
Berjuta-juta tahun yang lalu sebuah meteorit jatuh ke planet Erras setalah ribuan tahun berlalu sesosok bayi keluar dari meteorit tersebut, bayi itu memiliki kekuatan hukum darah monster didalam dirinya dan memiliki memori dimana dia diperintahkan untuk menaklukan planet Erras. Bayi tersebut lalu tumbuh menjadi sesosok remaja dewasa dan berlatih untuk menjadi kuat namun walaupun sudah ribuan tahun berlalu dia sama sekali tidak melupakan tujuan asli yang diapunya, sampai pada akhirnya dia menguasai hukum yang ada diplanet Erras dan membuatnya melupakan memori-memori tentang tuannya dan tujuan dari hidupnya.
Ratusan tahun berlalu saat dia melupakan dirinya sendiri sampai dia bahkan menjadi sesosok dewa raja terkuat dan bahkan dia sampai mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan planet Erras, namun ketika sang naga tampa kepala terlepas dari segelnya dia kemudian mengingat kembali memori yang dialupakan, asap merah yang mana tercipta dari hukum darah monster masuk kedalam tubuhnya dan mulai mengubah-ubah kondisi tubuhnya. Dia bahkan rela membunuh seluruh pengikut yang diapunya diplanet Erras dan melukai wanita yang dulu dia cintai.
“Tidak kusangka kau adalah penghianat Susano” kata Zero yang mana melihat wajah Susano dari jauh.
“Maaf temanku tetapi aku harus melindungi saudaraku apapun yang terjadi” kata Susano yang mana menganggap kalau naga tampa kepala itu adalah saudaranya.
“Hmmm… jadi begitu kau juga adalah ciptaan langsung dari tuan kita, Hehehehe… tidak kusangka ternyata aku bukan satu-satunya yang diutus kemari” kata naga tampa kepala tersebut, dia tertawa melihat Zero yang mana terlihat terkejut karena melihat salah satu rekannya adalah penghianat.
“Aeria pasti akan marah besar begitu melihat kau seperti ini” kata Zero yang berusaha untuk berdiri.
“Tidak perlu khawatir aku telah memberitahu dirinya duluan, dan dia memang tidak bisa menerimanya” kata Susano dengan memasang wajah sedih.
“Bagus kalau begitu, aku jadi tidak merasa bersalah saat akan membunuhmu” kata Zero, dengan mengendalikan energy kegelapan ditangan kanannya dan energy cahaya ditangan kirinya dia menciptakan sebuah bola abu-abu, dengan menggabungkan kedua element yang saling berlawanan itu Zero berusaha menciptakan sebuah serangan kuat yang mana dapat membunuh Susano dalam sekali serangan.
“Buussshhh…” namun disaat Zero belum selesai mencitakan bola abu-abu tersebut Susano dengan cepat sudah berpindah tempat kebelakang Zero, kecepatan gerakan kakinya sangatlah cepat bahkan membuat Zero tidak sadar kalau Susano sudah ada dibelakangnya. “Buusskk…” dengan satu pukulan kuat dari tangan kirinya Susano membuat Zero terlempar jauh “Boomsshh…” dan bola abu-abu yang berusaha diaciptakan hancur karena kehilangan fokus kendalinya.
“Sialan aku lupa kalau dia adalah salah satu pengguna bela diri terkuat diantara para dewa raja peringkat atas” pikir Zero yang mana merasakan beberapa tulangnya rusak parah karena pukulan dari Susano.
“Skill Blood Aura” Susano menggunakan darahnya untuk menututupi tinjunya dan mencitkan sebuah pukulan kuat dari kekuatan hukum darah monster miliknya.
Susano yang mana telah berencana untuk membunuh Zero langsung dengan cepat menghampiri dirinya, tinjunya telah dibalut dengan Blood aura yang mana mengeluarkan aura yang sangat mengancam, melihat hal itu Zero langsung mengambil sebuah barang dari kantungnya “Wuusshh…” dia lalu melemparkan lima buah bola bom besar dari kantung sakunya yang kecil. “Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh… Boomsshh…” dan kelima bom itu langsung meledak menyebarkan asap diseluruh tempat, dengan tertutupnya pandangan dari mereka Zero langsung mengambil kesempatan itu dan pergi dari sana dia membukan retakan ruang dan kembali kewilayahnya.
