I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 62 Dewa kelas atas dewa jiwa gelap bagian 2



Setelah Reiga keluar dari tidur panjangnya dia kemudian menyadari kalau ada beberapa mahluk asing yang memiliki energy iblis sedang berusaha masuk kedalam pelindungnya. Reiga lalu menggunakan wujud fisiknya lalu terbang kearah tempat para satans yang ditugaskan menjaga raksasa Jotuun sesampainya disana Azazel langsung menghampiri dirinya.


 “Selamat datang kembali tuan” kata Azazel.


 “Azazel kau sudah melaksanakan tugas dengan baik untuk menjaga senjata terkuatku, tapi sekarang sudah waktunya untuk membiarkannya mengamuk” kata Reiga sambil melihat raksasa Jotuun yang terikat segel.


 “Maksud tuan anda ingin melepaskannya untuk melawan para iblis agung itu??” tanya Azazel.


 “Yah kau bisa bilang seperti itu tetapi lebih tepatnya aku ingin dia melawan monster raksasa bawahan para iblis agung, mereka cukup merepotkan karena tubuhnya yang besar” kata Reiga.


 “Baik kami akan buka pengekangnya” kata Azazel.


 Azazel lalu menggunakan darahnya untuk melepaskan pengekang yang ada ditubuh raksasa Jotuun pengekang itu terlihat seperti symbol-simbol yang tersambung menjadi satu dan mengikat seperti rantai sihir yang mengekang tubuh dan kesadaran raksasa Jotuun. Karena tidak adanya Reiga selama 10 tahun membuat para dewa yang lain khawatir akan mengamuknya raksasa Jotuun walaupun dia hanya memiliki sebagian kecil dari kesadarannya.


 Dan ketika segel dari raksasa Jotuun dilepaskan dia langsung mengenali Reiga yang merupakan penciptanya dihadapan Reiga dia menundukkan kepalanya seperti seorang bawahan yang melihat atasannya. Dia tunduk dan menghormati Reiga dengan sikapnya yang diam dan tenang.


 “Hmmm…, bagus kau bisa mengenaliku tadinya aku pikir aku harus menghajarmu beberapakali agar kau bisa jinak” kata Reiga.


 Dan seakan mengerti perkataan dari Reiga raksasa Jotuun langsung menggigil ketakutan ketika mendengar perkataan dari Reiga.


“Hahaha.. tidak perlu takut aku hanya bercanda saja, sekarang yang paling penting ikut aku kemedan perang ada beberapa monster raksasa yang harus kau buru untukku” kata Reiga yang mengisyaratkan monster paus di laut dekat pantai.


 Reiga lalu bersama dengan para satans dan juga raksasa Jotuun mereka pergi dengan cepat kesana namun para satans dan juga raksasa Jotuun tertinggal karena Reiga yang terbang dengan cepat dan ditengah perjalanan dia melihat salah satu ciptaannya Nabila yang sedang menuju arah tempat peperangan.


 Ketika melihat Nabila dibawah Reiga lalu turun menjumpai dirinya dan ketika Nabila melihat sosok Reiga yang sudah 10 tahun tidak dia lihat Nabila melompat kearahnya bagaikan seorang gadis yang sudah lama tidak melihat orang tuanya dia memeluk Reiga dengan erat. Reiga yang dulunya tidak bisa merasakan apa-apa karena emosinya disegela saat menjadi seorang dewa sekarang karena emosinya sudah dilepaskan dia mulai merasakan kehangatan dalam pelukannya seperti ada sesuatu yang menggelitik hatinya ketika Nabila memeluk tubuhnya.


 “Ini sudah cukup lama tidak kurasakan, perasaan cinta dan disanyangi oleh orang lain” pikir Reiga.


 “Tuan Nabila rindu, lama tidak jumpa, senang bertemu kembali” kata Nabila yang sudah lumayan lancer berbicara dengan normal walaupun masih sedikit tidak teratur kata-katanya.


 “Hahahaha…. Gadis kecilku kau sudah tumbuh dimana kau bisa berbicara dengan cukup bagus, dan juga aku merasakan ada peningkatan kekuatan yang sangat derastis dalam tubuhmu” kata Reiga yang melihat kekuatan Nabila melonjak tinggi.


 Selama masa perang Nabila terus membunuh dan melahap banya jiwa orang-orang yang menjadi lawannya. Nabila bahkan bisa melawan ratusan orang sendirian karena itu dia dikenal dengan oleh orang-orang sebagai kesatria mawar hitam ( seperti mawar yang indah namun memiliki duri yang beracun yang tumbug dengan melahap jiwa dan darah dari mangsa mereka ).


 “Tidak kusangka selama aku tertidur mereka semua sudah berkembang cukup pesat, sudah jadi dewasa dan dapat mandiri tidak membutuhkan pengawasan dariku lagi” pikir Reiga.


 Selain Lucy dan Nabila yang meningkat setiap kerajaan dan beberapa wilayah juga semakin maju baik dari segi ekonomi maupun teknologi sudah bisa menyaingi kerajaan besar di berbagai wilayah.


“Kalau begitu Nabila kecilkan tubuhmu agar aku bisa membawamu ikut denganku kemedan perang” kata Reiga.


 Nabila lalu mengecilkan tubuhnya menjadi ukuran anak berumur 5 tahun agar bisa mudah digendong oleh Reiga. Setelah itu Reiga dan Nabila pergi bersama terbang ketempat Lucy, Grizz dan dewa - dewi lainnya.


 Dengan cepat mereka pergi kesana setelah itu Reiga melihat kalau Lucy telah berhasil mengalahkan salah satu iblis agung dengan kekuatannya sendiri.


 “Hmmm.. dia juga sudah tumbuh semakin kuat, tapi apa itu tehnik beladiri yang dapat mengendalikan musuh..??, tidak hanya semakin kuat dia juga jadi semakin dewasa sekarang dia tidak hanya main pukul dan tending saja” pikir Reiga yang melihat energy Lucy yang kuat dan tehnik beladiri yang dia ciptakan.


 “Yooo…, empat serangga berani juga kalian berbuat macam-macam didaerah kekuasaanku” kata Reiga.


 “Reiga, sudah 10 tahun kau tertidur tapi lidahmu tetap tajam seperti biasa” kata Zepar yang mencabut pedangnya.


 “Hei kau juga sudah lama tidak jumpa tapi begini caramu memberi salam pada kawan lama, dengan membawa beberapa serangga kewilayahku untuk membuat onar disini” kata Reiga yang memancing emosi mereka berempat.


 Barbatos yang tidak tahan dengan ucapa Reiga langsung menyerangnya dengan tembakan panah dari crossbownya. Barbatos salah satu iblis agung yang merupakan seorang penembak agung yang dapat membunuh magsanya dalam jarak ribuan kilo meter


 Anak panah yang ditembakkan oleh Barbatos sangatlah cepat dia menggunakan banyak energy didalamnya agar panah itu bisa menembus kecepatan suara. Lalu ketika panah itu sudah cukup dekat dengan kepala Reiga “Traaaks..” dengan gampang Reiga menangkap anak panah itu dengan sebelah tangannya.


 “Hei... ini kukembalikan” kata Reiga sambil melampar kembali anak panah itu kearah Barbatos.


 Panah yang dilemparkan oleh Reiga sangat cepat dan kuat sehingga membuat Barbatos tidak dapat menghindari panah itu “Crooottsss…” dengan kekuatan panah itu membuat tubuh Barbatos tertembus dan membuat sebuah lubang besar di badannya.


 “Aaaagghhkkss….” Barbatos yang sudah tertembus badannya itu dengan kekuatannya dia mencoba menutup kembali lukanya, walaupun dia kehilangan banyak darah tetapi dia bisa menghindari kematian.


 “Lumayan..” kata Reiga.


 “Kau jadi lebih kuat yah..” kata Zepar dia langsung maju menyerang Reiga dari depan.


 “Otoritas tanah hitam, Skill Crazy Docter : boneka mayat kelas bawah : Bone Weapon ( pedang )” Reiga lalu memanggil boneka mayat lalu diaubah menjadi sebuah pedang.


 “Traaaanggsss….traaanggsss…… traaanggsss…..” Kedua pedang mereka saling  berbenturang beberapakali Zepar yang dengan buas terus menyerang kearah Reiga. Namun Reiga yang dengan santainya menangkis setiap serangan dari Zepar.


 “Jangan kira cuman dia saja lawanmu, skill Demon Flame : fire storm” Amon lalu menyerang Reiga dari sampig ketika dia sedang berhadapan dengan Zepar. Dia menghembuskan api dari mulutnya api yang keluar sangat besar sehingga membuat Zepar, Lucy dan Nabila langsung mundur.


 “Lumayan.., tapi masih terlalu lemah” kata Reiga yang sama sekali tidak terluka degan api dari Amon.


 “Tidak mungkin” kata Amon yang tidak percaya kalau apinya bukan hanya tidak melukai Reiga tetapi bahkan tidak bisa memberikan goresan apapun padanya.


 “Kraaatakk…” suara retakan muncul dari pedang Reiga.


 “Hmm.. pedang ini sudah tidak bisa bertahan lagi tapi ini cukup untuk menutup mulutmu yang bau itu, pedang kematian, tehnik ketiga : mekarnya mawar darah” dengan cepat Regia langsung menyerang Amon.


 Amon yang tidak bisa berbuat apa – apa karena keindahan dan kecepatan dari tehnik pedang Reiga hanya bisa diam dan tertebas “Sraaaasss…sraaaasss…, Kraaattaak…” bersamaan dengan tertebasnya Amon pedang yang dibuat Reiga dari boneka mayat patah dan hancur.


 “Aaaangghhksss….” Sementara itu Amon yang tertebas tepat disetiap bagian urat sarafnya jatuh dan pingsan, dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa karena seluruf motoriknya sudah ditebas oleh Reiga yang menyebabkan dia hanya bisa terbaring diam menunggu ajal dari Reiga.


 “Satu jatuh tiga lagi” kata Reiga yang melihat Zepar, Barbatos, dan Baal.


Bersambung......


berikan dukungan kalian jika kalian semua menyukai novel ini dengan cara like, komen, giff, dan vote novel ini agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik lagi. OK....