
Ware wolf adalah mahluk setengah manusia dan setengah serigala mereka memiliki kemampuan untuk berubah kewujud bertarung merek yang mana membuat kecepatan, kekuatan, insting, dan regenerasi mereka meningkat berkali-kalilipat. Hal ini juglah yang membuat mereka jadi sombong dan memusuhi saudara mereka klan Vampire marah karena kedua klan yang dia ciptakan saling membunuh satu sama lain dewa dunia bawah Lycan lalu mengirimkan mereka kutukan untuk para Vampire adalah kelemahan dibawah sinar matahari dan rasa haus pada darah yang sangat kuat sementara untuk para Ware wolf adalah kehilangan semua kekuatan mereka disaat siang hari dan menjadi manusia biasa yang sakit-sakitan saat siang harinya.
Para Vampire lalu meminta bantua dari iblis agung untuk melepaskan kutukan mereka dan juga membunuh pencipta mereka dewa Lycan sementara itu para ras Ware wolf yang telah melemah memutuskan untuk pergi mengembara. Mereka menjadi sebuah ras pengembara yang tidak memiliki tujuan dan rumah lalu disaat mereka sedang putus asa suku Ware wolf itu akhirnya menemukan sebuah harapan.
Pada saat itu Killa yang sedang mengembara dengan beberapa bawahannya karena mendengar ada sebuah kelompok suku yang sangat kuat dan dia ingin menawarkan suku tersebut menjadi bawahannya. Ketika itu Killa melihat sebuah suku yang terdiri dari banyak orang-orang lemah dan terlihat seperti terkena penyakit baik itu orang tua ataupun anak-anak, laki-laki dan wanita semuanya kelihatan lemah.
Melihat para warga yang lemah itu Killa langsung tidak memperdulikan mereka dan langsung ingin pergi dari tempat itu namun pada saat itu hari telah sore dan matahari akan tenggelam. Killa yang akan pergi jalannya dihalangi oleh kepala desa disana.
“Minggir orang tua, kau menghalangi jalanku” kata Killa.
"Pangeran Killa bisa tunggu dulu sebentar, aku dengar pangeran mencari beberapa pengikut yang kuat jadi bagaimana kalau sukuku bergabung dengan anda” kata kepala desa tersebut.
“Haaah.. kau dan sukumu ingin bergabung dalam pasukanku jangan bermimpi, kalian saja kelihatan akan bisa mati kapan saja aku sama sekali tidak memiliki tujuan untuk membawa beban kedalam pasukanku” kata Killa.
“Hohoho… beban ya kalau begitu bagaimana dengan ini” kata kepala desa tersebut.
Dengan cepat kepala desa tersebut melompat kearah Killa dan “Srrraasss.. Srrraasss..” membunuh kedua bawahan miliknya. Dengan cepat tampa bisa disadari oleh mereka semua keduanyawa telah melayang dengan mudahnya.
“Hohoho… mohon maafkan aku pangeran aku sama sekali tidak bisa menahan tenagaku” kata kepala desa.
“Kau sebenarnya apa??” tanya Killa yang terkejut melihat kekuatan dari kepala desa itu.
Lalu bersamaan dengan pertanyaa Killa para warga lalu berubah masuk kedalam wujud tempur mereka baik itu wanita ataupun laki-laki, tua dan muda mereka semua berubah menjadi dengan wujud serigala yang memiliki postur tubuh manusia yang dipenuhi oleh bulu dan juga badan yang tingginya sampai 2 meter.
“Kami adalah ras yang terbuang, Ware wolf kami adalah ras yang sedang mencari tempat yang dapat kami sebut sebagai rumah” kata kepala desa itu.
Kepala desa itu lalu juga ikut berubah dari tingginya yang tadinya hanya 170 meter berubah menjadi hampir 3 meter dengan tubuh yang dipenuhi bulu putih. Melihat hal itu beberapa pasukan Killa langsung ketakutan mereka tahu kalau mereka mencoba melawan maka mereka akan mati dicabik-cabik oleh seluruh warga desa yang ada.
“Luar biasa…” kata Killa yang kagum dengan wujud kepala desa.
“Kalau begitu sekali lagi pangeran Killa aku sebagai kepala desa suku Ware wolf Fenrir mewakili para wargaku ingin bergabung dalam pasuka anda” kata Fenrir.
“Ya bagus kalian semua diterima didalam pasukanku, katakana saja apa yang kalian inginkan maka akan kuberikan semua yang kalian mau” kata Killa.
“Hohoho kami tidak akan terlalu serakah kami hanya mau mendapatkan sebuah tanah yang dapat kami tinggali dengan damai, dan tentu saja perlindungan dari anda selama siang hari” kata Fenrir.
“Baik aku setuju dengan syaratmu, aku pangeran pertama dari kerajaan Emas agung dengan ini berjanji akan memberikan segalanya yang suku Ware wolf butuhkan ketika aku menjadi raja nantinya” kata Killa yang telah membuat janji didepan suku Ware wolf.
“Arrruuuunng… Arrruuuunng… Arrruuuunng… Arrruuuunng…” senang dengan janji yang dibuat oleh Killa para Ware wolf itu lalu melonglong bersamaan seakan para serigala yang ketika melihat bulan purnama mereka dengan mengungkapkan kesenangan mereka dengan lolongan mereka.
Lalu sekarang Fenrir yang telah mengutuskan salah satu pemuda dari klannya untuk membunuh pangeran Agnus, dia dapat merasakan kalau pemuda itu telah gagal dalam misinya dan telah mati terbunuh.
Ditempat itu tepat disebelah dekat dengan wilayah kerajaan Emas agung sebuah desa yang tertutup dibangun oleh Killa untuk para Ware wolf dengan penjagaan ketat selama siang hari. Disana disebuah rumah yang cuku besar tempat kepala desa Fenrir tinggal telah berada disana kelima orang terkuat dari suku Ware wolf termasuk dirinya.
“Tampaknya aku terlalu meremehkan pangeran itu” kata Fenrir.
“Itulah yang terjadi jika kau tidak mengirimku kesana” kata salah seorang pemuda yang sedang duduk bersama dengan Fenrir.
“Benar dari pada marah-marah akan lebih bagus kalau kau memikirkan cara untuk membunuh Agnus” kata Desir.
“ZZZZZZZ…..” seorang pria dengan banyak luka ditubuhnya Cerbera hanya duduk diam dan tertidur disana.
“Semua orang yang ada disini adalah otak otot jadi lebih baik aku tidak ikut campur” pikir Ceriur satu-satunya anak laki-laki yang ada ditempat itu.
Mereka berlima berkumpul di dalam sana dengan tujuan memtuskan siapa yang akan maju menghadapi Agnus selanjutnya.
“Hmmm.. jika sudah seperti ini maka kita hanya bisa habis-habisan, Desir, Sanrir dan Ceriur kalian bertiga yanga akan maju selanjutnya” kata Fenrir.
“Apa sekali tiga sekaligus, bukannya ini akan membongkar identitas kita dan menarik perhatian para dewa” kata Sanrir.
"Hal itu tidak perlu kita khawatirkan lagi, kematian salah satu dari suku kita juga sudah akan menjadi bukti bagi Agnus untuk bisa membuktikan keberadaan kita” kata Fenrir.
“Jadi begitu, aku mengerti” kata Desir.
“Bagus kalau kalian sudah mengerti, Ceriur kau yang akan memimpin kali ini” kata Fenrir.
“Siap..” jawab Ceriur.
Ketiga Ware wolf yang kuat itu lalu langsung pergi mereka bergerak dengan sangat cepat menuju arah tempat Agnus. Sementara itu Fenrir dan Cerbera tinggal disana duduk diam.
“Sampai kapan kau mau tidur haah..” kata Fenrir.
“Kau juga sama sampai kapan kau mau duduk diam” tanya Cerbera.
“Berarti kau juga tahu kalau kita tidak mungkin memenangkan perang ini” kata Fenrir.
“Yah bisa dibilang begitu, ingalah kalau kita berbeda dari para Ware wolf yang lainnya kita memiliki kemampuan untuk merasakan satu sama lain, dan kematian dari bocah itu adalah kematian yang sangat menakutkan” kata Cerbera.
“Ya aku juga bisa merasakan ketakutan yang sangat besar dari hilangnya nyawanya, dengan kata lain rumor yang mengatakan kalau pangeran Agnus mendapatkan bantuan dari dewa Reiga adalah benar” kata Fenrir.
“Jadi kita harus bagaimana ketua, ingatlah kalau kau hanya mempunyai artefak untuk melawan dewa fraksi putih, kalau kau sampai melawannya maka itu saja mengantarkannyawa” kata Cerbera.
“Hohoho… kita tidak punya pilihan lain lagi, ingatlah cuman ini yang bsa kita lakukan untuk bisa bertahan hidup, walaupun harus mati aku berharap bisa mati saat beratarung melawan orang yang sangat kuat” kata Fenrir.
“Terserah kau saja…” kata Cerbera.
Cerbera lalu pergi meninggalkan Fenrir sendirian diruangan itu lalu setelah itu Fenrir kemudian mengambil kotak tua yang didalamnya terdapat sebuah tulang yang dibentuk menjadi seperti sebuah belati. Belati tersebut mengeluarkan aura gelap yang sangat pekat kekentalan aura tersebut setara dengan yang dimiliki Reiga bahkan lebih gelap dari miliknya.
"Tidak ada cara lain lagi, aku harus iku bertarung juga" jata Fenrir yang memegang belati tersebut.
Bersambung.......
Berikan dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik, OK.....