I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 127 Bersiap untuk pergi bagian 2



Dewa api hitam tidak seperti dewa-dewa fraksi hitam yang lainnya dibenua ini dia adalah dewa yang hanya perduli dengan kekuatan, dengan wilayah yang dihuni oleh hampir seluruhnya adalah ras demon yang gila akan pertarungan. Dewa api hitam membuat sebuah peraturan yang mana setiap masalah akan diselesaikan dengan duel yang kalah akan mematuhi pemenang dan yang menang berhak melakukan apapun pada yang kalah termasuk membunuh ditempat, dan setiap tahunnya akan diadakan kompetisi yang mana akan menentukan pemimpin dari kuilnya yang akan menjadi saintnya.


 Didalam kompetisi itu setiap peserta diperbolehkan menggunakan senjata apapun dan pemenang dapat ditentukan dengan cara kematian yang kalah, dengan kematian dari yang kalah akan menguatkan dewa api hitam yang mana darah pejuan akan menjadi tumbalnya. Bagi dewa api hitam darah dari para pejuang pemberani yang kuat adalah nutrisi tingkat tinggi yang membuatnya bisa menjadi sekuat sekarang.


 “Hahahahaha…. bagus-bagus kakek tulang itu akhirnya sudah mati, dengan begini aku bisa bertarung dengan Reiga secara leluasa” kata dewa api hitam yang mendapatkan informasi dari pengikutnya.


 Dia sudah menunggu pertarungan yang menarik dengan berhadapan melawan Reiga, namun harapannya tidak akan tersampaikan karena dia tidak tahu kalau diantara salah satu bawahannya sudah menyamar Nabila menggunakan kemampuan merubah bentuk miliknya. Nabila dengan santainya berjalan-jalan didalam kuil dewa api hitam yang mana terdapat banyak orang ras demons berlatih didalam sana, dengan tujuan untuk membuat banyak pertarung dewa api hitam membangun tempat latihan didalam kuilnya dan berjanji akan memberikan sebagian kecil kekuatannya pada mereka yang memiliki bakat yang luar biasa.


 Dan didalam sana dengan santai Nabila menggunakan seragam pasukan dewa api hitam bergerak kesana kemari ditempat latihan tersebut.


 “Hmmm… hmmm… banyak jiwa-jiwa kuat disini, selamat makan” kata Nabila.


 Dia lalu berjalan ketempat bagian dalam kuil seiring dengan langkahnya para petarung yang ada disana berjatuhan satu demi satu, mereka jatuh dan mati karena pada saat mereka berada didekat Nabila dia dengan mudahnya merebut jiwa-jiwa mereka.


 Sementara itu dewa api hitam mulai merasakan perasaan tidak nyaman.


 “Ada apa ini, aku merasakan aura kematian yang kuat didalam kuilku” kata dewa api hitam yang sedang berdiri didepan perbatasan wilayah menunggu kehadiran Reiga.


 Merasa tidak nyaman dia lalu langsung pergi kembali kekuilnya meninggalkan ratusan orang perajurit pengikutnya, dia terbang dengan cepat kembali kewilayahnya disana dia  disambut oleh para penduduk dan para pengikutnya. Walaupun dewa api hitam kasar tetapi dia sama sekali tidak menyentuh penduduknya yang tidak bersalah, karena itulah banyak warga yang menyukai dirinya.


 Dan pada saat dia sampai didepan kuilnya dia terkejut melihat kalau para penjaga kuilnya telah mati tampa ada luka ditubuhnya.


 “Tidak ada bekas luka ataupun darah sedikitpun, tetapi bisa dilihat kalau mereka sudah tewas, kelihatannya jiwa mereka telah dihancurkan ini akan merepotkan” pikir dewa api hitam yang melihat mayat para pengikutnya.


 Dan disaat dia membuka gerbang kuilnya dia melihat ratusan mayat para petarung yang sedang berlatih tergeletak dimana-mana, dengan kondisi yang sama dimana terbunuh dengan cara menghancurkan jiwa mereka.


 “SIALAN SIAPA YANG BERANI MASUK TAMPA IJIN KEDALAM KUILKU” teriak dewa api hitam yang marah.


 Mendengarkan teriakan tersebut Nabila langsung sadar dan berlari dengan cepat mencari inti kuil milik dewa api hitam, dia berlari kesana kemari melihat disegala tempat namun kesusahan untuk menemukan intinya. Dan disaat dia sedang berlari dia melihat sebuah obor yang nampak berbeda dari yang lain, obor itu menyalakan sebuah api


hitam yang mana dijaga oleh formasi pertahanan yang menolak orang asing untuk masuk.


 “Ketemu…” kata Nabila dengan senangnya.


 Ketika Nabila berusaha untuk masuk kedalam formasi untuk mengambil obor tersebut “Buusssh…. Brrrrzz....” Sebuah sengatan listrik mulai muncul dan menghempaskan dirinya jauh sehingga menghantam tembok. Sementara itu dewa api hitam mulai merasakan kalau ada yang berusahan untuk memasuki formasi pelingdung yang dia buat, dengan cepat dia bergerak langsung menuju arah Nabila.


 Terluka parah karena formasi pelindung tersebut membuat Nabila tidak bisa berbuat banyak, dia lalu mengingat kembali rencana yang dia terima dari Reiga.


 Sehari sebelum Nabila menyerang wilayah dewa api hitam.


 “Nabila ingatlah kalau kau sudah berhasil menyusup kedalam kuilnya pastikan kau langsung mencari inti dewa miliknya, tetapi jika ada suatu kendala disana langsung mundur jangan ragu sedikitpun” kata Reiga dengan wajah serius.


 “Gak mau…. Aku mau naik juga…. Jadi haarus bunuh dewa satu” kata Nabila dengan wajah cemberutnya yang imut.


 “BOOMSSHH….”  Gerbang tempat ruangan dimana dewa api hitam menyimpan inti dewanya meledak, dewa api hitam dengan amarahnya menghancurkan apa saja yang ada didepannya.


 “Ketemu kau tikus kecil, akan kubuat kau merasakan akibat karena berani masuk tampa ijin kedalam kuilku” kata dewa api hitam yang mana ditangan kanannya terkumpul aura kegelapan yang kuat tercampur dengan aura element api membuat sebuah api hitam yang pekat.


 Dan disaat Nabila sedang terdesak dia berusaha memanggil Reiga namun luka yang disebabkan oleh foramsi pelindung milik dewa api hitam sangat kuat, formasi itu membaut dirinya hampir kehilangan sebagian besar kemampuan motoriknya sehingga dia tidak bisa menggerakan kakinya ataupun mulutnya. Dan disaat dewa api hitam mendekatinya perlahan-lahan tiba-tiba, dewa api hitam mundur karena merasakan sebuah aura yang sangat berbahaya aura tersebut seperti sedang mengancam dirinya.


 Dari atas atap kuil dewa api hitam dia datang dengan cepat karena merasakan bahaya pada pengikutnya, Reiga dengan aura gelap yang mengancam seakan aura tersebut melambangkan amarahnya.


 “Kau sudah bekerja cukup bagus, biarkan aku membantumu sedikit” kata Reiga yang merasuki tubuh Nabila.


 Reiga lalu berubah menjadi butirang cahaya kecil yang merasuki tubuh Nabila, pada saat Reiga merasuki tubuhnya setiap luka-luka yang ada baik luka dalam maupun luka luar langsung disembuhkannya dengan sangat cepat.


 “Setiap luka ditubuhnya sudah sembuh, seperti yang diharapkan dari dewa tingkat atas” pikir dewa api hitam yang takjub melihat kemampuan Reiga.


 “Booossmm….” Dewa api hitam lalu mengambil kesempatan dan melemparkan bola apinya, dia bertujuan untuk membuat tubuh Nabila menjauh dari inti kuilnya agar dia bisa bertarung dengan tenaga penuh.


 “Aku dengar kau adalah dewa yang sangat menyukai pertarungan, kalau begitu kau akan kubuat kecewa karena yang akan terjadi sekarang bukanlah pertarungan tetapi pembantaian” kata Reiga yang merasaki tubuh Nabila.


 “Krrraasshh…. Crrraasss…” dengan kemampuan merubah bentuk tubuh milik Nabila, dengan cepat Reiga menciptakan senjata dari tulang tubuh Nabila sebuah senjata pedang tulang yang mana sangat tajam dan kuat. Kekuatan pedang itu setara dengan artefak tingkat sihir.


 “Hahahaha… pembantaian kau bilang, maju saja kalau kau bisa akan kubuat kau terbakar dengan api hitamku” kata dewa api hitam yang sudah besemangat untuk melawan Reiga.


 “Pedang kematian, tehnik ketiga : lahirnya mawar darah” dengan cepat dang gerakan yang indah Reiga menebas tubuh dewa api hita dengan cepat, dia menggambar sebuah mawar merah ditubuhnya dengan darah sebagai catnya dan pedang sebagai kuas.


 “Aaaaakkkhhhggg…. Srrraaass…. Crrraass… Srrraasss…. Crraasss….” Tubuh dewa api hitam lalu tercabik-cabik dan mengeluarkan banyak darah, seranga yang dilancarkan oleh Reiga sangat cepat sehingga membuat dirinya tidak bisa bereaksi sedikitpun dan hanya meninggalkan kematian baginya.


 “Sudah selesai…. Sekarang untuk inti dewanya kau bisa urus sendiri” kata Reiga yang lalu melepaskan dirinya dari tubuh Nabila.


 Setelah Reiga pergi dari tubuh Nabila formasi pelindung yang melindungi inti dewa api hitam lalu menghilang dikarenakan suplai energy dari dewa api hitam sudah terputus, dan Nabila yang melihat hal itu tidak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung menghancurkan inti dewa itu.


 Dengan cepat Nabila langsung naik ketingkat dewa hampir sama dengan yang dialami oleh Lucy dan Azazel, Nabila juga memilih untuk menjadi dewa fraksi hitam namun yang berbeda adalah dirinya pada saat naik ketingkat dewa dan berubah menjadi dewi dia tampa sengaja menyerap seluruh jiwa para penduduk kota yang dipimpin oleh dewa api hitam. Jiwa-jiwa mereka ditarik oleh sebuah rantai yang tak terhitung jumlahnya yang mana secara paksa memisahkan tubuh dari jiwa seluruh penduduk yang ada disana, baik itu laki-laki ataupun perempuan, anak-anak ataupun orang dewasa semuanya ditarik dan dilahap oleh dirinya.


 Dan setelah kenaikannya selesai Nabila lalu menyadari kalau seluruh penduduk yang ada disana telah tewas dan dirinya berubah menjadi dewi 100 wujud, dengan sebuah inti kuil yang mana berbentuk wajah puluhan wanita yang menyatu menjadi satu. Dengan begitu dalam fraksi Reiga sudah ada cukup banyak dewa/dewi yang bisa dia andalkan ketika dia pergi nanti.


 “Satu lagi sudah naik, tampaknya aku sudah bisa meninggalkan tempat ini untuk bisa naik lebih tinggi lagi” kata Reiga yang sedang melihat langit malam berbintang yang mana diatasnya terdapat sebuah penghalang dimensi yang kuat.


Bersambung.........


Tetap dukung ya novel ini dengan car Like, Komen, Giff, dan Vote agar ceritanya tetap lanjut dan semakin menarik lagi, Ok.....