
Mahluk mistik manusia setengah ular Drako adalah jenis spesies yang mana diciptakan khusuk oleh Oroci untuk dijadikan prajurit berani mati miliknya, mereka pada awalnya hanyalah ular biasa yang beruntung mendapatkan sebagian kecil darah dari Oroci dengan darah tersebut mereka berevolusi langsung menjadi mahluk mistik. Karena merekalah yang menjadi kunci kemenangan Oroci menakklukan banyak kota, selain jumlah mereka yang banyak darah beracun ditubuh mereka akan meresap dalam setiap serangan mereka dan juga jika mereka tewas maka mayat mereka akan berubah menguap menjadi asap beracun yang sangat mematikan.
“Hmmm…. Menggunakan jumlah untuk menghadapi kami, Hahahaha…. kau memang sangat cerdas” kata Zero yang mana melihat para pasukan Oroci yang mengepung mereka.
“Hehehehe…. terimakasih atas pujiannya tetapi sekarang adalah waktunya kalian untuk menyerah, kalau kalian menyerah sekarang maka aku jamin tidak akan membuat kematian kalian menyakitkan” kata Irug.
“Haaah…. Kau mau bertarung dalam hal jumlah melawanku, kau salah memilih lawan” kata Reiga, dengan satu gerakan tangannya ribuan boneka mayat mengepung Irug dan para pasukannya.
“Oi-oi-oi…. Ini benar-benar gawat bang, kelihatannya kita kalah jumlah” kata Ijaut yang merasakan betapa mengerikannya hawa dari para pasukan boneka mayat milik Reiga.
“Cih….. cuman mayat-mayat lemah kenapa harus takut, Skill Best power + Hukum bumi diaktifkan : Getaran bumi” Unia lalu mengaptifkan skill dan kekuatan hukumnya, dalam sekejap bumi bergetar dan Unia langsung masuk kedalam tanah untuk menyelinap dan menyerang Reiga.
“Krrraaakk…. Trrrraaagg….. Krrrraaassskk….” Dari dalam tanah Unia bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi dia langsung bergerak kearah Reiga, dengan kekatan dari skill Best power dia meningkatkan kekuatannya sepuluh kali lipat. Dengna kekuatannya yang telah meningkat Unia sangat percaya diri bisa mengalahkan Reiga dengan sekali serangan.
“Mati kau…” kata Unia yang mana melompat keluar dari belakang Reiga, dia menggunakan tangan kanannya yang ditutupi oleh batu berlian untuk menyerang Reiga.
“Pedang kematian, tehnik pertama : salju dimusim semi, tebasan penipu” dan pada saat Unia mengenai tubuh belakang Reiga, namun secara tiba-tiba tubuh Reiga menghilang dari hadapannya bagaikan sebuah ilusi tubuh Reiga menghilang bagaikan asap.
“Sssrrrraaasssttt…..” Reiga langsung menyerang secara tiba-tiba dari belakang Unia, yang mana tebasan tersebut langsung mengalirkan hukum kematian yang sangat kuat kedalam tubuh Unia, hal tersebut langsung menyebabkan Unia yang energynya elebih lemah dari Reiga mati ditempat.
“Dua sudah tewas, sisa enam anak ular lagi” kata Reiga yang menghitung jumlah anak Oroci yang telah mereka bunuh.
“Sialan beraninya kau membunuh adikku didepan mataku, skill Frozz Weapon” Irug lalu menggunakan skill yang diapunya untuk membuat sebuah senjata beku, sebuah tombak berelement es yang mana sangat kuat dan tajam.
“Swwwuussshhh….” Irug lalu melemparkannya dengan sangat kuat langsung kearah Reiga, “Taaaaakkkss….” Namun dengan cepat Riana langsung menangkap tombak tersebut dengan sebelah tangannya.
“Kau cukup berani mengincar suamiku haah, aka kubuat kau menderita sekarang” kata Riana yang mana membakar habis tombak beku milik Irug.
“Sialan dia dari klan phoenix” pikir Irug.
“Hihihihi…. kau sudah menjadi istri yang sangat baik Riana, kalian juga bantu Riana melawan orang itu mau bagaimanapun kekuatannya itu hampir mencapai mahluk mistik tingkat dewa” kata Tiana yang memerintahkan para pengikutnya untuk membantu Riana bertarung melawan Irug.
“Buuurrrnnn…..” Riana langsung mengeluarkan sayap apinya tanda bahwa diakan menyerang langsung Irug dengan kekuatan api yang diapunya, “Swwwuusshh….” Dengan cepat Riana langsung melesat kearah Irug dengan melapisi seluruh tubuhnya dengan api miliknya dia menabrak Irug dengan kuatnya.
“Aaaaagggkkk…. Sialan kekuatannya benar-benar sangat berlawanan dengan yang akupunya” pikir Irug yang mana terbakar ketika terkena tabrakan dengan tubuh Riana.
“Abang Irug tunggu sebentar aku akan membantumu” kata Ijaut yang mana berusaha menyusul Irug dengan kecepatan yang tinggi.
“Hahahahaha….. kenapa kau pikirkan mereka, dari pada urusin mereka bagaimana kalau kau main-main denganku saja” kata Zero yang mana menghentikan pergerakan Ijaut, dia muncul dari balik celah dimensi yang mana terlihat sangatlah aneh karena hanya sebagian tubuhnya saja yang muncul.
“Sialan badut ini sangat menakutkan apa lagi terlihat sangat jelas kalau dia menguasai hukum ruang” pikir Ijaut yang mana melihat Zero dengan rasa takut.
“Sekarang mari kita lanjutkan perjalanannya” kata Reiga yang mana berjalan dengan Tiana, Susano dan juga Aeria, namun mereka tidak tahu kalau salah satu anak Oroci mengawasi mereka dari balik bayang-bayangan.
“Hehehehe…. dia menarik sekali, dapat mengalahkan Unia dengan mudahnya seperti itu dia pasti sangat berbahaya” kata Aram yang mana bersembunyi dibalik bayangan.
“Khekekeke… tuanku ada seseorang yang melihat kita dari balik bayangan, kelihatannya dia adalah seorang pembunuh yang cukup handal” kata Grimm yang mana merasakan hawa keberadaan Aram.
“Hmmm…. Kau boleh bermain dengannya kalau kau mau” kata Reiga yang memerintahkan Grimm untuk langsung pergi mengurus Aram.
Lalu disaat itu dibalik bayangan “Trrraaanggss…” Aram langsung diserang menggunakan alat senjata tajam, namun dengan reflek Aram dapat menahan serangan dari Grimm.
“Cih ketahuankah….” Kata Aram yang menahan serangan Grimm dengan belati miliknya.
“Khehehehe….. lumayan juga ular kecil, mari kita lihat sampai berapa lama kau bisa menari dibalik bayangan ini” kata Grimm.
Sementara itu dikelompok Reiga tiba-tiba saja Aeria langsung berhenti dengan sendirinya, dia merasakan hawa membunuh yang kuat namun hal tersebut ditutupi dengan asap kabut yang terbuat dari skill mereka.
“Kalian semua bisa pergi duluan, kelihatannya 3 ular kecil sudah ada disini” kata Aeria.
“Apa kau tidak apa-apa” tanya Susano.
“Hahahaha…. Jangan remehkan aku begini-begini aku tetaplah dewa raja terkuat rangking ke 5” kata Aeria, dengan kekuatan hukum miliknya ditelapak tangannya sudah terkumpul energy yang cukup besar.
Aura dari tigal element mahluk buas mulai muncul dari berbagai arah, dan itu semua mengarah kearah Aeria.
“Hahahaha…. mari kita mulai sudah cukup lama aku belum membuat pertumpahan darah” kata Aeria yang mana mulai semakin liar.
Disaat Reiga telah berjalan cukup jauh dan sesampai disana aura mahluk mistik yang sangat kuat mulai muncul, dari berbagai arah seakan-akan ada yang melihat rendah kearah Reiga. Sementara itu Reiga yang merasakan perasaan tersebut mulai kesal sendirinya, dia lalu memanggil 10 boneka mayat raksasa yang disatukan dari ratusan mayat menggunakan skill Crazy Docter miliknya, para mayat lalu langsung beramai-ramai menyerang masuk kedalam gua milik Oroci.
“Hmmm… bau busuk apa ini, siapa yang berani masuk kedalam wilayahku” kata Oroci yang mana baru bangun dari tidurnya.
“Taaak… Booommss…. Booommss…. Booommss…. Booommss…. Booommss….” Dan disaat Reiga menjentikan jarinya, ke 10 boneka mayat tersebut meledak secara tiba-tiba dan ledakannya mulai menghancurkan gua milik Oroci.
“Grrrrr…. ROOOAAAARRRHHH…..” Oroci yang marah karena guanya berjatuhan dan runtuh mulai mengaum mencari siapa pelaku yang merusak gua miliknya.
“Yoooo…. Ular besar bagaimana kabarmu” kata Reiga.
“REIGAAAA….. DASAR MAHLUK RENDAHAN AKAN KUHABISI KAU…. KSSSAAAAHHH…..” Oroci yang marah lalu menggunakan salah satu kepalanya untuk menyerang Reiga.
“Burrrrrnnn…..” namun sebuah api yang kuat mulai muncul dan membakar kepala milik Oroci tersebut.
“Hei-hei…. Oroci kenapa kau tidak melihatku, apa matamu sudah rabun setelah ratusan tahun tidak bertemu” kata Tiana yang berusaha melindungi Reiga.
“Cih… nenek tua kau juga ada disini…” kata Oroci yang mana mulai semakin marah setelah melihat Tiana ada didalam wilayahnya.
Bersambung.............