I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 148 Mereka yang memegang peringkat terkuat



Seratus dewa raja terkuat adalah para seratus dewa tingkatan raja yang mana berasal dari berbagai macam ras terkecuali mahluk mistik yang mana mereka menolak untuk masuk kedalam seratus tingkatan tersebut, bagi mereka yang memegang peringkat 100 terkuat tersebut akan menerima otoritas di alam atas yang mana berupa sebuah kota yang akan menjadi wilayah khusus bagi mereka. Namun ada satu hal yang tidak diketahui oleh orang banyak tentang sesuatu khusus yang akan didapatkan oleh para seratus dewa raj tersebut dan hal itu disebut sebagai hukum/aturan, hukum atau aturan adalah sebuah penggabungan dari skill dan mantra sihir, keduanya didapatkan atas pemberian dari sistem dunia yang mana ketika dewa raja tersebut masuk kedalam tingkatan 100 terkuat maka gelar mereka akan menentukan kekuatan dari hukum yang akan mereka punya.


 Tetapi hukum atau aturan tersebut juga merupakan suatu misteri karena tidak banyak orang yang pernah melihat para dewa raja berperingkat seratus terkuat menggunakannya, dan lagi bagi para dewa raja yang berperingkat seratus terkuat tidak ada yang pernah menjadi lawan mereka terkecuali sesama peringkat seratus terkuat atau mahluk mistik yang sudah berada ditingkatan dewa.


 Kembali kesaat ini setelah sistem memberikan pemberitahuan tentang pemilihan seratus dewa raja yang baru, Reiga beserta para dewa raja diseluruh alam mendengar hal itu langsung memulai latihan mereka dan bahkan ada yang berusaha untuk mencari cara untuk menjadi lebih kuat dengan mudah dengan cara membeli artefak atau mencari skill/sihir kuat. Dalam tiga hari terakhir tersebut dunia dialam atas dilanda dengan sebuah kekacauan karena para dewa raja yang bersemangat untuk berlatih membunuh banyak mahluk mistik sebagai latihan mereka, dan banyak dari mereka yang mengacaukan kota-kota dan desa untuk mengambil GP mereka demi modal untuk membeli senjata artefak berkualitas tinggi.


 Dan hal itu membuat ke 10 mahluk mistik tingkat dewa mulai bertindak dan memerintahkan bawahan mereka untuk menghabisi mereka yang berani berbuata kekacauan didalam wilayah mereka. Didalam wilayah gunung api tepatnya sepuluh gunung berapi yang memadat menjadi satu, tempat itu adalah tempat yang dihuni oleh berbagai macam mahluk mistik tipe api dan juga merupakan tambang metal dan batu sihir yang sangat kaya, karena kekacauan yang dibuat oleh para dewa raja demi menjadi kuat mereka membuat para mahluk mistik yang ada disana hampir punah dan juga hampir membuat alam disekitar sana hancur karena kelebihan penambangan yang terjadi.


 “Hahahahha… dengan batu sihir yang sebanyak ini aku yakin formasi sihir tingkat dewa milikku pasti dapat membuatku menang dalam ujian yang akan datang” kata seorang dewa raja yang sedang menambang bersama dengan bawahannya.


 Didalam gua tersebut banyak mayat mahluk mistik yang mati karen mereka bunuh bahkan mahluk mistik yang masih bayi dan tidak berdosa juga mereka bunuh dengan kejamnya.


 “Bos apa kau tidak merasakan kalau tempat ini semakin panas” kata salah satu bawahan dewa tingkat raja tersebut.


 “Haah… janga ngacau kau, kita sudah keluar banyak GP untuk membeli artefak jubah salamander ini, lanjutkan menambangnya atau kubunuh kau” kata dewa tingkat raja tersebut.


 Namun tiba-tiba bahu orang tersebut terbakar “Aaaaaagggkkk… apa-apaan ini…” teriak dewa tingkat jara tersebut yang mana berteriak kesakitan, dirinya menggeliat-liat kesakitan terkena api tersebut dan para bawahannya yang melihat hal tersebut hanya bisa terdiam ketakutan saat melihat ketua mereka terbakar.


 “L… lari-lari semuanya, ini kekuatan mahluk mistik tingkat saint” kata seorang bawahan yang mana bukan seorang dewa, mereka berjumlah seratus orang didalam gua tersebut.


 “Kalian datang, membantai dan merampok, apa kalian pikir aku akan membiarkan kalian pergi seenaknya saja” kata seorang wanita yang ada didalam gua tersebut, dirinya mengibaskan tangannya dan api mulai muncul, api tersebut mulai membesar dan semakin membesar lalu membakar keseratus orang tersebut hingga menjadi debu hitam, wanita itu dengan kejam membakar mereka semua tampa memperdulikan wajah, umur ataupun jenis kelamin para penambang tersebut.


