
Ular hijau bertanduk lima atau bisa dikenal dengan mahluk mistik pangeran ular beracun adalah seekor mahluk mistik yang memmiliki kemampuan untuk menyerang secara diam-diam, dan lagi ular ini memiliki racun yang dapat dia kendalikan sesukannya dengan kelima tanduk dikepalanya. Kelima tanduk dikepalanya itu terlihat seperti sebuah mahkota dan karena dia adalah jenis ular terkuat kedua jenis ular ini biasanya selalu sering membunuh para dewa baru, dan menjadi bencana bagi wilayah disekitarnya karena racunnya yang sulit didapat penawarnya.
Ular hijau yang dihadapi Reiga saat ini adalah salah satu dari jenis ular tersebut namun ular ini belum masuk kedalam fase dewasa karena jika ular ini sudah dewasa maka akan ada 7 taduk dikepalanya, namun selama hidup mahluk mistik ular ini yang sudah berlangsung selama ratusan tahun mahluk ini sering sekali membunuh dewa-dewa yang berani memasuki hutan. Tidak terhitung sudah ada banyak korban yang terbunuh dan jadi makanannya, selama dia membunuh para dewa dia sama sekali tidak kesulitan karena dia memiliki skill panca indra yang membuat dia bisa merasakan energy lawannya, membuat dia dapat melihat kekuatan musuhnya dan memilih untuk membunuh yang lemah dan menghidari lawan yang kuat.
Dan sekarang ini dia berhasil menemukan seorang dewa yang baru naik dan dia yakin kalau tenaga dewa itu sudah terkuras untuk bisa naik kealam atas, namun dia tidak menduga kalau ada dewa yang bisa senekat Reiga yang dengan santainya memotong tangannya sendiri.
“Dia sangat gila…. Ssshhh…. Keinginan bertahan hidupnya sangat kuat sampai dia benari memotong tangannya sendiri” pikir ular itu yang tidak tahu kalau Reiga bisa menumbuhkan tangannya lagi dengan mudah.
Pada saat ular hijau bertanduk lima itu masih kaget dengan tindakan dari Reiga “Buusskk…” dengan cepat Reiga menendang tangan kirinya yang dia potong kearah ular hiaju tersebut.
“Sssshhh…. Crrraaauusstt…” dan bukannya menghindar ular itu malah melahap tangan kiri Reiga.
“Hehehe… ssshhhh…. Terimakasih atas cemilannya” kata ular hijau itu yang tersenyum kearah Reiga.
“Dasar bodoh, skill Crazy Docter : meledak” Reiga lalu menggunakan skillnya untuk membuat energy yang tersisa dalam tangan kirinya itu untuk meledak.
“BOOOMMMSSS….” Dengan cepat mulut ular hijau tersebut yang melahap tangan Reiga langsung berasap dan terluka parah akibat ledakan dari tangan kiri Reiga.
“AAAAAGGGKKK……” ular itu lalu menjerit kesakitan sambil membuka mulutnya yang terus mengeluarkan banyak darah.
“Sekarang kesempatanku” pikir Reiga.
Reiga yang melihat adanya sebuah kesempatan langsung melompat dengan cepat dia mengambil posisi untuk melancarkan serangan penghabisan kearah ular tersebut, dengan mengeluarkan aura pedangnya dia memenuhi white Nightmare dengan energy. Aura pedang adalah sebuah tehnik yang mana para pendekar pedang dapat kuasai dalam waktu puluhan sampai ratusan tahu tergantung bakat mereka, dan aura pedang memiliki beberapa tingkatan : yang pertama adalah memperkuat, dengan melapisi aura pada pedang maka pedang dapat menjadi lebih kuat dan tidak mudah untuk patah, yang kedua jarak dengan menggunakan aura pedang pedekar pedang dapat menyerang musuh dari berbagai jarak dengan menggunakan aura, yang ketiga getaran dengan membuat aura dari pedang untuk bergetar secara tipis maka akan membuat pedang menjadi setajam gergaji listrik dan menjadi puluhan kali lipat menjadi tajam, yang keempat kendali penuh dengan menggunakan aura pendekar pedang dapat mengendalikan pedangnya hanya mengguankan pikiran mereka, dan yang terakhir area dengan melebarkan aura pedang keseluruh area sekitar maka pendekar pedang dapat membunuh jutaan musuh yang memasuki areanya tampa menggerakan pedannya.
