya mereka bertarung dengan sengit dengan kekuatan dari seorang raksasa yang memiliki kekuatan penghancur yang luar biasa dan jaguar yang memiliki kecepatan yang sangat cepat membuat pertarungan berakhir panjang dengan kemenangan dari kelompok pemburu itu yang membuat 2 orang menjadi korban.


 “Hahahaha.. berhasil kita mendapatkan jaguar mata silver dan juga senjata ilahi” ketika merayakan kemenangan mereka “Jroot” tubuh raksasa yang melemah karena pertarungan panjang itu tertusuk oleh puluhan panah yang ditembakkan bertubi-tubi, dari balik semak-semak muncul kelompok pemburu yang lain yang terbentuk dari sekelompok elf.


 “Sangat di sayangkan tetapi yang akan kalian dapatkan hanyak kematian, bunuh mereka” kata salah satu orang elf itu, mereka kemudian menghujankan panah pada kelompok yang dipimpin raksasa itu sementara anggotanya terbunuh semua sang raksasa yang memiliki tubuh keras mencoba untuk melawan balik dia mengangkat batu besar dan mencobak untuk melenparkannya tetapi kelompok elf itu kemudian dengan cepat menebas kaki nya menbuat dia kehilangan keseimbangan dan jatuh terlentang tubuh nya yang besar mengakibatkan getaran karena jatuh ketanah, salah satu elf yang terlihat seperti pemimpin kelompok itu kemudian berjalan diatas tubuh raksasa itu dan menghampiri wajahnya.


 “Selamat tidur untuk selamanya” kata elf itu sambil menghujani panahnya kearah mata raksasa itu.


 “Hmmm semuanya ambil barang-barang berharga mereka dan menuju gua itu” kata seorang elf berdiri diatas raksasa itu.


 Setelah mereka melucuti kelompok yang tewas itu mereka langsung masuk kedalam gua dan mereka melihat banyak sekali barang-barang berharga dan senjata yang berkilau diantaranya terlihat sebuah pedang yang putih yang memiliki aura merah kehitaman, salah satu elf yang terlihat seperti ketua kelompoknya itu mengahmpiri pedang itu dan mencabutnya dari tanah dia kemudian merasakan kekuatan yang luarbiasa merasuki tubuhnya.


 “Semuanya akhirnya kita telah mendapatkan senjata ilahi dengan pedang ini kelompok kita akan menjadi yang terkuat dibenua ini” kata pemimpin elf itu


 ”apa benar begitu” sebuah suara muncul dikepalanya bersamaan dengan suara detakan white night yang seperti detakan jantung manusia elf yang heran itu tidak bisa berbuat apa-apa tubuhnya membeku seperti batu oleh suara yang muncul.


 “Kalian memang menarik awalnya aku mengira bahwa raksasa itu yang dapat sampai kemari tetapi tidak masalah toh mayatnya masih bisa aku gunakan” suara misterius itu bergema dikepalanya, seketika white night mengeluarkan aura yang menyelimuti mereka semua membuat para elf itu melemah sedangkan yang memegang pedang itu kemudian bergerak mendekati temannya “Craas” seperti dikendalikan oleh seseorang dia membunuh temannya sendiri dengan cpatnya dia membantai mereka semua, ketika dia telah membantai mereka semua dia tertunduk dan menangis.


 “SIAPA KAU SIALAN TUNJUKAN WUJUDMU” kata elf itu sambil melemparkan pedangnya.


 “Hahahaha kenapa kau marah aku hanya akan membuat permintaanmu menjadi kenyataan saja kalian memang akan menjadi kuat tetapi sebagai tentara mayatku” kata suara tersebut, kemudian white night yang dilemparkan kemudian melayang dan mengarah kearah elf itu dan melayang menusuk elf itu.


 “Hoo.. bisa tahan lama juga walaupun ditusuk seperti itu, lumayan juga” kata Reiga yang datang kesana untuk melihat keadaan disana, kemudian Reiga melihat sekelilingnya dan berusaha untuk menghitung orang yang mati lalu Azazel muncul dari luar gua menghampiri Reiga.


