
Diana adalah salah satu dari 100 dewa raja terkuat yang mana juga merupakan seorang murid milik Reiga, kekuatan yang diapunya setara dengan melawan para dewa raja terkuat diperingkat 30 keatas dan karena parasnya yang rupawan membuat banyak orang tertarik padanya dan memutuskan untuk mengabdikan dirinya pada dia. Namun ketika Diana sedang melatih para pasukannya tiba-tiba saja langit yang cerah berubah menjadi mendung kehitaman, hawa dingin yang berada disekitar lehernya lalu memberikan Diana sebuah perasaan bahaya yang luar biasa, seluruh tubuhnya menggigli merasakan dingin.
“Perasaan apa ini, aku merasakan sebuah ancaman yang luar biasa kuatnya dari arah langit sana” pikir Diana yang mana melihat kearah langit.
“Roooaarr…” lalu dari langit dia kemudian melihat sosok yang mana sangat mengerikan, yaitu sesosok naga raksasa tampa kepala yang memiliki banyak mata dilehernya mata-mata dari naga tampa kepala tersebut lalu melihat kesegala arah dan salah satu dari mata naga tersebut melihat kearah Diana. Dari tatapan mata tersebut Diana merasakan sebuah ancaman besar, dirinya tahu kalau dia tidak akan mungkin bisa mengalahkan mahluk yang terbang diatas tersebut, naga tersebut lalu mengamuk dan mengatakan akan membalaskan dendam dan menghancurkan dunia Erras, mendengar hal itu Diana dan para dewa raja terkuat yang lainnya langsung terbang dengan cepat kearah naga tampa kepala tersebut.
“Tampaknya bukan cuman aku yang menganggap mahluk ini berbahaya, bahkan para hewan mistik tingkat dewa juga mengganggap kalau naga ini berbahaya dan harus dimusnahkan” pikir Diana yang mana melihat keselilingnya, dia melihat ada banyak dewa raja terkuat yang terbang bersamanya menuju arah naga tampa kepala tersebut dan lagi para hewan mistik tingkat dewa yang dulunya bermusuhan dengan dewa raja terkuat juga ikut ambil bagian dan bergabung dengan para dewa.
Lalu setibanya disana Diana menyadari satuhal kalau naga tampa kepala tersebut benar-benar sangatlah besar, bahkan ukuran cakarnya saja sama besarnya dengan ukuran phonix yang mana berada dalam wujud hewan mistiknya. Melihat kalau ada banyak dewa raja terkuat dan hewan mistik tingkat dewa mengepungnya naga tampa kepala tersebut hanya diam melihat mereka semua.
“Hahahahahah….. bagus-bagus ada tumbal yang datang sendiri kepadaku, aku tidak perlu susah payah untuk mendatangi kalian semua satu persatu kalau begini” kata naga tampa kepala tersebut, dia menganggap para dewa raja terkuat dan hewan mistik tingkat dewa sebagai tumbal atau makanan untuk memperkuat kekuatannya.
“Tumbal katamu, sombong sekali kau hanya karena kau memiliki tubuh yang besar bukan berarti tidak bisa dikalahkan” kata mahluk mistik tingkat dewa white king ( seekor Unicorn dengan tiga tanduk kristal dikepalanya ).
“Hahahaha… kuda kecil jangan terburu-buru, kau akan menjadi santapanku nanti tetapi aku harus mengurus para dewa/dewi ini terlebih dahulu” kata naga tampa kepala tersebut.
“Kuda kecil kau bilang, DASAR KURANG AJAR AKAN KUBUNUH KAU” kata white king dengan ketiga tanduk miliknya dia berusaha untuk menyerang naga tampa kepala tersebut.
“BUUSSSHHH….” Dengan serangan yang kuat dari sundulan kepalanya white king berusaha untuk menyerang tubuh dari naga tampa kepala tersebut.
“Hmmm…. Lumayan juga tetapi tidak terlalu kuat” kata naga tampa kepala tersebut yang mana tidak terluka sama sekali oleh serangan White king.
“Apa dia tidak terluka sedikitpun, ini mustahil” kata White king yang terkejut kalau serangannya tidak memberikan dampak pada mahluk naga tampa kepala tersebut.
