
Serangan sabit milik Reiga yang mana telah menggunakan wujud dari dewa kematian sangatlah kuat, sabit yang diapunya dapat menyerap energy kehidupan dari setiap lawan-lawannya dan satu kali tebasan dapat membuat kematian instan pada setiap lawannya, bahkan jika luka yang disebabkan sabit itu sekecil apapun musuh yang terkena lukan akan dihisap habis kekuatan kehidupannya dan mati ditempat.
“Grrr…. Rooaaaahh…” naga monster darah yang mana kesulitan karena kekuatan hukum milik Reiga, langsung menggunakan nafas naga miliknya untuk menyerang kearah Reiga.
“Srrraaahh…” namun Reiga dengan cepat memotong serangan tersebut menggunakan sabit miliknya, dan bahkan serangan nafas itu menghilang setelah terena tebasan dari Reiga.
“Buusshh….” Melihat kalau naga monster darah tersebut telah kehilangan banyak kekuatan Reiga langsung menerjang kearahnya, dia inging menyelesaikan semuanya dengan cepat dan menghabisi naga monster darah tersebut dengan satu kali tebasan. “Srraasshh….” serangan tebasan yang Reiga miliki dapat dihindari oleh naga monster darah tersebut walaupun begitu aura dari hukum kematian dari senjata sabit milik Reiga mulai merusak setiap sel-sel didalam tubu naga monster darah itu, merasakan hal itu naga monster darah berusaha melawan Reiga menggunakan area hukum miliknya.
“Ziinnggss…” hukum darah monster mulai menyebar kesekitaran area sekitar naga monster darah dan bahkan Reiga sampai masuk kedalam area tersebut, merasakan beban berat dari kekuatan hukum darah monster tersebut Reiga lalu langsung mengeluarkan kekuatan hukum kematian miliknya dari setiap tubuhnya dan dengan kekuatan hukum kematian miliknya dia mendorong balik area hukum milik naga monster darah tersebut, “Buussshh….” Mengetahui kalau areanya mulai terdorong naga monster darah itu langsung mundur dari Reiga.
“Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh…” serangan bertubi-tubi dilancarkan dari telapak tangan naga monster darah tersebut, serangan itu terlihat seperti sebuah bom-bom darah merah yang mana memiliki sifat meracuni anggota tubuh setiap mahluk hidup, “Srraanggss… Srraanggss… Srraanggss…” namun Reiga dengan cepat menebas setiap serangan tersebut bagaikan seperti sedang menari, dia dengan mudahnya menghapus ratusan bom darah itu menggunakan hukum kematian miliknya.
“Apa-apaan kekuatanmu itu, kau sama sekali tidak wajar” kata naga monster darah yang mana melihat kearah Reiga dengan tatapan seperti melihat sosok monster yang mengerikan.
“Kekuatanku berasal dari hukum kematian yang aku dapatkan, dan setelah bertarung dan bertarung aku lalu mengerti arti dari kematian itu, lalu setelah mendapatkan kekuatan hukum kedua yaitu hukum kehidupan kekuatan dari kematian yang aku pegang menjadi semakin kuat” kata Reiga.
“Dasar mahluk gila…. Akan kubunuh kau” kata naga monster darah tersebut, “Trriiinggss….” Dia lalu mengumpulkan energy hukum didalam pusat tubuhnya dan kemudian “Booommsshh…” dia menembakkan nafas naga miliknya kearah Reiga.
“Berapa kalipun kau coba tetap akan percuma, karena aku adalah sang kematian kata-kataku adalah absolute dan siapapun yang menjadi targetku akan berakhir mati” kata Reiga yang mana telah menggabungkan energy hukum kematian dan kehidupan didalam sabit miliknya.
“SSRRAASSSHHH….” Reiga lalu menebas menggunakan seluruh energy miliknya dan menghapus nafas naga yang dihembuskan oleh sang naga monster darah tersebut, serangan nafas itu membuat naga monster darah terdiam karena kehabisan tenaga dan dengan cepat “Buusshh…” Reiga lalu mendekati naga monster darah dan “Srrraasstt…” dengan cepat Reiga menebas tubuh dari naga monster darah lalu membelahnya menjadi dua bagian.