 “Haaah… dasar mereka ini, padalah bukan seorang dewa tingkat raja tetapi berani sekali memasuki wilayah klan phoenix, atas nama ratuku akan kubakar kalian para penjajah dengan api abadi milikku” kata wanita tersebut yang merupan mahluk mistik tingkat saint yang mana berasal dari klan phoenix, “Fwwuuuaaahh…” wanita itu lalu memunculkan sepasang sayap api dipunggungnya yang mana membuatnya terbang kelangit.


 Sementara itu Reiga yang juga mengikuti jalan para dewa tingkat raja yang lainnya bergerak menggunakan para bonekan mayat milknya untuk menjajah banyak tempat sekaligus, dia menyuruh para boneka mayat mahluk mistik miliknya untuk memburu mahluk mistik yang lainya dan ketika mereka menemukan dewa tingkat raja yang kuat maka mereka akan menghubungi Reiga, hal itu dia lakukan agar dia dapat berduel dengan dewa tingkat raja tersebut yang mana akan menambahkan pengalaman bertarung miliknya.


 “Ketemu seorang dewa tingkat raja dari klan beast (tipe beruang), dia memiliki kemampuan element tanah, Diana ikuti aku pergi menjumpai dewa tingkat raja tersebut” kata Reiga yang sedang bersama Diana.


 “Srrarsss…. Siap guru” sementara itu Diana yang sedang berlatih dengan melawan sepuluh mahluk mistik tingkatan raja, dengan mudah mengalahkan para mahluk mistik tersebut, aura yang dimilikinya semakin kuat dan tehnik berpedangnya sudah semakin mendalam dan energy yang dia miliki hampir membuatnya naik ketingkatan dewa tingkat tinggi.


 Dan dalam beberapa menit kemudian mereka sampai ditempat dewa tingkat raja tersebut, dia terkejut melihat Reiga disaat dirinya sedang terkepung oleh beberapa mahluk mistik tingkat raja yang merupakan boneka mayat milik Reiga.


 “Kau siapa…??” tanya dewa tingkat raja dari ras best tersebut.


 “Jadi begitu para mahluk mistik ini rupanya adalah milikmu, kalau begitu dengan senang hati akan kuhabisi dirimu sekarang” kata dewa tingkat raja dari ras beast tersebut, dengan mengeluarkan artefak tingkat penguasa dengan element angin ditangan kirinya dan element tanah ditangan kanannya.


 “Booosssmmmhh….” Dengan cepat dewa tingkat raja dari ras beast tersebut menggunakan kapak ditangan


kanannya untuk mengendalikan tanah disekitar Reiga, “Jrriinnggss… Jrriinggss… Jrriinggss…” tombak-tombak batu mulai bermunculan dari dalam tanah dan berusaha menusuk Reiga. Namun dengan kemampuan langkah kaki milik Reiga dia berhasil menghindari setiap tombak batu tersebut, bagaikan hantu gerakan kaki yang Reiga miliki membuatnya samar-samar tak terlihat dan membuat hawa keberadaannya hampir terhapus.


 “Kalau begitu bagaimana dengan ini” dewa tingkat raja dari ras beast tersebut lalu menggunakan kapat ditangan kirinya dan mencitakan sebuah tebasan angin yang mana sangat cepat.


 “Srrrraaanggsss….” Namun Reiga dengan mudahnya menepis serangan tersebut dengan hanya satu tebasan biasa dari pedang Reiga.


 “Apa cuman itu yang kau punya, kau ternyata terlalu lemah yah aku sedikit kecewa” kata Reiga yang berusaha memanas-manasi dewa tingkat raja dari ras best itu.


 “Dasar sialan, *%#!##%$^%” dewa tingkat raja dari ras beast tersebut membaca sebuah mantra dan dengan mantra itu dia memanggil sebuah boneka batu raksasa.


 “Booommmsshh….” Dengan kekuatannya yang megah boneka batu tersebut menyerang kearah Reiga dengan lengannya yang terlihat seperti palu batu.


 “Hehehehe… bagus dia pasti sudah hancur” pikir dewa tingkat raja dari ras beast tersebut.


 “Kau terlalu lemah, tapi tehnik sihirmu tadi lumayan juga” kata Reiga yang tiba-tiba ada dibelakang dewa


tingkat raja dari ras beast tersebut, dan setelah Reiga berjalan secara perlahan kedepan dirinya  “Crrrraaassstt…” pelanya putus dan darah berkeluaran dari lehernya.


 “Selamat atas kemenangan anda guru, selanjutnya haruskah kita tetap mencari dewa tingkat raja yang lainnya??” tanya Diana.


 “Yah, ini harus kita lanjutkan karena walaupun mereka lemah mereka tetap seorang dewa tingkat raja, dan mereka akan cukup berguna sebagai pion bagiku nanti” kata Reiga yang mana akan tetap melanjutkan perburuannya, dan malam itu dia telah membantai ratusan mahluk mistik dan puluhan dewa tingkat raja.


Bersambung........


Berikan Like dan komen kalian yah kalau kalian menyukai cerita dari novel ini dan Giff lalu Vote kalau kalian merasa ceritanya bagus, Ok....