
Satu bulan kemudian Reiga sang dewa kematian telah menyatakan sebuah pernyataan perang terhadap dewa iblis penguasa dosa yaitu : Arogan ( penguasa kesombongan ), Invidia ( penguasa Iri ), Acedin ( penguasa kemalasan ). Reiga memimpin aliansi miliknya kemudian mengajak mereka yang pernah menjadi korban dari ketiga dewa iblis penguasa dosa tersebut, hal tersebut membuat orang-orang beramai-ramai datang kekubu Reiga kebanyakan dari mereka adalah korban kekejaman dari ketiga dewa iblis tersebut, lalu ada juga mereka yang berusaha untuk mengambil kesempatan dari peperangan tersebut untuk membuat nama mereka jadi terkenal.
Propoganda yang dibuat Reiga membuat pasukan yang mendukung dirinya semakin banyak sampai ada lebih dari puluhan ribu petarung alam dewa yang mana mau ikut berperang bersama dirinya, Arogan yang mengetahui propogandan dari Reiga hanya diam saja tidak melakukan apapun dia seperti sedang merencanakan sesuatu yang sangat menakutkan, karena kebanyakan orang tahu sikap sombong yang dia miliki karena itulah banyak orang terheran melihat dirinya sang penguasa kesombongan tidak melakukan apapun ketika ada orang yang menghina dirinya dimuka umum.
“Aneh sekali, ini benar-benar sangat aneh” kata Zero, yang mana mulai merasakan tidak nyaman mengetahui Arogan tidak melakukan apapun.
“Aku tahu itu untuk seseorang dewa iblis kesombongan itu memanglah hal yang aneh, tetapi aku yakin dia sedang menahan dirinya untuk rencana yang sedang dia siapkan” kata Reiga yang berusaha menebak isi pikiran dari Arogan.
Reiga dan Zero sedang berbicara diatas istana yang mana baru dibangun menggunakan harta milik Oroci, harta-harta tersebut sebagian besar diberikan pada dewa batu api dan dewa besi hitam untuk mereka lakukan penelitian dan untuk meningkatkan kekuatan dari pasukan yang mereka punya. Mereka berdua melakukan penelitian untuk menciptakan sebuah artefak tingkat bencana namun sampai sekarang mereka gagal melakukannya, sementara itu Diana dan Susano melatih para prajurit dengan tehnik-tehnik bertarung yang mereka tahu sementara Riana melakukan sebuah negeosiasi dengan para mahluk mistik tingkat dewa yang dia tahu agar mereka dapat membantu pasukan aliansi Reiga.
“Aku ingin bertanya, bagaimana dengan penelitianmu itu” kata Reiga yang bertanya pada Zero.
“Hmmm… penelitian apa yang kau katakan, aku sama sekali tidak paham dengan maksudmu” kata Zero.
“Haaah… jangan kira aku tidak tahu, dari aura menjijikan yang keluar dari tubuhmu itu aku sangat yakin kau melakukan penelitian terhadap kristal hitam itu ( Tabu )” kata Reiga yang melihat Zero dengan tatapan menjijikan, pengaruh dari kristal hitam tersebut sangatlah kuat bagi Reiga yang terbiasa beruhubungan dengan jiwa-jiwa gelap dan baginya kristal hitam tersebut adalah sebuah benda yang menjijikan karena dapat mengubah jiwa putih biasa menjadi jiwa gelap dan menghancurkannya.
“Hahahahhaha…. Kau mengetahuinya, aku memang harus menjaga jarakku denganmu tapi memang percobaanku bisa dibilang berhasil, kau tunggu saja hasilnya dimedan peperangan nanti” kata Zero dengan wajah sombong.
“Kalau misalnya mahluk ciptaanmu itu muncul didepan mataku, maka aku tidak akan segan-segan untuk menghancurkannya” kata Reiga dengan nada dingin.
Satu minggu kemudia puluhan ribu pasukan dari berbagai ras beramai-ramai menuju wilayah Arogan, mereka lebih tepatnya menuju arah kastil kegelapan tempat tinggal Arogan dan kedua dewa iblis lainnya. Disana terdapat mahluk mistik tingkat saint yang mana tidak sama sekali tidak memiliki akal pikiran, para mahluk mistik tersebut sudah terlalu lama menjadi peliharaan dari dewa iblis Arogan sampai-sampai mereka melupakan jati diri mereka sendiri.
“Memang sangat hebat, kekuatan sebesar itu dikendalikan dengan sangat baik, sesuai yang diharapkan dari dewa raja terkuat peringkat ke 4, perjalanan satu bulan dapat ditempuh selama 1 minggu” pikir Riana yang mana sedang berdiri disamping Reiga, mereka semua bersama puluhan ribu pasukan dipimpin oleh Susano dengan kemampuan pengendalian bumi miliknya untuk mempermudah jalan mereka.