Dan sekarang ini Reiga adalah dewa tingkat raja yang medalami tehnik berpedang namun sampai sekarang ini dia hanya dapat mencapai tahap ketiga, itupun karena dia mendapat bantuan dari memegang pedang White Nightmare yang dulunya adalah milik dewa pedang Damaskus namun itu cukup untuk bisa menebas ratusan dewa tingkat tinggi dengan mudahnya.
“Pedang kematian tehnik ketiga : mekarnya mawar darah” dengan bulan malam diatasnya Reiga melancarkan tebasan pedangnya, aura yang dia gambar membentuk sebuah mawar merah seperti warna darah.
“Haaaahh…. Sialan nasip buruk apa yang kuterima, saat pertama datang kesini malah sial menemui mahluk mistik purba” kata Reiga yang meratapi nasipnya.
Dan malam itu Reiga memakan daging dan jiwa ular hijau bertanduk lima tersebut dia dengan santainya menyalakan api dan membakar dagin ular itu, bersamaan dengan dia memakannya tangan Reiga mulai tumbuh dengan cepat.
“Crauuss… nyamm… lumayan juga, daging ular ini memiliki energy yang melimpah dan juga aku mendapat informasi dari jiwanya itu” kata Reiga sambil melahap dagin ular hijau itu.
Dari jiwa ular tersebut Reiga mengetahui kalau disini kehidupannya hampir sama dengan alam bawah hanya saja energy disini sangat melimpah, dan daratan dialam atas ini lebih besar dibandingkan tujuh benua jika disatukan. Dan para petarung disini memiliki beberapa tingkatan dari petarung biasa, saint, setangah dewa, dan dewa tingkatan dewa disini juga berbeda-beda para dewa disini sama sekali tidak memiliki julukan hanya merekalah para dewa tingkat raja yang memasuki 100 terkuatlah yang akan mempunyai nama julukan seperti ketujuh dewa iblis agung.
Sementara itu mahluk mistik memiliki tingkatannya sendiri juga pertama mahluk mistik biasa, mahluk mistik tingkat raja, mahluk mistik tingkat saint, dan mahluk msitik tingkat dewa. Dari apa yang ada didalam jiwa ular tersebut dia sudah berada dialam raja dialam ini para mahluk mistik bisa berbicara bahasa formal dan dapat mempelajari skill dan sihir, mahluk mistik tingkat saint dapat mengubah bentuk tubuh mereka menjadi lebih mirip manusia dan terakhir mahluk mistik tingkat dewa adalah mereka yang telah mendapat kedewaan dan diterima oleh sistem mereka ini setara dengan para dewa raja yang memasuki daftar 100 terkuat.
“Crrraauusstt… nyaam… seratus terkuatkah menarik, sangat menarik” kata Reiga yang mulai tertarik dengan peringkat dewa yang ada dialam atas.
Reiga lalu menggunakan otoritas tanah hitamnya untuk menyimpan sisa mayat ular hjau tersebut namun dia sudah mencabut kelima tanduk yang ular itu punya dan menyimpannya kedalam ruang penyimpanannya, disaat Reiga naik kealam atas salah satu senjata pamungkasnya yaitu boneka mayat milik tidak dapat dia bawa kealam atas dan sekarang ini Reiga memutuskan untuk memburu beberapa mahluk mistik dihutan ini sambil mencari kota terdekat.
“Baiklah mari kita mulai perburuannya…” kata Reiga yang sudah kenyang dan berlari dengan cepat mencari para mahluk mistik untuk dia bunuh dan jadikan boneka mayatnya.
Tanpa ragu-ragu Reiga dengan ganasnya membantai para mahluk mistik yang ia temui didalam hutan “Boommss…. Crrraasstt…” sementara itu par mahluk mitik sama sekali tidak mengetahui siapa yang menyerang mereka, karena mereka mati dengan cepat tampa mengetahui siapa orang yang membunuh mereka daging ular hijau bertanduk lima tersebut sangat membantu Reiga tenaga dewa tingkat raja yang ada dalam tubuh Reiga perlahan-lahan dapat dia kuasai dengan cepat. Tetapi Reiga sama sekali tidak menyadari kalau perbuatannya itu sudah membangunkan seekor mahluk mistik yang sama sekali tidak bisa dia hadapi.
“Grrrr…. Ribut sekali diluar… menganggu tidurku saja…” kata seekor mahluk mistik yang berada dalam gua dari matanya bercahaya dan sangat besar dapat bahwa mahluk itu verukuran sangat besar.
Bersambung........
Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote ya, agar cerita dinovel ini semakin bagus dan update semakin cepat, Ok....