
Uang adalah suatu benda yang digunakan sebagai perantara untuk pertukaran yang mana menjadi tujuan berbagai orang berkerja keras. Dan juga merupakan lambang kekayaan seseorang. Diplanet Erras yang ditinggali Reiga terdapat uang yang berbentuk koin antar lain tembaga, emas, platinum, berlian, dan berlian hitam dari tembaga ke platinum merupakan bentuk koin sementara berlian dan berlian hitam memiliki bentuk persegi panjang yang tipis 1 koim emas setara 100 tembaga, 1 platinum setara 100 koin emas, 1 keping berlian setara 100 koin emas dan lalu 1 keping berlian hitam setara 1.000 keping berlian. Karena itu biasanya hanya anggota kerajaan yang memiliki beberapa keeping berlian hitam karena jumlahnya hanya ada ratusan. Sementara itu dinegara Republic Terian disana adalah tempat dimana pusat perdagangan karena tempat itu memiliki teknologi sihir yang cukup unik sehingga banyak pedagang atau bangsawan asing jauh-jauh dari benua lain untuk mengunjungi tempat itu dan dihari itu datanglah beberapa pedagang asing yang datang kenegara tersebut dan karena pedagang itu dilindungi oleh negara tersebut jadi mereka bisa bebas keluar masuk asalkan barang yang mereka bawa bukanlah barang-barang illegal.
“Oooooh kalian pedagang baru ya??, kalau bisa tau kalian semua berasal dari mana??” kata salah satu penjaga yang melihat ada pedagang yang ingin masuk kedalam kota.
“Hmm kami bersal dari kerajaan Matahari hitam” kata salah satu pedagang yang menggunakan tudung.
“Eeeeh Matahari hitam, maaf aku baru pertama kali mendengar nama negara itu” kata penjaga itu.
“Hahaha tidak apa-apa kerajaan itu baru terbentuk beberapa bulan yang lalu kok” kata pedagang itu.
“Oooh kerajaan baru kalau boleh tahu di benua mana itu???” tanya pedagang itu dengan antusias.
“Hmmm tepat bersebelahan dengan negara kalian kok” kata pedagang itu sambil membuka tudung nya.
Ketika tudungnya telah dibuka terlihat lah wajah wanita cantik dengan rambut silver dan mata kemerahan yang membuat penjaga itu terpukau sehingga melupakan kata-katanya barusan.
“Nona Lucy kita sudah bisa masuk” kata salah satu orang yang menemani Lucy.
“Ok…, permisi” kata Lucy.
“Aaah iya……, eeeh tunggu sebentar disebelahkan itu kerajaan Sila dan dia barusan bilang kalau itu kerajaan Matahari hitam yang baru terbentukkan????????” pikir penjaga itu yang heran.
“Ternyata cukup mudah juga untuk masuk kesini ya..” kata Lucy yang melihat disekitarnya.
Tempat itu adalah tempat yang damai dan tentram karena disana keamanan terjamin dan banya warga hidup dengan nyaman. Tetapi itu jika kau memiliki uang maka kau bisa hidup dengan nyaman jika tidak maka kau hanya bisa menunggu kematian tidak bisa apa-apa begitulah sisi hitam dan putih di negara itu.
“Negara ini ternyata memiliki kesenjangan hidup yang telihat jelas” kata Lucy sambil menggunakan persepsinya untuk melihat gang-gan kotor tempat tinggal para orang tidak mampu.
“Nona jadi apa mereka bisa kita manfaatkan” kata orang yang menemani Lucy.
“Mereka bisa kita jadikan mata dan telinga kita, siapkan saja beberapa makanan untuk mereka” kata Lucy.
Lucy dikirim atas perintah Reiga untuk menjual beberapa bahan dari naga emas yang berupa tulang dan sisik naga. Disana Lucy ditemani 10 orang yang lain untuk mengawalnya walaupun itu semua tidak diperlukan tetapi bawaan yang mereka bawa memancing mata banyak orang yang membuat Reiga sedikit khawatir karena itulah 10 orang dikirim bersama Lucy untuk mengaman benda yang meraka bawa.
“Akhirnya sampai juga disini, ososiasi dewa perdagangan” kata Lucy sambil melihat gedung besar bertingkat.
Sebelum Reiga menyuruh Lucy untuk pergi kenegara Terian dia telah menghubungi dewa pedagangan Borus untuk membahas tentang bahan dari naga emas yang akan dia jual padanya dengan syarat dia harus membantu kelompok Reiga untuk bisa masuk kedalam pasar negara Terian.
“Selamat datang tuan-tuan dan nona-nona selamat datang diasosia dewa perdagangan, perkenalkan saya Alfa kalau boleh tahu ada tujuan apa kalian semua datang kemari” kata orang yang datang menyambut mereka.
