I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 124 Tamu tak diundang bagian ke 2



Mata Abyss dikatan sebagai skill mata paling mengerikan karena skill ini mencabik-cabik jiwa musuhnya dan melahapnya untuk menjadi kekuatan bagi penggunan skill tersebut. Namun disaat yang sama pengguna juga akan menerima efek balik yang mana jeritan dari jiwa yang dia lahap akan langsung masuk kejiwanya, dan bagi orang normal jeritan tersebut seperti mendengar seseorang sedang disiksa didepannya dan jika seorang menggunakan skill ini dalam jangka panjang maka kepribadiannya akan berubah menjadi sadis.


 Walaupun mata Abyss dapat merubah sikap seseorang namun itu hanya terjadi jika penggunanya adalah orang normal, lain cerita jika yang menggunakannya adalah monster yang terlahir dari jutaan mayat dan jiwa-jiwa yang dibantai dengan kejam. Bagi Nabila yang terlahir dari mayat orang-orang jeritan dari jiwa-jiwa musuhnya adalah lagu yang indah baginya.


 “Skill mata Abyss diaktifkan : Area jurang kegelapan” Nabila lalu menggunakan kekuatannya merubah bentuknya untuk menciptakan tiga mata tambahan, satu pasang dibawah mata aslinya dan yang ketiga ada di keningnya.


 Dengan kelima matanya dia membuat sebuah area didalam kepungan tersebut yang membuat seluruh prajurit serapf yang ada disana terkena ilusi.


 “Aaaahhhggkkk…..” mereka seperti terjatuh kedalam jurang dalam yang dipenuh dengan jiwa-jiwa orang-orang yang disiksa disana.


 Didalam ilusi tersebut mereka terus jatuh-jatuh-jatuh dan jatuh lagi sampai beberapa tahun mereka terus menyaksikan penyiksaan disana, lama kelamaan mereka semakin kehilangan diri mereka sendiri dan pada akhirnya menyerah dan mati ditempat.


 “Bagus jiwa-jiwa mahluk serapf sangat luar biasa kuatnya, perlu beberapa detik sampai mereka menyerah, namun itu artinya beberapa tahun didalam ilusiku” kata Nabila yang menikmati jiwa-jiwa prajurit serapf tersebut.


 “Hahaha…. Sudah kubilangkan, lebih baik kalian mati ditangan kami” kata Azazel yang lalu merasa kasihan pada para serapf karena telah disiksa didalam mata Abyss selama beberapa tahun sebelum jiwannya dimakan.


 Setelah mengelahkan ratusan pasukan klan serapf Azazel dan para satans yang lainnya lalu membukan kepungan mereka, dan ketika kepungannya dibuka dewa sayap putih lalu melihat kalau seluruh pasukan yan dia bawa sudah dihabisi dengan mudah oleh para satans dan Nabila.


 “Pasukanku…. Para pengikut setiaku…. KALIAN RAS KOTOR BERANINYA KALIAN…..” dengan amarahnya kekuatan dewa sayap putih lalu meningkat derastis.


 Kekuatannya meningkat terlalu cepat seakan-akan dia mendapatkan kekuatan dari luar “Crraannggss Trraanggss…” dengan kekuatan fisik dan energy yang dia punya dewa sayap putih lalu mematahkan jeratan formasi milik Lucy.


 “Tidak mungkin….” Kata Lucy yang terkejut, karena formasi tersebut seharusnya cukup untuk menahan ratusan dewa kelas atas.


 “Lucy mundur… dia mangsaku…” kata Reiga yang merasa tertantang setelah melihat kekuatan dewa sayap putih.


 “Srraaannggsss…..” Reiga lalu mengeluarkan dua pedangnya, satu pedang iblis yang mengambil alih semuanya dan satu lagi pedang misterius yang menaklukan semuanya.


 “Kalau dipikir-pikir lagi aku belum memberikan nama untuk pedang ini, white nightmare, pedang yang akan memberikan rasa takut untuk setiap musuhku” kata Reiga yang menamai pedangnya.


 “REIGA…. GRRRR…” dewa sayap putih yang penuh dengan kekuatan seperti seseorang yang telah diambil alih oleh kekuatannya.


 “Ooooh ini menarik, kelihatannya kekuatanmu tidak bisa diimbangi tubuhmu dan membuatmu dalam masuk kedalam keadaan kegilaan” kata Reiga yang melihat dewa sayap putih.


 “GRRRR….. RRRAAAAHHHH….” Dengan keganasannya dia berusaha menyerang Reiga dengan tinjunya.


 “Buusssh…” namun Reiga dengan tehnik kakinya dapat menghindari serangannya, “Srrasstt…” namun efek kuat dari ledakan energy dari tinjunya memberikan luka dikaki Reiga.


 “Sssshh….” Namun luka itu dengan cepat sembuh.


 “Srraaanggss….” Walaupun serangan pedang Reiga sangat kuat namun kedua serangan pedang tersebut berhasil ditahan menggunakan sayap miliki dewa sayap putih, ke 12 sayapnya bersatu dan membentuk pelindung yang sangat kuat.


 “Pedang kematian, tehnik pertama : salju dimusim semi, dua puluh kali lipat” Reiga lalu menbas dengan serangan energy pedangnya.


 Energy tebasan pedangnya berubah menjadi butiran kecil titik merah yang mirip dengan salju bewarna merah, dengan jumlah ratusan energy pedang berbentuk salju tersebut lalu menyerang dewa sayap putih dengan liarnya. Seperti dihujani peluru dengan dewa sayap putih tidak bisa melakukan apapun selain bertahan, “Crraakk…” sedikit demi sedikit pertahanan sayap milik dewa sayap putih mulai retak “Crraaaakk… Trraannggss…” dan pecah karena tidak kuat menahan serangan kuat yang bertubi-tubi dari pedang Reiga.


 “Akhirnya kau keluar juga” kata Reiga yang dengan ganas menghampirinya.


 “Srraaanggss… Srraannggss.... Trraanggss…” dengan kedua pedang ditangannya dia menyerang dengan sangat liar, sementara itu dewa sayap putih menahan serangan Reiga dengan pelindung tangan yang dia miliki.


 “Pedang kematian, tehnik kedua : tusukan penghancur, dua kali lipat” Reiga lalu menggunakan pedangnya untuk mengumpulkan sejumlah besar energy disatu titik tepat diujung pedangnya.


 Energy tersebut berkumpul dan membentuk seperti sebuah kelereng yang semakin kecil dan semakin kuat, melihat energy besar yang sangat berbahaya tersebut dewa sayap putih bergerak sendirinya mundur menghindari Reiga. Insting dari dewa sayap putih mengatakan kalau dia akan mati dan hal itu membuat dirinya secara tidak sadar melarikan diri dari hadapan Reiga.


 “Tidak akan kubiarkan kau lari, Soul Harvest : para jiwa hitam kekang dan ikat” kata Reiga yang memerintahkan para jiwa hitam untuk menahan gerakan dewa sayap putih.


 Dan disaat kedua pedang tersebut menyentuh dada dewa sayap putih “BOOOMMSSSHH….” Dengan kekuatan yang luar biasa tubuhnya hancur tampa meninggalkan bekas, yang tersisa hanyalah sisa-sisa cahaya yang merupakan jiwanya.


“Tidak akan kubiarkan, para jiwa hitam makan dan hancurkan” kata Reiga yang melihat jiwa dewa sayap putih berusaha kembali untuk memulihkan dirinya.


 Jiwa dewa sayap putih lalu dikerumuni oleh ratusan jiwa hitam “Crraaass.. trraass…” yang kemudian memakannya dan mencabik-cabiknya sampai hancur.


 Bersamaan dengan mati dan terhapusnya dewa sayap putih langit mulai rusak kembali seorang dewa dari alam atas mulai marah dengan tindakan Reiga dan ingin menghukum dirinya.


 “Yaaah… bisa kutebak itu siapa, dia dipanggil dengan sebutan dewa suci tetapi dia bisa marah juga rupanya, dewi Frey sang dewi cahaya” kata Reiga sambil melihat keatas langit.


 Dari balik retakan ruangan muncullah ratusan pedang cahaya raksasa yang mengarahkan ujungnya kearah Reiga.


 “Cih…. Energy cahaya yang sangat kuat, kalau aku tidak memiliki kedua pedangku ini maka sudah jelas aku akan mati karena disucikan oleh energy itu” kata Reiga, dia lalu melayang kedekat pedang-pedang cahaya itu dan dia mengarahkan pedangnya kelangit seakan sedang menantang Frey.


 Melihat Reiga yang sangat sombong membuat Frey semakin murka dan langsung mengarahkan seranganya kearah Reiga, kekuatan dari satu pedang itu setara dengan sebuah kapal pesiar yang dijatuhkan dari langit sebuah kapal pesiar yang membawa ratusan bom didalamnya.


 “Hahahahahaha….. maju kau, bukan cuman kali ini saja dewa alam atas menyerangku, jadi jangan kira kau bisa dengan mudah membunuhku” kata Reiga.


Bersambung.......


Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian semua menyukai cerita yang ada didalamnya, Ok....