I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 87 Kegelapan VS Kegelapan bagian 2



Para boneka mayat menyerang Lycan dari segala arah tetapi dengan kecepatan dan kekuatannya Lycan dengan cepat menghindari serangan dari boneka mayat milik Reiga, selain itu “Brraasshh… brraasshh… brraasshh…” dengan cepat Lycan memukul dan menghancurkan banyak boneka mayat milik Reiga. Puluhan dari boneka mayat tersebut dihancurkan dengan mudahnya dari 40 boneka mayat tersebut tidak ada satupun yang bisa bertahan dari satu serangan dari Lycan.


 “Mudah…” kata Lycan.


 “Hahahaha… apa kau pikir ini semua dapat berakhir begitu saja, coba lihat lagi” kata Reiga.


 Lalu ketika Lycan mendengar perkataan dari Reiga dia mendengar suara aneh dari para boneka mayat yang dia hancurkan, tiba-tiba boneka mayat tersebut kembali seperti semula daging hancur kembali terbentuk dengan cepat, kepala yang hancur juga ikut tumbuh kembali seperti tidak terjadi apa-apa para boneka mayat tersebut berdiri kembali.


 “Sialan sekarang aku tahu kenapa dia menamakan boneka mayatnya dengan nama immortal ( abadi )” kata Lycan.


 Boneka mayat tersebut memilki organ regenerasi dari ras Ware wolf yang membuat semua boneka mayat tersebut dapat memulihkan dirinya sendiri. Walaupun kepalanya hancur atau tubuhnya hancur berkeping-keping boneka mayat tersebut dapat bangkit lagi selama pengendali boneka mayat tersebut dapat tetap mengalirkan energy untuk mengaptifkan kemampuan regenerasi mereka.


 “Brraassh… brraasshh…” Lycan yang terus bertarung melawan boneka mayat tersebut merasa kalau dia ini semua percuma karena para boneka mayat ini akan terus hidup kembali dan terus kembali bertarung. Dan juga batas waktu Lycan sudah akan habis dia harus cepat-cepat mengakhiri pertarungannya dengan Reiga jika tidak dia akan kembali berubah menjadi belati lagi dan tidak bisa berbuat apa-apa.


 “Skill The world of despair, bagian ketiga : despair destroy the world” Lycan lalu menggunakan skillnya untuk menyebarkan aura gelap kepustusasaan miliknya, walaupun aura tersebut tidak berdampak pada boneka mayat Reiga tetapi daya ledak dari skillnya membuat banyak boneka mayat tercampak jauh.


 Lalu setelah menyingkirkan para boneka mayat Lycan dengan cepat menyerang Reiga “Trraanggss…” dia menyerang Reiga menggunakan aura yang lebih kuat dari sebelumnya. Tinjunya dengan cepat menyerang Reiga namun “Trraanggss… trraanggss… trraanggss…” Reiga dengan handal dapat menangkis semua serangan dari Lycan menggunakan pedangnya.


 “Ada yang aneh” pikir Reiga.


 Reiga yang merasakan keanehan dari gerakan Lycan langsung melompat menjauh dari dirinya, namun dengan cepat Lycan menyerang Reiga dengan menggunakan aura hitam keputusasaan yang dibalut ketangannya dan diubah menjadi cakar hitam yang gelap.  "Trrangss… trrangss.. trrangss.. trrangss.. trrangss.. trrangss..” dengan serangan bertubi-tubi yang sangat cepat dilancarkan Lycan mengunakan cakarnya.


 Sementara itu Reiga yang dari tadi cuman menangkis serangan dari Lycan kemudian menyadari kalau hawa kedewaan milik Lycan perlahan mulai menghilang, “Srraasstt…” dan saat Reiga menyadari hal itu tubuhnya sudah terkena serangan oleh Lycan. Terkena serangan karena tidak focus membuat Reiga langsung menggunakan tehnik jari agung kelima dia menyerang dengan serangan area membuat Lycan mundur karena serangan Reiga secara langsung melukai mentalnya.


