I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 23 Tanding ulang bagian ke 2



Boneka-boneka mayat yang hancur bertebaran jatuh berantakan menunjukkan seberapa handal dia dalam berpedang. 72 iblis agung dikatakan mereka terlahir untuk menjatuhkan peradaban dalam suatu bintang tidak seperti dewa-dewi mereka tidak memiliki kuil mereka sendiri tetapi mereka tetap abadi. Ketika salah satu dari mereka mati maka tubuh mereka akan direngkarnasikan kedalam sebuah tower yang bernama menara 7 dosa didalam menara itu terdapat semua orang yang diubah menjadi pengikut setia mereka setalh ditipu dan digoda oleh mereka. Sementara Zepar sendiri adalah iblis yang tidak seperti yang lain dia adalah iblis yang mengundang peperangan dan lalu ikut ambil dalam perang itu sehingga membuatnya memiliki lebih banyak pengalaman dimedan perang.


 “Sesuai dengan rumor kau memang sangat kuat, memanggil boneka mayat aktifkan skill Crazy Docter ( boneka mayat tingkat bawah tawon pembusuk )” Reiga memanggil lagi satu boneka mayat.


 Boneka mayat itu berubah menjadi sebuah bola besar dengan skill Reiga setelah itu bola itu terpecah-pecah menjadi bola-bola ukuran kecil dan dari bola itu keluarlah tawon berwarna hitan yang memiliki garis putih dan dilengkapi sengat yang terbuat dari tulang dan didalam sengat itu memiliki sebuah racun yang dapat membusukkan apapun bahkan jika terkena sedikit. Walaupun mereka kecil tetapi para tawon bergerak dengan sangat cepat Zepar bahkan sangat kesulitan menghadapi tawon-tawon itu sakit cepatnya Zepar tidak bisa mendaratkan satu seranganpun kekumpulan tawon itu.


 “Kelihatannya kecepatan merupakan kelemahan darinya” pikir Reiga.


 Reiga diam-diam memperhatikan gerakan pedang dari Zepar bahkan dia mencoba untuk mempelajarinya untuk memperkuat tehnik berpedangnya. Tujuan aslinya Reiga memanggil para boneka mayatnya adalah karena dia merasakan kalau tehnik berpedangnya tidak memiliki peningkatan jadi ketika dia melihat tehni berpedang Zepar dia memutuskan untuk melihat dan mepelajarinya secara langsung.


 “Cih serangga menyebalkan, pedang darah iblis tehnik kedua : tebasan gila” Zepar yang kesusahan langsung menggunakan tehnik pedangnya.


 Seperti sebuah badai para tawon itu hancur satu demi satu denga cepat terkena serangan dari dari tehnik pedang Zepar. Orang gila yang menari sambil memegang sepasang pisau ditangannya hanya itulah yang dapat dilihat dari tehnik pedang milik Zepar tetapi disaat bersamaan tariannya membawa kematian bagi siapapun yang berada didekatnya. Tarian gila itu semakin lama semakin cepat sampai pada akhirnya tidak ada tawon yang tersisa.


 “Oii kau sudah selesai belajarnya” kata Zepar.


 “Ya itu tadi lumayan memberikanku sebuah pencerahan” kata Reiga.


 Reiga kemudian mengambil pedang Zepar yang dia tancapkan ketubuh salah satu boneka mayatnya. Dia mencabut pedang itu dan boneka mayat itu kemudian hancur karena telah kehisan energy semua energynya diserap oleh pedang Zepar.


 “Pedang yang benar-benar sangat menakutkan” pikir Reiga.


 Reiga kemudian melemparkan pedang itu kearah Zepar seakan mengetahui maksud dari Reiga tampa ragu-rapu


Zepar membuang kedua pisaunya dan mengambil kembali pedangnya. Mereka berdua kembali mengambil posisi bersiap seakan ingin menyelesaikan semua pertarungan mereka dengan satu gerakan.


 “Sebelumnya aku akan memberitahumu sesuatu, nama pedangku adalah taring neraka pedang ini memiliki efek untuk menghisap kekuatan dan darah milik lawan juga aku dapat bertambah kuat jika aku dapat membunuh petarung yang kuat, karena itu aku berterimakasih karena kau akan jadi pijakan kaki untuku bertambah lebih kuat lagi” kata Zepar yang mulai serius dan mengeluarkan semua kekuatannya.


