
Alam atas, Surga, Istana langit, Kerajaan dewa, dan banyak lagi yang diberikan nama terhadap alam atas. Planet No. 0039 Erras terdapat sebuah alam atas yang dipisahkan dari alam bawah tempat tinggal Reiga sekarang alam tersebut dibatasi oleh dimensi kekacauan yang mana hanya ketika kenaikan seorang dewa tingkat raja diakan sistem akan memberikan energy luar biasa kepadanya dan dengan energy itu dia dapat melewati dimensi kekacauan dan naik tingkat ke alam dewa tingkat raja.
Tetapi tidak semua dewa yang naik ketingkat dewa raja biasa naik kealam atas karena dimensi kekacauan yang terdapat energy distorsi ruang dan waktu yang sangat kuat membuat hampir seluruh dewa yang berusaha naik ketingkat raja hancur disana dan ketika mereka terjebak disana para dewa akan terkena hukuman tidur selama 100 tahun. Bagi para dewa disana itu sama saja dengan kematian.
“Dengan ini aku bisa agak tenang, agar kejadian dengan Damaskus tidak terulang lagi aku harus memperkuat diriku sebelum bisa naik ketingkat dewa kelas tinggi” kata Reiga yang sedang mencoba memperbaiki artefak dari ketiga dewa.
Setelah dikalahkan oleh Reiga artefak dari ketiga dewa tersebut diambil oleh Reiga dan dia berikan pada para dewa bawahannya. Grizz mendapatkan armor darah pendosa, dewa tombak mendapatkan tombak penusuk cahaya, dan dewi pembunuh mendapatkan kalung krista merah sementara sisanya sedang Reiga usahakan untuk dia rombak karena sebagian memiliki element yang tidak cocok dengannya.
Lalu pada saat Reiga yang sedang sibuk mengotak-atik artefak ketiga dewa.
“Buummmzzzz……..” langit bergetar keras seakan ingin rubuh dan kota tempat Reiga berada lalu langit yang tadinya cerah berubah mendung dalam seketika.
Petir begerumuh hujan dan angin badai datang dengan kuatnya para warga yang melihat kejadian panik dan berlarian kesana kemari.
“Haaaah…, lari-lari…, langit akan runtuh…., kiamat akan datang….,” kata para warga yang panic dengan kejadian itu.
Energy cahaya yang mencekam kuat tersa diseluruh tubuh Reiga membuatnya merinding dan keringat dingin.
“Apa ini.., perasaan ini seakan seperti dunia sedang mengancamku” pikir Reiga yang heran.
Reiga lalu keluar dengan tubuh fananya dia melihat langit seakan dia sedang berusaha mengancam seseorang. Dan sementara itu langit mendekam dan awan hitam merapat disekitar tempat Reiga melayang.
“SIAPA KAU, KELUAR DAN HADAPI AKU..” teriak Reiga dari atas langit.
“Ping..ping..ping.. 100.000.000 GP point telah dibayarkan, celah alam atas akan terbuka” kata sistem yang tiba-tiba muncuk dikepala Reiga.
“Apa alam atas ???” kata Reiga yang terkejut karena dia tahu kalau cuman dewa tingkat raja dan para saintnya yang tinggal disana.
“KRAAAATAAAASKKHH….” Langit tiba-tiba retak lubang retakkan hitam kecil kemudian muncul.
Reiga yang merasakan perasaan buruk kemudian bersiap dengan pedangnya diabahkan menggunakan artefak miliki dewi Foria yaitu keristal kekuatan yang dia gunakan untuk menabahkan kekuatan dari pelindung benua miliknya.
“Ping..ping…ping dewa tingkat raja dewa hakim surgawi Albius akan mengirimkan hukuman terhadap dewa tanah hitam Reiga” kata sistem yang muncul di kepala Reiga.
“Cih jadi ini maksud dari Guila, tentu saja keadilan, hukuman, dan pengampunan semua itu ditentukan oleh hakim yang akan memutuskan nasib dari tersangka penjahat, dia berusaha untuk mengadiliku ya” kata Reiga yang menyadari pemilik kekuatan tersebut.
“Grruuuuduuuurrr…grrruuuuduuuurr…” Guntur bermunculan cahaya kilat biru itu kemudian puluhan kali jatuh tepat diposisi tempat Reiga berdiri.
“Hahahaha… menarik kalau itu memang maumu, BERIKAN SEMUA YANG KAU PUNYA” teriak Reiga dengan penuh percaya diri.
“Ping..ping..ping dewa Albius merasa marah menambah 500.000.000 GP, membuka celah lebih besar” peringatan sistem lalu muncul dikepala Reiga.
“Lucy, Raiya, Leon, pastikan untuk mengungsikan seluruh warga dari tempatku berdiri, pastikan tidak ada wargaku yang dijarak 1 km dariku” kata Reiga lewat telepati.
