I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 18 Dewa tanah hitam



Butiran-butiran cahaya berkumpul dan berkerumun disekitar Reiga melepaskan energy besar yang memancing perhatian banyak orang, mengetahui adanya dewa yang sedang naik tingkat membuat para dewa lain mengutus para pengikutnya untuk menyelidiki tentang hal itu, sementara itu di dalam benua hitam tempat tinggal 72 iblis agung.


 “Aku merasakannya walau samar-samar tapi dapat kurasakan dari pedang yang kuberikan padanya bahwa dia akan naik tingkat” kata Zeppar.


 Dari belakan Zeppar muncul genangan air yang kemudian membentuk tubuh seorang wanita cantik yang seluruh tubuhnya dilapisi sisik naga.


 “Sedang apa kau bicara sendiri” kata Levyatan ( salah satu dari 72 iblis agung dia mengguda para pelaut dan menenggelamkan mereka yang tergoda kedalam dasar lautan dalam dia memimpin pasukan laut dalam yang berupa monster-monster yang tinggal disana ).


 “Tidak ada aku hanya merasakan kalau perdamaian yang membosankan ini akan segera berakhir dan jaman perang yang dipenuhi oleh kesenangan akan tiba” kata Zeppar sambil memegang pedangnya dengan erat.


 Sementara itu Reiga yang sedang berusaha untuk naik ke tingkatan dewa kelas menengah kesadarannya tiba-tiba dibawa oleh sistem ketempat dia pertama kali mendapat kenaikan sebagai dewa.


 “Haah tempat ini lagi” kata Reiga sambil mengingat rasa sakit yang dia rasakan dulu saat mendapatkan peran seorang dewa.


 Saat Reiga sedang melamun disana muncul bayangan putih di depannya, Reiga terdiam karena merasakan sebuah energy yang samar-samar tidak asing seakan dia adalah kenalan lama atau keluarga dari Reiga.


 “SaLam dEwa ReigA AKu AdalaH SisTem Yang teLaH BerSama mU SElamA Ini” kata bayangan itu denga suara yang tidak jelas dan campur aduk.


 “Kau ini sebenarnya apa kenapa sampai pelu repot-repot untuk menjadikanku seorang dewa” kata Reiga yang dipenuhi rasa penasaran.


 “KamI SisTem ADalaH CipTaaN LanGsunG TuHAN Yang berFunGSI SeBaGAi Jari-JeMArinyA UNtuK mEngaWASi DunIA Dan JUGa meMpeRbaiki DunIA Itu” kata Sistem.


 “Begitu dengan kata lain kau sistem adalah malaikat yang diutus oelh sang pencipta untuk memperbaiki sebuah dunia” kata Reiga yang sedikit demi sedikit mulai mengerti perkataan dari sistem.


 “Kalau begitu langsung saja bagaimana caranya agar aku bisa naik ketingkat menengah” kata Reiga.


 Sistem langsung mengangkat tangannya dan menunjuk kearah Reiga, ujung jarinya bersinar dan sinar itu menusuk kearah jantung Reiga, seakan tidak terjadi apa-apa Reiga tidak merasakan rasa sakit apa-apa ketika ditembak oleh cahaya itu.


“Apa ini aku tidak merasa sakit atau apapun hanya perasaan tidak nyaman apa ini” kata Reiga.


 “Itu AdaLah kaRMa BalasAN Dari sEtiap perBuatan dAn PenCapaian yang teLah kau laKukan sEMua telaH dikumPulKan dan telah diBerIkaN padamu JikA kau dapaT Bertahan Dari cobaan ini maka kaU AkAn dapat naik ketinggkat berikUtnyA” kata sistem.


 “Kejam..kejam…sadis….sadis” tiba-tiba muncul suara-suara di pikiran Reiga.


 “Suara apa ini” kata Riega yang penasaran.


“Dia membunuh mereka semua…menakutkan….semuanya mati…” suara-suara itu semakin deras di pikiran Reiga.


 Setiap perkataan orang-orang tentang perbuatan Reiga telah dikumpulkan dan telah diperdengarkan untuknya banyak yang ketakutan dan menghina dirinya karena perbuatannya dan dia dianggap sebagai dewa jahat, tetapi ada juga yang mengatakan dia memberikan keajaiban pada pengikutnya.


 “Terimakasih dewa Reiga dewaku karena telah memberikanku kesampatan kedua.., terimakasih dewa karena membiarkan aku melihat lagi..,” banyak pengikutnya yang seharusnya cacat ditolong olehnya dan mereka berterimakasih dengan memanjatkan doa untuknya.


 “SelaMat KepadA, dewa Reiga karena telah berhasil melewati cobaannya dan telah memahami hokum karma, memilih gelar baru pada Reiga, mendapat julukan dewa tingkat menengah dewa tanah hitam ( mayat yang jatuh akan menjadikan tanah hitam dan mereka yang berbuat dosa akan dibiarkan membusuk sedangkan mereka yang baik  akan dikubur dengan layak, Reiga sang dewa telah memutuskan bahwa siapapun yang melawannya adalah pendosa dan yang mengikutinya adalah yang baik sehingga dia akan membuat semua yang melawannya mati dan membusuk membuat tanah menghitam ).” kata sistem yang suaranya kemabali seperti semula.


 “Ping..ping.. Mendapat skill tanah para orang mati ( skill yang memiliki radius 10 Km menjadi daerah  kekuasaannya untuk sehari penuh, siapapun yang bukan pengikutnya akan terkena serangan mental dan melambatkan gerakannya jika mereka mengijakan kakinya ditanah kematia, mereka yang terbunuh akan langsung berubah menjadi boneka mayat Reiga ), ping..ping mendapat skill corpse eater ( dengan mengobarkan sejumlah boneka mayat dapat menyembuhkan atau menambah kekuatan pengguna )”.


 “Ping..ping 50.000 GP telah diambil untuk membentuk skill yang didapat”


 “Sialan..” kata Reiga yang tubuhnya kesadarannya mulai kembali ketubuhnya.


Setalah Reiga kembali ketubuhnya fisiknya sama sekali tidak ada perubahan hanya energy yang mengalir ditubuhnya terasa lebih pekat, bagaikan seorang beranang didalam air yang tenggalam kedalam dasar lautan seperti itu perempumaan kekauatannya sekarang perbedaannya sangat besar dengan yang sebelumnya, Reiga kemudian keluar dari kuilnya untuk memeriksa keadaan sekitar dia merasakan kalau kenaikannya telah membuat sedikit keributan.


 “Mari kita lihat situasi diluar” kata Reiga.


 Begitu dia keluar dari kuilnya di depan matanya telah ada gundukan mayat, dia juga melihat Lucy dan Nabila sedang membantai sekelompok orang asing yang mencoba memasuki hutan, bukan pertarungan yang mereka berdua tunjukkan melainkan suatu pembulian dimana Lucy dengan sekali pukulan menghancurkan tulang-tulang mereka sedangkan Nabila mengubah tangan kanannya menjadi tombak dan menyiksa mereka dengan menusuk-nusuk mereka sampai mati kehabisan darah.


 “Haah.. kupikir ada apa rupanya mereka cuman bermain” kata Reiga yang lega melihat keadaan itu.


 Reiga kemudian mengangkat tangannya mengarahkan telunjuknya pada orang-orang yang masih hidup.


 “Skill pelahap” orang-orang yang selamat dari permainan Lucy dan Nabila pun mati dengan mengenaskan yang dimana hanya setengah bagian tubuh mereka yang masi utuh sisa dari kepala hingga pinggang telah dilahap habis oleh Reiga.


 “Lucy, Nabila cukup berhenti bermain-main” kata Reiga.


 “Ya Tuan/Pa” kata Lucy dan Nabila yang langsung berhenti Lucy memberi hormat sedangkan Nabila langsung mengahampiri Reiga dan memeluk kakinya.


 Seperti orang tua yang melihat anaknya ingin dimanja Reiga langsung menggendong Nabila yang menggunakan wujuk gadis kecil, Nabila yang telah lelah bermain denganpara penyusup itu kemudian tidur di pelukan Reiga, para pengikut Reiga masih tidak dapat percaya kalau anak semanis itu memiliki sifat dan kekuatan yang sangat mengerikan.


 “Berdirilah ceritakan padaku apa yang telah terjadi” kata Reiga yang menggendong Nabila.


 “Ya lapor tuan anda telah mengurung diri di dalam kuil selama 1 bulan lebih, setelah itu muncul berbagai macam fenomena aneh di hutan ini yang menyebabkan banyak utusan dari para dewa lain yang bahkan bukan dari benua ini datang untuk menyelidiki fenomena tersebut” kata Lucy.


 “Haaah aku tidak menyangka kenaikan tingkatku dapat menyebabkan begitu banyak masalah tetapi tidak apa-apa aku akan dengan senang hati menerima hadiah dari para dewa itu, Lucy beritahu yang lain untuk menyebarkan peringatan untuk tidak memasuki hutan selama 1 minggu dan jika ada yang tetap masuk bunuh saja jangan beriampun” kata Reiga.


 “Baik Tuan” kata Lucy yang langsung pergi membawa beberapa orang bersamanya.


 “Mereka yang memandang rendah diriku akan kehilangan matanya, mereka yang menghalangi jalanku akan kupatahkan kakinya, dan meraka yang melawanku akan kubunuh tidak ada ampun baik itu anak-anak, wanita, ataupun orang tua sekalipun akan kuhabisi tanpa ampun” kata Reiga dengan wajah yang tenang tetapi mengeluarkan aura gelap yang mencekam yang membuat beberapa pengawal dikuilnya ketakutan melihatnya.


Berasambung…


Mohon beri like dan komennya ya agar penulis dapat lebih baik menulis cerita