“Haaah…. Akhirnya mati juga, bagus dengan begini aku akan bisa tenang mulai sekarang” kata Reiga yang mana langsung menghilangkan tubuh asli dewa kematian miliknya.
Tetapi Reiga mulai merasakan perasaan yang aneh dimana kekuatan kehidupan yang seharusnya ditarik oleh Reiga sangatlah sedikit dari apa yang dia pikirkan, “Ssshhh…” lalu seketika tubuh dari naga monster darah mulai menguap dan Reiga melihat kearah mayat naga monster darah tersebut, dia dikejutkan dengan keanehan yang dialihat karena wujud dari naga monster darah tersebut sudah berubah menjadi berbeda.
“Uuuhukkk…. Jangan lengah… ini belum berakhir” kata pria elf tersebut, dia batuk darah karena mendapatkan serangan kuat dari tebasan sabit Reiga.
“Crrraasstt…” sebuah darah dan luka tusukan yang sangat cepat tersebut langsung dilancarkan dari belakang tubuh Reiga, dan disaat Reiga melihat kebelakan dia dikejutkan karena melihat Cronos yang mana menusuk punggung dirinya.
“Gehehehe…. Apa kau terkejut, wajahmu sangat bagus sekali ketika aku melihatnya” kata Cronos yang mana menusuk tubuh Reiga, tubuhnya sedikit berubah dan tanduk mulai tumbuh dikepalanya dan sisik-sisik naga merah mulai bermunculan sedikir demi sedikit ditubuh Cronos.
“Skill Unholy Flame” Reiga lalu mengeluarkan sayap phoenix iblis miliknya dan membuat Cronos mundur dari tempat tersebut.
“Gaaahh…. Uhhuuukkk…. kenapa kau, tidak bagaimana bisa kau masih bisa hidup” kata Reiga yang mengetahui kalau sang naga monster darah tersebut telah merasuki tubuh dari Cronos.
“Gehehehehe….. asal kau tahu saja tubuh asliku itu sebenarnya adalah sebuah cacing parasit yang mana sangatlah kecil, dan dengan tubuh kecil miliku aku dapat dengan mudah merasuki targetku dan mengubah tubuhnya menjadi tubuh yang ideal untukku” kata naga monster darah yang mana telah merasuki tubuh dari Cronos.
“Trraanggss… trraanggss…” naga monster darah itu lalu mulai menggunakan kedua pedang milik Cronos ( Hour Sword & Minute Knife ), tetapi walaupun dia berusaha untuk mencoba memakai pedang milik Cronos dia tetap tidak bisa menggunakannya ataupun mengeluarkan kekuatan yang ada didalamnya, itu semua karena walaupun dia memakai tubuh dari Cronos tetapi dia tetap tidak bisa menggunakan kekuatan dari aura pedang yang telah dipelajari oleh Cronos.
“Pedang ini kenapa aku tidak bisa menggunakannya, sialan selama jutaan tahun dikurung aku sama sekali tidak mempelajari maksud dari energy pedang atau apapun itu” pikir naga monster darah yang mana melihat kearah kedua pedang milik Cronos.
“Jadi begitu, tampaknya kau tidak bisa menggunakan kekuatan asli dari tubuh yang kau curiyah, dan tampaknya kau juga tidak bisa menggunakan pedang milik Cronos bukan kalau begitu ini akan menjadi semakin mudah saja” kata Reiga.
“Jangan sombong kau, bagaimanapun tubuh yang aku gunakan adalah seseorang yang berada diperingkat pertama di dunia ini” kata naga monster darah, “Rrrraasshhhh….” Tubuhnya mulai mengeluarkan sisik-sisik merah untuk dijadikan armor dan bahkan kedua tanduk naga mulai muncul dikepala naga monster darah tersebut.
“Kalau begitu mari aku tunjukan padamu kekuatan asli dari tehnik berpedang yang mana dapat menaklukan semuanya” kata Reiga, pedang miliknya telah mengeluarkan aura pedang yang sangat kaya dan mempertajam kekuatan pedangnya bahkan jangkauan dari serangan Reiga meningkat drastis lebih dari sebelumnya.
Bersambung…..