
Disebuah celah dimensi tempat dimana adalah suatu pembatas yang membatasi alam atas dengan alam bawah, tinggal didalam sana satu-satunya mahluk hidup yang berenang disekitar sana seekor naga tampa kepala yang mana memiliki ratusan mata dilehernya dan mulutnya bulat diujung lehernya. Ketika dia membuka mulutnya dia memuntahkan batu-batu kristal hitam yang mana disebut batu tabu bagi para dewa raja terkuat dialam atas, batu-batu tersebut mengandung jiwa-jiwa rusak yang akan mengambil alih tubuh seseorang yang melahapnya.
Disuatu ketika dihari-hari biasa yang membosankan baginya, mahluk aneh itu mulai merasakan energy hukum yang diaberikan pada sosok iblis kecil sedang digunakan dan lagi energy itu digunakan dengan jumlah sangat besar seperti sebuah api yang diberikan bensin seperti itulah energy itu membesar dan menguat.
“Kekekekeke…. Bocah itu ternyata masih hidup, dan lagi dia sedang menggunakan kekuatan hukum milikku, Kekekkeke…. Bagus-bagus sekali dengan begini aku dapat memiliki kesempatan bebas dari dimensi menjijikan ini” kata mahluk aneh tersebut, mahluk itu sebenarnya adalah mahluk asing dari dunia lain yang mana diutus oleh seseorang yang luar biasa kuatnya namun dengan otoritas dari sistem mahluk itu ditekan dan dikurung didalam celah dimensi yang membatasi dua alam tersebut.
Sementara itu di istana kegelapan tepatnya didepan gerbang istana tersebut Diana dan yang lainnya telah menyatu dengan kelompok pasukan dari Riana dan mereka bersama-sama mengalahkan para raksasa bermata lima tersebut, dengan jumlah dan beberapa mahluk kuat mereka dapat membasmi para raksasa bermata lima tersebut. Diana yang mana sedang bertempur disana lalu merasakan sebuah energy yang tidak asing, energy itu adalah sebuah energy yang mana menjadi salah satu dari pelaku yang membunuh kakeknya.
“Energy ini aku dapat merasakannya, orang itu ada disini juga” pikir Diana yang mana langsung dengan cepat meninggalkan tempat tersebut, dia menggunakan langkah kakinya untuk bisa dengan cepat masuk kedalam kastil kegelapan.
“Diana kau mau kemana… ???” tanya Riana yang mana sedang menggunakan kekuatan api miliknya untuk membakar seluruh tubuh dari raksasa bermata lima tersebut.
“Aku harus pergi, aku tinggalkan para pasukan padamu” kata Diana yang mana langsung masuk dengan cepat.
Disisi lain di tempat Susano dimana dirinya terjebak didalam dimensi buatan Arogan yang mana membuat dirinya kehilangan tangan kirinya, Susano sedang bersusah payah melawan Arogan. Tetapi walaupun dia hanya memiliki sebelah lengan dia tetap bisa melawan Arogan dengan dua kakinya untuk menggantikan sebelah lengannya yang hilang, dengan kekuatan hukum bumi miliknya dia menciptakan beberapa pelindung yang terbuat dari kristal-kristal bumi di kedua kaki dan tangan kanannya.
“Srrrraaanggss…” Arogan yang mana menebas dengan sekuat tenaganya mulai merasa kesal dengan Susano yang mana tetap tidak mau menyerah kalah pada dirinya.
“Langkah penghancur bumi” sementar itu Susano dengan menggunakan tehnik bela dirinya dia dapat mengimbangi gerakan Arogan yang mana sudah diperkuat setiap statistiknya didalam area miliknya.
“Cih ( pedang kutukan hitam ) ^$&%#*” Arogan lalu membacakan mantra dan menciptakan beberapa kata-kata terkutuk yang terbang disekitarnya, lalu kata-kata terkutuk tersebut mulai menyatu dan membentuk lima buah pedang yang mana jika terkena sedikit saja maka akan dipastikan kematiannya.
“Trrrrangggsss…. Trrrrangggsss…. Trrrrangggsss….” Arogan yang mana menggunakan mantra kutukan miliknya menyerang Susano dengan ganasnya, dia melemparkan tiga buah pedang sekaligus kearah Susano. “Buuggss… Buuggss… Buuggss…” namun dengan gerakan langkah kaki miliknya Susano dapat menghindari ketiga pedang tersebut, “Buuuugggsss….” Lalu dia langsung membuat langkah cepat dan mendekati Arogan “Buungggkk…” dan dengan tangan kanannya dia meninju perut Arogan.
