
Beberapa hari kemudian Reiga dan Diana pergi masuk kedalam kota yang sangat besar, kota tersebut dibilang besar karena dikuasai oleh lima dewa raja terkuat dan dikota itu dibuat perjanjian untuk tidak salaing menyerang satu samalaian untuk menjaga kedamaian kota tersebut.
“Akhirnya kita bisa masuk kedalam kota, aku akhirnya bisa meninggalkan hutan ribut dan dingin itu” kata Diana yang senang ketika masuk kedalam kota.
“Hmm… walaupun dia mengeluh tapi perkembangannya sangat luar biasa, sudah mencapai dewa tingkat menengah dalam beberapa hari, dia sudah bekerja keras melawan para boneka mayatku” pikir Reiga yang melihat energy ditubuh Diana yang meluap-luap.
Mereka sekarang ini memasuki kota Aurora sebuah kota yang mana cuaca disana lebih dingin karena badai salju yang selalu ada disetiap akhir bulannya dan lagi ada banyak mahluk mistik tipe es yang berkeliaran disana, namun hal tersebut menjadi sebuah kunci yang membuat kota tersebut semakin terkenal karena banyak para petarung yang berdatangan demi melatih diri mereka atau juga ingin menjadi bawahan dari salah satu dari lima dewa raja terkuat tersebut.
Reiga memutuskan untuk datang kekota ini karena dia tahu kalau dirinya memiliki banyak musuh yang memperhatikan dirinya, dan hanya ditempat inilah mereka semua tidak akan berani bertindak sembarangan. Dan lagi para mahluk mistik tipe es tersebut dapat menjadi bahan latihan untuk Diana agar pemahamannya akan pedang semakin meningkat.
“Guru sekarang kita mau kemana??” tanya Diana.
“Hmmm… kita sekarang ini akan pergi mencari senjata yang cocok untukmu” kata Reiga yang melihat kalau senjata yang dimiliki Diana cuman artefak tingkat rendah.
Sebelumnya Reiga mencoba untuk menggabungkan artefak tingkat ilahi yang dia dapatkan dikota langit hitam ( bab 134 ), cincin penguasa agung sebuah artefak yang dapat mengendalikan admosfir semuanya dan tujuan Reiga adalah ingin meningkatkan tingakatan artefak tersebut dengan cara menggabungkanya dengan tanduk dari mahluk mistik ular raksasa bertanduk lima. Namun disaat penggabungan Reiga mengalami kesalahan fatal yang mana membuat tingkatan dari artefak tersebut turun tingkatannya walaupun penggabungannya berhasil namun tingakatan turun menjadi tingkat legenda.
“Haaah…. Sialan walaupun aku sudah menduga hal ini tapi energy dialam atas sangat melimpah namun sangat
liar sehingga sangat sulit untuk dikendalikan, kelihatannya aku harus mempelajari tehnik menempa dari ahlinya disini” pikir Reiga yang sekarang ini sedang berjalan ke toko senjata.
Didalam sana terlihatlah berbagai macam artefak baik itu berbentuk senjata maupun armor bahkan ada yang berbentuk sangat aneh, namun semua artefak didalam toko tersebut memancarkan energy yang sangat kuat. Disaat Diana masuk kedalam toko tersebut matanya langsung dengan cepat melihat kearah sebuah pedang, pedang tersebut bewarna hitam pekat dengan sebuah permata berwarna merah gelap diujung gagangnya.
“Hmmm… rasanya seperti pedang ini memanggil diriku” pikir Diana yang mana secara tidak sadar telah memegang pedang tersebut.
Pedang hitam pekat dengan energy demon yang sangat kuat didalamnya, pedang itu memanggil Diana seakan memanggil tuannya.
“Hmm… menarik artefak tingkat penguasa, tapi pedang itu seperti hidup” pikir Reiga yang melihat Diana memegang pedang hita tersebut.
Reiga lalu dengan cepat pergi kekonter toko tersebut, disana dia melihat seorang pria dari ras elf yang menjaga toko itu.
“Hei berapa harga pedang hitam itu??” tanya Reiga.
“Hmm… maaf tuan saya ingin bertanya lagi apa anda yakin ingin membeli pedang itu??” tanya penjaga toko tersebut.
“Iya memang kenapa??” kata Reiga.
“Sebenarnya pedang itu sudah ingin dihancurkan dan dileburkan kembali menjadi logam, karena pedang itu memiliki sebuah kutukan didalamnya” kata penjaga toko tersebut.
