I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 250 Serangan Raja pelahap darah bagian 6



Azazel merupakan dewa dari ras satans satu-satunya ras penguasa langit di alam bawah mereka semua sangat percaya diri dengan kemapuan terbang mereka, terutama Azazel yang mana kecepatan terbangnya bisa menembus kecepatan suara namun sekarang ini dia tidak bisa berbuat apa-apa. “Buusshh… Wuusshh… Buusshh…” karena kemanapun dia berusaha untuk menyerang raksasa pelahap darah berarmor tersebut dirinya tetap tidak bisa menemukan celah untuk menyerang, karena setiap kali dirinya ingin menyerang raksasa pelahap darah berarmor tersebut langsung melihat kearah dirinya dan menyerang balik dengan cepatnya.


“Sialan… bagaimana dia bisa terus menebak arah seranganku” pikir Azazel, dia terus terbang kesekitar tubuh raksasa pelahap darah berarmor tersebut, namun dia langsung berhenti ketika ingin menyerang karena dia tahu dia tidak bisa beradu fisik raksasa pelahap darah berarmor tersebut.


Raiya yang melihat hal itu langsung menyelam kedalam bayangan dirinya bersama beberapa pengikutnya, mereka yang masih bisa bergerak langsung dengan cepat menghilang kedalam bayangan. Dengan kemampuan membunuh mereka semua pengikut Raiya langsung dengan cepat telah bergerak kedalam bayangan milik raksasa pelahap darah berarmor tersebut, lalu mereka secara bersama-sama mengaptifkan skill milik mereka.


“Srrrraannggsskkk…..” sebuah pisau raksasa yang terbuat dari bayangan lalu dengan cepat menusuk dari bawah bayangan raksasa pelahap darah berarmor tersebut, “Trraannggss….” Namun armor milik raksasa pelahap darah itu sangatlah kuat bahkan serangan gabungan dari skill mereka tidak dapat menembus armor miliknya.


“Gaaahh…” raksasa pelahap darah itu lalu melompat dengan cepat “Buusshh…” dia membuat bayangannya menghilang, karena secara tiba-tiba bayangan milik raksasa pelahap darah itu menghilang Raiya dan para pengikutnya langsung dipaksa keluar dari dalam bayangan.


“Sialan…, SEMUANYA CEPAT LARI” teriak Raiya.


Dia melihat keatasnya dan melihat kalau raksasa pelahap darah berarmor tersebut melemparkan senjata yang diapunya kearah mereka, dengan sebuah lemparan yang kuat dan cepat “BOOMMSSHH…” raksasa pelahap darah berarmor tersebut lalu menghancurkan pasukan milik Raiya. “Buuuggkk…” bahkan Raiya juga terhempas kepegunungan terdekat, melihat Raiya yang mana sangatlah merepotkan baginya “Crraakk… Krrraakk…” raksasa pelahap darah tersebut lalu menciptakan sebuah tombak jarum kecil yang panjang, dan “Buuusshh…” menggunakan jarinya dia melemparkannya kearah Raiya.


“Crrraassstt….” Tidak bisa berkutik Raiya terkena serangan langsung tepat ditengah dadanya, dan membuat dirinya tertahan dipegunungan tersebut.


“Sialan kau, jangan kira kau bisa berbuat seenaknya” kata Azazel, dia menggunakan kekuatan penuh dari artefak miliknya dan mengubah kedua belati tersebut menjadi sebuah pedang golok panjang.


“Srrraaanggsss….” Dan dengan pedang miliknya Azazel dapat menembus pertahanan armor milik raksasa pelahap darah itu, walaupun begitu serangannya tida terlalu beradampak karena saat dia melancarkan serangan raksasa pelahap darah itu menggunakan tangan kanannya untuk menangkis serangan pedang milik Azazel.


“Cihh… dia menangkisnya” kata Azazel, dia dengan cepat terbang kearah belakang raksasa pelahap darah berarmor tersebut “Wuusshh… Wuusshh…” dia terbang dengan cepat keberbagai arah agar dirinya tidak bisa diserang oleh raksasa pelahap darah tersebut.


“Grrrrr…..” raksasa pelahap darah berarmor tersebut lalu mengumpulkan energy dipusat tubuhnya dan secara tiba-tiba “Buussshh….” Dia melepaskan seluruh energy tersebut dari seluruh tubuhnya.


“Aaaaaggkkk….” Azazel yang mana sedang terbang disekitarnya hampir terlempar karena hembusan energy tersebut.


Melihat sebuah kesempatan dengan cepat raksasa pelahap darah berarmor itu lalu bergerak kedekat Azazel dan “Srrrassstt…” dia mengambil kembali pedangnya dan dengan pedang itu dia menebas kearah Azazel, walaupun begitu Azazel yang mana bisa sempat menghindari serangan tebasa itu terpaksa haru mengorbankan setengah sayap kanan yang diapunya.


