
Bangsawan adalah seorang yang memiliki garis darah dari pahlawan atau orang yang berjasa dalam suatu kerajaan yang mana ketika orang itu membuat suatu pencapaian dan hal itu diakui oleh raja dan kerajaan maka dia bisa mendapatkan gelar bangsawan dari kerajaan lalu gelarnya tersebut dapat diwariskan keanak cucu mereka. Biasanya gelar tersebut akan dihadiahkan berserta uang dan tanah untuk mereka atur sesuka hati mereka baik itu penerapan pajak, atura, ataupun produk yang mereka akan jual
Dan esok harinya ketika Reiga telah beristirahat setelah perang berakhir dia menemukan ada sekelompok orang yang menggunakan pakayan bagus dan dikawal oleh beberapa prajurit dengan persenjataan yang lengkap. Dalam sekali lihat dapat sangat jelas kalau mereka semua adalah rombongan dari bangsawan atau keluarga kerajaan.
“Dari benua mana mereka sikap mereka sombong sekali” kata para warga yang melihat tingkah dari sekelompok orang itu.
Mereka memaksa masuk kedalam kota yang ada didalam hutan agung dan dengan bersikap kalau tempat itu adalah tempat yang sangat kotor dengan cara tidak mau disentuh atau dekat dengan para warga. Jika ada para warga yang mendekat maka para pengawal mereka akan dengan kasar mengusirnya tidak lama kemudian Rael bersama dengan para bawahannya datang menghampiri rombongan tersebut.
Rael yang dulunya seorang best ghoul bawahan Raiya sekarang ini telah menjadi pemimpin dari sebuah pasukan yang mana dalam sepuluh tahun ini dia telah mendapatkan banyak pengalaman berperang dan sudah bertambah cukup kuat yang mana bisa dibuktikan dengan jelas karena dirinya adalah satu-satunya yang telah menguasai ketiga tehnik pedang milik Reiga tehnik pedang pertama dan kedua banyak orang dari prajurit Reiga yang sudah bisa menguasai tehnik pedangnya namun hanya dirinyalah yang satu-satunya pengguna pedang yang telah menguasai tehnik pedang ketiga milik Reiga.
Dalam peperangan yang telah terjadi belakangan ini dia dipanggil singa iblis karena kebuasannya dalam melawan banyak ratusan musuh sekaligus. Dan dia menghabisi mereka semua dengan cara memotong-motong tubuh lawannya menjadi beberapa bagian yang membuat banyak musuh takut dengannya dan menurunka semangat juang dari lawan.
Dan sekarang ini seorang prajurit wanita yang telah dipanggil dengan sebutan singa iblis telah berdiri dihadapan mereka namun karena kelompok itu tidak mengenalinya mereka dengan sikap yang sombong menghampiri dirinya.
“Cih dasar wanita kasar cepat pergi dan beritahu pada pemimpin dari kota ini bahwa Agnus pangeran dari kerajaan Emas agung ingin memberinya kesempatan untuk bisa melayani diriku” kata pemimpin kelompok itu yang merupakan seorang bangsawan yang juga pedangang kaya raya.
“Haaaaah…. kau bilang apa tadi” kata Rael yang marah dengan nada bicara Agnus.
Agnus yang merupakan seorang pangeran dengan tubuh yang cukup terlatih dan wajah yang tampan memakai baju yang sangat indah dan menggunakan banyak perhiasan emas namun sangat disayangkan dirinya benar-benar sangat sombong. Dia bersikap kalau seolah dia bisa membeli apapun dengan uang yang dia miliki termasuk kota yang telah dibangun oleh Reiga.
“Dasar kampungan, kalau kau tidak bisa mendengar dengan baik maka ini ambil” kata Agnus yang melemparkan sekantung koin emas.
Melihat sekantung uang jatuh kehadapannya membuat Rael sangat marah dia merasakan kalau harga dirinya telah dihancurkan pada saat sekantong uang itu jatuh dihadapannya dia lalu memutuskan untuk memilih menghabisi mereka semua lalu melaporkan pada Reiga kalau ada penyusup yang masuk kedalam kota.
“Bagus juga nantik kalau dewa Reiga bertanya bilang saja ada serangan dari orang asing jadi aku melawan dengan cara membunuh mereka semua, ya bagus itu rencana yang sangat bagus” pikir Rael yang mengeluarkan aura membunuh.
“Haaah ada apa masih belum cukup juga haah, kalau begitu ini ambil lagi” kata Agnus yang melemparkan dua kantung koin emas lagi.
Melihat hal itu Rael langsung memegang pedangnya dan bersiap untuk memulai pembantaian namun ketika Rael ingin menyerang mereka Rial lalu datang menghampiri Rael dan menghentikan dirinya.
