I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 145 Badut gila bagian 2



Pengguna pedang adalah seorang pendekar yang mana melatih dirinya selama beabad-abad untuk mendapatkan kekuatan energy pedang, biasanya seseorang perlu waktu puluhan tahun untuk bisa menggunakan energy pedang tingkat pertama, untuk energy pedang tingakat kedua biasanya butuh ratusan tahun dan manusia yang telah mendapatkan kekuatan energy pedang tingkat kedua akan mendapatkan berkat dunia dan kembali muda sediakala. Sedangkan untuk energy pedang tingkat ketiga dan keempat pendekar itu wajib berada ditingkatan dewa tingkat menengah keatas kemudian untuk energy pedang tingkat kelima hanya beberapa puluh orang yang dapat menggunakannya, dan mereka semua adalah para dewa-dewi dari alam atas karena kekuatan yang besar dan sangat menghancurkan dari energy pedang tingkat kelima maka sistem dunia menaikkan semua orang dialam yang mana telah mencapai tingkat kelima tersebut naik kealam atas.


 Dan sekarang ini Reiga telah menggunakan energy pedang tingkat kelima miliknya untuk melawan sang dewa kegilaan Zero, dengan enegy pedang tingkat kelima yaitu area dia dapat menebas apapun yang ada didalam area miliknya baik itu manusia, hewan, demons, iblis, dewa, waktu, ruang, bahkan perasaan mahluk hidup dapat dia tebas dengan mudahnya.


 “Sekarang tebas dan hancurlah” kata Reiga yang mana tehnik gerakannya sangat indah.


 Dia menggerakan pedangnya dengan sangat anggun membuat Zero dan Diana yang melihat tehnik itu cuman terpaku diam karena terpesona olehnya, dan tampa mereka berdua sadari dimensi tempat mereka berada sudah tercabik-cabi oleh tehnik pedang milik Reiga tersebut.


 “Krrraattkk…. Trrraakktt…. Rrrraasssttkk…. Trrraakksstt… Prrraaanggsshh…” dan dalam hitungan detik ruangan dimensi tersebut hancur dan meledak, Reiga dengan cepat melompat untuk melindungi Diana dari ledakan dimensi milik Zero sedangkan sang dewa kegilaan Zero sendiri terkena langsung ledakan itu dan menghancurkan setengah tubuh miliknya.


 “Aaaanggggkkkhhhtt……” teriak Zero yang mana kehancuran dari artefak miliknya juga ikut melukai jiwa dewa miliknya.


 “Skill Crazy Docter + Soul Harvest + Energy yin hitam : ubah tangan menjadi kehitaman dan perkuat dengan jiwa-jiwa” Reiga lalu mengubah tangan kirinya untuk berubah menjadi sebuah perisai daging yang mana menutupi tubuh Reiga dan Diana.


 Setelah dimensi didalam artefak bendera milik Zero hancur Reiga dan Diana langsung keluar dengan sendirinya, mereka terhempas cukup jauh sampai dari kota milik Lujuria sampai kesebuah danau besar “Crrrraaasss…” mereka beruda yang dibalut didalam kepompong daging hitam yang terbuat dari tangan kiri milk Reiga tercebur kesungai tersebut.


 “Buuurrrsssshh….” Dan secara tiba-tiba seekor ikan raksasa berusaha melahap mereka, “Ssrrraassh…. Srrriinggss… Srrriinggss… Srrriinggss…” namun dengan cepat Reiga menebas ikan tersebut dan keluar dari dalam perutnya. Dengan membawa Diana yang pingsan akibat ledakan dimensi barusan Reiga naik ketepi sungai hanya dengan satu tangannya.


 Sementara itu Zero yang mana sudah terluka sangat parah karena artefak kelasa bencana miliknya telah dirusak oleh Reiga terkena dampak dari rusaknya artefak tersebut, jiwa dewa yang dia tanam dalam artefak itu ikut juga rusak karena tebasan pedang Reiga yang mana juga ikut menebas jiwanya.


 Dan ditengah kesulitan dirinya berusaha untuk memulihkan diri disaat itulah dari semak-semak “krrsssakk… krrrssaakk…” muncul seekor mahluk mistik tingkat saint yang mana bekerja dibawah Oroci, mahluk tersebut adalah jelmaan dari singa bertanduk merah dirinya yang melihat dewa kegilaan sedang terluka parah mencoba untuk memangsanya agar dia menjadi lebih kuat lagi.


 “Hehehehe…. aku beruntung salah satu dari seratus dewa raja terkuat sedang terluka parah tidak beradaya didepanku, dengan memakannya maka aku bisa mendapatkan kesempatan menjadi mahluk mistik tingkat dewa dan dapat bersaing melawan tuan Oroci” pikir singa tanduk merah tersebut, dirinya lalu sedang bersiap untuk menerkam Zero.


 “Grrrr…. Rooooaaarrrhhh….” Dan dengan cepat dia melompat untuk dapat menerkam tubuh Zero.