Setelah kabutnya menghilang Susano dan naga tampa kepala itu dikejutkan dengan ketidak hadiran dari Zero, dia telah kabur dengan cepat bahkan tampa ada meninggalkan jejak sedikitpun.
“Sialan dia kabur, Grrrr…. Akan kubunuh dia jika aku bertemu dengannya lagi” kata naga tampa kepala tersebut.
“Hehehehe…. benar juga sekarang mari kita bunuh serangga-serangga kecil ini dulu” kata naga tampa kepala tersebut.
Para dewa raja terkuat yang mana melihat kalau Susano telah berhianat langsung kehilangan semangat juang mereka, tetapi para mahluk mistik tingkat dewa yang mana melihat Susano memilih untuk berpencar dan melarikan diri dari sana. Mereka tidak menyangka kalau Susano salah satu dari dewa raja terkuat peringkat ke 4 akan menjadi musuh mereka, sementara itu para dewa raja terkuat yang mana tidak sempat melarikan diri dikepung oleh para dewa raja pelahap darah yang tersisa.
“Aku berikalian kesempatan, patuh atau mati disini” kata Susano yang mana pandangan matanya sudah berubah menjadi kejam dan ganas.
“Patuh kau bilang, dasar penghianat aku sama sekali tidak ingin tunduk dibawahmu” kata salah satu dari dewa raja terkuat itu, dengan amarahnya dia berusaha untuk menyerang Susano yang ada dihadapannya.
“Haaah… dasar bodoh” kata Susano dengan cepat dirinya menghindari serangan dewa raja terkuat itu “Wuusshh…” dan memberikan serangan pukulan dengan tangan kanannya “Crrasstt…” pukulan yang sangat kuat itu membuat tubuh dewa raja terkuat itu berlubang dan mati ditempat.
“Kahahaha… apa kau yakin ingin mereka sebagai bawahan kita, aku tidak melihat ada keuntungan untuk menerima para sampah-sampah ini” kata naga tampa kepala tersebut.
“Jangan lupa kalau tujuan kita adalah mendapatkan planet ini untuk tuan kita, kau jangan terlalu dimakan oleh dendam karena sudah terkurung selama jutaan tahun, mereka dapat berguna sebagai penghuni asli planet ini dan juga kau membutuhkan tumbal agar bisa mengembalikan energy milikmu” kata Susano yang meyakinkan naga tampa kepala tersebut.
“Hmmm… memang benar walaupun tubuhku telah bebas, tetapi kepalaku masih tetap disegel oleh Cronos sialan itu, dan dia benar-benar sangat kuat aku tidak yakin kita bisa mengalahkannya dengan kondisi ita sekarang ini” kata naga tampa kepala tersebut.
“Bagus kalau kau begitu, nah sekarang kembali kemasalah tadi bagaimana kalian mau patuh atau mati” kata Susano.
Melihat kekuatan Susano yang mana sangat besar para dewa raja terkuat itu langsung berlutut dan patuh kepada Susano sebagai tuan baru mereka, setelah melihat kalau para dewa raja tersebut telah patuh “Crrassshhh…” dari dalam tubuh Susano muncul asap merah darah dan dengan tangannya Susano memadatkan asap merah itu lalu mengubahnya menjadi paku-paku merah. “Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt…” paku-paku merah tersebut lalu dengan cepat ditancapkan kedalam tubuh para dewa raja terkuat itu, dan dari paku merah itu energy darah monster mengalir kedalam tubuh para dewa raja terkuat itu dan mengubah tubuh mereka menjadi mirib dengan mahluk-mahluk pelahap darah.
“Bagus-bagus dengan begini kita bisa mulai penyerahan tumbalnya” kata naga tampa kepala tersebut.
Bersambung…..