
“Wuuusshh…. Trrraanggs… Trraannggsss… Wuussshh…” dengan sayap yang terbakar dengan api biru kehitaman Reiga bergerak dengan sangat cepat, dia terus menerus menyerang tubuh Ludex & Albius walaupun setiap serangannya dapat ditahan dengan mudah menggunakan hukum metal milik Albius.
“Sudah aku bilang itu percuma saja” Kata Ludex, dia lalu mengisi meriam dipunggungnya dengan energy hukum petir miliknya.
“Boomss…” dia lalu menembakkan dua buah bola petir yang melesat dengan sangat cepat, “Boommsshh…. Trrraaasssttkk….” Kedua buah bola petir tersebut lalu meledak dan menyambar Reiga.
“Aaaaggkkk… Haaaaah…” namun Reiga dapat menghilangkan efek petir ditubuhnya menggunakan kekuatan dari api phoenix iblis miliknya, lalu setelah beberapa menit tetap diangkasa “Srrraaakk… Trraaass…” tangan Reiga kembali tumbuh dan dapat digerakan seperti biasanya.
“Dapat tumbuh lagikah, kau memang sangat sulit untuk dibunuh” kata Albius yang mana mengingat saat dirinya menjatuhkan hukuman pada Reiga dialam bawah.
“Terimakasih, ini memang salah satu dari kelebihan yang aku punya” kata Reiga, dia lalu menyiapkan kuda-kuda miliknya, dengan aura peadangnya dia mengumpulkan kekuatan sangat kuat dan membuat pedangnya semakin tajam.
“Majulah mahluk kecil” kata Ludex & Albius.
“Ssrraanggss… Ssrraanggss… Ssrraanggss… Ssrraanggss…” dengan cepat Reiga langsung melesat dan dengan tarian pedangnnya dia menebas seluruh tubuh Ludex & Albius, walaupun begitu dia sama sekali belum dapat menggores tubuhnya sedikit saja.
“Kalau begitu bagaimana dengan ini, Unholy Flame hancurkan” Reiga lalu mengumpulkan api phoenix iblisnya ditangan kanannya dan lalu melemparkannya kearah Ludex & Albius “BOOMMSSHH…” serangan api tersebut membuat sebuah ledakan besar yang mana sangat kuat daya ledaknya.
“Kahahahaha…. Lumayan juga kau ini, tidak kusangka kau bisa membuat luka kecil ditubuh kami” kata Ludex & Albius, sebuah luka bakar kecil berhasil dibuat dengan menggunakan kekuatan dari api phoenix iblis, “Tsssshhh…” namun luka tersebut langsung sembuh dengan sangat cepat.
“Jadi serangan api phoenix dapat melukainyakah, bagus walaupun itu belum cukup tetapi aku tahu kalau dia bisa terluka dan lagi aku belum menggunakan salah satu skill andalanku” pikir Reiga yang mana telah menyiapkan pedang miliknya.
Ludex & Albius lalu mengeluarkan dua buah senjata, yang pertama adalah sebuah kapak berwarna hitam kemerahan yang mana berada ditangan kirinya, dan yang kedua adalah tombak garpu dengan dua buah mata pisau diatasnya yang mana dipenggang ditangan kirinya. “TRRAAANGGGSS….” Kedua senjata itu lalu dia benturkan satu sama lainnya dan lalu mengeluarkan sebuah suara nyaring yang kuatnya, suara tersebut sampai dapat terdengar diseluruh kastil kegelapan dan mendengar suara tersebut sisa-sisa pasukan aliansi langsung bergerak maju kearah suara tersebut.
“Suara itu, aku merasakan aura yang buruk dari arah suara tersebut” kata Riana yang dapat meraskan aura dari Ludex & Albius, aura miliknya terasa sangat kuat disaat memegang kedua senjata tersebut.
“Gahahahahha…. Kau akan mati tersiksa sekarang” kata Ludex, dia lalu mengangkat kapak miliknya keatas langit, “Trrraaasskk….” Dan secara tiba-tiba petir menyambar entah dari mana dan memberikan kekuatan pada kapak tersebut.
“Kahahaha… sekarang giliranku” kata Albius, “Trraaanggkk….” Dia lalu menusuk tombak garpu miliknya ketanah “Srrraassstt…” dan garpu tersebut menyedot kekuatan bumi dibawahnya membuat aura dari tombak itu menjadi lebih kuat.
“Hei-hei-hei, apa-apaan itu ngecas energykah memangnya itu bisa dilakukan” kata Reiga, dengan tehnik pedang kedua miliknya dia melancarkan sebuah serangan tusukan jarak jauh yang mengarah kearah kepala mereka berdua.
