I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 249 Serangan Raja pelahap darah bagian 5



Sebelumnya pada saat Lucy dengan raja naga merah tengah bertarung melawan raja pelahap darah diatas langit, dibawah mereka didekat pantai para dewa/dewi bersama dengan seluruh pengikut mereka bertarung mati-matian melawan para mahluk pelahap darah raksasa yang mana setinggi 15 meter tersebut, dan disaat keadaannya masih seimbang “Brruusshh…. Crrraasstt…” dari dalam lautan bermunculan segerombol mahluk pelahap darah yang mana setinggi 5 – 8 meter. Para pelahap darah tersebut tidak memiliki wujud yang sama namun mereka beramai-ramai maju meyerang para pengikut dewa/dewi yang ada disana, melihat kalau pasukan gabungan dari pengikut para dewa/dewi sedang kesulitan melawan banyaknya para pelahap darah yang jumlahnya hampir ribuan, Nabila dengan mengendarai singa berkepala dua dan bersama puluhan lebih mahluk mistik yang mengikutinya dari belakang menyerang dengan ganas “Crraassttt…. Krrrassst….” Para pelahap darah tersebut.


“Maju semuanya, jangan takut lindungi rumah kita, lindungi keluarga kita” kata Nabila yang mana berusaha untuk meningkatkan moral para pasukan yang ada.


“Krrriieekk… Krrriieekk… Krrriieekk…” melihat Nabila dengan energy kuat didalam tubuhnya para pelahap darah tersebut langsung beramai-ramai langsung meyerang kearahnya.


“Crrrassstt…. Krrasstt…” walaupun mereka bukanlah tandingan dari Nabila tetapi jumlah mereka bukan main banyaknya, “Srrraasstt… Crrasstt…” Nabila bersama dengan para peliharaan mahluk mistiknya telah bertarung melawan lebih dari ratusan pelahap darah yang ada, namun mereka tetapi bermunculan dan mengepung Nabila.


“Apa yang terjadi, kenapa aku merasa sedikit lemah dan semakin melambat” kata Nabila yang melihat kembail kondisi tubuhnya.


“Roooaarr… Crrrasstt…” singa berkepala dua yang mana bertarung disampingnya juga ikut melemah, dan ketika Nabila melihat lagi kearah para pelahap darah tersebut dia pada akhirnya menyadari kalau darah mahluk pelahap darah yang tersentuh kulit mereka mampu melemahkan orang-orang bahkan dewa sekalipun, walaupun mereka tidak langsung lumpuh tetapi jika terkena banyak darah dalam jangka waktu yang pendek maka dapat membuat tubuh semakin lemah dan reaksinya akan semakin melambat.


“Sialan aku ceroboh, karena sebelumnya tidak pernah ada racun yang pernah melukaiku, jadi aku tidak bisa langsung menyadari darah mereka yang aneh ini” kata Nabila, tubuhnya mulai melemas dan tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.


“KRRIIEEEKK…. Krriieekkk…. Krriieekkk….” Melihat Nabila yang semakin melemah para pelahap darah tersebut lalu langsung semakin ganas, “Busshh… Busshh… Busshh…” mereka beramai-ramai melompat kearah Nabila dan ingin mengepung dirinya lalu beramai-ramai akan memakannya.


“ROOOARRR…. ROOOARRR…. ROOOARRR….” Melihat tuannya yang kesulitan para mahluk mistik peliharanan Nabila dengan ganas menyerang para pelahap darah yang ada “Crrasstt….” Mereka dengan liarnya menyerang setiap pelahap darah yang muncul dihadapan mereka dan tidak ragu-ragu menerima luka dari serangan pelahap darah yang ada, semua itu mereka lakukan demi majikan mereka yang mana sangat mereka sayangi.


“Krrieekk…” para pelahap darah yang mana diganggu oleh mahluk-mahluk mistik mulai marah, mereka beramai-ramai langsung menyerang para mahluk mistik tersebut, “Crrasst… Krrasstt… Trraasstt…” sehingga pada akhirnya hanya singa berkepala dua yang beridiri senidirian melindungi tuannya.


“Kurang ajar, skill mata Abyss” Nabila yang mana melihat kalau para peliharaannya jatuh satu persatu mulai marah, dia yang mana sedikit lemas dan hampir tidak bisa beridiri lalu menggunakan kekuata mata miliknya, matanya lalu berubah menghitam bagaikan sebauh jurang yang dalam dan gelap lalu dari dalam matanya sebuah angin dingin yang kencang keluar, bersamaan dengan hembusan angin tersebut ratusan mahluk pelahap darah jatuh mati satu persatu.


Jiwa-jiwa milik mereka dihisap dan meninggalkan tubuh kosong yang mana tidak bisa bergerak dan hanya bisa menunggu membusuk, lalu Nabila duduk sambil bersandar disebelah singa berkepala dua dirinya lalu berusaha untuk mengeluarkan energy beracun mulik pelahap darah yang mana masuk kedalam tubuhnya. Disaat yang sama para satans lalu mulai bergerak terbang dengan cepat kearah pelahap darah yang mana masih berada disekitar lautan, “Buusshh…” dan dengan menggunakan tombak kegelapan dari skill mereka para satan mulai membunuh para pelahap darah tersebut, satu persatu dari mahluk pelahap darah tersebut mati karena tertusuk oleh tombak-tombak hitam gelap yang mana menghancurkan daging dan tulang mereka.


“Bagus semuanya tetap pertahankan, pastikan para mahluk-mahluk terkutuk ini mati dan tidak bisa hidup lagi” kata Azazel yang mana memimpin para satans menyerang mahluk-mahluk pelahap darah yang ada disekitar lautan tersebut.


“RROOAARR….” Dan tiba-tiba mahluk pelahap darah raksasa yang mana setinggi 15 meter tersebut mulai marah, dia merasakan kalau hawa dari para rekan-rekan miliknya mulai menghilang satu demi satu.


Dia lalu berdiri tegak dengan kedua kakinya dan menggunakan tangannya yang besar, “Brruuggkkhhh….” Pelahap darah raksasa itu lalu menarik mayat-mayat mahluk pelahap darah kecil yang terbunuh, “Krrraakkss…. Crrrasstt…” dia kemudian memadatkannya menjadi sebuah bola merah yang bulat dan didalam bola merah itu teralirkan aura kuat dari kekuatan hukum darah monster. “Krraauusstt… Crrasstt…” dan dengan menggunakan mulutnya mahluk pelahap darah raksasa tersebut melahap bola merah itu, energy kuat kemudian mengalir dengan kencang kedalam tubuhnya setiap sel-sel didalam tubuh raksasa pelahap darah tersebut lalu berguncang keras dan dirinya mulai mengeluarkan aura darah merah yang sangat kencang.


“Gaaahh… Roooaarr….” Tubuhnya lalu mengeluarkan asap kemerahan yang mana menutupi penglihatan para dewa/dewi dan yang lainnya terganggu.


“Semunya tetap bersiaga, para ghoul best gunakan indra milik kalian untuk tetap menjaga sekitar kita” kata Raiya, dia mulai mendapatkan sebuah perasaan buruk dari asap yang muncul itu.


“Buusshh…” dan tiba-tiba saja para ghoul best lalu mendengar sesuatu dari indra pendangaran mereka yang tajam, “Buusshh… Crrraasstt…” suara tebasan dan bau darah lalu muncul dari sekitaran kabut merah tersebut, “Crrassst… Crrassst… Crrassst…” suara tebasannya semakin kuat dan bau darah yang ada semakin pekat mulai tercium.


“Sialan…, SEMUANYA AKTIFKAN KEKUATAN BAYANGAN KALIAN DAN HILANGKAN KABUT INI” kata Raiya yang mana memerintahkan para pengikutnya untuk menghilangkan kabut yang ada disekitaran mereka.