 “Haah sombong sekali kau, baiklah tetapi tenang saja kalau aku menang aku tidak akan membunuhmu anggap saja itu rasa terimakasihku karena telah membantuku mendalami tehnik pedangku” kata Reiga yang juga mulai mengeluarkan seluruh kekuatannya.


 Mereka berdua sama-sama tahu kalau gerakan ini akan menjadi penentuan siapa yang kalah dan siapa yang


akan menang. Mereka berhenti bergerak selama lebih dari 30 menit karena mereka berdua tahu satu kesalahan saja dapat berakibat fatal. Semakin lama mereka bersiap semakin kuat aura yang mereka keluarkan langit menghitam bergerumuh petir dan kilat mulai berjatuhan dan disaat sebuah kilat turun merakan berdua bergerak bersamaan sakin cepat gerakan yang mereka buat mereka bahkan menyamai kecapatan kilat yang turun dari langit.


 “Pedang darah iblis tehnik keempat : tebasan pembunuh dewa” Zepar yang menyatukan semua skill, aura, dan pengalamannya dalam satu tehni pedang mengangkat pedangnya tinggi dan menyerang Reiga secara horizontal.


 Tebasan vertikal yang didaratakan Zepar bahkan dapat membuat langi terbelah karena tebasannya Reiga


 “Pedang kematian tehnik pertama : salju di musim semi, pedang kebohongan” Reiga yang muncul dari belakang Zepar menebasnya tampa ragu.


 Satu tebasan yang dibuat oleh Reiga menciptakan energy pedang kecil sekecil dan halus seperti salju ketika energy pedang itu bersentuhan dengan lawan maka energy itu dapat masuk dan merusak sistem peredaran darah lawan memotong sarah dan menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Salju di musim semi, pedang kebohongan adalah kemanpuan yang dia dapat dari mempelajari tehnik berpedang Zepar yang menggunakan langkah kaki yang unik dan menggunakan aura ditubuhnya untuk membaca gerakan lawan dan meyerang dengan serangan yang tidak terduga. Reiga sendiri menggunakan aura yin hitam untuk menggunakan intimidasi dan menipu penglihatan lawan dia dapat menciptakan sebuah bayangan dari intimidasi yang dia berikan dan membuat ilusi dirinya ketika lawan menyadari itu adalah ilusi maka sudah terlambat untuk bertindak.


 “Kau kalah Zepar” kata Reiga yang melihat Zepar terbaling lemah dan terluka parah.


 “Aggkk, Hahahah yang terakhir itu benar-benar tak terduga” kata Zepar yang terluka.


 “Jangan banyak bicara kalau kau tidak mau mati” kata Reiga sambil menyimpan kembali white night.


 Reiga kemudian menarik kembali skillnya bagaikan keajaiban tanah yang mati dan menghitam kembali subur dan menghijau pohon-pohon yang mati kembali hidup dan menumbuhkan daun-daun dan buah yang segar. Setelah menarik skillnya dia pun berjala meninggalkan Zepar yang terkapar ditanah.


 “Tunggu sebentar kau, ini belum selesai sampai ada yang mati diantara kita” kata Zepar yang berusaha untuk berdiri


 “Kau yakin masih, aku telah memotong saraf yang ada di kakimu jadi coba saja kalau kau bisa berdiri” kata Reiga.


 Dengan paksaan Zepar berdiri kembali dengan ditopang oleh pedangnya. Energy merah darah keluar kembali dari armor Zepar seakan memberikan kekuatan untuk membantu Zepar pulih kembali.


“Lihat sekarang aku bisa berdiri mari kita lanjutkan lagi pertarungannya” kata Zepar yang masih terluka parah.


 “Haaah.. sebaiknya kita berhenti saja untuk kali ini, mari kita buat kesepakatan” kata Reiga.


 “Kesepakatan apa maksudmu??” kata Zepar.


 “Bantu aku, maka akan kuberikan kau kesempatan untuk tanding ulang bagaimana teratarik” kata Reiga.


 “Cih, apa rencanamu sebenarnya Haaah” kata  Zepar.


 “Perang saudara” kata Reiga.


Bersambung............


Tolong berikan like dan komennya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin bagus