“Wuuusshh….” Lalu naga tampa kepala tersebut berusaha untuk menyerang White king menggunakan ekor miliknya, namun dengan cepat White king melompat keatas dan menghindari serangan ekor dari naga tampa kepala tersebut. “Criinggss… Beeaammss… Beeaammss… Beeaammss…” White king lalu menembakkan tiga tembakkan cahaya yang mana berasal dari ketiga tanduk kristal miliknya, “Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh…” namun serangan dari White king sama sekali tidak berdampak pada naga tampa kepala tersebut.
“Uhuukk- Uhuukk… Uhuukk- Uhuukk… Uhuukk- Uhuukk…” para dewa/dewi raja terkuat yang ada disekitar naga tampa kepala tersebut merasakan dampak yang sangat besar dari kabut merah tersebut, beberapa dari mereka bahkan mencoba untuk menjauhi naga tampa kepala itu.
“Kabut asap merah apa ini, tubuhku terasa lemah ketika menghirupnya beruntung aku memiliki tubuh fisik tubuh iblis albino kalau tidak maka kekuatanku pasti akan berkurang 50%” pikir Diana yang merasakan bahwa kekuatan dari iblis albino miliknya dapat menahan kabut merah dari naga tampa kepala tersebut.
Diana yang mana tidak tahan lagi melihat tingkah laku dari naga tampa kepala tersebut langsung dengan menggunakan energy albino demon miliknya dia melapisi pedangnya, “Srrrasnggss….” Dengan pedang miliknya Diana dapat menggores tubuh dari naga tampa kepala tersebut. Melihat kalau ada sesosok dewi raja terkuat yang mana berhasil menggores dirinya membuat naga tampa kepala tersebut kesal, “Krraasskk…” dari sisik-sisiknya dia mengeluarkan segumpal daging dan seakan hidup “Dukk-dukk… Dukk-dukk… Dukk-dukk…” gumpalan daging tersebut berdetak seperti sebuah jantung.
“Krrriieeekk….” Dan dari gumpalan daging itu sesosok pria dengan sisik dan sayap naga berwana merah muncul dihadapan Diana, pria tersebut lalu mengeluarkan sebuah pedang yang tercipta daging dan tulangnya, “Buusshh…” dengan cepat mahluk pelahap darah berbentuk pria tersebut langsung menerjang Diana “Trraaanggsss…” dan menyerangnya dengan pedang miliknya. Namun Diana yang sangat ahli dalam bermain pedang dapat dengan mudah menangkis serangan pelahap darah tersebut “Trraanggsss… Srraasstt…” Diana bahkan memberikan serangan balasan yang membuat perutnya terkoyak.
“Sshhh…” namun dengan cepat luka diperut mahluk pelahap darah itu mulai menghilang dan sembuh dengan sendirinya.
“Lumayan juga kau dewi kecil, kau boleh sebutkan namamu agar aku dapat menikmati memakan daging ditubuhmu itu dengan sepenuh hati” kata mahluk pelahap darah tersebut.
“Aku kira kau tidak bisa berbicara tetapi ternyata kau punya otak untuk berbicarakah, baiklah namaku Diana ingatlah nama itu karena itu adalah nama seseorang yang akan memenggal kepalamu” kata Diana yang mana telah menyiapkan pedang miliknya.
“Dianakah bagus juga kau boleh memanggilku sebagai jendral mahluk pelahap darah” kata mahluk pelahap darah tersebut yang memanggil dirinya sebagai jendral pelahap darah.
“TRRRAANGGSS….” Keduanya lalu dengan cepat saling beradu pedang mereka, serangan dari kedua pedang tersebut membuat sebuah ledakan suara yang mana membuat para dewa/dewi raja terkuat kesakitan karena mendengar suara pedang tersebut, para dewa/dewi raja terkuat itu tahu kalau mereka tidak boleh ikut campur kedalam pertarungan keduanya karena mereka yakin itu akan melukai harga diri milik Diana, terlebih lagi mereka memiliki lawan yang lebih mengerikan dihadapan mereka.
Bersambung…..
Berikan dukungan anda dengan cara Like, Komen, Giff dan Vote yah, agar novel ini tetap update dan ceritanya semakin seru lagi, Ok.....