
Dibenua kekuasaan 72 iblis yang sekarang ini sudah jatuh ketangan para mahluk pelahap darah, dan ditengah pembantaian tersebut terdapat sebuah telur yang mana menghisap banyak sekali nyawa mahluk-mahluk hidup baik itu dewa ataupun orang-orang biasa, dia akan memakan mereka semua demi bisa menetas dialam bawah. Sementara para pelahap darah yang lainnya yang mana memakan seluruh bawahan ke 72 iblis agung, telur merah besar yang mana menyerap banyak kehidupan itu tersebut mulai retak “Krraak… Trraakk… Krraanggss….” Dan kemudian dari dalam telur itu sesosok manusia dengan kulit merah pucat dengan beberapa sisik merah keras ditubuhnya mengeluarkan aura hukum darah monster yang sangat kuat, dan ketika dia membuka matanya para pelahap darah yang ada disekitar sana langsung berkumpul didekatnya mereka seperti melihat pemimpin diantara mereka semua.
“Gaaaahh…. Akhirnya aku bisa terlahir lagi” kata mahluk pelahap darah tersebut yang mana dari mulutnya keluar aura kuat dari hukum darah monster.
Dia lalu mengangkat tangan miliknya dan menunjuk salah satu pelahap darah raksasa yang ada didekatnya, “Crraaakk… Crraaakk… Crraaakk…” dan dengan sendiri pelahap darah raksasa tersebut langsung berubah mengeliat dan mengecil, pelahap darah raksasa tersebut langsung berubah menjadi segengam jantung “Duk-duk… Duk-duk… Duk-duk…” dia lalu mengambil jantung tersebut dengan tangannya dan “Crrraasstt…. Crraauusstt… Crraauusstt… Crraauusstt… Glluuppss…” dia lalu memakan jantung tersebut dengan lahapnya.
“Haaaahh….lumayan juga, paling tidak ini lebih kuat dari tubuh rusak yang sebelumnya, berikutnya Nabila dewa seribu wujud akan aku balas perbuatanmu saat membunuhku waktu itu” kata mahluk pelahap darah tersebut, dia rupanya adalah mahluk pertama yang datang kealam bawah dan dengan menggunakan pelahap darah yang lainnya dia merengkarnasikan dirinya sendiri agar bisa melanjutkan misinya dan membalas dendam terhadap Nabila.
Sementara itu disisi lain Nabila yang sedang berada di wilayah kuil Azazel sedang beristirahat dan melihat para satans membereskan kekacauan sehabis pertarungan barusan, banyak dari mereka yang terluka akibat serangan dari para mahluk pelahap darah tersebut lalu banyak juga yang mati dan beberapa yang korban terwas itu kehilangan mayat mereka karena dilahap oleh para pelahap darah.
“Hmmm… aneh kenapa aku merasakan dingin dibelakang leherku, apa ada yang punya dendam denganku yah” kata Nabila yang mana merasakan kebencia pelahap darah tersebut.
“Nona Nabila bagaimana dengan luka-lukamu, apa kau baik-baik saja” kata Raiya yang mana memegang perutnya yang terdapat bercak darah.
“Seharusnya kau lihat dirimu sendiri sebelum mengkhawatirkan orang lain” kata Nabila yang mana melihat Raiya yang penuh dengan luka-luka ditubuhnya.
“Hahahaha…. aku sama sekali tidak apa-apa, aku telah menggunakan botol obat darah tuan Reiga untuk menyembuhkan tubuhku” kata Raiya.
“Ooohh… begitu” kata Nabila dengan ekspresi datar diwajahnya.
“Boomsshh….” Lalu tiba-tiba muncul entah dari mana Lucy yang berada dipundak raksasa Jotuun datang dan membuat keributan disana, kemunculan tiba-tiba dari raksasa Jotuun membuat para satans panik karena serangan yang sebelumnya.
“Semuanya tenang itu adalah salah satu dari rekan kita, Nona Lucy dan raksasa Jotuun” kata Azazel yang berusaha menenangkan para satans yang sedang panik tersebut.
“Yooo… masih hidupkah kalian semua” kata Lucy yang langsung lompat turun dari pundak raksasa Jotuun.
“Buusshh…” dia dengan sengaja mendarat didekat Nabila agar dia terkena abu asap dari lompatan miliknya.
“Oii… nenek otak otot, apa maksudmu ini kau cari masalahkau” kata Nabila yang mana kepalanya dipenuhi debu pasir.
“Heee… kenapa kau marah, seharusnya kau berterimakasih karena aku sudah menutupi wajah jelekmu itu dengan debu” kata Lucy yang mengejek Nabila.
“Hohohoh… jelekkah itu masih lebih baik dari pada otak otot yang tidak bisa apa-apa, dan hanya tau pukul sana pukul sini” kata Nabila yang membalas ejekan Lucy.
“Hahahaha… sudah-sudah kalian berdua, kita ini sedang berada disituasi gawat” kata Raiya yang mana berusaha untuk melerai mereka berdua.
Mendengar perkataan Raiya kedua wanita itu langsung tenang dan diam ditempat mereka, Raiya yang mana berani menengahi mereka berdua sebenarnya ketakutan dan bahkan kakinya sedikit bergetar begitu dia berbicara tadi. Jika misalnya keduanya tetap bertengkar dan tidak dipisahkan oleh Raiya maka keduanya akan membuat daerah disana lebih hancur lagi.
“Haaah… aku selamat” pikir Raiya yang bersyukur melihat kedua wanita ini mendengarkan perkataannya.
“Aku maafkan kau sekarang tetapi tidak ada lain kali, nenek tua” kata Nabila.
“Mungkin sebaiknya aku pasang lagi formasi pertahanan kuilku” kata Azazel yang melihat kedua aura gadis-gadis dewa tersebut keluar dengan ganasnya.
“Baiklah sudah cukup main-mainnya, aku kemari untuk menyampaikan kabar penting” kata Lucy.
“Kabar apa itu nona Lucy” tanya Raiya.
“Benua kekuasaan 72 iblis agung telah hancur, dan para iblis agung sudah mati dimakan oleh para mahluk-mahluk aneh yang rakus ini, bahkan menara 7 dosa milik mereka juga ikut dihancurkan” kata Lucy.
“Situasinya ternyata sampai seperti itu, kurasa kita beruntung karena mereka sedang memfokuskan pasukan mereka pada 72 iblis saat menyerang kita tadi” kata Azazel.
“Kita harus menyiapkan rencana agar bisa bertahan dengan gelombang serangan selanjutnya, dan melihat kemampuan mereka memperbanyak diri ada kemungkinan kalau pasukan mereka berjulah jutaan mahluk” kata Raiya.
“Hehehehe…. kalau itu kau tidak usah khawatir, aku dapat kabar dari alam atas kalau tuan Reiga akan segera datang kemari, jadi yang harus kita lakukan adalah bertahan untuk sekuat tenaga” kata Lucy, dia dengan bangganya menyampaikan kabar tersebut.
“Kenapa tuan Reiga menghubungimu dan tidak menghubungiku” kata Nabila dengan wajah cemberut miliknya.
“Hmm… mungkin dia tidak terlalu suka mendengar suara jelekmu itu” kata Lucy.
“Crrraanngss…” mendengar ucapan dari Lucy barusah dengan cepat Nabila mengubah tangan kanannya menjadi seperti sebilah pedang tipis yang tajam.
“Ok… cukup kau mati sekarang” kata Nabila dengan aura membunuh yang kuat keluar dari dalam tubuhnya.
“Tidak usah terlalu cemburu seperti itu mungkin saja tuan Reiga punya banyak hal yang harus dipersiapkan untuk bisa turun kebawah, dan karena itulah dia hanya bisa menghubungi satu orang” kata Raiya yang mana mencoba untuk menenangkan Nabila yang penuh dengan keinginan untuk membunuh.
Sementara mereka berempat sedang bersantai karena telah berhasil mempertahannya wilayah mereka, disisi lainnya dialam atas tepatnya disebuah gunung tertinggi disana tempat dimana Cronos memperhatikan dunia dari atas disana terdapat sebuah segel besar yang mana sudah bocor dan mengeluarkan asap mereka.
“Kau pikir bisa keluar” kata Cronos yang mana melihat beberapa asap hitam dari dala segel tersebut berubah bentuk dan berusaha untuk menyerang Cronos.
“Crraannggss….” Dengan cepat tampa bisa dilihat oleh mata asap tersebut langsung terpotong-potong begitu saja oleh dirinya.
“Hahahaaha…. Cronos sampai kapan kau bisa bertahan, sebentar lagi tubuhku akan selesai untuk mengumpulkan kekuatan dan sebentar lagi aku akan segera keluar dari sini, jadi mengapa tidak menyerah saja dan biarkan aku memakan tubuhmu” kata sesosok mahluk yang mana disegel ditempat tersebut.
“Memang benar kalau segelmu akan segera terbuka, tetapi janga harap kalau kau akan cepat keluar dari sini selama aku masih hidup akan kubuatkau menderita seperti dineraka” kata Cronos yang mana telah bertekad untuk menjaga mahluk tersebut dengan nyawa miliknya.
“Hahahaha…. akan aku tunggu wajah seriusmu itu berubah menjadi wajah penuh dengan keputusasaan” kata mahluk yang disegel disana.
Bersambung…….
Ayo semuanya kalau kalian suka dengan cerita yang ada didalam novel ini tolong Like, Komen, Giff dan Vote yah, agar novelnya tetap lanjut dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok.....