Mereka menggunakan kekuatan bayangan milik mereka untuk mencitakan sebuah sayap kelelawar besar, “Wuusshh…. Wuusshh…. Wuusshh….” Sayap hitam yang terbuat dari bayangan gelap tersebut lalu mulai menghilangkan kabut yang ada disekitaran mereka dan mereka semua dikejutkan oleh pemandangan yang mereka lihat. Sesosok raksasa pelahap darah yang mana memiliki ketinggian tidak lebih dari 10 meter menggunakan armor dan ditangan kanannya dia memegang sebuah pedang golok besar, dan dibawah kakinya sudah ada puluhan prajurit pengikut dewa yang mana telah terpotong-potong.


Bau darah yang kuat beserta aura dominasi memenuhi tempat tersebut, aura kuat dari pelahap darah raksasa tersebut mulai menggila dan membuat para orang-orang yang melihatnya langsung ketakutan karena auranya membuat mereka semua merinding, “Buusshh…” lalu dengan cepat pelahap darah rakasa berarmor tersebut lalu dengan cepat langsung bergerak kearah Raiya.


“Sialan dia cepat sekali, Skill Blood armor + Skill Shadow Drive : Shadow Blood Giant” sosok raksasa bayangan Riaya yang mana menggunakan armor yang terbuat dari besi darah milik Raiya lalu muncul, dan menggunakan raksasa bayangan tersebut Raiya berusaha untuk menahan serangan dari pelahap darah raksasa armor merah tersebut.


“TRRAANNGGSSKKK…..” serangan pedang kuat lalu dilancarkan dengan kuat oleh pelahap darah raksasa berarmor tersebut, sedangkan Raiya menggunakan raksasa bayangan miliknya berusaha untuk menahan serangan dari pelahap darah raksasa tersebut.


“Krrraakkksss…. Trraaakkss…. Buussshh…” namun karena perbedaan kekuatan yang luar biasa kuatnya, raksasa bayangan milik Raiya langsung hancur berkeping-keping karena kekuatan kuat dari pedang milik raksasa pelahap darah tersebut. Raiya dan para pengikutnya lalu terhempas jauh dari tempat mereka, tebasan kuat tersebut membuat luka-luka ditubuh para pengikut milik Raiya bahkan beberapa dari mereka langsung terbunuh karena tidak bisa menahan serangan yang mana mengandung kekuatan hukum darah monster tersebut.


“Grrrr… Gaaah-Gaaah… Gaaah-Gaaah… Gaaah-Gaaah…” pelahap darah rakasasa berarmor itu lalu tertawa melihat Raiya dan para pengikutnya itu, “Bussh…” lalu tiba-tiba dari belakan dirinya muncullah dua orang yang dengan cepat ingin menyeranga raksasa pelahap darah tersebut. Namun dengan cepat pelahap darah raksasa berarmor itu langsung berbalik karena merasakan aura kuat milik mereka beruda, “Trraannggsskk…” dan dengan pedang miliknya dirinya berusaha untuk menangkis kedaunya.


“Cih… sialan dia bisa menahan serangan dari kita” kata Nabila yang mana menyerang dari belakang bersama dengan Azazel.


Mereka berdua adalah salah satu dewa terkuat dialam bawah tetapi kekuatan mereka berdua tidak bisa menandingi pelahap darah raksasa berarmor tersebut, “Boommsshh…” lalu serangan dari pedang milik pelahap darah berarmor itu mampun membuat mundur mereka berdua.


“Gaaaahhkk…” Azazel terlempar jauh tetapi menggunakan sayapnya dia berhasil untuk berdiri tegak dan berhenti di udara.


“Kkaaaahh…” Sementara itu Nabila yang mana terkena dampak kuat dari serangan tersebut kehilangan salah satu lengannya dan terhempas jauh kedalam hutan, dan didalam hutan dia diselamatkan sebelum jatuh ketanah oleh salah satu mahluk mistik peliharaannya seekor gagak raksasa yang terbang cepat untuk menangkap dirinya jatuh.


Bersambung…….