I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 236 Munculnya sang pembantai



Melihat sosok bayangan yang mana berbentuk seperti pria dewasa pelahap darah raksasa katak tersebut langsung berlari kearahnya, “Bommsh… Bommsh… Bommsh…” dengan pedang besar ditangan kanannya dia berencana untuk menebasa bayangan itu bersama dengan Azazel, “Trraanggss… Trraanggss… Trraanggss…” namun dengan cepat bayangan hitam tersebut langsung melompat kearah pedang pelahap darah raksasa katak tersebut dan memberikan serangan cakaran, dengan tiga kali kibasan dari cakarannya lima belas energy mulai muncul dan menangkis serangan pedang dari pelahap darah raksasa katak tersebut. Melihat serangan tebasan pedangnya gagal pelahap darah raksasa katak itu lalu mengumpulkan energy hukum darah monster didalam perutnya, “Crrraasstt….” Dia lalu menyemburkan cairan merah beracun dari dalam mulutnya kearah bayangan hitam tersebut, mengetahui kalau dia tidak bisa menangkis serangan cairan yang banyak itu bayangn hitam itu lalu bergerak kearah Azazel dan menggunakan tubuhnya dia menahan setiap cairan merah beracun tersebut.


“Krrieekk… kekekeke… rasakan kau, sekarang kau akan mati keracunan” kata pelahap darah raksasa katak tersebut.


“Begitukah tetapi apa kau tahu sedari tadi kau hanyalah melawan bayanganku” dan tiba-tiba saja sebuah suara muncul dari belakang pelahap darah raksasa katak itu, dan disaat dia melihat kearah belakangnya dia melihat sesosok pria yang berasal dari ras beast ghoul, sosok itu memiliki telinga kucing berwarna hitam dengan iris mata merah oval.


“Crraasstt… Crraasstt… Crraasstt… Srraasstt… Srraasstt… Srraasstt…” dan dengan cepat pria itu menyerang pelahap darah raksasa katak tersebut, dia bergerak dengan sangat cepat dan membuat seluruh tubuh pelahap darah raksasa katak tersebut terluka karena serangannya.


“Yoo… kau kelihatannya masih hidup” kata sosok pria best ghoul tersebut, yang mana memakai sebuah kain untuk menutupi wajahnya.


“Hahahaha…. aku tidak menyangka kalau kau akan sampai disini, Raiya bukannya kau punya beberapa pengikut yang harus kau urus” kata Azazel.


Raiya adalah seorang pembunuh lumpuh yang berasal dari ras best dan mendapatkan kembali bagian tubuhnya yang hilang setelah menerima darah dari Reiga dan berubah menjadi best ghoul, lalu setelah Reiga naik kealam atas dirinya bersama dengan seluruh bawahannya melakukan pembantaian dari balik bayangan yang mana semua korbannya adalah mereka yang menentang fraksi dewa Reiga, dan setelah beberapa bulan dia kemudian naik menjadi sesosok dewa hal itu disebabkan karena dirinya memberikan rasa takut bagi para musuh-musuhnya sampai mereka yang berada dalam fraksi Reiga juga takut pada dirinya.


Dia sekarang ini berada ditingkat dewa kelas atas dan mendapatkan gelar dewa pembantai, sebagai dewa pembantai dia adalah mahluk yang paling banyak membunuh dialam bawah dan siapapun yang menjadi targetnya akan dipastikan mati ditempat.


“Kriieeekk… aku tidak bisa merasakan aura miliknya” kata pelahap darah raksasa katak tersebut.


Raiya yang mana biasanya berada dalam bayang-bayang untuk membunuh lawannya dapat dengan mudah menyamarkan aura yang dia miliki, bahkan dia bisa menipu lawan sehingga mereka mengira dia adalah orang biasa tampa kekuatan sedikitpun.


“Jadi kenapa kau datang kemari” tanya Azazel yang penasaran dengan kedatangan dari Raiya.


“Mahluk-mahluk aneh ini bukan cuman menyerang kuilmu, tetapi seluruh 7 benua juga telah diserang oleh mereka dan sekarang ini nona Lucy sedang mengurus mereka bersama nona Nabila, mereka menggunakan raksasa Jootun peninggalan tuan Reiga untuk membasmi para mahluk-mahluk aneh ini” kata Raiya.


“Jadi begituyah, kalau begitu ini juga bisa dibilang adalah bencana dan sebuah berkah” kata Azazel.


“Hmmm…. Berkah apa maksudmu” kata Raiya.


“Karena jika kita bisa berhasil selamat dan membunuh seluruh mahluk-mahluk aneh ini maka kita bisa menguasai 7 benua untuk kita sendiri, yah itu kalau mereka dapat membunuh 72 iblis agung” kata Azazel.


“Kau ini benar-benar menirus sikap tuan Reiga yang selalu positif yah, tetapi perkataanmu tadi menarik juga” kata Raiya.


“Bagaimana dengan tenagamu apa sudah pulih” kata Raiya yang mana sudah bersiap untuk bertarung.


