I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 25 Perang saudara bagian 2



Keesokan harinya dimana para tetua naga seharusnya berkumpul sementara tetua naga yang lain telah berkumpul diruang diskusi Goldra tidak hadir dalam ruangan itu yang membuat banyak orang bertanya-tanya. Dalam silsilah klan naga raja menjadi yang teretas dikarenakan kekuatannya yang tidak dapat ditandingi oleh naga yang lain Darkken telah menjadi raja pertama hingga sekarang karena belum ada yang dapat menyaingin kekuatannya. Peraturan raja adalah muklak begitulah kata di dalam klan naga sementar apa yang telah dilakukan Goldra telah melanggar perintah raja naga yang sama artinya menghina raja naga tersebut.


 “Dimana Goldra” kata Darkken sambil mengeluarkan aura hitam pekat.


 “Tenang tuan aku akan cari dia sekarang” kata Dragnil.


 “TIDAK PERLU MENCARIKU” teriak Goldra.


 Goldra yang datang keruangan itu sambil menghancurkan pintu masuknya dan juga melemparkan tebasan angin tepat kearah Darkken. Tetapi sesuai dengan gelarnya raja naga Darkken dia dengan mudah menepis serangan dari Goldra menggunakan satu jari.


 “Apa maksud dari perbuatanmu Goldra” kata Darkken.


 “Kakek tua kau sudah memimpin klan ini cukup lama, sudah waktunya kita klan naga membutuhkan seorang pemimpin baru yang muda dan pemberani baukannya seorang yang tua dan penakut seperti dirimu” kata Goldra.


 Ucapan kasar yang keluar dari mulut Goldra semua itu dikarenakan pisau emosi pemberian dari Zepar yang telah meracuni pikirannya membuat dia menjadi lebih kasar dan kejam. Kata-kata dari Goldra membuat Darkken naik darah dan mengeluarkan aura hitam besar dalam sekejab grafitasi diruangan itu naik 50 kali lipat.


“Goldra cukup basa-basimu katakana saja apa maksudmu yang sebenarnya” kata Darkken. Semua tetua yang ada disana merasakan tekanan yang kuata dari ucapan Darkken membuat mereka takut.


 “Haaah yang kumaksud adalah aku menantangmu untuk kursi raja naga” kata Goldra yang tidak merasakan intimidasi Darkken.


 Mendengar ucapan dari Goldra membuat semua tetua yang ada disana terkejut karena naga emas biasanya dianggap yang paling lemah diantara naga yang lainnya.


 “Goldra jaga ucapanmu apa yang kau maksud tadi mau menantang raja haaah, kau sama sekali tidak pantas” kata tetua naga ungu Guryuu.


 Mendengar ucapan yang secara tidak langsung merendahkan dirinya membuat Goldra langsung melemparkan


serangan pedang angin kearah Guryuu. Kekuatan serangan Goldra sangat kuat juga cepat angin yang berwarna emas itu bercampur aduk dengan aura iblis dari pisau emosi yang membuat kekuatannya puluhan kali lipat lebih kuat dari seranganya Goldra yang biasa. Serangan itu membuat Guryuu langsung terluka parah walaupun dia sudah berusaha untuk menahan serangan dari pedang angin itu dia tidak bisa menahan kuatnya energy iblis yang dikeluarkan.


 “Aagghkk…. sialan kau Goldra bagaimana mungkin naga emas rendahan sepertimu bisa memiliki kekuatan sekuat itu” kata Guryuu yang terluka parah akibat serangan Goldra.


 Semua yang ada disana terkejut dengan kekuatan yang dikeluarkan Goldra terutama raja naga Darkken dia langsung menyadari bahwa kekuatan Goldra itu hampir menyamai kekuatannya.


 “Dari mana anak ini mendapatkan kekuatan sekuat itu” pikir Darkken.


 “Haah jika aku rendahan maka kau yang kalah oleh seranganku itu adalah sampah” kata Goldra.


 “CUKUP GOLDRA.., jika kau ingin benar-benar mati maka kita kearena sekarang” kata Darkken.


Darkkenpun pergi langsung kearena diikuti oleh para tetua yang lainnya. Arena darah naga adalah tempat dimana para naga menyelesaikan perselisihan diantara mereka jika para naga berselisih tentang suatu hal atau masalah dan muncul perbedaan pendapat maka jika mereka ingin mencapai penyelesaian maka mereka akan bertarung didalam arena tersebut. Dalam arena itu memiliki suatu aturan yang diman pemenang dapat memutuskan nasib dari yang kalah baik itu kematian atau pengampunan yang didapatkan oleh pihak yang kalah pihak luar tidak diperbolehkan untuk ikut campur masalah diarena. Sementara itu berita tentang Goldra yang menantang raja


naga yang sekarang Darkken telah tersebar dan diketahui oleh seluruh anggota klan naga yang membuat mereka semua berkumpul disana untuk menyaksikan pertarungan antara Goldra melawan Dakken. Tidak lama kemudian dari kedua sisi munculah Darkken dan Goldra disana meraka telah bersiap dan telah memakai perlengkapan terbaik mereka baik itu armor maupun senjata.


 Darkken mengunakan armor hitam yang dilengkapi dengan jubah bewarna putih. Armor yang dia kenakan terbilang biasa tetapi di armor itu terukir seokor naga yang dikendarai oleh kesatria menggunakan tombak merah besar.


 “Orang tua kau terlalu santai” kata Goldra.


 Goldra sendiri menggunakan armor emas hitam yang berbentuk sisik yang merupakan armor yang dia buat menggunakan sisiknya sendiri dan diperkuat dengan harta yang lainnya tidak seperti armor Darkken yang simple armor Goldra terbilang megah dan berkilauan.


 “Haaah jadi itu ya armor meteor hitam ( armor meteor hitam salah satu dari pusaka yang diberika langsung oleh dewa Ares sebelum dia meninggal kepada tunggangannya naga hitam yang juga merupakan naga pertama yang dia ciptakan. Armor ini memilki kekuatan untuk membalikan 30% serangan lawan yang sudah termasuk tingkat Legenda )” pikier Goldra.


 “Karena kau telah cukup berani menantangku akan kuberi kau kesempatan untuk menyerang lebih dulu, ayo maju” kata Darkken.


 “Baik jika itu yang kau inginkan, skill golden wind : pedang topan + skill blood dragon ( skill ras naga yang dimana hanya naga tingkat tinggi yang bisa menguasainya. Dengan skill ini kekuatan fisik para naga akan dilipat gandakan dan skill lainnya akan diperkuat ) mati kau” kata Goldra yang mengaptifkan skillnya.


 Dengan skill golden wind dia melapisi pisau emosi dengan angi keemasan yang dapat memanjangkan jangkauan


pisau tersebut dimana pisau itu hanya berukuran 40 cm mencapai panjang 60 cm. Dan dengan blood dragon fisiknya di perkuat dan dia langsung maju menerjang Darkken. Tetapi dengan mudah Darkken menangkis serangan dari Goldra dengan tongkatnya Goldra yang marah karena seranganya gagal mulai menyerang Darkken secara liar.


 “Hmmm kau sepertinya punya senjata yang menarik” kata Darkken sambil menangkis setiap serangan Goldra.


“Cihh kalau begitu bagaimana dengan ini skill golden wind : tebasan pembelah awan” Goldra yang mundur kemudian mengaptifkan skillnya dari jarak jauh.


 Serangan jarak jauh itu merupakan kemampuan yang dia dapatkan dari mengumpulkan angin dipisaunya dan kemudian dipadatkan sehingga menjadi bisa dilemparkan dan memiliki jangkauan yang cukup jauh.


“Skill Darknest : kekosongan” Darkken kemudian mengaptifkan skillnya untuk menangkis serangan dari Goldra.


 Serang pisau jarak jauh dari Goldra dilahap menggunakan skill yang digunakan Darkken dia menciptakan kegelapan di telapak tangannya yang membuat dia bisa menetralisir segala serangan yang merupakan serangan jarak jauh. Element kegelapan yang dia gunakan dikumpulkan didalam tangannya element itu kegelapa itu sangat kuat karena dapat menetralisir segala element. Sementara itu para anggota klan naga emas yang lain mengendap-endap diantara para penonton seakan merencanakan sesuatu.


 “Hebat juga kau orang tua mari kita lanjutkan golden wind : langkah badai” Goldra kemudian mengumpulkan angin disekitar kakinya.


 Angin-angin itu berkumpul seperti seperti bola yang siap meledak kapanpun ketika kaki nya. Bola-bola itu berkumpul dan meledak memberikan suara kuat dan dorongan sehingga membuat dia dapat bergerak dalam kecepatan suara. Goldra dengan kecepatan suara langsung menyerang Darkken tetapi raja naga Darkken yang telah memiliki ribuan tahun pengalaman dengan intingnya tangannya bergerak sendiri menangkis serangan dari Goldra “Sraaaashh” tetapi Darkken sedikit terlambat dan bahunya terluka tergores akibat serangan dari pisau emosi.


 “Hohoho lumayan juga kau” kata Darkken sambil menunjukkan senyum yang menyeramkan.


 “Kau belum melihat semuanya kakek tua, sebentar lagi ketika mereka selesai kau akan mati disini” pikir


Goldra yang merencanakan rencana jahatnya.


Bersambung.........


tolong beri like dan komennya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin bagus