Langit hitam mulai terbelah seakan dipotong oleh seseorang lalu petir ungu muncul.
“Grrrrdurrr…..grrrrrrdurrrrrrr…..” petir ungu itu muncul dengan memunculkan suara yang sangat kuat Reiga yang melihat petir itu langsung bersiap untuk serangan besar.
Dengan kekuatannya Reiga lalu mengambil seluruh darah tersebut dan mengumpulkannya pada satu tempat dipedangnya. Sementara itu petir ungu tadi juga menarik petir-petir yang lainnya dan dari langit yang terbelah itu petir ungu membentuk sebuah pedang petir raksasa.
Pedang petir ungu tersebut mengarahkan ujungnya pada Reiga lalu dengan cepat jatuh tepat dimana
Reiga terbang.
“Skill energy yin hitam ( perkuat + kekuatan + kecepatan + dominasi + kegilaan + kegelapan + kematian )” dengan pedang yang dilapisi oleh sungai darah dan ditambah kekuatan dari energy yin hitam membuat darah yang ada disekelilingnya berubah menjadi bewarna hitam pekat.
Reiga yang tampak takut langsung maju menghadapi pedang petir ungu tersebut dia maju dan mengacungkan pedangnya.
“Pedang kematian tehnik ketiga : mekarnya mawar darah : kebun hitam mawar darah” dan dengan kecepatan pedangnya dia melukis ratusan mawar dengan pedangnya yang dibalut dengan tinta darah hitam.
Kejadian itu menerangi langit bahkan sampai terlihat di benua-benua lainnya orang-orang yang melihat hal tersebut hanya bisa terkejut dan ketakutan. Tetapi didalam hati mereka itu adalah fenomena terindah yang pernah mereka lihat.
Cahaya petir keunguan berbentuk pedang yang sedang menyerang ratusan mawar hitam dilangit yang mendung dimana tidak ada hujan menciptakan sebuah lukisan indah namun juga mengerikan.
Sementara itu Reiga yang terus menerus menebas dan menggambar mawar hitam telah mencapai batasnya kulit ditubuhnya perlahan-lahan mulai mengupas sedikit demi sedikit.
“Skill Corpse Eater” Reiga lalu mencoba memulihkan dirinya dengan skillnya tetapi.
“Ping…ping…ping skill tidak bisa digunakan, hukuman petir telah membatasi skill yang dimiliki dewa tanah mayat Reiga, beberap skill akan disegel untuk sementara” pemberitahuan sistem yang muncul dikepala Reiga.
“Sialan…, kalau begitu lanjutkan sampai mati” kata Reiga yang telah bertekat tidak akan menyerah.
Dan ketikan Reiga menggambar mawar hitam yang keseratus.
“KRAAKTAK…..TRAAANGSSS…” White Night satu-satunya artefak kelas ilahai yang dimiliki Reiga patah.
Bersamaan dengan patahnya White Night sisa dari pedang petir tersebut lalu dengan ganas menyambar Reiga. Tetapi dengan sisa kekuatannya Reiga menggunakan pelindung benua dan memusatkan pelindung itu kearahnya. Walaupun sudah dilindungi tetapi petir tersebut tetap memberikan dampak serius padanya.
Lalu setelah beberapa detik petir ungu dan langit hitam kemudia menghilang meninggalkan Reiga yang terluka parah setengah badannya hancur terbakar dan juga tangan kanannya hancur bersama dengan pedang White Night. Reiga yang terluka parah kemudian jatuh dari langit dan tubuhnya perlahan-lahan mulai menghilang.
“Ping…ping…ping… kerusakan dari hukuman petri telah diterima, memulai proses pemulihan 100.000 GP akan diambil untuk memulai proses pemulihan, dewa tanah hitam Reiga akan menjalani tidur panjang selama beberapa tahun” kata sistem.
“Sialan…” pikir Reiga yang kesal.
“Retakan surge telah muncul, sisa dari energy kekacauan telah menyatu bersamaan dengan hukuman petir, tubuh dari dewa Reiga akan mendapatkan kenaikan tingkat, roh dewa Reiga telah mendapatkan nutrisi dari sisa energy dewa kelas raja, kenaikan tingkat akan dimulai ketika dewa Reiga terbangun dari tidurnya” pemberitahuan sistem muncul kembali.
“Berikutnya……aku……..tidak……akan…..kalah” pikir Reiga yang lalu mulai terlelap dalam tidur panjang pemulihannya.
Bersambung......
tolong berikan like dan komennya ya agar penulis semakin rajin dan ceritanya semakin menarik
dan juga vote untuk mendukung novel ini untuk semakin lebih baik lagi Ok...