
Kembali kemasa sekarang pada saat Reiga telah sampai kembali kealam atas, dia melihat Diana yang mana telah dikepung oleh para dewa raja pelahap darah dan dengan cepat Reiga langsung menghadapi keempat dewa raja pelahap darah tersebut. Menggunakan hukum kematian miliknya “Srrassttt….” Dia memotong kepala dewa raja pelahap darah tersebut dan menghisap energy vitalitas mereka, membuat keempat dewa raja pelahap darah tersebut tidak dapat beregenerasi lagi. Melihat gurunya sedang ada dihadapannya Diana secara refleks langsung memeluk Reiga yang ada didepannya, mengetahui kalau Diana berusaha untuk memeluknya Reiga langsung membuka tangannya dan menerima pelukan dari Diana.
“Guru… aku kira kau sudah mati….” Kata Diana dengan wajah sedih dan senang menjadi satu.
“Dasar murid bodoh, kau kira siapa gurumu ini haaah… aku adalah dewa raja terkuat peringkat ke 3 dan juga ahli berpedang terbaik didunia ini, memangnya ada yang bisa membunuhku” kata Reiga dengan menyombongkan dirinya sendiri.
“Hehehehe… maafkan aku, sudah kuduga kalau guru pasti tidak akan kalah dari mereka” kata Diana sambil mengusap air mata dari wajahnya.
“Sekarang ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi” kata Reiga dengan wajah penasaran.
Diana kemudian menceritakan semua yang ditahu tentang para dewa raja pelahap darah, naga tampa kepala, dan juga tentang Susano yang baru-baru ini dia ke tahui, mendengar tentang berita kalau Susano berhianat dan akan menghancurkan dunia membuat Reiga terkejut, karena Reiga tahu seperti apa Susano itu dan bagaimana sifat aslinya yang selalu memihak keadilan diatas segala-galanya. Setelah mendengar ucapan dari Diana tersebut dengan cepat Reiga langsung berbalik dan terbang menggunakan sayap phoenix iblis miliknya, “Wwuusshhh….” Dia terbang langsung kearah lima kota tempat kekuasaan dari Susano sang dewa bumi.
Diana yang berusaha untuk mengejar Reiga hampir ketinggalan karena kecepatan terbang Reiga melebihi kecepatan dari suara, “Busssh…” dan dalam waktu beberapa menit dia bisa melewati ribuan kilo meter dengan mudahnya, setelah dia sampai di atas langit lima kota dia dikejutkan dengan pemandangan yang mengerikan disana, para mahluk pelahap darah yang mana sedang berkeliaran dengan bebasnya membantai para penduduk dan memakan mereka yang telah mati. Tidak terima dan marah karena hal itu Reiga langsung turun kelima kota, “Wussshh…” dan menggunakan skill miliknya dia menyebarkan tanah hitam keseluruh wilayah lima kota.
“Grrrooaaarr…” ketika tanah hitam telah mencakup seluruh lima kota, para warga yang meninggal langsung dihidupkan kembali menjadi boneka mayat “Crrasstt… Srrasstt…” dan para boneka mayat itu mulai melawan para mahluk pelahap darah yang ada. “Krrasstt… Trraasstt…” namun karena perbedaan kemampuan fisik dan kecepatan yang luar biasa berbeda para mahluk pelahap darah dengan mudah menghanbisi para boneka mayat yang baru saja diciptakan oleh Reiga.
“Hmmm… menarik sudah lama aku tidak bermain seperti ini, skill energy yin hitam + Crazy Docter” Reiga lalu menyebarkan energy yin hitam lewat tanah hitam yang ada dibawah lima kota, “Sshhh…” dan dalam sekejap para boneka mayat yang kalah kembali hidup lagi dengan beberapa armor tulang ditubuh mereka, semua itu berkat kekuatan dari skill Crazy Docter yang diapunya membuat tulang-tulang mereka tumbuh keluar dan menutupi tubuh bagaikan armor.
Dalam sekejap mata pertarung berbah arah “Grrraaarr… Crrrasstt…” para boneka mayat yang mana memiliki armor sangat sulit untuk dilawan dan dilukai, dan karena jumlah mereka sangatlah banyak membuat para mahluk pelahap darah tersebut kewalahan “Crrasstt… Krrasstt…” menjadi santapan dari para boneka mayat yang ada.
“Ini adalah pembalasan, jika kau memakan seseorang maka kau harus bersiap untuk dimakan oleh orang lain” kata Reiga yang mana mulai menambahkan energy yin hitam kedalam tanah hitam miliknya.
Otoritas tanah hitam milik Reiga sangatlah kuat dan membuat lima kota langsung bebas dari para pelahap darah yang ada menyerang mereka, setelah itu Reiga lalu mulai menanyai tentang apa yang terjadi pada lima kota. Para penduduk yang mana masilah takut langsung menceritkan kalau tuan mereka tiba-tiba saja berubah, dan memerintahkan para perajurit pengikutnya untuk mati ditempat, “Srrasstt… Srrasstt… Srrasstt…” heran dengan kata-kata tuannya para perajurit itu tidak menyangka kalau tuan mereka sendirilah yang membunuh mereka semua.
“Dia benar-benar sudah banyak berubah” kata Reiga dengan tatapan dingin diwajahnya.
“Sekarang kami tidak tahu apa yang haru kami lakukan, karena kami yakin kalau mahluk-mahluk itu pasti akan datang kembali lagi nantinya” kata salah seorang warga yang ada disana.
“Itu mudah….” Kata Reiga, dengan mengeluarkan sebuah buku berwarna hitam keemasan Reiga lalu dengan mudahnya menciptakan sebuah penghanlang yang mana menyelimuti kelima kota.
“Hmmm… Guru itu buku apa, kenapa bisa menciptakan sebuah penghalang seperti ini” tanya Diana.
“Buku ini dinamakan pencipta formasi instan, aku membelinya pada saat Codicia mampir, dengan buku ini aku bisa menciptakan penghalang yang mana mengandung kekuatan hukum milikku didalamnya” kata Reiga.
Dan dari penghalang tersebut berjatuhanlah kepingan salju hijau keputihan yang mana memiliki kekuatan hukum kehidupan, dan dari kekuatan hukum itu para warga yang mana terluka para langsung sembuh dengan sendirinya. Sementara itu kekuatan dari hukum kematian dan juga hukum kebenaran pedang menutupi penghalang dari luar, dan membantai siapapun yang memiliki niat jahat pada lima kota.
Setelah memasang penghalang Reiga lalu langsung pergi tetapi kali ini dia pergi sendirian, Diana yang masih terluka parah disuruh untuk tetap didalam lima kota demi penyembuhan luka-luka yang dia terima, “Bussh…” dengan cepat Reiga langsung pergi mengarah ke kota pertama miliknya yaitu kota kabut hitam. Dikota tersebut ada sebuah pelindung yang mana menutupi seluruh kota dan memilik banyak lapisan, tetapi karena sebuah perasaan yang tidak nyaman Reiga dengan cepat pergi kearah sana.
“Aku bisa merasakan kalau Susano itu mengincarku, tetapi dia sama sekali tidak muncul dihadapanku, ada kemungkinan kalau dia akan mulai mengincar wilayah yang aku punya” dengan cepat Reiga terbang langsung menuju kewilayahnya.
Dan ditengah perjalanannya dia melihat ada banyak kota yang mana telah diserang oleh para mahluk pelahap darah, “Crrasstt… Trraasstt… Krrrasstt…” dengan cepat Reiga membantai para mahluk pelahap darah yang dia lihat dan tidak menyisakan satupun dari mereka. Para penduduk yang melihat hal itu langsung bersujud padanya dan berterimakasih atas pertolongannya, namun Reiga sama sekali tidak melihat hal itu dan langsung pergi kearah kotanya.
Dan ternyata perasaan Reiga benar sekarang ini kota miliknya telah dikepung oleh ribuan pelahap darah kecil dan ratusan pelahap darah raksasa, lalu yang memimpin mereka ada seorang dewa pelahap darah tingkat raja yang mana terlihat sudah mendapatkan kepintaran.
Bersambung…….