 “Bagus sekali waktunya sangat tepat, kau datang disaat aku membutuhkan sebuah nutrisi” namun Zero dengan cepat menepis singa bertanduk merah itu hanya menggunakan sebelah tangannya.


 “Aaaggghhkk… sialan… dia kuat sekali” pikir singa bertanduk merah tersebut yang mana terhempas akibat serangan kuat dari Zero.


 “Aaahhhkk… dasar si Reiga itu, tidak kusangka dia dapat menghancurkan dimensi yang aku ciptakan, hei kucing kecil sekarang ini suasana hatiku sedang buruk jadi jangan harap kau bisa mati dengan tenang setelah berusaha mencoba untuk menyerangku” kata Zero yang mana pandangan matanya berubah menghitam dan sangat menakutkan, seperti sebuah jurang neraka yang mana sangat dalam yang mana akan melahap siapapun didepannya.


 “Hmmm…. Lumayan juga… namun terlalu banyak bulu tidak sesuai dengan seleraku” kata Zero yang mana mengunyah tubuh singa bertanduk merah tersebut.


 Dan saat Zero sedang menikmati santapan makanannya dari balik bayangan miliknya muncullah beberapa orang menggunakan topeng badut bewarna hitam dengan garis kemerahan, mereka semua lalu memberikan sujud pada Zero sang dewa kegilaan.


 “Situasinya bagaimana??” tanya Zero pada orang-orang berpakaian hitam tersebut.


 “Lapor dewa Zero, setiap pengintai yang mengikuti Reiga dan Diana sudah kami bunuh” kata para orang-orang berpakaian hitam tersebut.


 “Hahahahaahahaha…. Bagus-bagus, baik itu ular pembawa bencana, dewi cahaya, ataupun dewa iblis tidak akan kubiarkan satupun mendekati mainan yang akupunya, siapapun itu akan kubunuh mereka semua, Hahahhahaha….” Kata Zero yang mana sedari tadi dia membantu Reiga dengan menyingkirkan para pengintai yang mengikuti dirinya.


 Sedari awal pada saat Reiga berhasil ditangkap oleh Zero dengan cepat para pengintai dari segala kubuh yang sedari awal mengintai Reiga langsung akan memberikan pesan pada tuan mereka, namun naas mereka semua terbunuh oleh para bawahan Reiga yang mana dapat dengan cepat menghabisi pengintai-pengintai yang terbilang lemah tersebut, dan pada saat Reiga makan bersama Zero didalam dimensinya para bawahan Zero mulai pembantai terhadap semua pengintai tersebut dengan cepat dan menang jumlah mereka semua dapat memusnahkan semua pengintai yang ada.


Namun ketika para pengintai tersebut mati disaat itupulalah para tuan mereka yang memegang alat jiwa mereka mengetahui kematian mereka, sebuah alat sihir yang mana dapat mengetahui kondisi seseorang dengan cara memberikan setetes darah dan sebagian kecil dari jiwa mereka kedalam alat sihir tersebut. Baik itu Oroci, dewi cahaya, ataupun 7 dewa iblis yang mengawasi Reiga langsung mengetahui kalau Zero mulai ikut campur dalam urusan mereka.


 “Hahahah… Zero badut gila itu, beraninya dia menghabisi orang-orangku” kata Oroci yang mana sedang duduk disinggasananya.


 “Hmmm… Zero kah sedari dulu tindakannya memang tidak bisa diprediksi, tapi cukup kurang ajar baginya untuk ikut campur dalam masalahku” kata Frey yang mana sedang menajamkan pedang kristal miliknya.


 Kastil api iblis tempat tinggal salah satu dari tujuh dewa iblis sang kemurkaan Ira.


 “Gaaaaghhhh…. DASAR KURANG AJAR, AKAN KUBUNUH ZERO BAJINGAN ITU, setelah aku mendapatkan kabar dari mata-mata yang aku punya didalam kota Lujuria kalau Reiga sudah naik kealam atas aku sudah menyiapkan rencana untuk menjebaknya lalu aku bisa menyiksanya sampai mati, ini semua karena badut itu tunggu saja akan kubakar tubuh dan jiwanya dengan api neraku miliku” kata Ira yang mana sangat marah sampai sampai membakar kastil tempat tinggalnya sendiri.


 Sementara itu Zero yang mengetahui kalau banyak orang yang tahu kalau dia telah mengundang banyak amarah dari para mahluk-mahluk kuat dialam atas, dia hanya tertawa karena senang dengan hal tersebut karena baginya kemarahan mereka akan menjadi sebuah tanda akan peperangan dan dunia akan dilanda bencana karena hal tersebut.


 “Reiga-Reiga cepatlah menjadi lebih kuat, dan datangkan perang kedunia yang membosankan ini, mari kita sama-sama warnai dunia ini dengan noda merah darah” kata Zero yang memprediksi kalau Reiga akan menjadi sebuah badai yang akan membawa dunia kembali kejaman peperangan.


Bersambung......