
Kristal hitam yang berbentuk seperti hati yang gelap, didalam kristal itu terkandung energy kekacauan serta jiwa-jiwa yang sudah menghitam dan tidak bisa diselamatkan lagi, hal yang pertama kali Reiga rasakan saat melihat kristal tersebut adalah rasa jijik dan muak saat melihatnya. Dan ketika dia melihat dewa air hitam melahap kristal tersebut entah kenapa amarah yang dia tekan saat pertarungan tiba-tiba terlepas, dia lalu bertindak gegabah dan menyerang dewa air hitam dengan buasnya.
“Srrraaass… Crraaassstt….” Dengan gerakan pedangnya walaupun dia telah dikendalikan rasa amarah Reiga tetap bisa menyerang dewa air hitam tampa masalah apapun, tetapi regenerasi super yang dimiliki dewa air hitam yang telah berubah menjadi seperti mahluk mistik membuat Reiga kesulitam untuk mendaratkan serangan kuat.
“Crrrraangggss… Trrrraanggss…” dan dengan kedua cakarnya dewa air hitam melakukan serangan balik kearah Reiga.
“Sialan apa-apaan yang sebenarnya terjadi, dia sekarang lebih terlihat seperti hewan buas dari pada seorang petarung” pikir Reiga yang mana sedikit kesulitan menghadapi dewa air hitam.
“Grrr…. Reiga…. Mati…., skill Black Claw” walaupun dewa air hitam kelihatannya sudah kehilangan akal
miliknya, dirinya tetap bisa menggunakan skill yang dia punya walaupun hal tersebut karena terpancing amarahnya yang besar pada Reiga.
Mereka berdua saling serang satu sama lainnya dan dirinya menggunakan cakarnya sangat liar seperti
hewan liar yang menyerang lawannya, dan Reiga walaupun sedikit kesulitan dirinya tetap bisa melakukan serangan balik sambil bertahan melawan serangan dewa air hitam yang liar.
“Tampaknya tidak ada cara lain lagi, hukum diaktifkan, hukum kematian : jubah agung dewa kematian” Reiga yang kesulitan menghadapi dewa air hitam kemudian mengabtifkan kekuatan hukumnya yang kedua, wujud asli adalah perwujudan hukum yang akan berubah sesuai dengan karekter jiwa yang dimiliki dewa tersebut.
Dan untuk Reiga sendiri wujud hukum yang diapunya berubah menjadi sebuah asap hitam yang mana menyelimuti seluru tubuh Reiga dan membentuk sebuah jubah, dan seakan beresonansi dengan kekuatan hukum Reiga White Nigthmare juga ikut berubah wujud menjadi bentuk sabit putih yang agung.
Dan ketika dewa air hitam melihat wujud dari Reiga seketika bulu kuduknya berdiri dan seluruh instingnya berteriak pada dirinya, satu hal yang bisa dipikirkan oleh dewa air hitam saat melihat Reiga “MATI” kematian mendekatimu dan satu-satunya hal yang bisa kau lakukan hanyalah lari tampa bisa sembunyi, karena walaupun kau bersembunyi kematian akan tetap terus melihat dirimu.
“Aaaaaagggkkkkk…..” teriak dewa air hitam yang mana berusaha melarikan diri dari Reiga.
Namun seakan tidak ingin melepaskan mangsanya Reiga dengan wajah dinginnya mengejar dewa air hitam, di dengan cepat mengejarnya dan asap hitam dari jubahnya menyelimuti tubuhnya dan membuat dirinya menjadi tidak terlihat dan disaat dewa air hitam melihat kebelakang dirinya sudah tidak melihat Reiga dimanapun. Namun saat dia melihat kearah depan Reiga sudah ada didepannya dengan kakinya yang sedikit melayang diudara Reiga dengan dingin menebas kepala dari dewa air hitam dengan sabit ditangannya “Srrrrraasssstt….” Setelah tertebas oleh sabit tersebut tubuh dewa air hitam langsung berubah membusuk dan kemudian hancur menjadi debu, sementara itu ketika Reiga menangkap jiwa milik dewa air hitam dia terkejut ketika melihat jiwanya.
“Jiwanya hancur tidak tersisa, seakan-akan memori dan sifat miliknya telah rusak, apa yang sebenarnya dimakannya barusan tadi” kata Reiga yang mana sedikit penasaran dengan berlian hitam yang dimakan oleh dewa air hitam tersebut.
Namun disisi lain Reiga tidak menyadari satuhal kalau dari arah ratusan kilometer jauhnya ada seseorang badut gila yang mana telah memperhatikan pertarungannya.
“Hohoho…. Hahahahahaha… luar biasa sekali kakek itu ternyata sangat luar biasa, bisa-bisanya dia punya benda itu, aku pikir tadi Reiga bisa mudah mengalahnya tapi tidak kusangka dirinya bis memberiku hiburan juga” kata Zero yang mana menggunakan artefak untuk melihat pertarungan Reiga dari wilayahnya.
“Tuan aku penasaran memangnya benda apa yang dimakan oleh dewa air hitam barusan tadi” kata pelayannya yang mana menuangkan teh untuk dirinya.
“Tabu dari namanya kelihatannya sangat mengerikan” kata pelayan Zero.
“Memang benar batu itu sangat mengerikan bahkan akupun tidak akan memakainya walau apapun yang terjadi (Note : dia dewa kegilaan), karena batu itu memang akan meningkatkan kekuatan siapapun yang memakannya namun batu itu juga akan mengubah bentuk dan memperbudak orang yang memankannya, dan orang yang memakannya akan menjadi mesin pembunuh yang membunuh apapun yang hidup baik itu hewan, orang, tumbuhan, dan dewa” kata Zero yang mana tiba-tiba wajahnya berubah menjadi sangat serius.
“Kelihatannya batu itu, bukan suatu kebetulan saja ada ditangan dewa air hitam” kata pelayan Zero yang mana menduga suatu hal.
“Aaah yah benar batu itu sumbernya tidak diketahui dari mana tetapi ada peraturan tidak tertulis diantara para 100 dewa raja terkuat yang mana sudah hidup lebih dari jutaan tahun, yang mana itu berisikan untuk membunuh siapapun yang memakan batu itu baik dia pria, wanita bahkan anak-anak sekalipun, oooh iya ngomong-ngomong batu tabu itu aku yang kasih sama dewa air hitam karena kebetulan ketemu satu jadi aku penasaran kekmana kekuatan batu itu” kata Zero sang dewa kegilaan, yang mana dengan santainya bermain-main dengan nyawa banyak orang.
“Sudah kuduga kayak gitu, lagian tadi ngapain pulak kau sok-sok tidak tahu kalau dewa air hitam punya batu tabu tadi” kata pelayannya yang sakit kepala melihat kelakuan tuannya.
“Hehehehehe…. Aku cuman menyiapkan latar belakang aja biar suasananya agak serius gitu” kata Zero.
Sementara itu Reiga yang mana sudah mengalahkan dewa air hitam mendapatkan token miliknya yang mana token tersebut berupa sebuah token perak, Reiga dapat memilih untuk mengambil kotanya atau menghancurkan kota tersebut dan memperluas wilayah yang diapunya.
“Hmmm… kekuatanku sekarang ini belum cukup untuk bisa menguasai lebih dari satu wilayah terlebih lagi, wilayah itu terkenal akan korupsinya lebih baik aku fokus pada wilayahku sendiri” kata Reiga yang mana menghancurkan token perak tersebut.
Energy dari token perak itu lalu masuk kedalam token milik Reiga yang mana menaikkan peringkatnya menjadi perungu atas, sedikit lagi dia dapat naik ketingkat perak dan dapat memperbesar lagi wilayahnya.
“Ping… ping… ping selamat pada dewa kematian Reiga karena telah berhasil membunuh dewa air hitam peringkat 80, dan atas nama sistem sekarang Reiga akan dinaikan keperingkat ke 80 dari 100 dewa terkuat, ping… ping… dan untuk pemilihan dewa raja 100 terkuat yang baru akan dipilih setahun dari sekarang, diharapkan bagi semua yang menginginkan posisi tersebut agar berlatih untuk bisa mendapatkan posisi itu” kata sistem yang mana memberitahu informasi tentang kemenangan Reiga pada seluruh orang dibenua atas.
“Haaah…. Sialan kayaknya aku bakalan jadi lebih repot lagi” kata Reiga yang mana sudah menebak akan ada banyak dewa-dewi dari peringkat 100 terkuat yang ingin menantangnya, dan banyak dewa tingkat raja yang ingin menjadi muridnya.
Sementara dia berjalan kembali pulang didepan gerbang kota miliknya sudah menunggu Diana dan 10 orang muridnya disana, tetapi yang lebih mengejutkan lagi adalah tamu yang berada disamping mereka. Tamu tersebut memiliki aura yang sangat kuat dan kekuatan yang dia miliki hampir setara dengan Reiga.
“Mau apa kau datang kemari” tanya Reiga yang kesal melihat tamunya.
“Hooohh…. Apa begini caramu sebagai tuan rumah menyambut tamu, benar-benar tidak sopan” kata Lujuria sang dewi iblis nafsu.
“Hahaha… kalau tamunya orang biasa maka aku akan sopan, tapi laian cerita untuk orang yang pernah mau meracuniku sampai mati” kata Reiga yang mana masih kesal dengan perbuatan Lujuria.
Bersambung........