“Sudah kembali 80% dan siap untuk pertarungan jangka panjang” kata Azazel yang memegang kedua pisau hitam miliknya.


“Buusshh… Ssssshhh….” Raiya yang mana biasa menyerang dari balik bayang-bayang langsung mengeluarkan bom asap dan menghilang kedalam asap hitam tersebut.


“Wuussshh…” sementara itu Azazel langsung keluar dari dalam asap tersebut dan menerjang pelahap darah raksasa katak tersebut, dia menyerang dari depan dengan menggunakan kedua pisau miliknya.


“Srraasstt….” Namun pelahap darah raksasa itu berhasil menghindari serangan fatal dari serangan Azazel dan mendapatkan luka dibahu kananya, “Ssshhhh….” Luka itu lalu langsung sembuh dengan cepat, dan pada saat pelahap darah raksasa katak itu teralihkan padangannya pada Azazel “Crraasstt…” Raiya yang melihat celah tersebut langsung keluar dari bayangan dan memotong urat saraf didekat tumit pelahap darah raksasa katak tersebut. “ROOAARR…” marah karena serangan dari Raiya dengan kaki miliknya pelahap darah raksasa katak tersebut lalu menghantam tanah “BOOMMSSHH….” Tanah tempat tersebut langsung rusak dan kerusakan dari tanah disekitar langsung membuat Raiya keluar dari tempat persembunyiannya.


“Kenakau…” pelahap darah raksasa katak tersebut langsung menggunakan sebuah serangan kuat dari tebasan pedang miliknya “Srrrraaanggsss….” Jangkauan serangannya yang luas tersebut membuat Raiya langsung melompat terbang keudara.


Dan ketika melihat Raiya dihadapannya pelahap darah raksasa katak itu langsung menggunakan pukulannya untuk menyerang Raiya, “Trraaannggsss…” namun Azazel dengan cepat langsung menuju kearah Raiya dan menggunakan sayapnya untuk melindungi Raiya. “Buusshh… Boomsshh…” mereka berdua lalu terhempas jatuh ketanah, pukulan yang kuat dari pelahap darah raksasa katak tersebut membuat mereka terkena luka dalam, belum pulih dari serangan tinjuan yang kuat tersebut Raiya dan Azazel sekarang malah dikepung oleh puluhan mahluk-mahluk pelahap darah berukuran 5-7 meter, mereka melihat kedua dewa yang melemah dan langsung ingin menyerang dan memangsa keduanya.


“Sialan mereka belum mati, bahkan jumlah mereka bertambah semakin banyak” kata Azazel yang melihat mahluk-mahluk pelahap darah yang dia serang menggunakan skillnya masih hidup.


“Cih mereka terlalu banyak, skill Shadow Clone” Raiya lalu menggunakan skill miliknya dia membuat bayang-banyang yang dia punya langsung berdiri bagaikan dirinya sendiri dan membagi menjadi 10 bayangan, setelah itu ke 10 bayangan milik Raiya langsung mengelilingi Raiya dan Azazel mereka membuat sebuah posisi untuk bertahan.


“Semuanya ayo kita juga ikut keluar dan bantu dewa kita” kata salah satu prajurit ras satans pengikut Azazel.


Mereka melihat dewa mereka yang mana sedang kesulitan untuk melindungi diri mereka, dan beramai-ramai mereka langsung membawa senjata milik mereka dan pergi dengan cepat kearah tempat Raiya dan Azazel berada. Melihat ada banyak satans yang terbang pelahap darah raksasa katak tersebut langsung memiliki niat buruk, dia ingin langsung melahap para satans tersebut dan membuat Azazel jatuh kedalam keputusasaan “Bomsshh… Bomsshh… Bomsshh…” dengan cepat pelahap darah raksasa itu langsung berlari menuju arah para prajurit satans tersebut.


“Krriieek… kekekeke… datanglah kedalam perutku” kata pelahap darah raksasa katak tersebut, dirinya membuka mulutnya lebar-lebar dan berusaha untuk melahap para satans yang terbang tersebut.


“Semuanya aktifkan formasi pertahanan” kata salah satu satans yang mana memimpin para satans yang lainnya untuk membantuk Azazel, mereka semua lalu menggunakan skill ras mereka yaitu pollute wings dan menggeluarkan partikel-partikel kegelapan dan dengan kendali penuh terhadap element kegelapan mereka membuat sebuah perisai-perisai kecil yang saling menyatu satu sama lainnya “Trrraaakkss…” dan pada saat pelahap darah tersebut berusaha mendekati mereka perisai milik mereka langsung memukul mundur pelahap darah raksasa tersebut.


Melihat perisai yang mana mengganggu baginya pelahap darah raksasa itu lalu mengumpulkan energy yang diapunya kedalam kepalan tangannya, dan dengan sekali pukulan yang sangat kuat tersebut “Buusskkk… Trraannggss…” perisai para satans tersebut pecah, dan para satans yang terkena efek aura dari hukum darah monster langsung berjatuhan karena tidak kuat menahan kekuatan dari aura hukum darah monster tersebut.


Bersambung…..