I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 166 Ira bagian 3



Sebelumnya Ira menyuruh para pasukannya untuk mundur saat menerima sebuah kabar, dan kabar yang mengejutkan itu adalah kota milik Ira wilayahnya telah diserang oleh para murid dan pasukan Reiga. Dengan menggunakan artefak teleportasi miliknya dan dengan cepat Diana bersama dengan para pasukan menyerang kota Ira yang kosong tersebut, menggunakan formasi sihir khusus tipe serangan mereka menghancurkan formasi penahan kota tersebut dengan kehancuran dari formasi penahan itu para pasukan Ira yang tersisa didalam kota menyerah dan menjatuhkan senjata mereka.


 “Nona Diana kami telah mengamankan para prajurit yang ada disini” kata prajurit milik Reiga.


 “Bagus bagi mereka yang menyerah kita akan ikat dan kurung mereka, dan bagi yang menyerang jangan beri ampun dan bunuh ditempat” kata Diana yang berdiri diatas mayat sepuluh orang yang berusaha menyerang dirinya.


 “Siap….” Kata prajurit tersebut yang kembali keklompoknya untuk melanjutkan pengepungan kota milik Ira.


 “Sekarang aku yakin dewa iblis Ira telah mengetahui kalau kotanya telah diserang, pasti dia akan segera mungkin untuk kembali” kata Diana yang menjalankan rencana sesuai perintah Reiga.


 Sebelumnya sesaat Ira datang menyerang ke wilayah milik Reiga dengan cepat Reiga memerintahkan beberapa pasukannya untuk membuat dua kelompok, kelompok pertama adalah mereka yang dipinpin oleh Diana untuk menyerbu kota Ira yang kosong tampa penjagaan dan kelompok kedua dipimpin oleh Riana bersama kelima pengawalnya yang merupakan mahluk mistik tingkat saint dia memiliki peran untuk mengurangi pasukan Ira saat mereka mundur kekota kembali kewilayah mereka.


 “Dengan begitu aku yakin pasukannya akan berkurang setengahnya, setelah itu saat mereka sampai di wilayah mereka hal itu sudah terlambat karena  kota mereka sudah aku kuasai, dan aku sangat yakin ketika Ira kehilangan wilayahnya kekuatannya akan melemah karena kekutan hukum didapatkan dari wilayah yang dijaga karena itu wialayah sangatlah penting bagi dewa raja terkuat” kata Reiga yang menjelaskan semua rencananya pada semua orang yang ada disana.


 “Baik aku mengerti rencananya, tapi aku ingin bertanya satu hal dulu bagaimana pendapat Lujuria dengan semua hal ini, bagaimanapun dia adalah saudaramukan” kata Diana yang bertanya pada Lujuria.


 “Hahahaha…. tidak masalah lagi pula kami hanya saudara dalam sebuah perjanjian dan tidak ada ikatan darah sama sekali, dan lagi kalau dia mati maka aku yakin akan banyak keuntungan yang akan kudapatkan” kata Lujuria yang mana tidak masalah kalau Ira terbunuh.


 “Haaaah…. Apa yang kau harapkan dari ibli semacam mereka” kata Reiga.


 Dan sekarang ini Reiga telah menyiapkan pasukan besar dibelakan pasukan milik Ira, pasukan tersebut terbuat dari mayat-mayat milik pasukan Ira yang mati dalam pertempuran, dengan menggunakan skill Crazy Docter miliknya dia mengutak atik mayat tersebut dan memperkuatnya setelah itu dia memasukan jiwa-jiwa hitam milik mereka jiwa-jiwa tersebut membuat boneka mayat tersebut semakin liar dan semakin kuat.


 “Jadi juga boneka mayat tingkat atas : prajurit pendendam, dengan mereka aku yakin dapat menghadapi Ira” kata Reiga, dan dengan satu gerakan tangannya dia memerintahkan semua pasukannya untuk mengejar pasukan milik Ira.


 “Grrraaah… Krraaahh…” bagaikan hewan buas mereka mengejar pasukan Ira dengan sangat cepat.


 “Hehehehehe…. Mereka aku sangat penasaran bagaimana wajah Ira saat melihat kalau kota miliknya sudah dikuasai” kat Zero dengan wajah yang menyeramkan.


 “Hmmm… kalau kau penasaran ikut pergi saja denganku” kata Reiga.


 Mereka lalu mengikuti pasukan Ira dari belakang untuk melihat penderitaan mereka semua, dan ditengah perjalanan dari pasukan Ira beberapa buah formasi sihir bertipe jebakan mulai bermunculan “Booommsshh… booommsshh…” meledak ditempat, hal itu membuat pasukan Ira bertebaran kemana-mana.


 “Cih…. mereka sudah menyiapkan jebakan rupanya” kata Ira dia lalu bergerak didepan dan dengan menggunakan goloknya dia menghancurkan jalan didepannya, tanah tersebbut terbakar begitu juga beberapa jebakan yang telah dipasang oleh pasukan Reiga.


 Mereka lalu berjalan lagi sampai setengah hari kemudian tampak terlihat jelas kalau pasukan Ira kelelahan karena jauhnya perjalanan, melihat pasukannya yang lelah Ira lalu menyuruh mereka untuk beristirahat karena dia tahu akan percuma kalau mereka semua tewas diperjalanan.


 Namun belum lama mereka beristirahat pasukan boneka mayat Reiga sudah mulai mengejar mereka dan menyerang dari segala arah, “Grrraaaaahhh….” Mereka menyerang dengan ganas karena dendam kuat dari jiwa jiwa gelap yang dimasukan oleh Reiga. “Crrraaasstt…. Trrraangggss…. Krrraaassnngg…. Srrraasstt…” mereka bertempur melawan pasukan mayat hidup yang mana diuntungkan karena hari yang gelap membuat para pasukan Ira kewalahan menghadapi musuh dalam kegelapan.


 “Sialan…. Maju kalian semua” kata Ira yang maju menyerang para boneka mayat, “Srraasstt… Crraassstt… Krrraasstt…” api digoloknya sangatlah kuat membuat kekuatan penghancuran yang cukup besar, dalam satu kali tebasan para boneka mayat terbakar menjadi abu dibuatnya.


 “Hmmm…. Kelihatannya dia dapat menangani gelombang kali ini, mari beri mereka waktu untuk istirahat” kata Reiga, dengan gerakan tangannya dirinya membawa mundur para boneka mayat yang ada dan lagi dengan otoritas tanah hitam miliknya dia membawa semua mayat yang terbunuh.


 “Haaah…. Haaahh…. Bagus semua ini sudah berakhir, kita selamat, untunglah aku masih hidup” kata para pasukan yang masih bertahan, dari jutaan pasukan hanya tersisa puluhan ribu dari mereka kebanyakan dari mereka terbunuh oleh api milik Reiga.


 Setelah dua jam beristirahat mereka kembali melanjutkan perjalanan dan didalam perjalanan kembali muncul beberapa jebakan sihir, “Srrraanngg… Krrraansss… Crrraass…” serangan jebakan mulai mengurangi jumlah pasukan yang dimiliki oleh Ira. Dan sekali lagi Ira menggunakan kekuatannya dia lalu mulai merasa kelelahan karena pertarungan jangka panjang, dan kekuatannya juga ikut menipis akibat wilayahnya telah diambil alih.


 “Akhirnya kita telah sampai…. KELUAR KALIAN MAHLUK-MAHLUK TENGIK, BERANINYA KALIAN MENDUDUKI KOTAKU AKAN KUBAKAR KALIAN SAMPAI JADI ABU” teriak Ira yang mana sudah marah, dengan cepat dia lalu melompat “Buummhh…” dan mengarahkan serangan kearah gerbang kota miliknya “Trrrrraaaasssskkkk….” Namun gerbang kota tersebut terlindungi oleh formasi pertahanan yang ada didalam kota tersebut.


 “PERCUMA SAJA….” Teriak seseorang yang berada diatas benteng pelindung kota tersebut.


 “Siapa kau wanita… beraninya kau menginjakkan kaki dikotaku” kata Ira yang mana melihat Diana dengan penuh amarah.


 “Hehehe… perkenalkan dewa kemarahan Ira, namaku Diana murid dari dewa kematian Reiga, aku datang kemari untuk mengklaim tempat ini atas nama dewa Reiga” kata Diana dengan wajah angkuh miliknya.


 “Grrrr….. Skill Dark Sun : Wrath Hand” dengan kekuatan api hitam yang mencampurkan api dan kegelapan didalamnya, kedua element tersebut bercampur aduk dan dilempar kearah kota tersebut.


 “Booossmmmhh…..” dengan tehnik miliknya Ira membuat kota tersebut terguncang dan formasi pelindung yang ada disana hampir hancur.


 “Gila.… padahal kekuatan dari formasi ini sangat kuat, bahkan meteorpun bisa ditangkis oleh formasi ini, tetapi dia hampir merusaknya hanya dengan satu tangan saja” pikir Diana yang mana merasakan panas dari api Ira, walaupun sudah terlindungi oleh penghalang Diana tetap merasakan kekuatan api yang diciptakan oleh Ira.


 “HEEEIII…. Apa kau sudah selesai menindas muridku, kenapa kau tidak menghadapi gurunya saja langsung??” tanya Reiga yang terbang dibelakang Ira.


 “REIGAAAA….” Ira yang melihat Reiga langsung melompat kearahnya dengan niat membunuh yang sangat besar, “TRRRAAANGGSSS…..” kedua pedangnya mulai beradu satu sama lain dan kedua energy besar mereka membuat guncangan yang kuat sampai membuat seluruh orang yang berada didekat sana akan jatuh pingsan jika energy mereka lemah.


Bersambung......


Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff dan Vote yah, Ok....