“Aaaagggkkk… kuranga ajar” kata Arogan, “Srrraaaahhh….” Dia mencoba menebas Susano tetapi dia tidak dapat menandingin kelincahan dari Susano.
“Baiklah kalau kau memang ingin membuatku marah, mari kita akhiri ini Hukum diaktifkan : perwujudan dewa iblis kesombongan, pedang penguasa iblis” Arogan lalu menunjukkan bentuk asli dari kekuatan hukum miliknya, dan lalu puluhan roh dari para iblis-iblis yang melayani dirinya berdatangan dan mulai masuk kedalam pedang katana miliknya sekarang pedang itu mulai memunculkan aura iblis yang kuat, dan sekarang satu tebasan dari pedang tersebut dapat dengan mudah membelah ruang dan waktu yang ada didepannya.
“Itu yang aku tunggu-tunggu, hukum diaktifkan : hukum kehidupan + hukum alam + hukum bumi, wujud sebenarnya dewa bumi : Tinju penghancur dunia” dari tubuh Susano terbentuk sebuah planet yang mana merupakan penyatuan kekuatan dari tiga hukum miliknya, dan lalu planet itu mulai mengecil dan memadatkannya ditinju tangan kanan miliknya.
Kedua aura milik meraka saling berbenturan satu sama lainnya dan area milik Arogan perlahan-lahan mulai rusak karena tidak dapat menahan energy mereka yang terlalu kuatnya, namun disaat-saat itu juga Arogan mulai menarik beberapa energy dari area miliknya untuk menambahkan kekuatan wujud asli hukum miliknya. “TRRRAAAANGGGSSSKKK……..” keduanya lalu saling beradu serangan satu sama lainnya, kedua serangan tersebut mulai beradu dan mulai merusak area milik Arogan.
“OOORRAAAAAHHHH….. APA CUMAN ITU YANG KAU PUNYA” teriak Susano yang mana mulai membakar umurnya untuk menambahkan kekuatan yang diapunya, dan lalu beberapa kulit darinya mulai robek dan terkoyak-koyak karena tidak bisa menahan dampak serangan tersebut.
“Sialan…. Kenapa-kenapa bisa aku dipukul mundur seperti ini” pikir Arogan yang mana serangan dari Susano mulai membuat Arogan mundur dan kalah sedikit-demi sedikit.
“Krrraakk… Trrraaakk…. Krraaanggss…” dan lalu pedang milik Arogan mulai retak dan hancur karena tidak bisa menahan besarnya kekuatan dari kedua dewa raja tersebut, lalu jiwa-jiwa iblis mulai berterbangan dan merasuki Arogan mereka menyimpan dendam pada Arogan dan mulai merusak jiwa miliknya.
“Aaaaggkkkk… SIALAN KALIAN SEMUA, KENAPA KENAPA KALIAN MENYERANGKU” teriak Arogan yang mana kesakitan disaat ratusan jiwa iblis mulai menggerogoti jiwanya.
“BOOOMMMSSSHHH……..” tabrakan dari serangan tersebut mulai menciptakan ledakan besar yang mana menghancurkan dimensi ciptaan dari Arogan, dan disaat dimensi itu hancur Arogan terhempas keluar dari dimensi itu dan dia juga kembali kewujud asalnya. Dengan luka disekujur tubuhnya dan juga rohnya yang telah rusak parah dirinya tidak bisa melakukan apapun dan hanya bisa tergeletak tak berdaya ditanah.
“Crrraaakk….” Dan Susano yang melihat kesempatan tersebut, dengan luka parah ditubuhnya dan sisa energy miliknya yang tinggal sedikit dia mencekik Arogan dan mengangkat tubuhnya hanya dengan sebelah tangan.
“Boommsshh…. Krrraaakk….” Dan lalu dari balik dinding datan seseorang yang mana menghancurkan dinding kastil kegelapan untuk bisa sampai kesana, dan orang tersebut adalah Ludex Albius, dia yang sampai disana dikejutkan dengan apa yang dia lihat Arogan yang mana kekuatannya sangat kuat dapat dikalahkan oleh seseorang yang berada dibawah peringkat miliknya.
Bersambung…..
Berikan dukungan kalian dengan cara Like, Komen, Giff dan Vote yah, agar novel ini tetap lanjut dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok......