
Ditempat yang sama disaat pelahap darah raksasa tersebut melawan Raiya dan Azazel, dikuil dan kota-kota yang sama juga mengalami bencana yang serupa tetapi mereka menghadapi sebuah bencana yang lebih besar. Dinegara matahari hitam sebuah tempat yang dikuasai oleh fraksi Reiga mereka didatangi mahluk-mahluk aneh yang mana sangatlah liar, para prajurit dinegara tersebut berusaha mati-matian untuk menghadapi mereka tetapi kekuatan dan jumlah para prajurit tersebut kalah jauh melawan para pelahap darah yang mana dapat melipat gandakan diri mereka dengan memakan daging-daging para lawan mereka.
“Semuanya tetap bertahan, jangan biarkan mereka untuk masuk kedalam negara kita” kata pemimpin prajurit dari negara matahari hitam.
Para prajurit negara matahari hitam sebagian besar dari mereka adalah berasal dari ras ghoul yang mana telah diubah setelah mendapatkan darah dari Reiga, dengan kekuatan dari fisik ghoul yang sangat luar biasa mereka juga tidak mampu menghadapi para pelahap darah yang mana kekuatan mereka perindifidu menyamai kekuatan dari seorang dewa, “Trraanggss… Krraannggss… Crraanggss…” perang yang besar tersebut sangalah berat sebelah namun para prajurit negara matahari hitam itu melihat sebuah harapan.
“ROOAARR….” Sesosok naga emas yang mana sangat agung menggunakan kekuatan element angin yang dia punya untuk membantai para pelahap darah tersebut.
“Srraasstt… Srraasstt… Srraasstt… Srraasstt… Srraasstt…” dia menggunakan tubuhnya untuk menerjang langsung para pelahap darah tersebut dari tengah, naga emas itu membuat ribuan pelahap darah langsung mati dengan cepat.
Tetapi disaat naga emas tersebut mulai merasa sudah bisa menang “Boommsshh…” tiba-tiba saja dari jauh sebuah batu raksasa dilemparkan kearah dirinya, walaupun lemparan batu tersebut tidak bisa melukai tubuhnya tetapi hal tersebut membuat naga emas tersebut marah.
“GRRR…. ROOAAARRR….” Naga emas yang marah tersebut langsung menggunakan cakaran miliknya untuk mengumpulkan energy angin keemasan yang sangat emas, “SRRAASSSTTT….” Naga emas itu lalu menyerang menggunakan kekuatan angin miliknya dan lima aura cakar yang terbuat dari angin langsung menerjang pelahap darah raksasa yang melemparkan batu kearahnya.
“Crrraasstt…. Srrraasstt…” tetapi pelahap darah raksasa tersebut dapat menahan kekuatan angin emas dari sanga naga emas, walaupun tubuhnya terluka parah pelahap darah raksasa itu langsung menyembuhkan luka-luka yang diapunya dengan cepat.
“Crrraaangsss…” dan dari kepalanya dia mengeluarkan tiga tanduk bor yang tajam, “Buusshh… Buusshh… Buusshh…” dan dia menembakkan ketiga tanduk tersebut kearah naga emas tersebut.
“GRRR…. ROOAARR…” sang naga emas yang mana diperintahkan untuk melindungi negara matahari hitam, menggunakan kekuatan angin emas yang diapunya dan menciptakan tornado keemasan yang menyilimuti dirinya.
“Srrrraasss…. Crrraastt… Trraasstt…” walaupun naga emas itu telah melindungi dirinya sendiri tetapi kekuatan dari tanduk-tanduk tersebut sangatlah kuat, dan dapat menembus angin emas miliknya dan tanduk-tanduk tersebut menusuk naga emas itu dan membuat dirinya sekarat.
“Grrr….” Naga emas yang sekarat itu mencoba untuk bangkit kembali, namun karena ketiga tanduk yang menusuk tubuhnya itu menyodot energy miliknya lama kelamaan naga emas itu mulai melemah.
“Boossm… Boossm… Boossm…” pelahap darah raksasa tersebut lalu berjalan mendekati naga emas itu, “Krrraaakk….” Dia lalu mengangkat naga emas itu dengan kedua tangannya dan dengan mulutnya yang besar “Crrassstt….” Dia menggigit naga emas itu sampai mati bersimbah darah, “Crraauukkss… Crraauukkss… Crraauukkss… Glluuppss…” dengan mulutnya dia melahap dan menelan naga emas tersebut. Dan setelah memakan daging dari naga emas tersebut pelahap darah raksasa itu mulai berevolusi dan membelah tubuhnya, dirinya membelah tubuh menjadi beberapa tubuh dan menjadi lima raksasa pelahap darah yang lainnya.
