
Mahluk mistik tingkat dewa ular kehancuran berkepala delapan Oroci adalah salah satu mahluk mistik yang ditakuti oleh para penduduk alam atas, karena kekuatannya menyamai dewa raja peringkat sepuluh keatas. Sudah banyak dewa raja yang menantang dirinya namun mereka semua mati dan berakhir menjadi nutrisi bagi Oroci, dan beberapa ratus tahun yang lalu demi memperluas wilayah kekuasaannya Oroci membawa seribu pasukan mahluk mistik untuk menguasai daerah-daerah sekitar.
Namun belum sampai memulai perjalanan Oroci bersama pasukannya dihadang oleh salah satu mahluk mistik tingkat dewa yang kekuatannya menyamai Oroci, dia adalah pemimpin klan Phoenix dengan dirinya membawa klannya untuk mencegah rencana penaklukan benuanya. Dan disanalah pertarungan yang mebakar daratan bahkan membunuh seluruh ekosistem dihutan tersebut terjadi, pertarungan dari kedua mahluk mistik tingkat dewa itu membuat 100 dewa raja terkuat panik dan mempersiapkan pasukan mereka.
Pertarungan tersebut terjadi selama seminggu penuh dan membuat daratan disekitar terbakar api dan awan racun dimana-mana, dan pada akhirnya meninggalkan hasil seri diantara mereka berdua membuat Oroci harus tertidur selama ratusan tahun untuk memulihkan lukannya. Sementara itu pemimpin klan Phoenix mundur bersama seluruh
klannya setelah itu klan Phoenix menghilangkan diri mereka dari keberadaan dunia.
Dan sekarang ini Oroci yang sedang tertidur telah terbangun karena tindakan Reiga yang mengamuk untuk memperkuat pasukan mayatnya.
“GRRRRR…… siapa yang berani membangunkan diriku” kata Oroci yang baru membuka matanya.
Oroci ular berkepala delapan yang tingginya sampai 50 meter dengan batu permata element yang berwarna berbeda-benda dikening kepala mereka, setelah dia bangun seluruh hutan tersebut berguncang seakan ada sebuah gempa yang terjadi dan gunung yang menjadi tempat dia tertidur runtuh karena Oroci sedang merenggangkan tubuhnya. Dengan adanya guncangan gempa tersebut membaut Reiga yang ada didalam disekitar
hutan langsung dapat merasakan aura dari Oroci, dirinya langsung dengan cepat melesat mencoba keluar dari hutan.
“Gila…. Aura itu sangat besar, jangan-jangan itu adalah mahluk mistik tingkat dewa Oroci ular berkepala sang pembawa bencana alam, aku mengetahui informasi ini dari memori jiwa ular hijau tanduk lima namun tidak kusangka akan semengerikan ini dirinya” kata Reiga yang berusaha sekuat tenaga menjauhi Oroci yang sudah terbangun.
Disisi lain Oroci yang sedang melihat-lihat sekitarnya langsung melilitkan tubuhnya sendiri dan membentuk sebuah bola, tubuhnya lalu menghitam dan berubah menjadi sebuah bola hitam raksasa “Brrummsss… brruummss… brruummss…” bola hitam itu lalu mengecil terus menerus sampai mencapai seukuran 10 meter. “Krraakk… Trraaanggss…” bola hitam itu lalu pecah dan dari sana keluarlah seorang pria berkulit putih kepucatan dengan beberapa kulitnya yang tertutupi sisik ular dan matanya dengan iris ular bewarna merah terang, Oroci yang berubah kewujud manusia yang tampan namun mengeluarkan aura membunuh yang kuat, auranya seakan dapat mecekik orang biasa yang ada disekitarnya.
“Hooaauumm…. Sudah berapa tahun aku tertidur” kata Oroci yang melihat langit yang cerah ditengah-tengah pegunungan yang hancur.