“Dikatakan kalau siapapun yang memegang pedang itu akan menjadi semakin buas dari waktu kewaktu, dan lama kelamaan akan kehilangan jati diri mereka sendiri dan berubah menjadi monster yang haus darah dan akan menyerang siapapun yang didekatnya” kata penjaga toko tersebut dengan wajah yang ingin menakut-nakuti Reiga.
“Hoooo…. Menarik juga memangnya sudah ada buktinya kalau pedang ini membuat orang jadi gila??” tanya Reiga dengan wajah datar.
“Pedang itu sudah dijual ketiga orang berbeda, dan semuanya secara tiba-tiba menggila dan terbunuh oleh penjaga kota karena membantai didalam kota ini” kata penjaga toko itu.
“Menarik juga, ok berapa harga pedang itu” kata Reiga yang semakin tertarik oleh kutukan dari pedang tersebut.
“Eeeehhh… apa anda yakin, aku tidak akan bertanggung jawab jika terjadi apa-apa loh” kata penjaga toko tersebut.
Dan setelah itu Reiga membayar pedang yang hitam itu dan memberikannya pada Diana tapi sebelum itu Reiga menggunakan skill Soul harvest miliknya pada pedang hitam tersebut, dan benar saja didalam pedang itu terdapat ratusan ribu jiwa orang-orang yang terbunuh oleh pedang tersebut dan didalam sana para jiwa itu tersiksa oelh
energy iblis yang ada didalam pedang itu.
“Hmmm… jadi begitu pedang ini memiliki skill yang hampir sama dengan soul harvest milikku ini, dengan membunuh lawannya maka pengguna pedang ini dapat mengambil jiwa mahluk yang dia bunuh dan menggunakannya sebagai energy murni untuk menambahkan kekuatan daya serang” pikir Reiga ketika melihat pedang hitam yang dipegang Diana.
“Jadi bagaimana guru, apa pedang ini cocok untukku??” tanya Diana yang memegang pedang tersebut dengan erat.
“Hmmm… pedang ini cukup bagus, didalamnya ada skill untuk menarik jiwa musuh lawan dan menggunakannya sebagai energy murni, tapi energy negatif didalamnya snagat kuat cukup kuat untuk dapat merusak pikiran orang yang mengaktifkan skill pedang ini” kata Reiga yang memberitahu pada Diana.
“Jadi begitu pedang ini cukup berbahaya, tapi guru aku ingin tetap menggunakannya agar aku menjadi lebih kuat lagi dan tidak menjadi beban untukmu” kata Diana yang matanya telah dipenuhi dengan tekad.
“Begitu yah bagus, tekadmu cukup kuat tapi kau tenang saja dengan fisik demon albino milikmu yang dapat menetralisir segala element kau akan baik-baik saja selama kau tetap menjaga kuat tekad milikmu itu” kata Reiga.
Dan saat mereka keluar dari toko tersebut secara tiba-tiba seluruh mahluk hidup yang ada dialam atas dikejutkan dengan sebuah berita yang disampaikan oleh sistem dunia.
“Ping.. ping… ping… selamat dewa air hitam peringkat raja ke 98 karena telah berhasil membunuh dewa raja peringkat 80 dan mengambil peringkatnya, mulai sekarang list 100 dewa raja terkuat akan diperbahrui dan akan dimulai ujian untuk mencari dewa raja terkuat yang baru, diharapkan untuk seluruh dewa tingkat raja tampa peringkat untuk segera bersiap karena dalam waktu 3 hari akan dimulai pertarungan untuk mencari dewa raja terkuat yang baru” kata sistem yang memberitahukan keseluruh alam atas.
Seluruh penduduk alam atas dibuat terkejut karena dalam kurun waktu ratusan tahu terakhir list dewa raja terkuat sama sekali tidak memiliki perubahan apapun, dan sekarang karena ada satu kursi kosong maka akan dimulailah pertarungan yang dipenuhi dengan darah dan tentu saja Reiga juga akan ikut dalam pertarungan tersebut.
“Hahahaha…. tadinya aku sedang berpikir bagaimana caraku untuk bisa naik keposisi 100 dewa raja terkuat, tetapi tidak kusangka akan datang kesempatan semacam ini sangat menarik sekali, Diana ayo kita pergi keluar kota sebentar kita buru para mahluk yang ada diluar kota” kata Reiga yang mana ingin menambah jumlah pasukan boneka mayatnya.
“Baik guru, aku siap…” sedangkan Diana yang mengetahui keinginan Reiga juga tidak sabar ingin mencoba senjata baru yang dia punya.
Bersambung.......