
Chimera Undeath adalah sebuah entitas yang merupakan suatu jiwa dari mahluk hidup yang memiliki energy melimpah dalam tubuhnya, energy tersebut yang membuat jiwa tersebut dapat bertahan didunia orang-orang hidup dan jiwa tersebut akan merasuki mayat-mayat yang dapat dia temukan. Hal tersebut terjadi karena keinginan mereka untuk hidup sangatlah besar dan ketika jiwa tersebut berhasil merasuki satu atau lebih mayat makan dia akan menggunakan energy yang dia punya untuk mengubah susunan dari tubuh mayat tersebut, dari sanalah monster kehancuran Chimera Undeath terlahir dan yang paling mengerikan dari Chimera Undeath adalah rasa lapar mereka terhadap energy kehidupan untuk mempertahankan wujud mereka.
Puluhan, ratusan, bahkan sampai ribuan akan mereka bunuh agar jiwa itu tetap berada didunia hidup dan menghindari kematiannya, karena itulah para dewa pasti akan berkumpul bekerja sama untuk membunuh mahluk ini jika sampai Chimera Undeath terlahir diwilayah mereka maka pastinya aka nada bencana yang akan membuat puluhan ribu mahluk hidup dari jenis apapun mati dimakan olehnya.
Dan sekarang ini Reiga yang telah bertemu dengan mahluk yang menjadi kehancuran dunia sedang bertarung satu lawan satu, namun kekuatan dari mahluk tersebut sangatlah kuat sehingga membuat salah satu tangan Reiga terluka. Dan juga luka ditangannya tidak bisa disebuhkan dengan cepat karena energy gelap kebencian yang menyatu dengan lukanya telah menjadi kutukan yang menghambat proses regenerasi Reiga walaupun dia sudah menggunakan skillnya.
“Hooo.. tetap tenang, mahluk ini adalah salah satu dari tiga disaster sepert titan milikku, sudah sangat jelas kalau kekuatannya juga tidak bisa dianggap remeh” pikir Reiga.
Namun pada saat Reiga sedang berpikir Chimera Undeath tersebut langsung melompat dan menerjang kearah Reiga, seperti seekor singan yang menerjang mangsanya Chimera Undeath tersebut dengan ganasnya mengarahkan cakar dan taringnya kearah Reiga. Namun Reiga yang sudah hapal dengan gerakan Chimera Undeath tersebut dengan cepat melompat kearah atas mahluk itu dan ketika Riega sudah berada diatas tubuh mahluk tersebut “Baaassshh…” dengan tangan kanannya dia memukul dengan kuat tubuh Chimera Undeath itu, dia memukulnya untuk mencari tahu setebal apa kulit yang dimiliki oleh mahluk tersebut.
Namun Chimera Undeath itu sama sekali tidak merasakan sakit dan juga tubuhnya tidak tergores sedikitpun, dan mengetahui kalau Reiga ada dipunggungnya mahluk itu lalu membalikkan badannya ketika dia mendarat ditanah pungungnya duluan yang akan mendarat.
Reiga lalu melompat dari punggung Chimera Undeath begitu merasakan kalau tubuh mahluk itu bergerak untuk menimpanya sampai mati, Reiga dengan sempurna mendarat disebelah Chimera Undeath namun “Boomsshh…” Chimera Undeath yang menggunakan punggungnya untuk mendarat jatuh dengan menghancurkan permukaan tanah sampai retak. Jatuhnya mahluk itu membuat guncangan kecil di kota terdekat Reiga yang menggunakan tehnik bela dia pelajari dari Lucy menggunakan jari kedua dari keenam seri tehnik jari tersebut, dengan kedua jarinya dia membentuk sebuah pedang energy dan dengan pecahan artefak pedang yang juga dia pengang saat menciptakan pedang energy memberikan sebuah energy asing yang sangat kuat dan dengan energy dari artefak tersebut Reiga dapat menciptakan sebuah pedang energy yang sepanjang 10 meter.
“Tehnik jari agung, jari kedua : pedang tiga dunia, dunia iblis pedang pembantaian” dengan mengalirkan energy yang dikumpulkan dipusat perut dan menggunakan kekuatan pikirang untuk mewujudkan bentuknya, dia dapat membuat sebuah pedang yang bergetar sangat cepat dan karena kecepatan getaran dari pedang tersebut membuat pedang itu hampir mirip dengan gergaji mesin yang sangat tipis dan tajam.
Chimera Undeath yang merasakan energy aneh dari artefak yang dipegang Reiga merasakan takut karena instingnya merasakan kalau energy dari artefak tersebut sangatlah berbahaya, Reiga yang telah membentuk pedang panjang dari energy yang dia punya langsung dengan cepat menyerang langsung dari depan. Dengan gerakan kaki yang sangat cepat dia dapat menghilangkan jarak mereka dengan cepat namun begitu Reiga akan menebas Chimera Undeath itu “Boommhhss…” dengan kedua kaki depannya dia menciptakan sebuah ledakan yang membuat debu asap dimana-mana, dan ketika melihat kearah depan mahluk itu sudah menghilang dari sana dan dengan cepat Reiga mengetahui kalau Chimera Undeath melompat keatas untuk menghidari serangannya.
“Ciih…, mahluk ini sangat pintar” kata Reiga, dia lalu mengejar mahluk itu dengan melompat juga dengan kekuatan dewa nya Reiga terbang mengejar Chimera Undeath tersebut yang menghidar ke udara.
