I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 177 Sang Immortal



Setelah Zero dan dewa besi hitam telah mengalahkan pasukan bantuan dari Frey mereka langsung bergegas untuk membantu pasukan mereka, dan dengan cepat mereka membantai semua pasukan Frey yang mereka lihat, setelah itu mereka beruda pergi ketempat dewa batu api. Disana dirinya berasama dengan pengikut setianya sedang memasang sebuah alat aneh yang berbentuk pilar hita yang mana pilar tersebut mengandung energy gela yang sangat besar, melihat kalau persiapan dari pemasangan pilar tersebut sudah hampir selesai Zero lalu langsung pergi terbang menggunakan artefaknya.


 “Apa kau yakin kalau semuanya sudah terpasang dengan benar??” tanya dewa besi hitam pada dewa batu api.


 “Kau tenang saja aku ini sudah ahli kalau memasang alat seperti ini, masalahnya adalah apa benar alat ini dapat mengalahkan Frey dengan satu kali serangan” kata dewa batu api yang mengingat perkataan Zero.


 Dua hari yang lalu sebelum peperangan dimulai dewa batu api, dewa besi hitam, dan dewa kegilaan Zero sedang berkumpul disebuah tenda besar, didalam tenda itu mereka memikirkan cara untuk melawan Frey dan menghabisi dirinya. Dan pada saat pikiran mereka telah buntuk Grimm secara tiba tiba masuk kedalam bayangan milik Zero.


 “Tuan Zero perkenalkan nama saya Grimm salah satu bawahan dari dewa Reiga, saya diperintahkan untuk menyerahkan alat-alat ini pada anda” kata Grimm yang berbicara lewat telepai.


 “Ooooh… alat apa yang Reiga berikan padaku???” tanya Zero.


 “Alat itu adalah sebuah inti formasi yang mana akan meningkatkan kekuatannya, karena pada saat pertarungan nanti dirinya sendirilah yang akan datang dan melawan dewi Frey secara langsung, namun karena perbedaan kekuatan mereka cukup besar jadi tuan Reiga membutuhkan kerjasama anda” kata Grimm.


 “Aku mengerti, kalau begitu katakan pada Reiga akan kubujuk dua orang keras kepala ini untuk mengikuti rencanamu” kata Zero.


 Dan setelah itu Zero mengeluarkan lima buah pilar raksasa keatas meja, dewa batu api yang terkejut langsung terjatuh dari kursinya sementara itu dewa besi hitam langsung mengeluarkan senjatannya.


 “Hahhahahaha…. Jangan takut – jangan takut aku cuman ingin menunjukkan sesuatu saja pada kalian” kata Zero.


 “Apa ini…. Kelihatannya seperti sebuah inti formasi” kata dewa batu api yang bisa langsung tahu ketika pertama kali melihatnya.


 “Ting-tong…. Benar sekali ini memang adalah inti formasi kegelapan, yang mana inti ini memerlukan mayat dalam jumlah besar untuk mengaptifkannya” kata Zero.


 “Hei-hei…. Jangan bilang kalau kau berencana menggunakan ini untuk melawan Frey” kata dewa besi hitam.


 “Benar pada saat peperangan nanti sebisa mungkin kita kumpulkan mayat para serafp dan jadikan mereka sebagai tumbal untuk mengaptifkan formasinya nanti” kata Zero.


 “Jadi kau berencana untuk membantai mereka semua tampa mengampuni siapapunkah” kata dewa batu api.


 “Yaaah…. Mau bagaimana lagi otak mereka sudah salah dari awal, jadi tidak ada yang bisa kita lakukan dan kalaupun kita menahan mereka aku yakin mereka akan bunuh diri demi dewi mereka” kata Zero, yang mengetahui betapa mengerikannya tehnik cuci otak milik Frey.


 “Kau ada benarnya juga, tapi aku masih tidak yakin dengan rencana ini maksudku adalah bagaimana jia mayatnya tidak cukup??” tanya dewa besi hitam.


 “Hehehehe…. kau tentunya sudah tahu jawabannyakan” kata Zero dengan senyum mengerikan diwajahnya.


 “Cih…. tidak ada cara lain lagi, kita sudah memancing amarahnya jadi tidak ada kompromi lagi, yang terjadi sekarang ini adalah jika kita ragu maka semuanya akan berakhir” kata dewa batu api.


 “Haaah…. Aku mengerti aku akan mencoba caramu ini” kata dewa besi hitam yang tidak mempunyai pilihan.


 “Hahahahha…. Bagus-bagus sekarang mari kita susun rencananya” kata Zero dengan wajah bahagia yang sangat cerah.