Dan dari balik bayangan hutan munculah seorang pria dengan sisik ular yang sedikit menutupi dirinya, ekor hijau panjang dan tujuh tanduk dikepalanya, pria itu lalu dengan hormat berlutut dihadapan Oroci.
“Oooohh… lihat siapa ini, kalau tidak salah kau pimpinan ular raksasa bertandukan, sudah naik kealam saint rupanya, tidak buruk dalam waktu ratusan tahun bisa mencapai tahap ini” kata Oroci yang dengan senyum diwajahnya.
“Ya tuan terimakasih atas pujian anda, saya kemari datang mewakili ras saya untuk menyambut diri anda” kata pria itu.
“Hmm… siapa namamu kalau tidak salah ingat, ooh iya Serva” kata Oroci yang berusaha mengingat nama bawahannya.
“Ya tuan saya Serva” kata Serva dengan wajah datar.
“Jadi Serva bisa kau katakan kepadaku, ada kejadian apa didalam hutan ini sampai-sampai membuatku bangun lebih awal” kata Oroci dengan senyum tetapi mengeluarkan aura yang sangat mencekam.
Serva yang melihat aura Oroci langsung berkeringat dingin merasakan uara dari Oroci, dalam keadaan itu Serva tahu kalau dia mengucapkan kata-kata yang membuat Oroci marah maka dirinya pasti akan mati dalam sekejap.
“Ada dewa tingkat raja yang memasuki hutan, dan tampaknya dirinya sedang memburu beberapa mahluk mistik rendahan didalam hutan” kata Serva yang berusaha untuk tidak menyinggung perasaan Oroci.
“Hmmm…. Kenapa kau tidak membunuhnya saja, aku yakin dengan kekuatanmu dewa raja biasa akan sangat mudah kau bunuh” kata Oroci yang penasaran.
“Dewa itu….., memiliki aura Phoenix kuno didalam tubuhnya” kata Serva yang sedikit takut.
“Apa…” dengan cepat tampa disadari oleh Serva tangan dari Oroci sudah mencekik dirinya.
“Aaagghhkk…. Tuan tolong tenangkan dirimu” kata Serva yang berusaha menenangkan Oroci.
“Booommsshh…” dengan santainya Oroci lalu melempar Serva sampai dia terhempas agak jauh.
“Aaaghkk… Uhuukk… uhuukk…” Serva yang tidak bisa melawan Oroci mendapatka luka yang cukup parah, beberapa tulangnya retak dalam sekali gerakan dari Oroci.
Dengan santainya Oroci lalu berjalan kearah Serva dengan langkah kaki yang aneh dan misterius Oroci lalu dengan cepat sampai kedepan Serva dia berdiri didepannya dan menatap Serva dengan tatapan yang tajam.
“Tuan… tunggu sebentar… orang itu memang memiliki aura Phoenix didalam tubuhnya tetapi dia bukanlah ras Phoenix..” kata Serva yang berusaha untuk bangkit.
“Hmmm… bukan dari klan Phoenix, cuman mereka yang telah membunuh Phoenix dan menyatu dengan darahnya
yang akan mendapatkan kekuatan regenerasi super yang menyamai kekuatan keabadian itulah yang dapat mengeluarkan aura mereka, dan karena kemampuan itu aku kesulitan menghadapi nenek busuk pimpinan klan Phoenix itu” kata Oroci yang marah mengingat pertarungannya dengan klan Phoenix dulu.
“Benar tuan tetapi yang anehnya lagi dia berasal dari ras yang sama sekali tidak saya ketahui, sepertinya dia adalah ras baru” kata Serva.
“Ras baru…, seperti apa sosoknya itu??” tanya Oroci.
“Dia memiliki kulit putih pucat seperti orang mati, rambut silver yang kehitaman, dan iris mata merah yang memperlihatkan tatapan orang mati diwajahnya” kata Serva yang menggambarkan perawakan dari Reiga.