 “Sialan aku tidak focus barusan, tapi aku barusan merasa kalau wujudnya barusan tadi seperti menghilang walau cuman sebentar, hahahaha…. jadi begitu pantas saja dia tadi kelihatan terburu-buru” pikir Reiga yang mengetahui kalau Lycan cuman bisa membentuk wujudnya sementara.


 Mengetahui hal itu Reiga lalu memanggil lagi para boneka mayatnya yang tadi tercampak jauh dari serangan Lycan, dia menggunakan otoritas tanah hitam miliknya untuk memanggil para boneka mayat yang terikat dengan dirinya. “Krraattaak… Grrraaaahh…” puluhan boneka mayat itu bangkit keluar dari tanah hitam dibawah kaki Reiga, para boneka mayat itu merangkak keluar dari tanah dan dengan kekuatan dari Reiga membuat para boneka mayat tersebut menguat dan menjadi semakin besar wujudnya.


 “Boneka mayat itu kelihatan berbeda dari yang sebelumnya, energy gelap didalamnya jadi jauh lebih kental” pikir Lycan yang melihat wujud dari para boneka mayat yang keluar dari tanah hitam milik Reiga.


 Sebelum Reiga mengeluarkan para boneka mayat tersebut dia sudah menggunakan 40.000 GP untuk memperkuat setiap boneka mayat yang dia punya sehingga para boneka mayat tersebut kelihatan lebih garang dari sebelumnya, selain semakin kuat boneka mayat tersebut juga ditingkatkan kemampuan pertahan dan regenerasinya agar mereka tidak mudah tercampak oleh skill milik Lycan.


 Lalu tidak seperti sebelumnya yang maju terlebih dahulu cuman dua boneka mayat, keduanya lalu maju mendekati Lycan dan menyerangnya dengan ganas. Tetapi Lycan dapat dengan mudah menghindari serangan mereka, karena aslinya cuman mayat jadi gerakannya terbatas cuman serangan simple jadi dapat mudah dihindari Lycan tetapi tiba-tiba “Daashh…” tinju salah satu dari boneka mayat itu tidak dapat dihindari Lycan dan dia menggunakan tangannya untuk menangkis serangan barusan.


 “Gerakannya, tiba-tiba jadi semakin mulus” pikir Lycan.


 Lalu dia memukul boneka mayat tersebut tetapi tidak seperti sebelumnya boneka mayat tersebut tidak hancur melainkan cuman terluka sedikit, dapat dilihat dari sana bahwa ketahanan boneka mayat tersebut telah meningkat pesat. Tetapi walaupun sudah meningkat baik dari segi pertahanan maupun segi tehnik Lycan dengan cakarnya yang dibalut energy gelap keputusasaan “Crraaaastt… crrraasst…” dapat dengan mudah mencabik-cabik kedua boneka mayat tersebut.


 “Jadi begitu aku mengerti sekarang, kau menggunakan cuman dua dari pada banyak agar mudah untuk dikendalikan, mengubah kuantitas menjadi kualitas haaah…” kata Lycan yang sudah menebak trik Reiga.


 Tetapi Reiga yang cuman berdiri diam dari jauh tetap tenang saat mendengar Lycan mengetahui triknya, dia malah menyuruh lima boneka mayat kali ini untuk maju kedepan menghadapi Lycan.  Namun Lycan yang dikejar oleh waktu menggunakan kekuatan penuhnya dan menyerang menggunakan pukulan “Brraasshh…” dengan satu pukulan kuat kelima boneka mayat tersebut hancur berantakan, lalu saat kelima boneka mayat tersebut hancur Lycan langsung maju kehadapan Reiga.


 Namun pada saat tinju Lycan akan menyentuh pedang Reiga, tubuh Reiga tiba-tiba menghilang bagaikan hantu dia menghilang tepat didepan mata Lycan.


 “Pedang kebohongan” lalu Reiga muncul dari belakang Lycan dan dengan cepat saat Lycan menyadari Reiga sudah ada dibelakangnya “Srraasstthh…” tetapi dia sudah terlambat Reiga sudah selesai menebas dirinya.


 Tubuh Lycan tertebas oleh pedang Reiga sebuah serangan telak yang membelah tubuhnya menjadi dua, dengan pedannya Reiga memotong pinggang dari Lcyan.


 “Rencana balas dendamku selama ratusan tahun gagal disini, aku tidak terima SEMUA INI” teriak Lycan yang lalu tubuhnya lenyap dan berubah menjadi belati yang mata pisaunya sudah terbelah.


 “Haaah akhirnya selesai juga” kata Reiga yang kelihatan kelelahan menghadapi Lycan barusan.


 Namun belum lama ketika Reiga merasa tenang setalah pertarungan Fenrir yang tadinya sudah mati bangkit kembali dari kematiannya.


 “Belum selesai, ini semua belum selesai” kata Fenrir yang suaranya mirip seperti suara Lycan.


 “Sialan dia meninggalkan beberapa pecahan jiwanya pada mayat Ware wolf itu” pikir Reiga yang melihat kalau ada sisa jiwa Lycan yang tertinggal dalam tubuh Fenrir.


 Langit gelap pada saat itu memunculkan salju ungu yang sangat aneh, salju tersebut memberikan kekuatan pada jiwa Lycan. Melihat keanehan tersebut Reiga lalu memerintahkan seluruh boneka mayatnya untuk mengepung Lycan yang merasuki tubuh Fenrir setelah itu dengan kekuatannya dia “BOOOMHHSS…” meledakkan semua boneka mayat tersebut bersamaan dengan Lycan dan tubuh Fenrir.


 “Sudah musnahkah” kata Reiga yang melihat kalau tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh Fenrir.


 Namun beberapa bagian tubuh Fenrir yang telah mati barusan kemudian menyatukan dirinya sendiri, bersamaan dengan hal itu sebuah peringatan muncul dari sistem.


 “Ping… ping… salah satu dari tiga kehancuran telah dibangkitkan, harap untuk dewa untuk menghancurkan ras kehancuran tersebut, ras : Chimera Undeath” peringatan sistem mulai muncul dikepala Reiga.


 Wujud dari Fenrir lalu berubah seperti ada cairan hitam yang menyelimuti dirinya, cairan hitam tersebut memiliki element kegelapan yang cukup kuat dan didalam element kegelapan tersebut terdapat atribut keputusasaan dan kebencian. Kedua atribut itu menyatu kedalam tubuh Fenrir yang mengubah bentuk tubuhnya menjadi bentuk serigala raksasa hitam yang sangat besar dengan 5 kepala, sepasang sayap kelelawar raksasa, dan ekor kalajengking yang mengeluarkan racun berbisa.


“Sialan, apa gak bisa aku istirahat sebentar” kata Reiga.


 Reiga lalu langsung maju untuk menghadapi mahluk aneh tersebut “Srringgss…” namun dengan cepat mahluk itu melompat keatas langit menghindari serangan pedang Reiga, dengan sayapnya mahluk tersebut tidak bisa terbang namun bisa melayang diudara untuk beberapa menit. Dan pada saat diaatas udara Chimera undeath tersebut menjatuhkan dan “Booohhss…” mahluk besar tersebut jatuh tepat diatas Reiga yang membuat getaran besar  dan debu asap dimana-mana.


 Namun Reiga dapat menghindari serang tersebut tetapi dengan bayaran luka serius ditangan kirinya, yang membuat dia tidak bisa menggunakannya untuk sementara waktu.


 “Ok mahluk besar kau membuatku marah sekarang” kata Reiga yang lalu mengeluarkan pecahan artefak pedang yang diberikan Agnus pada saat itu ( Bab 67-68 ).


Bersambung..........


Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semangat dan ceritanya jadi lebih menarik lagi, Ok....