“Taak.., Oi kau mau ngapain” kata Rial yang menepuk pundak Rael.
Rial yang merupakan ras best ghoul serigala telah banyak membunuh musuh baik di medan perang maupun didalam kota dengan pengalamannya sebagai pemanah dan pembunuh dia dapat dengan jelas membaca situasi dan wajah seseorang dan instingnya terlatih mengetahui akan sebuah bahaya. Terutama Rial sudah bersama dengan Rael sejak lama bahkan sebelum mereka bergabung menyembah Reiga yang membuat Rial tahu apa saja tingkah dan pikiran dari Rael.
“Jangan ganggu aku akan habisi mereka” kata Rael lewat tatapan mata tampa berbicara dari mulut.
“Jangan mereka tamu, mau sebusuk apapun itu selama kita belum tahu tujuannya kita tidak boleh bertindak gegabah” kata Rial lewat balasan tatapan mata.
“GAK BOLEH….” Jawab Rial dengan tegas lewat tatapan matanya.
Mereka berdua diam sejenak saling berbicara lewat tatapan mata mereka yang membuat Agnus dan lainnya heran dengan tingkah laku mereka berdua.
“Apa-apaan ini, Woi ini novel cerita action petualangan bukan cerita romantis” teriak Agnus yang berteriak kearah Rael dan Rial.
Mendengar perkataan dari Agnus memuat Rael dan Rial sadar kalau mereka sudah saling tatapan dari tadi yang mana membuat mereka malu sendiri dan sedikit salah tingkah.
“Aheem…, mohon maaf tuan Agnus atas ketidak sopanan kami tadi, perkenalkan saya Rial yang bertanggung jawab untuk kota ini sementara waktu” kata Rial yang mencoba mengalihkan suasana.
“Ooooh begitu jadi kau ya yang mengurus kota ini, bagus kalau begitu Rial berterima kasihlah karena aku Agnus telah memperbolehkan dirimu untuk melayani diriku yang agung ini” kata Agnus dengan sombongnya.
“Ok ini orang mintak dipukul mukaknya” pikir Rial yang mulai kesal ketika mendengar Agnus berbicara.
Wajah Rael yang malas terlihat seperti seakan dia berbicara kalau Rial seharusnya membiarkan dirinya menghabisi orang sombong ini.
“Ha.ha.ha. mohon maaf tadi kayak mana aku gak ngerti” kata Rial yang tertawa dengan paksaan.
Sementara itu Reiga yang melihat situasi dari atas merasa kalau ada hal menarik terjadi dan karena itu dia memutuskan untuk melihat situasi terlebih dahulu lalu mulai bertindak. Semenjak mendapatkan emosinya kembali Reiga bertindak lebih tidak dewasa seperti seorang anak-anak yang bersuha menghibur dirinya sendiri dia melakukan apapun demi hiburan dan juga kalau dia marah emosinya tidak akan terkendali yang menjadi sebuah bahaya bagi dirinya.
“Hahahah... orang itu sangat menarik kata-katanya sangat sombong tetapi dia juga sangat berani masuk ketempat ini dan berbicara seperti itu ditempat asing, orang ini pasti sangat bodoh atau menyimpan suatu kartu keselamatan” kata Reiga yang melihat kalau Agnus terlihat seperti memberikan dirinya pertunjukan yang menarik.
“Baiklah akan kukatan biar jelas orang rendahan aku Agnus pangeran dari kerajaan Emas agung ingin membayar kalian semua para pengikut dewa Reiga sebagai pasukanku untuk mengambil alih tahta kerajaan” kata Agnus yang penuh percaya diri.
“Haaah... kau pikir kami bisa dengan mudah dibeli dengan uangmu itu” teriak Rael yang marah dengan tingkah Agnus.
“Haahahaha kalau begitu bagaimana jika aku membayar dengan ini” kata Agnus “Braaaakss” dia lalu mengeluarkan sebuah kotak peti yang tersegel didalma peti itu terasa sebuah energy aneh.
Reiga yang merasakan perasaan familiar terhadap energy itu langsung dengan cepat turun dia menggunakan wujud fisiknya. Rael dan Rial lalu terkejut melihat Reiga yang turun dari langit Reiga lalu langsung maju kedepan Agnus dan melihat isi dalam kotak itu sementara itu Agnus terdiam melihat Reiga karena sangat cepat gerakan dari Reiga.
“Ini tidak salah lagi, artefak kelas ilahi” kata Reiga sambil melihat isi dalam kotak tersebut.
Bersambung........
Berikan dukungan kalian semua dengan cara like, komen, Giff dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin bersemangat dan ceritanya semakin menarik lagi, OK....