
Reiga yang telah mendapatkan pesan dari sistem langsung mulai menyerang dengan liarnya, “Srraannggss… Trraannggsss… Krraassstt….” Dirinya sekarang ini tidak perduli lagi terhadap nyawa dari Cronos yang telah diambil alih tubuhnya, “Crraasstt…” setiap serangan pedang yang Reiga berikan langsung mengarah kesetiap titik-titik vital dari naga monster darah tersebut.
“Grrrr…. Sialan dia tidak ragu-ragu lagi, apa sebenarnya yang terjadi barusan” pikir naga monster darah yang berusaha untuk menahan serangan dari pedang Reiga.
“Pedang kematian, tehnik kedua : tusukan penghancur” dengan satu buah tusukan kuat dari jarak beberapa meter, “Krrraakksss…” Reiga dengan mudahnya menghancurkan sisik armor dari naga monster darah tersebut.
“Buussshh….” Sang naga monster darah bahkan berusaha untuk mundur dan melarikan diri dari dekat Reiga, karena dia tahu kalau dirinya tidak bisa mengalahkan tampa menggunakan sebuah trik.
Namun dengan cepat Reiga juga mengejarnya menggunakan sayap phoenix iblis miliknya, dia bahkan menjadi dua kali lebih cepat dan menembus kecepatan cahaya “Boommsshhh…” dan ketika dia berhenti didepan naga monster darah ledakan kecil dari suara dia berhenti mulai terdengar, semua itu karena kecepatan gerak Reiga yang sangat cepat. “Srrasstt…. Buusskk…” menggunakan pedangnya Reiga berusaha menyerang sang naga monster darah tersebut, melawan menggunakan pukulannya sang naga monster darah membuat Reiga mundur beberapa langkah.
“Pedang kematian, tehnik ketiga : mekarnya mawar kematian” lalu serangan pedang milik Reiga langsung menebas tubuh naga monster darah tersebut, “Crrasstt… Srraasstt… Trraasstt…” pedangnya membuat beberapa tubuh dari naga monster darah tersebut langsung terpotong-potong menjadi kepingan kecil.
“Grrrrr…… aku harus menjaga jarak” pikir naga monster darah tersebut, “Wuusshhh…” menggunakan sayapnya sang naga monster darah mengorbankan sayapnya untuk ditebas oleh Reiga, dia menutupi tubuhnya menggunakan sayap miliknya dan kabur setelah melepaskan kedua sayapnya.
“Hmmm… dia masih punya banyak trik, namun ini belum cukup, kalau aku mau membunuhnya aku harus terus memaksanya sampai dia mengeluarkan benda itu” pikir Reiga.
Dengan kecepatan penuh sambil memakan bulatan-bulatan jantung darah naga monster darah berusaha untuk memulihkan dirinya, bahkan setelah memakan bulatan jantung itu sang naga monster darah tidak bisa memulihkan dirinya, itu semua dikarenakan oleh kekuatan dari hukum kematian milik Reiga yang membuat beberapa sel ditubuhnya mati. Kematian dari sel-sel itu mengganggu sistem regenerasi tubuh dari naga monster darah tersebut “Crrasstt…” dirinya bahkan sampai harus memakan bagian tubuh yang tercepar kekuatan hukum Reiga untuk membantu kecepatan regenerasinya.
“Grrrr… kalau seperti ini terus tampaknya aku harus bertaruh nyawa untuk melawannya” pikir naga monster darah tersebut.
Namun disaat dia tidak fokus tiba-tiba saja Reiga sudah ada didepan dirinya, dan menggunakan pedangnya Reiga menyerang kearah naga monster darah tersebut “Trraanggss….” Namun seranganya ditangkis menggunakan ketiga artefak yang dimiliki oleh Cronos, walaupun dia tidak bisa menggunakannya sebagai pedang tetapi naga monster darah tersebut dapat menggunakan ketiga artefak tersebut sebagai alat pertahanan.
“Kau kalah sekarang….” Kata Reiga yang tiba-tiba tersenyum dengan tindakan Cronos buat.
“Trraanggss… Srraannggss… Crraannggss…” Reiga memainkan pedangnya dan membuat sang naga monster darah tersebut menjatuhkan ketiga artefak tersebut, dirinya bahkan tidak sadar kalau yang selama ini diincar oleh Reiga adalah ketiga artefak yang dia simpan, “Buuusshh…” dengan kecepatan penuh Reiga langsung dengan sigap menggapai ketiga artefak tersebut.
“Akhirnya aku mendapatkannya, Hahahaha…. bagus sekarang mari kita akhiri pertarungan ini” kata Reiga, ketiga artefak milik Cronos langsung beresonansi dengan Reiga dan melayang disekitar dirinya.
“Sialan……. Jadi selama ini dia mengincar ketiga artefak ini, kali ini aku akan tamat” pikir naga monster darah tersebut.