 Dan sekarang ini Zero akan pergi menjumpai Reiga untuk menyampaikan kalau formasinya telah siap, ketika Zero sampai disana dia melihat dua wujud yang saling menyerang satu sama lainnya dengan kecepatan yang sangat cepat. Melihat hal itu Zero hanya terdiam untuk sementara karena melihat keduanya saling menyerang yang membuat keindahan dimatanya, namun disitu dia akhirnya menyadari kalau Reiga sedang kesulitan melawana Frey kemampuan yang dimiliki mampu menekan api iblis phoenix milik Reiga dan setiap serangan akan dipantulkan kembali oleh penghalang cahaya milik Frey.


 Reiga yang menyadari kalau ada energy gelap yang besar langsung dengan cepat terbang mundur, dia langsung melesat untuk pergi ketempat dimana energy gelap tersebut berada.


 “Jangan kira kau bisa kabur” Frey yang melihat Reiga kabur langsung mengeluarkan tehnik pemungkasnya, tombak cahaya yang dia buat dari gumpalan energy api dan cahaya yang murni dilipat gandakan menjadi ratusan tombak dan dengan kemampuan khusus dari element cahaya dia membuat ratusan tombak tersebut menjadi tidak terlihat wujudnya.


 “Sialan serangan itu lagi” pikir Reiga yang melihat ratusan tombak tersebut menghilang dalam sekejap.


 “Berakhir sudah….” Kata Frey yang mana melemparkan seluruh tombak cahaya tak terlihat tersebut.


 “Crrraaasstt… Crrraaasstt… Crrraaasstt… Crrraaasstt…” setiap serangannya tak terlihat dan membuat Reiga sulit untuk menghindari ataupun menangkis serangan tersebut karena setiap serangan sangatlah berat dan juga mematikan.


 “AAAAAAGGGHHHKKK…….” Teriak Reiga yang mana tubuhnya mulai hancur tercerai berai karena serangan tombak tersebut.


 “Bagus satu sudah selesai, sekarang mari kita urus tiga lagi” kata Frey yang mana melihat Zero.


 “Sialan….. skill langkah seribu” kata Zero yang mana berlari dan membuat ilusi dirinya pergi keberbagai tempat.


 “Dasar bodoh kau pikir kau bisa membodohiku dengan ilusi milikmu” kata Frey tiba-tiba mata bercahaya dan dia langsung tahu yang mana yang asli dan mana yang palsu.


 “SIALAN AKU LUPA DIA TIDAK BISA DITIPU DENGAN ILUSI” kata Zero, diapun berlari secepat mungkin kearah tempat Reiga terjatuh.


 Dan begitu melihat Reiga dia langsung menggendongnya dan membawa dirinya, Frey yang melihat hal itu langsung mengeluarkan tombak cahaya miliknya dia berencana untuk melemparkan tombak tersebut untuk menembus jantung milik Zero.


 “Yah…. Kau teman yang cukup setiap rupanya, tetapi yang mati akan tetap mati” kata Frey yang mana langsung melemparkan tombaknya kearah Zero.


 “Trrrraaanggsss….” Namun Zero dengan cepat menangkis serangan lemparan tombak tersebut menggunakan bendera miliknya, namun serangan tersebut sanganlah kuat sampai-sampai bendera milik Zero retak dan hampir patah.


 “Hoooh…. Berhasil menangkisnyakah, bagus-bagus kalau begitu bagaimana jika ada sepuluh tombak” kata Frey yang mana membuat sepuluh tombak cahaya.


 “Hhahahhahaha…. Berhenti sebentar, istirahat aku minta Time Out” kata Zero yang mana melihat ke 10 tombak cahay tersebut dilemparkan secara bersamaan kearahnya.


 “Trraanggss…. Krrrraannggsss…. Crrraaangggsss… Trraaanggsss….” Semua serangan milik Frey ditangkis dan dihancurkan oleh dewa besi hitam dan dewa batu api.


 “Kau tidak apa-apa badut gila” kata dewa batu api.


 “Jika kita bisa selamat disini maka aku akan memukul wajahmu sampai hancur Zero” kata dewa besi hitam.


 “Mau sebanyak apapun sampah tetap tidak akan mungkin bisa mengalahkanku, jadi menyerah saja dan matilah dengan tenang” kata Frey yang mana kali ini dia memunculkan ribuan tombak cahaya, dan membuat semuanya tidak terlihat.


Bersambung......


Berikan dukungan kalian semuanya dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote Ok.........