Mereka berlima lalu dengan sigap langsung menuju arah negeri matahari hitam, melihat kelima raksasa pelahap darah yang datang kearah mereka para prajurit dari negeri matahari hitam langsung ketakutan dibuatnya, mereka jatuh dalam keputusasaan karena mereka yakin tidak bisa mengalahkan kelima raksasa tersebut. “Boommshh… Boommshh… Boommshh…” dan tiba-tiba dari arah yang tidak sebelah mereka muncul secara tiba-tiba sesosok raksasa yang mana kulitnya berwarna besi pucat dan dengan ganasnya raksasa tersebut memukul salah satu dari kelima pelahap darah raksasa tersebut, “Buusskk…” pukulannya sangat kuat dan membuat jatuh salah satu raksasa pelahap darah tersebut.
Dan disamping bahu dari raksasa Jotuun tersebut telah berdiri sesosok wanita cantik dengan rambut silver cerah, dengan tato mawar api ditangan kanan dan kaki kirinya wanita itu langsung “Buusshh….” melompat kearah raksaa pelahap darah yang jatuh tersebut.
“Jari agung, jari kedua : pedang tiga dunia, pedang manusia” dengan mengalirkan energy miliknya kedua jari yang diapunya dia menciptakan sebuah pedang tajam sepanjang 3 meter yang mana sangat tipis, “Ssrrraasstt…” dan dengan energy pedang tersebut Lucy dengan ganasnya membunuh pelahap darah tersebut dengan sekali tebasan saja.
“ROOAARR…. ROOAAARR…” para mahluk pelahap darah raksasa yang lainnya itu mulai marah karena melihat rekannya terbunuh oleh Lucy.
Dengan tangan-tangan besar mereka para pelahap darah raksasa yang lainnya berusaha untuk menangkap Lucy dengan tangan mereka.
“Jari agung, jari kelima : aura kaisar, amarah sang kaisar” Lucy yang melihat kalau keempat raksasa yang lainnya mencoba menyerang dirinya mengalirkan energy yang diapunya kelima jari-jari tangan miliknya, dan dengan satu kibasan dari kedua tangannya “Bussshhhtt….” Keempat raksasa pelahap darah yang lainnya langsung ditolak mundur oleh aura serangan dari tehnik Lucy.
“GAAAAHHH….” Raksasa Jotuun yang mana melihat kalau ada kesempatan untuk menyerang langsung dengan ganasnya menyerang kearah keempat raksasa pelahap darah tersebut, “Buushh… Buuggkk… Buushh…” dengan pukulan dan tendangannya dia membuat keempat pelahap darah raksasa tersebut langsung jatuh dibuat oleh raksasa Jotuun tersebut.
“Bagus sekarang selanjutnya akan kuhabisi kalian berempat” kata Lucy yang mana melompat kearah keempat raksasa pelahap darah tersebut, dan dengan energy yang sangat kuat mengalir dari tato miliknya memperkuat kekuatan tubuhnya dan mengerahkan seluruh tulang-tulang yang diapunya.
Dan dengan segenap energy didalam tubuhnya dia mengumpulkan energy didalam kepalan tinju miliknya, dengan kecepatan kakinya dia meninju keempat raksasa pelahap darah tersebut “Buusskk… Buuggkk… Buusskk… Buuggkk…” keempat raksasa pelahap darah itu langsung merasakan sakit dikepala mereka tetapi setelah itu mereka berdiri kembali untuk menyerang Lucy lagi.
“Jari agung, jari keenam : tinju penghancur, penyesalan yang datang terlambat” dengan mengendalikan energy miliknya Lucy menanamkan energy peledak didalam keempat kepala dari para pelahap darah tersebut, “Taaakkss…” dan dengan satu jentikan jari miliknya “Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh…” kepala-kepala pelahap darah raksasa tersebut meledak satu persatu dan hancur dibuatnya.
Melihat kalau para pelahap darah belahan tubuhnya telah hancur dibunuh, pelahap darah raksasa yang mana membunuh naga emas tersebut langsung mengambil mayat naga emas tersebut dan pergi dari sana, “Krraakk… Wuussshh…” dia lalu masuk kedalam retakan dimensi dan langsung pergi menghilang dari tempat tersebut.
“Cih… dia kaburkah, dan kelihatannya yang lainya juga ikut kabur” kata Lucy yang mana melihat kalau para mahluk pelahap darah yang lainnya juga ikut kabur sambil membawa mayat-mayat ditangan mereka.
Bersambung…..