“Khahahahaha….. lihatlah kehebatanku ini, kalian semua jangan khawatir karena sekarang ada aku yang hebat ini ada untuk mendukung kalian jadi aku bisa jamin peperangan ini dapat kita menangkan” kata Susano yang mana sedang menyombongkan dirinya.
Namun belum lama mereka berjalan para anjing serigala hitam yang mana merupakan peliharaan dari Arogan datang menyerang mereka semua, “Booossmmhh….” Namun para phoenix yang mana menjaga dari langit menembakkan api mereka dan membakar para anjing serigala hitam tersebut. “GRRRRR….. ROOAARR….” Para anjing serigala tersebut lalu mengamuk karena diserang dan berubah menjadi liar, mereka beramai-ramai langsung menyerang kearah pasukan milik Reiga.
“Pasukan, arahkan senjata tombak kalian kearah mahluk bodoh tersebut” kata Reiga yang mana memerintahkan para pasukannya.
Dan secara tiba-tiba saat para pasukan Reiga mulai mengalirkan energy milik mereka tombak-tombak tersebut mulai memanjang dengan sendirinya, “Crraasstt… Crraasstt… Crraasstt…” dengan tombak-tombak tersebut memubuat para anjing serigala hitam mulai tertusuk-tusuk satu persatu dan mulai kesakitan, mereka kesulitan untuk menyerang karena panjang tombak tersebut membuat mereka tidak bisa mengenai para pasukan Reiga.
“( Pengekang raksasa ) *^%#%!#%^” para ahli sihir lalu beramai-ramai membaca mantra sihir besar, “Crrraaanggss…. Trrraaanggss…. Krrraaanggss….” Dan rantai bewarna-warni mulai muncul mengikat puluhan anjing serigala hitam tersebut membuat mereka tidak bisa bergerak dan tidak bisa melakukan apapun.
“Hahahahah,.... bagus-bagus, aku akan amankan mereka semua sekarang” kata Zero, dan dengan mengangkat bendera hitam putih miliknya dia menyedot masuk puluhan mahluk mistik anjing serigala tersebut.
“Aku harap kau senang sekarang, tapi apa kau tahu aku dapat merasakan sebuah amarah kuat mengarah kearahmu” kata Riana yang mana memberitahukan Zero.
“Hahahahha…. Aku tahu itu, kelihatannya pemilik wilayah ini sangat tidak menyukai kalau hewan-hewan peliharaannya ditangkap” kata Zero yang melihat kearah kastil kegelapan.
Sementara itu di dalam kastil kegelapan Arogan yang melihat tindakan dari Zero mulai mengeluarkan aura kuat karena amarahnya.
“Hei-hei… jangan marah… ingat ini semua adalah bagian dari rencanamu” kata Acedin yang melihat kastilnya mulai berguncang karena aura kuat milik Arogan.
“Aku tahu itu, tetapi berani sekali badut konyol itu menyentuh apa yang menjadi milikku, aku bersumpah akan membuat kematian yang menyakitkan untuk dirinya” kata Arogan yang marah ketika dia melihat para peliharaannya ditangkap satu persatu.
“Kukukukuk… aku baru tahu kalau dewa iblis kesombongan Arogan sangat memperdulikan peliharaannya” kata Ludex Albius ( dewa hakim surgawi ).
“Haaaah… aku tidak memperdulikan mereka, aku hanya tidak suka ada seseorang yang mengambil barang-barangku” kata Arogan.
Lalu saat mereka bertiga sedang berbicara, Invidia lalu masuk kedalam ruangan tersebut dirinya membawa sebuah tongkat hitam besar yang mana berbentuk tangan orang-orang yang mati, tangan-tangan itu kelihatan melindungi sebuah kristal putih bersih ditengahnya yang mana memancarkan aura yang unik dan dingin.
“Arogan semua persiapannya sudah siap, kita bisa melepaskan mereka kapanpun kau mau” kata Invidia, dari apa yang mereka bicarakan kelihatannya mereka memiliki sebuah senjata tersembunyi karena itulah mereka sedari tadi bersikap tenang ketika melihat 9 dewa raja terkuat dan 2 mahluk mistik tingkat dewa sedang menuju kehadapan mereka.
“Bagus ketika mereka telah sampai kita akan siapkan panggung terakhir bagi mereka, dan itu akan menjadi pemakaman bagi mereka semua” kata Arogan.
Dan didalam kastil kegelapan terlihat beberapa bayangan besar yang mana sedang memangsa para demon pasukan milik para dewa iblis, ketiga dewa iblis ( Arogan, Acedin, Invidia ) sedang menumbalkan para pasukan mereka untuk menjadi makanan mahluk-mahluk tersebut dan mereka akan menjadi halangan bagi pasukan Reiga untuk mencapai kemenangan.
Bersambung......
Berikan dukungan kalian semua dengan cara LIKE, KOMEN, GIFF, DAN VOTE yah agar novel ini tetap lanjut dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok.....