“Katakan pada pemimpin tempat ini rombongan dewa Reiga telah datang membaw barang yang dijanjikan” kata Lucy.
“Kalo begitu silahkan tunggu sebentar saya akan menyampaikan pesan anda” kata Alfa yang berlari masuk kedalam gedung asosiasi.
Setelah mendengar perintah dari Lucy lima orang dari pengawalnya langsung pergi dari sana mereka menyebar kesegala penjuru tempat itu untuk mencari berbagai informasi dari mendengar rumor dipasar ataupun membayar pengemins dijalan untuk menjadi mata dan telinga mereka. Setelah beberapa menit berlalu seorang pria gendut keluar dari geduan asosiasi dan menghampiri Lucy.
“Ooooh Nona Lucy mohon maaf atas keterlambatanku untuk menjumpai anda perkenalkan aku Brutus pemimpin asosiasi dewa pedagang di tempat ini” kata pria gendut itu yang memperlihatkan senyum yang cukup menjijikan.
“Tidak perlu basa-basi lagi mana bayarannnya” kata Lucy dengan wajah dingin setelah melihat bentukan dari Brutus.
“Oooh tentu saja tapi bisa saya melihat bahan mentah itu dulu” kata Brutus.
“Silahkan” kata Lucy.
Setelah gerobak itu dibuka dan dikeluarkan isinya ada 50 sisik naga emas dan 3 tulang rusuk naga emas. Melihat barang-barang berharga itu Brutus langsung meneteskan air liurnya dan matanya memancarkan aura keserakahan. Lucy yang jijik melihat itu langsung agak menjauh dari Brutus.
“Kau sudah melihatnyakan sekarang cepat berikan benda itu” kata Lucy.
“Oooo maaf mataku terkesima melihat keindahan ini, pelayan bawa benda itu kemari” kata Brutus.
Seorang pelayanpun tiba sambil membawa 2 buah perkamen dan satu kantung yang cantik. Lucy membuka kedau perkamen itu yang ternya satunya merupakan surat ijin khusus yang mengijinkan adanya perdagangan ditempat ini dan satunyaa lagi adalah surat untuk sebuah bangunan besar agar mereka bisa membuka usaha disana.
“Keduanya sesuai yang dijanjikan.., tetapi aku tidak ingat akan ini” kata Lucy sambil menunjukkan isi dari kantung cantik itu yang berisikan 100 koin platinum didalamnya.
“Hehehehehehe… anggap saja itu tanda terimakasih pribadi dariku, jadi kalau ada barang seperti ini lagi tolong jual kepada kami” kata Brutus.
“Orang ini benar-benar pembisnis yang cukup licik jika aku tidak menerima hadiahnya itu sama saja kalau aku menghina asosiasi dewa pedagang dan itu adalah sebuah masalah besar karena kami baru disini jadi kami membutuhkan bantuan mereka tapi jika aku menerima hadiahnya itu artinya aku berhutang budi padanya dan tentu saja yang dia harapkan itu adalah bahan mentah dari naga, mengesankan” pikir Lucy.
“Jadi bagaimana aku harap nona tidak menolak hadiahku ini” kata Brutus.
“Ok akan kuterima tetapi jangan terlalu berharap karena dewa kami itu cukup kejam pada orang-orang yang berani macam-macam padanya.
“Hehehehe akan kuingat itu, selamat jalan” kata Brutus sambil menundukkan kepalanya.
Lucypun pergi meninggalkan tempat itu. Bersamaan dengan itu Brutus langsung melompat kegirangan setelah melihat lagi bahan mentah dari mayat naga emas yang dibawa Lucy.
“SEMUANYA DENGARKAN AKU HUBUNGI PARA BANGSAWAN DAN ORANG-ORANG KAYA DISEKITAR KATAKAN PADA MEREKA AKAN ADA LELANG BESAR DISINI, dan juga ingat akan satu hal kalian harus menghormati mereka yang datang barusan hormati mereka sama seperti memberikan hormat pada raja jika tidak kalian akan menerima akibatnya paham” kata Brutus yang memerintahkan seluruh bawahannya.
Dihari itu seluruh orang dari asosiasi pedagang cabang negara Terian berlarian kesana kemari sakin sibuknya untuk membuat undangan dan juga menyiapkan pelelangan.
“MARI KITA HASILKAN BANYAK UANG HAHAHAHAHA….” Kata Brutus dengan tawa dan senyum yang menjijikan.
“Eeuuuh mejijikan sekali” hal yang sama dipikirkan oleh seluruh orang yang melihat tawa Brutus barusan.
Bersambung..............