“Aaaaaggkkk….” Azazel yang mana terluka parah karena sayapnya telah terpotong tersebut langsung dengan cepat mundur menghindari raksasa pelahap darah berarmor tersebut, dia lalu dikelilingi oleh para pengikutnya yang mana mencoba melindungi dirinya.


“Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh…” sebuah langkahkaki yang besar dan dengan cepat mengarah kearah raksasa pelahap darah itu lalu muncul dan “BUUGGHHH….” Sebuah tinjuan dilancarkan entah dari mana, tinjuan tersebut membuat raksasa pelahap darah berarmor itu langsung terlempar “Buuussshh…” sampai kelautan.


“RROOAAARR….” Lalu entah dari mana raksasa Jotuun muncul ditengah-tengah pantai disana, dia menggunakan syal milik Lucy yang mana membuatnya tidak terlihat dan dengan serangan tersebut raksasa Jotuun jadi terlihat oleh para mahluk pelahap darah yang lainnya.


“Krriieekk….” Para pelahap darah yang mana melihat teman mereka dipukul tersebut langsun dengan cepat berusaha menyerang raksasa Jotuun.


“Wuuussshhh….” Namun hanya dengan satu kibasan dari tangannya “Crrraakkksss… Trrrassstt….” Para pelahap darah berukuran 5 meter tersebut yang mana berjumlah ratusan langsung terhempas, bahkan beberap dari mereka hancur berkeping-keping karena kuatnya angin dari tangan kanan milik raksasa Jotuun tersebut.


“Bagus… Ugggkkkhh… akhirnya aku bisa membebaskan kekangan raksasa Jotuun dan telah memberikan perintah untuknya maju” kata Raiya, dia memegang dadanya yang terluka parah dan dengan luka tersebut dia berusaha untuk pergi ketempat Azazel bersama Nabila.


“Hooi… kau tidak apa-apa, kalau kau tidak bisa bertarung lagi lebih baik kau istirahat saja” kata Nabila, dia melihat kondisi dari Raiya yang mana terlihat sangat buruk.


“Hahaha… jangan remehkan ketahanan tubuhku, aku adalah seorang pembunuh sebagai seorang pembunuh memiliki daya tahan yang kuat itu adalah kewajiban” kata Raiya yang mana menggunakan kekuatan otot miliknya untuk menutup luka yang diapunya.


“Boommsshh… Boommsshh… Boommsshh…” raksasa Jotuun yang mana bertarung menggunakan tinjunya sedang berhadapan satu lawan satu melawan raksasa pelahap darah berarmor tersebut, “Trrrraanggss…” kulit keras milik raksasa Jotuun dapat menahan serangan pedang. “Sssshhh…” walaupun kulit tergore oleh  serangan pedang tersebut tetapi dengan kecepatan regenerasi miliknya dia dapat sembuh dengan cepat, “Buugghh… Buugghh… Buugghh…” lalu raksasa Jotuun membalas serangan pedang tersebut dengan beberapa susunan tinju kearah perut dan wajah pelahap darah raksasa berarmor itu.


“Gaaaaaaaaah…..” kesakitan dan marah pelahap darah raksasa berarmor itu lalu mengalirkan energy hukum darah monster kedalam pedang miliknya, “Srrriinnggss…” dan dengan cepat pedang miliknya langsung dia perkuat lalu dengan cepat dia menebas kearah kepala raksasa Jotuun.


“Crrrassstt….” Dengan menggunakan tangan kirinya raksasa Jotuun menahan serangan tebasan pedang tersebut, tetapi “Krraasstt…” karena ketajaman pedang tersebut tangan raksasa Jotuun hampir putus dan terpotong karena kekuatan ketajaman pedang milik raksasa pelahap darah berarmor itu. Melihat kalau pedangnya dapat menembus kulit milik raksasa Jotuun, pelahap darah raksasa berarmor itu lalu menunjukkan senyum yang menakutkan dan dia lalu mendorong pedangnya dengan segenap kekuatannya “Crrass…” dia ingin memotong raksasa Jotuun menjadi dua dengan pedangnya dan lalu memakannya agar dia bisa berevolusi lagi.


Sementara itu raksasa Jotuun yang mana sedang menahan serangan pedang pelahap darah tersebut mulai mengingat kembali masa lalunya, itu adalah saat dirinya ditinggalkan Reiga kealam atas dan disaat itu dia dibuat babak belur karena dihajar oleh Lucy yang mana melihatnya dengan tatapan merendahkan.


Bersambung……..


Ayo berikan dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote yah, agar novel ini tetap lanjut dan ceritanya jadi lebih menarik lagi, Ok.....