
Setelah Agnus berhasil kabur dari kejaran kakaknya Killa dia lalu pergi bersama dengan para pengawalnya melintasi lautan pergi kebenua tempat dimana Reiga berkuasa disana. Tetapi sebelum bertemu dengan Reiga dia pergi kebeberapa kerajaan yang ada dibenua itu untuk mengumpulkan beberapa informasi tentang Reiga dan bagaimana sikap dari para bawahannya.
“Kalian semua berpencar cari tahu tentang apapun yang berkaitan dengan dewa itu” kata Agnus yang memerintahkan anak buahnya.
Lalu setelah beberapa minggu mengumpulkan informasi dari semua anak buahnya mengatakan kalau hidup mereka lebih baik semenjak dewa Reiga memimpin banyak walaupun hukum disana sangat keras namun mereka hidup aman berkat hal itu. Banyak penjahat dan penjajah yang dulunya membuat resah para warga dihukum mati oleh para pengikutnya dengan mengatas namakan dewa Reiga. Lalu ada juga saat seseorang pengikut yang benar-benar taat pada dirinya maka dia bisa memilih untuk berbah menjadi seorang ghoul yang mana ketika dia berubah maka jangka hidupnya akan memanjang dan dirinya tidak akan pernah terkena penyakit yang mematikan.
“Hebat sekali dewa Reiga ini sepak terjang yang dia miliki benar-benar sangat menabjukkan, hanya dalam waktu beberapa tahun dia bisa menyatukan seluruh wilayah dibenua ini” pikir Agnus yang terkagum oleh Reiga.
Lalu tidak lama setelah Agnus membaca laporan dari para pengikutnya dia mendengar ada sebuah berita dimana kalau para iblis agung akan menyerang benua ini. Banyak warga yang panic dan berusaha untuk mengungsi kebenua yang lainnya namun banyak juga yang percaya kalau benua mereka dapat dipertahankan.
“Pangeran kita harus bagaimana sekarang, apa kita harus mengungsi juga??” tanya salah satu bawahan Agnus.
“Tenanglah jangan panic ingatlah kalau kita telah membawa banyak artefak kuat bersama kita kebenua ini jadi kita bisa aman kalau menggunakannya, dan ini juga adalah waktu yang tepat untuk memeriksa secara langsung kelayakan dari dewa itu” kata Agnus.
“Hohoho jadi maksud anda kedatangan iblis agung adalah kesempatan yang bisa membuat pangeran dapat secara langsung melihat kekuatannya” kata Merlin.
“Yah dengan begini aku bisa tahu kemampuan dan sifat aslinya” kata Agnus.
Agnus lalu mengeluarkan sebuah artefak yang dapat mengintai dari jarak jauh dan dengan bantuan dari sihir Merlin yang membuat artefak itu semankin sulit untuk disadari oleh sekitarnya. Lalu Agnus dan Merlin melihat dari artefak tersebut bagaiman Reiga bertarung dan kemampuan dari para bawahannya melihat pertarungan itu membuat Agnus langsung percaya dengan kehebatan dari Reiga dia lalu langsung memutuskan untuk besok setelah perang berakhir langsung menjumpai Reiga.
“Yah lalu sekarang saya berada disini dewa Reiga, begitulah ceritanya bagaimana situasi kerajaan dan cerita saya bisa berada disini” kata Agnus yang bercerita kepada Reiga.
Reiga yang mendengar cerita itu langsung melihat mata Agnus dalam-dalam dan dari matanya dia melihat seekor singa remaja yang dipenuhi oleh api semangat yang mana singa tersebut siap melawan apapun dan bahkan saudaranya sendiri.
“Hmm… menarik dia bisa aku jadikan sebagai landasan untuk fondasi kuilku disana” pikir Reiga yang melihat potensi besar dalam tubuh Agnus.
“Jadi bagaimana tuan Reiga apa anda sudah terpikirkan suatu rencana??” tanya Agnus.
“Untuk sekarang kau pergilah beristirahta terlebih dahulu, aku ingin mengerjakan sesuatu” kata Reiga yang mengusir Agnus keluar dari kuilnya.
Agnus dan Merlin lalu berjalan keluar dari kuil tersebut yang mana saat Reiga sedang sendirian disana dia melihat lagi artefak pedang patah yang dibawa oleh Agnus tersebut. Semakin dia melihatnya semakin dia penasaran olehnya seperti ada mahnet yang membuatnya penasaran akan benda tersebut lalu “Srraaaasstt…” Reiga dengan sendirinya melukai tangannya dengan pecahan pedang tersebut.
“Rasanya benar-benar sangat menyakitkan, aneh sekali padahal cuman goresan kecil” kata Reiga.
Dia lalu mencoba mengaptifkan skill Corpse Eater miliknya untuk mengobati lukanya namun ketika dia mengorbankan 1 mayat tidak terjadi apapun pada lukanya. Dan ketika dia mengorbankan 10 mayat lukanya cuman sedikit berhenti mengeluarkan darah merasa hal ini menarik baginya dia lalu mencoba dengan 1.000 mayat dan pada akhirnya lukanya sembuh tetapi secara perlahan-lahan ketika lukanya telah menutup tangannya tetap merasa sedikit sakit bagaikan ada suatu pecahan duri yang tertinggal.
“Pecahan pedang ini sangat kuat bahkan skillku dapat diperlemahnya” kata Reiga.
Sementar itu diluar kuil Agnus dan Merlin berjalan kembali bersama bawahannya untuk mencari tempat untuk menginap dan ketika mereka akan bertemu kembali dengan para pengawal yang mereka tinggalkan. Para pengawal mereka telah dikalahkan oleh seorang gadis kecil yang terlihat seperti berumur 12 tahun terkejut dengan hal itu yang mana 15 orang prajurit terlatih dikalahkan oleh seorang gadis kecil membuat Agnus langsung bergegas menghentikan gadis itu yang akan hampir membunuh salah satu pengawalnya.
“Permisi nona muda mohon maafkan kalau para pengawalku berbuat kasar jadi bisa tolong kau lepaskan dia” kata Agnus yang melihat kalau salah satu pengawalnya dicekik dan hanpir kehabisan nafas.
“Aku mengerti soal itu jadi mohon maaf sekali lagi” kata Agnus yang berbicara dengan sopan.
Karena sikap sopan yang ditunjukkan oleh Agnus membuat amarah dari Nabila menghilang dan memaafkan kesalahan dari pengawalnya. Sebelumnya ketika Nabila kembali dari hutan diingin pergi masuk kedalam kuil untuk bermanja-manja dengan Reiga karena sudah 10 tahun tidak bertemu namun dirinya dihalangi oleh para pengawal Agnus mereka mengatakan kalau tuan mereka sedang ada urusan didalam dan tidak ada yang boleh masuk. Marah dan emosi mendengar perkataan itu Nabila lalu menghajar salah satu pengawal tersebut dengan sekali tinju dia tercampak dan pingsan.
“Minggir… halangi jalanku maka akan kuhajar” kata Nabila.
Melihat temannya yang dipukul oleh Nabila para pengawal yang lain juga tidak diam mereka mencabut pedang mereka dan berusaha menyerang Nabila. Namun naas nasip sial bagi mereka semua karena berhadapan dengan Nabila mereka semua tampa ampun dihajar olehnya terlihat dengan jelas perbedaan kekuatan mereka yang mana terlihat seperti penindasan sepihak.
Setelah mengetahui permasalahan yang sebenarnya Agnus semakin malu pada Nabila dan memukul kepala bawahannya menggunakan tinjunya.
“Saya mohon maaf sekali lagi, tapi bolehkah aku mengetahui nama nona” kata Agnus.
“Namaku… Nabila putri dari dewa Reiga” kata Nabila dengan wajah datar yang tidak memperdulikan Agnus.
Terpesona oleh tindakan dan kecantikan oleh Nabila membaut wajah Agnus memerah dan dia berusaha mendekatinya ( Pedopil ). Merasa tahu apa yang pangerannya lakukan “Traaakss” Merlin lalu memukul kepala Agnus dengan tongkatnya.
“Aduh sakit.., APA YANG KAU LAKUKAN KAKEK TUA” teriak Agnus yang marah.
“Seharusnya aku yang tanya padamu, apa yang kau pikirkan haaah… jangan sampai aku harus membacakan mantra penyucian padamu” kata Merlin dengan nada yang mengancam.
Lalu disaat Agnus dan Merlin berdebat “BOOOOMMSHH…” sebuah ledakan terdengar dari dalam kuil Reiga ledakan itu tidak kuat sehingga tidak banyak yang terluka. Mendengar sebuah ledakan Nabila lalu lansung mengubah wujudnya menjadi wanita berumur 20 tahunan dengan begitu dia dapar berlari dengan cepat menuju arah kuil Reiga.
“Kalok yang kayak gitu legalkan” kata Agnus yang berbicara setelah melihat wujud Nabila berumur 20 tahun.
“Terserah kau sajalah” kata Merlin yang pasrah dengan sikap pangerannya.
Sementara itu ledakan tersebut terjadi karena Reiga yang sedang bereksperimen dengan pecahan pedang tersebut. Reiga berusaha mencoba untuk menempa ulang pecahan pedang itu namun karena suatu energy asing dari pecahan pedang itu yang menolak energy milik Reiga membuat reaksi ledakan yang lumayan kuat.
“Menarik sekali benda ini, tapi sangat disayangkan aku tidak bisa menempanya dengan kata lain aku harus menemukan pecahan yang lain jika ingin membongkar rahasia yang ada didalamnya” pikir Reiga yang sedikit terluka akibat ledakan tersebut.
Kemudian terpikirkan sesuatu kalau pecahan pedang ini jatuh seperti meteor di kerajaan Emas agung.
"Kalau terjatuh dikerajaan itu maka pecahan yang lainnya pasti juga jatuh tidak jauh dari sana, Hahahaha... kelihatannya ada satu benua lagi yang harus aku kacaukan" kata Reiga yang berencana menggunakan kerajaan Emas agung untuk pondasi menaklukkan benua yang berada dalam kendali dewa fraksi putih.
Bersambung........
Berikan dukungan kalian dengan cara like, komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semangat dan ceritanya jadi lebih menarik lagi, OK......