Dengan panjang dari pedang energy yang dibuat Reiga dia dapat “Srraaasshh… srraasshh…” memberikan luka goresan pada Chimera Undeath, dan disaat Chimera Undeath sudah terluka akibat serangan pedang Reiga dia mulai marah lalu menggunakan sayapnya untuk berbelok kearah Reiga. Mahluk itu kemudia membuka besar-besar mulutnya seakan dia ingin melahap Reiga bulat-bulat, sementar itu Reiga yang melihat Chimera Undeath telah marah sedikit tersenyum karena dia merasa kalau Chimera Undeath sudah termakan oleh emosinya dan pada saat mulut Chimera Undeath telah sangat dekat dengan Reiga, “Boomsshh” dengan mengehentakkan kakinya diudara dia terbang keatas tubuh Chimera Undeath dengan cepat lalu “Srraasshh… srrasshh…” dengan menggunakan energy pedang dia menebas sayap dari Chimera Undeath yang membuatnya jatu dari ketinggian beberapa meter.
“Jari kedua : pedang tiga dunia , dunia manusia pedang roh pengejar” Reiga lalu membidik Chimera Undeath dari atas, lalu menggunakan tehnik jari agung yang kedua dirinya lalu melemparkan pecahan artefka yang dia pengang bersamaan dengan energy pedang yang dia ciptakan.
Chimera Undeath yang merasakan energy menakutkan dari pecahan artefak yang mendekati dirinya langsung membukan mulutnya lebar-lebar, dia lalu mengumpulkan sisa tenaga yang dia punya dan “Buuusshh…” dengan menggabungkan udara, kekuatan mulutnya, dan energy negative dia mehembuskan nafas hitam pekat untuk menghancurkan serangan Reiga. Dan ketika kedua serangan tersebut saling bertemu satu sama lain “Srrraaaaassnngg….” Serangan Reiga yang sangat kuat seperti pedang hidup menembus dan memotong serangan nafas dari Chimera Undeath.
Dan pada saat serangan dari Reiga menyentuh tubuh dari Chimera Undeath “Srraaasshh… srriiinng… srriiinng… srriiinng… srriiinng… srriiinng…” muncul area yang didalam area tersebut pecahan artefak itu terbang bebas dan dengan cepat memotong-motong tubuh Chimera Undeath menjadi serpihan kecil. Sementara itu Reiga yang melihat artefak tersebut bergerak dengan sendirinya mengikuti alur dari energy pedangnya semakin penasaran dengan asal-usul dari artefak tersebut, lalu ketika area yang diciptakan oleh energy pedang itu menghilang tubuh dari Chimera Undeath telah hancur menjadi sekumpulan daging cincang.
“Ooooh masih bisa bergerak” kata Reiga yang melihat kalau serpihan dari tubuh Chimera Undeath ingin menyatukan kembali tubuhnya tetapi tidak bisa karena tubuhnya sudah rusak parah.
Lalu peralahan-lahan roh Lycan yang berada didalam tubuh Chimera Undeathpun menghilang dengan sendirinya karena sudah tidak bisa lagi mempertahankan tubuhnya, selain itu juga para Ware wolf yang sedang berperang melawan boneka mayat Reiga mulai kehilangan kekuatan mereka karena sebelumnya mereka menggunakan kekuatan dari Lycan agar bisa bertarung disiang hari. Hal itu membuat para boneka mayat Reiga lalu dengan mudahnya membantai para ras Ware wolf yang tersisa sehingga membuat mereka punah seutuhnya.
Setelah peperangan berakhir para warga lalu kembali kedesa mereka namun apa yang mereka lihat adalah sama sekali tidak ada yang tersisa baik itu dari pasukan pengikut dewa ataupun ras Ware wolf kedua belah pihak terbunuh dimedan perang, lalu untuk mengambil hati dari para penduduk Agnus yang sedari tadi bersembunyi bersama Merlin dan Dagan keluar dari tempat persembunyiannya dan memerintahkan pasukan yang dia punya untuk membantu para warga. Sementara itu Killa yang bekerja sama dengan ras Ware wolf mendapatkan kabar kalau seluruh ras Ware wolf sudah dimusnahkan, kabar tersebut membuat dia bergegas mengumpulkan seluruh harta benda yang diapunya dan ingin kabur kebenua lainnya.
Pada saat Killa ingin kabur pasukannya sudah dikepung oleh para pengikut dewa fraksi putih yang ada disana, marah dan geram pada pangeran Killa membuat para pengikut dewa yang ada disana langsung menyerang Killa dan pasukannya mereka melampiaskan amarah mereka dan membunuk pangeran Killa ditempat. Yang membuat Angus menjadi pewaris satu-satunya kerajaan Emas agung.
Sementara itu dilangit yang tinggi diaatas surga dunia Erras sistem melihat peforma dari Reiga yang membuatnya semakain yakin kalau Reiga akan dipilih menjadi *e*** *****\, tetapi sebelum Reiga sistem juga telah memilih dewa yang lain dialam bawah agar bisa naik kealam atas untuk memulai perang besar surga dunia.
“Mengkoreksi…, perhitungan berhasil…., keduanya akan segera bertemu…, dan keduanya akan saling membunuh satu sama lain untuk menentukan…, siapa yang pantas…., demi masa depan dunia…, darah harus ditumpahkan” kata sistem yang melihat profil dari Reiga dan juga Damaskus.
Bersambung............