I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 14 Ghoul VS Hunter bagian ke 3



Disaat Reiga telah merasuki Azazel diasaat itu pula Shita telah menyadari sebuah perubahan disekililingnya, dari setiap dia melihat semua daerah sekitar 30 Km telah tertutupi oleh salju hitam dari miasma yang dikeluarkan para satans.


“Jadi begitu kau melakukan pertempuran mencolok tadi dan tidak langsung memanggil seluruh mayatmu itu agar bisa mengalihkan perhatianku dari para pengikutmu yang terbang diangkasa benar-benar strategi cukup gila tetapi jangan harap miasma kecil ini bisa menghambat gerakanku” kata Shita.


 “Aku memang tidak mengharapkan hal ini bisa menghambatmu loh, tetapi ada pepatah yang mengatakan sedikit demi sedikit bisa jadi bukit, aktifkan skill Dark Controll + Energy yin hitam” kata Reiga sambil mulai mengumpukan miasma disekitar.


 Miasma yang bertebangan itu kemudian mulai berkumpul kearah Reiga dengan bantuan miasma dan energy yin dia melapisi pedangnya dan memperkuat tubuh Azazel agar bisa setara dengan tubuh dewa, tubuh Azazel kemudian mengeluarkan tato garis hitam yang menutupi setengah tubuhnya, mata Azazel juga kemudian berubah menjadi merah dengan iris hitam pekat.


 “Sekarang persiapannya sudah selesai, ayo maju bersama Azazel” kata Reiga.


 Reiga langsung terbang dengan cepat kearah Shita sambil menghunuskan pedangnya kearah leher Shita, tetapi dengan cepat Shita menghindari serangan Reiga dia langsung salto dan melompat mundur untuk mengambil jarak serangan dan ketika dia ingin menyerang Reiga dengan anak panahnya Reiga tiba-tiba menghilang membuat Shita kebingungan dan seketika Reiga muncu dari belakang Shita dan menbasnya dengan pedangnya Shita yang dapat beraksi cepat pada serangan Reiga dapat menghindari luka fatal dan hanya mendapatkan goresan kecil dipunggungnya.


 “Sialan kecepatan bocah ini sudah melampaui kecepatanku, separtinya aku harus kembali untuk dan mengatur ulang strategi” pikir Shita saat berusaha lari kembali kedesa.


 Shita kemudian mengeluarkan sebuah anak panah yang kemudian dia tembakkan ketanah untuk menciptakan tabir asap, setelah seluruh tempat itu tertutupi debu Shita langsung pergi dengan kecepatan tinggi meninggalkan Reiga dia langsung menuju kearah desanya walaupun dia pergi dengan cepat tetapi Reiga sama sekali tidak menunjukkan bahwa dia akan mengejar Shita.


“Ini aneh kenapa dia sama sekali tidak mengejarku apa dia juga sudah mencapai batasnya, tidak lebih baik aku kembali dulu” pikir Shita langsung mundur kewilayahnya.


 Ketika Shita berusaha sudah hampir dekat dengan wilayahnya muncul berbagai boneka mayat tingkat menengah katak peledak ( boneka mayat ini hanya memiliki dua kaki tampa tangan seluruh badan atasnya mengembung dan mengeluarkan warna merah dan hijau dengan kaki yang kuat dia dapat mendekati lawan dan meledak didekat mereka ), salah satu katak peledak itu kemudian melompat mendekati Shita dan meledak didekatnya.


 “Cih menyusahkan” kata Shita smabil melompat keatas langit-langit dan menembakan puluhan anak panah.


 Setelah Shita menembakkan anak panahnya beberapa dari katak peledak meledak hancur karena terkena serangan dan beberapa juga ikut meledak karena terkena rantaian ledakkan yang terjadi, Shita langsung melompat turun dan melihat bahwa sudah tidak ada lahi katak peledak dan tiba-tiba satu katak peledak kecil yang memiliki tinggi  100 cm muncul dari belakang Shita dan meledak didekatnya, setelah itu Shita pun terluka cukup parah dan naasnya lagi Reiga muncul tepat dihdapan Shita, setelah melihat kedatangan Reiga karena luka ledakkan dan juga racun miasma yang melemahkannya membuat dia memilih untuk berlari sekuat tenaga walaupun Shita kecepatannya sudah melambat tetapi Reiga tetap diam dan tidak menghabisinya ditempat.


 “Sedikit lag tinggal sedikit lagi setelah ini sampai dikuilku akan kuhijani dia dengan panahku” kata Shita sambil berlari dengan penuh luka.


 Akhirnya Shitapun berhasil sampai didesanya tetapi suasana di desanya berbeda tidak ada satupun orang yang ada disitu yang membuat dia bertanya-tanya kemana perginya semua pengikutnya, Shita kemudian dengan hati-hati pergi kekuil dan ditengah jalan tepat di depan kuilnya muncul lingkaran merah dibawah kakinya lingkaran itu bercahaya dengan tulisan aksara kuno, tulisan-tulisan itu kemudian bergerak terbang dan mengikat tubuh Shita.


 “Ini.. diagram sihir, tapi bagaimana bisa ada sebuah diagram sihir yang dapat mengikat seorang dewa” kata Shita.


 “Haloo sudah sampai” seorang ghoul wanita muncul dari bayangan rumah penduduk yang ternyata adalah Lucy.


Lucy pun bergerak mendekati Shita sambil menyeret sebuah mayat laki-laki tua yang ternya adalah kepala desa yang mengatur desa tempat kuil Shita berada.


 “Yo.. salam namaku Lucy pengikut pertama dari dewa mayat Reiga” kata Lucy sambil melemparkan mayat kepala desa kedepan Shita untuk menghina dirinya.


 “Percuma loh itu adalah diagram sihir khusus yang dibuat untuk menyegel seorang dewa” kata Lucy yang menyadari tindakan Shita.


 Pada saat Lucy sedang berbicara dengan Shita dari dalam hutan muncul Reiga yang merasuki tubuh Azazel.


 “Jadi sudah tertangkap ya” kata Reiga sambil melihat Shita.


 “Bocah kau benar-benar menyiapkan semua ini tapi yang menjadi pertanyaannya kenapa bisa kau memiliki diagram sihir sekuat ini tidak mungkin kau yang baru saja terlahir kedunia ini memiliki alat sekuat ini” kata Shita sambil melihat Reiga.


“Apa kau tau tujuan sebenarnya Teppes membangun kuilnya didalam hutan ini adalah untuk menjadikan kuil itu sebagai tempat percobaan sihir dan mahluk mistik, salah satu percobaannya yaitu diagram sihir ini tetapi untuk mengatifkannya dibutuhkan pengorbanan darah yang cukup besar dan untuk menyempurnakannya aku membutuhkan suatu alat sihir tertentu” kata Reiga.


 “Hah jadi semua penyerangan dan keempat desa itu telah menjadi tumbal untuk percobaanmu” kata Shita.


 “Hahaha.. tidak semua aku tidak akan membunuh siapapun yang melawan dan aka memberikan akhir yang mengenaskan bagi siapapun yang menghalangi jalanku, langsung saja kita katakana tujuan pertamaku adalah untuk mengetas alat ini dan yang kedua adalah untuk memeriksa sesuatu” kata Reiga sambil melemparkan White Night kearah Lucy.


Lucy kemudian menangkap pedang white night dan langsung pergi menebas kepala Shita, sebagai seorang entitas kehidupan yang jauh lebih rendah dari dewa untuk mendapat membunuh dewa tersebut adalah sebuah pencapaian yang terbilang sangat luar biasa sebelumnya Lucy dapat menghabisi Teppes dikarenakan ada Reiga yang berada dalam tubuhnya, karena sekarang dia membunuh langsung dewa tersebut maka pencapaiannya akan dia terima sepenuhnya.


 “Ping..ping individu bernama Lucy dari ras Demonic Ghoul telah berhasil membunuh dewa tingkat menengah dewi pemburu Shita.. menerima gelar God Slayer… bersamaan dengan didapatnya gelar God Slayer individu Lucy akan dievolusikan menjadi bentuk lain” kata sistem.


 Bersamaan dengan peringatan yang dieberikan sistem tubuh Lucy kemudian dipenuhi cahaya tubuh yang memiliki ciri khas tanduk dan ekor dari ras demon pun menghilang dan kulit pucatnya menghilang dan berganti ke kulit manusia biasa beberapa rambut silvernya berubah menjadi warna keemasan hanya matanya yang tetap sama.


 “Ping..ping indifidu Lucy telah berubah dari Demonic Ghoul menjadi Demi Gods… indifidu mendapatkan skill tinju pemusnah ( skill tinju yang dapat memusnahkan tubuh mahluk hidup dengan cara menyuntikan elemen pemusnah pada saat terkena tinju dan target yang terkena skill ini akan hancur berkeping-keping ), skill tato pendosa ( skill ini memciptakan lambing seperti tato di tubuh untuk meningkatkan kekuatan pengguna dan memberikan efek ketakutan bagi lawan )”.


 “Hmm.. dengan begini percobaan untuk menciptakan dewa bisa dibilang setengah berhasil” kata Reiga sambil menilai situasi.


 “Lucy bagaimana keadaan para penduduk di desa ini” kata Reiga.


 “Ya tuan sesuai perintah mereka yang melawan telah dihabisi dan mereka yang tidak melawan telah pergi dari desa setelah selesai membawa berang berharga mereka” kata Lucy sambil berlutut di hadapan Reiga.


 “Bagus sekarang kau bisa pergi dan bakar kuilnya pastikan untuk menghacurkan inti kuil itu dan ambil semua barang yang berharga, sudah waktunya untuk pergi ketemapt terakhir” Kata Reiga sambil terbang ketempat dewi terhari dewi telaga Undie.


Bersambung…..