Reiga berencana untuk menganggu mereka berdua untuk mengisi tenaga dari artefak-artefak mereka, “Trraaakss… Trraaakss…” dan ketika serangan dari tusukan Reiga dengan tepatnya mengenai kepala mereka berdua Ludex & Albius lalu kehilangan konsentrasi mereka dan menghentikan pengisian tenaga artefak mereka.
“Padahal dengan artefak yang terisi penuh kami dapat mengakhirimu denga satu kali serangan tampa rasa sakit” kata Albius.
“Hahahha…. Maafyah aku belum punya rencana untuk mati, kenapa tidak kalian saja yangd duluan mati” kata Reiga, dia langsung bergerak mendekati Ludex & Albius.
“Hmmm…. Cari mati” dengan kapak miliknya Ludex mengeluarkan hukum petir yang kuat, “Srrraaaakkk…. Boomss.. Boomss… Bommss..” serangan dari kapaknya mengalirkan petir disegala penjuru dan membuat Reiga kesulitan untuk menyerang.
“Cih… ini merepotkan” kata Reiga dan tiba-tiba ada sebuah petir yang menyambar kearahnya “Pedang kematian tehnik keempat, tebasan kilat hitam” Reiga lalu dengan cepat menebasnya “Trrraakkk….” Petir tersebut ditebas sampai lenyap.
Melihat hal tersebut Ludex lalu menambahkan daya petir yang dia punya dan hal itu membuat banyak petir menyambar kearah Reiga.
“Pedang kematian, tehnik keempat : tebasan kilat, amarah langit” dengan tebasan yang lebih cepat dari kecepatan suara, Reiga menebas semua petir yang menyambar kearahnya dengan kecepatan penuh “Trraaahhkk… Trraaahhkk… Trraaahhkk…” dengan tebasan bertubi-tubi Reiga memotong setiap petir yang ada.
“Cih…. dia bisa menebas semua seranganya, itu tidak mungkin” kata Ludex.
“Kalau cuman menebas petir itu adalah hal yang wajar bagi seorang ahli pedang” kata Reiga, dia lalu melompat kearah perut Ludex & Albius “Srrraaangss… Srrraaangss… Srrraaangss…” dan melancarkan tebasan pedeang.
“Bomssh… Bomssh… Bomssh… Bomssh…” Reiga yang melihat kalau serangan pedangnnya tidak terlalu berdampak langsung menembakkan beberapa bola api, bola-bola api tersebut lalu meledak dan membuat Ludex & Albius terluka diperut mereka.
“Gaaahhkk… Sialan rasakan ini” kata Albius, dia menyerang Reiga dengan tombak miliknya “Trrraaanggss” namun Reiga dapat menahan seranga dari tombak tersebut dengan pedangnya.
“BOOOMMSSSHH…..” dan tiba-tiba saja ujung tombak Albius meledak dan ledakannya juga ikut mengeluarkan asap racun yang sangat kuat, “Fuussshhh…” dengan cepat Reiga keluar dari kabut beracun tersebut dia terluka sangat parah yang membuat beberapa fungsi motoriknya berhenti bekerja dan lagi beberapa tulangnya patah karena ledakan tersebut.
“Begitu tombak itu memiliki kekuatan element api dan racunkah, dua buah kombinasi yang aneh” pikir Reiga, melihat cara biasa tidak bisa digunakan Reiga lalu “BUURRNNN” merubah dirinya, dia bertransformasi berubah menjadi phoenix iblis dengan api biru hitam yang membakar tubuhnya dan tanduk diatas kepalanya.
“Kahahahha…. Mau seperti apapun wujudmu itu akan percuma, kau tidak akan bisa mengalahkan kekuatan absolute menyerah sajalah dan terima nasipmu” kata Ludex & Albius.
“Maaf aku tidak mau mati untuk kedua kalinya” kata Reiga, dengan wujud phoenix ibisnya dia langsung dengan cepat menerjang kearah Ludex & Albius, tanag ditempat dia lewat meleleh karena panas api yang dia miliki api tersebut juga ikut membuat Ludex & Albius kepanasan walaupun mereka juga mempunyai hukum api.
“Api apa ini kenapa sangat panas, kelihatannya itu bukanlah api biasa kita harus berhati-hati” kata Ludez & Albius yang berbicara lewat telepati mereka, dan sebelum mereka sadari Reiga dengan cepat sudah berada didepan wajah mereka berdua.
Bersambung…..