Energy hukum kematian yang mana menyelimuti tubuh Reiga langsung mengalir kearah pedang milik Reiga, dan ketiga artefak lainnya langsung terbang dan mengecil masuk kedalam energy kematian yang mana membesar tersebut, hukum kehidupan lalu juga ikut ambil alih dan mulai membentuk sebuah sabit raksasa yang mana membuat semua orang merinding jika melihatnya. Sabit itu berbeda dari sebelumnya karena ada tiga buah jarum-jarum kecil yang terbang dibelakang mata sabit tersebut, dengan kekuatan dari sabit itu Reiga lalu mengayunkannya kearah naga monster darah dan “Buusssshhh… Crrrasssstt……” energy pedang yang terbentuk dari kekuatan hukum kematian dan kehidupan memotong habis tangan dari naga monster darah tersebut, “Crrraassttt….” Tangan naga monster darah yang terpotong itu lalu hancur menjadi abu setelah terkena serangan dari aura pedang milik Reiga.
“Aaaaaaggggkkk….. Grrrr….” Naga monster darah yang melihat hal itu langsung tahu kalau dirinya tidak akan bisa selamat jika melawan serangan barusan, dan dirinya juga yakin kalau dia pasti akan mati jika dia mencoba untuk kabur.
“Kenapa…. Apa kau ingin kabur, akan kuberikan kau waktu beberapa detik untuk bisa lari” kata Reiga yang mana sedang mengejek naga monster darah tersebut.
“Grrrr…. Melarikan diri kau bilang, Hahahaha…. lebih baik aku mati bersamamu dari pada lari dan mendapatkan malu” kata naga monster darah tersebut.
Dia langsung berubah menjadi raksasa yang mana setinggi 5 meter dengan sisik merah besar yang mana menutupi tubuhnya bagaikan armor, “Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt…” tangannya juga bertambah banyak menjadi enam tangan dengan keenam senjata dimasing-masing tangannya. “Ssshhhhhh….” Asap merah kehitaman lalu mentupi tubuhnya dan mata-mata kuning yang mana sangatlah banyak keluar dan muncul dari kepala miliknya, melihat monster tersebut Reiga hanya tersenyum karena melihat sebuah target besar untuk mencoba kekuatan baru yang dia miliki.
“RROOOAARRR….” Naga monster darah tersebut lalu mengamuk dan langsung menyerang kearah Reiga.
“Buusshh… Wuusshh… Wuusshh… Wuusshh…” Reiga lalu langsung menghindari serangan-serangan kuat dari sang naga monster darah tersebut, setiap serangan yang dilancarkan mengandung kekuatan hukum darah monster yang sangat beracun, “Buusshh… Wuusshh… Fuusshh….” Namun setiap serangan tersebut dapat dihindari Reiga dengan mudahnya bahkan dirinya tidak perlu melihat setiap serangan yang dilancarkan oleh sang naga monster darah tersebut.
“Gaaaahh…. Kenapa kau terus menghindari, mati-mati-mati saja kau mahluk kecil” katan naga monster darah tersebut.
“Hmmm… kau sudah selesai berbicaranya” kata Reiga yang dengan cepat tiba-tiba sudah berada dihadapan wajah sang naga monster darah tersebut.
“Buuusskkk…” dengan satu tendangan kuat Reiga lalu membuat naga monster darah tersebut terhempas, dan ketika dia sudah berjarak dari Reiga “SShhhhh….” Reiga lalu mengumpulkan energy hukum yang sangat kuat untuk dan menajamkan energy hukum tersebut menjadi sebuah bilah pedang yang tajam. “Srraaanggssss….” Dan dengan kekuatan pedang yang sangat kuat Reiga melemparkan energy pedang tersebut, “Crrraasssttt…..” dan bagaikan tahu sang naga monster darah terpotong menjadi dua, lalu sebuah energy hukum waktu yang mana sangat kuat tiba-tiba saja muncul dari kekuatan energy pedang milik Reiga dan kekuatan hukum waktu itu mengaptifkan sebuah skill.
“Caaakkk…. Caaakkk…. Caaakkk….” Kemudian tubuh dari Cronos yang telah diambil alih oleh naga monster darah diputar ulang, dengan kekuatan dari hukum waktu tubuhnya diputar kembali kekeadaan sebelum naga monster dara mengambil alih tubuhnya. “Drraaahh….” Cronos dan sesosok cacing merah kecil lalu terhempas dari sana, melihat hal itu Reiga langsung pergi kearah Cronos dan memberikan energy hukum kehidupan pada dirinya.
“Tidak kusangka aku akan diselamatkan oleh dirimu” kata Cronos.
“Aku sudah membayar hutangku” kata Reiga, yang mengingatkan pada Cronos tentang alat untuk pergi kealam bawah.
“Hahahhaha… aku sepertinya beruntung membuat kau berhutang padaku, tapi kelihatannya kau masih perlu membersihkan hama itu” kata Cronos yang mana melihat tubuh asli dari naga monster darah yang mana terlihat seperti cacing merah kecil tak berdaya.
Bersambung……