
Reiga yang mana melihat kalau ditempat bertarung mereka berdua telah terjadi retakan-retakan terhadap area milik Cronos mulai sadar kalau mahluk yang ada didepannya adalah musuh, dia lalu mengacungkan pedangnya kearah naga monster darah tersebut dan mengalirkan energy pedang yang sangat tebal dan tajam kedalam pedang miliknya, “Srrraanggss…” dengan cepat secara tiba-tiba Reiga langsung menyerang kearah naga monster tersebut dengan pedangnya. Tetapi dengan tangannya naga monster tersebut menangkis serangan pedang tersebut dengan mudahnya, tetapi Reiga mengambil kesempatan itu “Buusskk…” dan menendang mundur naga monster darah untuk menyelamatkan Cronos yang mana sedang sekarat.
“Kau tidak apa-apa, biarkan kuberikan sedikit pertolongan” kata Reiga, “Triinggss…” dengan menggunakan hukum kehidupan miliknya dia mulai menyembuhkan luka-luka yang ada pada tubuh Cronos.
“Aaaggkkhh… kau sebaiknya berhati-hati, mahluk itu bukanlah sesuatu yang bisa kau hadapi dengan mudah” kata Cronos yang mana masih berusaha untuk menahan sakit ditubuhnya.
“Aku tahu itu, tetapi kau jangan khawatir karena aku takkan kalah disini” kata Reiga yang mana langsung berbalik dan melihat kearah naga monstera darah tersebut.
“Kahahaha… kau lumayan juga, pantas saja Susano bisa kalah darimu, tetapi aku berbeda dari dirinya aku jauh lebih kuat dari pada dia mahluk kecil itu” kata naga monster darah tersebut.
“Hmmm… begitu yah” kata Reiga dengan cepat dia langsung sudah berada didepan naga monster darah tersebut dan dengan menggunakan pedangnya dia “Srrannggss… Srrannggss… Srrannggss… Srrannggss…” menebas-nebas tubuh dari naga monster darah tersebut.
“Apa….?? Dia cepat sekali, aku sampai tidak bisa bereaksi oleh kecepatan tebasan pedangnya itu” pikir naga monster darah tersebut, dirinya langsung kehilangan lebih dari sebagian besar sisik yang ada ditubuhnya.
“Pedang kematian, tehnik ketiga : mekarnya mawar darah, taman mawar kematian” serangan pedang milik Reiga langsung menyerang setiap sisik milik naga monster darah tersebut, bahkan setiap ini tebasannya mengandung kekuatan hukum kematian yang mana menusuk-nusuk setiap sel-sel yang ada didalam tubuhnya.
“Sialan… tidak kusangka dia lebih ahli dalam bermain pedang dari pada Cronos” pikir naga monster darah tersebut, dirinya berusaha untuk menyembuhkan luka-luka dari pedang milik Reiga tetapi energy hukum kematian yang mana merusak sel-sel didalam tubuhnya menghalangi dirinya untuk meregenerasikan tubuhnya.
“Lumayan keras juga, tidak kusangka tanganku jadi kesemutan saat berusaha menebas tubuhmu” kata Reiga yang mana melihat tangannya sedikit gemetaran.
“Grrr… kalau begitu biar kubuat kau tidak bisa merasakan apa-apa lagi” kata naga monster darah tersebut, dia dengan cepat langsung menyerang kearah Reiga menggunakan tangan kananya yang mana telah berubah menjadi cakar naga raksasa.
“Pedang kematian tehnik kedua, tusukan penghancur : satu tusukan hapus emosi” Reiga lalu membalas serangan dari naga monster darah itu menggunakan serangan tusukan dari pedangnya.
“TRRRAANNGGSSS….” Serangan mereka saling beradu satu sama lainnya dan membuat beberapa guncangan pada area sekitar mereka, namun pada saat serangan mereka sedang seimbang energy milik naga monster darah melebihi jumlah energy milik Reiga dan membuat Reiga terpaksa untuk melukai dirinya sendiri.
“Cih… energy miliknya terlalu banyak, aku harus berbuat sesuatu” pikir Reiga, dari mulutnya sudah menetes setetes darah keluar dan juga beberapa tulang didalam tubuhnya mulai retak karena saling beradu serangan tersebut.
“BOOMMSSHH…” serangan mereka berdua langsung terpecah dan mereka saling terkena serangan satu sama lainnya dan membuat mereka berdua terhempas jauh dari satu sama lainnya, naga monster darah yang mana terkena tusukan dari pedang Reiga langsung melihat tangannya dan menemukan luka tusukan hitam yang membuat daging yang ditangannya membusuk. Sementara itu Reiga mendapatkan luka yang cukup besar didalam beberapa organ tubuhnya, namun dia berusaha untuk menutupi luka-luka tersebut menggunakan kekuatan hukum kehidupan miliknya tetapi luka yang ada didalam tubuhnya sangat sulit untuk disembuhkan, itu semua karena kekuatah hukum darah monster yang ada diserangan cakaran naga monster darah mulai masuk kedalam pori-pori tubuhnya.
“skill Unholy flame” Reiga lalu menggunakan cara gila untuk menghilangkan energy hukum darah monster yang ada didalam tubuhnya, dan dengan gilanya dia membakar dirinya sendiri menggunakan skill api phoenix iblis yang yang dia punya.
“Dia benar-benar gila, walaupun api itu adalah skill miliknya tetapi tidak aku sangka dirinya bisa membakar tubuhnya sendiri untuk menghilangkan hukum darah monster tersebut” pikir naga monster dara tersebut.
Lalu dari dalam tubuh Reiga sebuah asap merah mulai keluar dalam tubuhnya dan didalam tubuh yang terbakar tersebut Reiga tersenyum dengan gilanya karena dia merasakan kalau energy hukum monster darah mulai keluar dari tubuhnya, “Buusshh…” dengan cepat Reiga lalu langsung kembali menyerang kearah naga monster darah tersebut “Trraanggss…” dan dengan menggunakan sisik ditangan kirinya dia menangkis serangan pedang tersebut, “Buurrnn…” lalu menggunakan tangan kirinya Reiga membakar naga monster darah tersebut dan api dari phoenix iblis lalu menyebar kesekitar tubuh naga monster darah itu.
“Gaaaahh….” Menjerit kesakitan karena dibakar oleh api phoenix iblis sang naga monster darah itu langsung terbang menjauhi Reiga, dia menggunakan beberapa tetes darahnya untuk menciptakan beberapa mahluk pelahap darah.
“Krrieek… Krrieek… Krrieek…” para mahluk pelahap darah tersebut lalu langsung menyerang kearah Reiga dengan jumlah yang banyak.
“Cih…. bakar Unholy Flame” Reiga kemudian menciptakan kobaran api raksasa yang mana membakar semua mahluk pelahap darah yang menyerang kearahnya “Buurrnnn….” Mereka semua langsung menjadi abu setelah terbakar oleh api milik Reiga.
Tetapi disaat Reiga melihat lagi sang naga monster darah telah menghilang dari pandangannya, dia lalu menggunakan tehnik mata dewa miliknya dan melihat keberadaan dari sang naga monster darah itu.
“Itu dia, tidak kusangka dia bisa berkamuflase dengan cara menutupi tubuhnya menggunakan sayapnya sendiri, tapi ini semua sudah berakhir hukum diaktifkan : hukum kematian, hukum kehidupan, hukum kebenaran pedang : wujud asli sang dewa kematian” Reiga lalu menggunakan kemampuan dari gabungan ketiga hukum yang diapunya, “Wuusshh…” lalu jubah langit malam dan juga pedang White Nightmare milik Reiga mulai beresonansi dengan kekuatan hukum milik Reiga.
“Swwwuussshh….” Sesosok bayangan hitam yang mana memegang sabit muncul dari dalam tubuh Reiga, dan kemudian Reiga menyatu kedalam sosok tersebut keduanya menjadi satu kesatuan yang sempurna menampilkan sosok dari kematian dan kehidupan yang mana berada disatu jalan bilah pedang miliknya, dan menggunakan sabit miliknya sang kematian lalu mengincar kearah naga monster darah tersebut.
“Trrraassttt…” dengan satu kali tebasan semua pelindung yang dimilik oleh naga monster darah tersebut langsung hancur dengan seketika, sementara itu sang naga monster darah yang terkena tebasan sabit tersebut langsung sekarat dan berusaha menjaga jarak dari Reiga yang mana telah menggunakan sosok kematian miliknya.
“Apa itu…? Kenapa seluruh tubuhku merinding…? Rasa takut ini adalah kematian ??” kata naga monster darah yang mana berkeringat dingin melihat sosok dari Reiga.
Bersambung……