 “Tuanku sudah ada 18 kelompok yang berjumlah 5 sampai 7 orang dalam kelompok itu yang sudah mati terkena jebakan kita” kata Azazel yang berlutut dihadapan Reiga.


 “Hahahaha.. ini yang dinamakan jika serakah membawa petaka, dengan yang ada di dalam dan luar maka sudah lebih dari seratus mayat petarung yang berkualitas ini cukup untuk memulai perang” kata Reiga sambil menyimpan mayat-mayat yang ada didalam gua kedalam bayangannya.


 White night melayang kearah Reiga bagaikan seperti hewan peliharaan dia berusaha mendekati Reiga dengan pelan Reiga yang melihat itu langsung memegang white night.


 “Kerja bagus sekarang bersiaplah acara utamanya akan segera dimulai, Azazel beritahu yang lain untuk bersiap terutama Lucy dia sangat suka dengan acara seperti” kata Reiga yang memegang white night.


 “Siap tuan” ucap Azazel yang langsung terbang pergi menuju desa yang dibuat Reiga


Kembali kemasa sekarang dimana Reiga memulai penyerangannya keempat desa itu diserang oleh para mayat hidup, Reiga yang melihat hal itu dari langit sedang berpikir tentang kemana dia akan menyerang terlebih dahulu.


 “Baiklah sudah aku putuskan dari yang kecil lebih dulu” kata Reiga sambil menuju desa Dewa penambang Dwar.


 Didesa itu terdapat banyak ras manusia dan best rata-rata pekerjaan mereka adalah sebagai penambang karena itu fisik mereka kuat dan dapat bertahan dari serang Reiga, para mayat bukan hanya terdiri dari para pemburu yang telah dijebak oleh Reiga tetapi juga ada banyak hewan buas bahkan ada beberapa mahluk mistik, para warga disana menggunakan cangkul mereka untuk menyerang pasukan mayat Reiga sekali serang dapat menghancurkan kepala para mayat walaupun beberapa dari para warga juga tewas karena kalah oleh jumlah, melihat hal itu Reiga mulai memikirkan sebuah ide yang terbilang cukup gila.


 “Baiklah mari kita coba, skill boneka mayat + penampaan senjata gabungkan tiga mayat menjadi satu” kabut hitam mulai muncul dari tangan Reiga dan mulai menyelimuti ketiga buah mayat dan menyatukannya dalam bentuk sebuah kepompong dari dalam kepompong itu keluar sebuah mahluk bertangan empat, memiliki kepala 3, memiliki ekor bersisik ular, dan setinggi 3 meter.


 “Ping..ping berhasil menciptakan boneka mayat kelas atas mendapatkan apresiasi dari sistem skill Crazy docter berhasil didapatkan ( skill dengan kemampuan untuk mengutakatik suatu tubuh mahluk hidup sesuai dengan kehendak dan dapat menggabungkannya dengan tubuh dari spesies yang berbeda )” pemberitahuan sistem


 “Nama skill nya agak menghina apahal ini juga termasuk gila ya, ya sudahlah boneka mayat kelas atas bunuh mereka” kata Reiga yang sedikit tidak senang dengan pemberiahuan dari sistem.


 Boneka mayat itu kemudian membantai semua yang ada di depannya mengukan cakar kuatnya warga yang berusaha menangkis serangannya mengguakan beliungnya tetapi cakar boneka mayat itu menghancurkan beliungnya bersamaan dengan tubuh warga itu, melihat kengerian dari boneka mayat itu membuat para warga ketakutan dan berlarian kabur, begitu Reiga merasa sudah menang dia dikejutkan dengan sebuah palu silver raksasa sepanjang 2 meter yang menghantam mundur boneka mayat kelas atas itu.


 “Haah jangan takut kalian semua ada aku disini dewa kalian ada untuk melindungi kalian pengikutku yang setia” kata Dwar sambil menyobongkan kekuatannya.


“Hahahaha bagus tidak seru kalau berakhir dengan cepat hei sekarang giliranmu maju pinjamkan tubuhmu” kata Reiga, kemudian muncul seorang dari balik semak-semak.


Bersambung...