“Hehehe… menarik dari perkataanmu saja aku bisa melihat kalau ini akan menjadi hal yang sangat menarik, perintahkan orang-orangmu yang pandai dalam bersembunyi untuk pergi ke kota terdekat cari orang itu dan awasi pergerakannya, aku merasa dia akan menjadi sebuah badai yang menghancurkan dunia yang membosankan ini” kata Oroci dengan senyum lebar diwajahnya.
“Baik tuan… saya akan segera pergi sekarang…” kata Serva yang langsung dengan cepat pergi dari hadapan Oroci.
“Hahahaha…. dewa tingkat raja kecil kau berani memiliki aura Phoenix dan mengacau di wilayahku, aku ingin melihat hal baru apa lagi yang akan kau perbuat” kata Oroci yang langsung pergi kearah pegunungan terdekat, dia bersiap untuk memperkuat kekuatannya seakan bersiap untuk perang.
Sementara itu Reiga yang sudah mengumpulkan puluhan mahluk mistik berlari dengan cepat dan pada akhirnya dia melihat sebuah kota, dan dikota tersebut banyak orang sedang mengantri untuk masuk kedalam kota melihat hal itu Reiga juga ikut mengantri disana. Dan dari apa yang dia lihat kalau seseorang ingin masuk kedalam kota tersebut maka mereka harus membayar sejumlah uang dan yang lebih mengejutkan lagi uang yang di pakai adalah GP ( God Point ), yang mana sangat berharga bagi dewa-dewi didunia bawah namun disini GP diperlakukan seperti uang biasa dan dengan mudahnya ditransfer oleh orang-orang yang bahkan bukan seorang dewa.
“Dunia atas memang luar biasa, aku merasakan kalau orang itu bukan dewa tetapi dia memiliki GP didalam
tubuhnya dan itu digunakan sebagai alat pertukaran, aku merasa seperti orang miskin sekarang ini” kata Reiga yang sedikit terkejut melihat GP yang dia kumpulkan dengan nyawa digunakan seperti uang koin biasa.
Dan disaat giliran Reiga untuk masuk kedalam kota seseorang yang sombong bersama beberapa bawahannya dengan santainya memotong barisan didepan Reiga, hal itu lalu membuat Reiga merasa terhina.
“Hei kau punya mata tidak…” kata Reiga yang marah.
“Haaah… siapa kau apa kau tidak tahu siapa aku…” kata orang sombong tersebut dengan beberapa orang pengawal dibelakangnya.
“Hmmm… dari pakaiannya sepertinya dia adalah orang yang mempunyai pengaruh bahkan penjaga saja tidak berkata apa-apa melihat dirinya memotong antrian barusan” pikir Reiga yang melihat penjaga kota bersikap seperti tidak peduli.
“Woi… kau dengar tidak ucapanku…” kata orang itu dengan wajahnya yang sombong.
“Memangnya kau siapa, maaf saja ya tapi aku sama sekali tidak kenal dengan orang yang mukanya seburuk dirimu” kata Reiga yang melihat wajahnya yang jelek.
“K… Ka… kau apa tadi… kau bilang buruk, asal kau tahu saja aku Rou putra dari dewa tingkat bawah yang merupakan murid dari dewa tingkat raja peringkat 98 dewa air hitam” kata Rou dengan wajah jeleknya yang bangga.
“Oooooh…. Lalu” kata Reiga yang tidak peduli.
“GRRR…… KALIAN SEMUA HABISI DIA, POTONG LIDAHNYA UNTUKKU” teriak Rou yang marah
“Haaah… satu lagi orang bodoh yang tidak tahu dunia” kata Reiga sambil mengepalkan tinjunya, dia merasa tidak perlu mengeluarkan White Nightmare untuk menghadapi pengawal Rou yang cuman ada ditingkat saint.
Bersambung......
Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Vote dan Giff ya, agar novel ini terus lanjut dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok....