I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 22 Pertandingan ulang



Pada saat itu di sekitaran gunung itu langit awan menghitam guntur bermunculan, bunyi dentuman terdengar puluhan kilometer, dan gempa terjadi berulang-ulang. Para warga sekitar yang tinggal di dalam hutan dan kedua kerajaan dibenua itu berlarian ketakutan mereka meneriakan bahwa langit akan runtuh kiamat akan datang. Hanya para dewa dibenua itulah yang mengetahui apa yang terjadi kemunculan bencana alam hanya terjadi ketika seorang iblis agung berhadapan denga dewa yang kekuatannya setara dengannya. Diantara para dewa yang ada dibenua itu Grizz dan Undie yang dapat menebak siapa yang dapat menyebabkan fenomena alam ini mereka tahu kalau mereka ikut campur mereka hanya memperburuk suasana.


“Yoo baru berapa lama tidak berjumpa kau sudah jadi lebih kuatya Reiga” kata Zepar dengan senyum lebar.


“Ini  semua berkat dirimu sejak penghinaan yang kudapat darimu waktu itu aku telah bersumpah akan menebasmu dengan pedang ini” kata Riega sambil mengacungkan pedangnya kearah Zepar.


“Ok ok mari kita sudahi pemanasannya, aktifkan skill Invicble perception + shadow sword + pedang darah iblis tehnik pertama : kilat merah” Zepar membagi tubuhnya menjadi tiga dan bersamaan dengan itu pedangnya mengeluarkan cahaya merah.


 Sesuai dengan namanya pedangnya sangat cepat kecepatannya menyamai kilat. Reiga yang terhimpit dari serangan cepat tiga arah mengaptifkan skillnya dengan cepat.


 “Buka wilayah pedang gelap + aktifkan skill energy yin hitam ( pertahanan + intimidasi )” Reiga yang mengaptifkan skillnya.


 Pedang Reiga mengeluarkan wilayah besar yang seketika membuat Zepar melambat dan kehilangan setengah dari kekuatan pedangnya sementara energy yin hitam melapisi tubuhnya menciptakan armor dari aura dan juga masuk kematanya membuat Zepar ketakutan sehingga melemahkan kekuatannya. Akibat dari melemah dan melambatnya Zepar membuat Reiga hanya membutuhkan satu tebasan kuat untuk mematahkan ketiga serangan dari Zepar.


 “Aaaaak, hei-hei hebat juga kau bisa mematahkan seranganku” kata Zepar yang sedikit terluka akibat tebasan Reiga.


 “Hanya gerakan kecil mudah bagiku untuk mematahkannya” kata Reiga.


 “Hahahahaha.. gerakan kecil kau bilang, kau ini memang benar-benar membuat ini semua semakin menarik” Zepar yang senang dengan suasana dari pertarungan dari tubuhnya aura darah merahnya semakin kuat.


 “Begituya semakin kuat lawannya maka akan semakin kuat pula kekuatan yang dapat dikeluarkanya, ini akan merepotkan harus diselesaikan denga cepat” pikir Reiga yang melihat aura Zepar.


 “Pedang darah iblis tehnik kedua : tebasan gila” Zepar kemudian menyerang Reiga denga skill pedangnya.


 Skill pedang itu sangat unik Zepar bergerak bagaikan orang gila tebasan yang dia keluarkannya acak dan pedangnya dapat mengeluarkan aura yang sangat kejam. Akibat serangannya yang acak membuat Reiga kesulitan menangkis serangan dari Zepar.


 “Serangannya benar-benar acak tetapi setiap serangannya mengarah tepat ketitik kelemahanku dari pertahanan auraku, dia terliaht seperti mahluk buas” pikir Reiga.


 Seranga Zepar semakin kuat sampai dapat menebas aura pelindungnya. Reiga yang kesusahan dengan serangan dari Zepar akhirnya menggunakan ide gila dia denga sengaja melemahkan aura pertahanannya dan dengan sengaja membuat celah untuk Zepar. Merasakan aneh dari Reiga membuat Zepar curiga akan sebuah jebakan.


 “Begitu ya jadi dia berusaha memancingku tetapi kau salah besar bocah, pedang darah iblis tehnik ketiga : air mata darah” Zepar kemudian menggunakan tehnik pedang fersi tusukan.


 Tehnik pedang yang dibuat Zepar sangat mistik dia memusatkan auranya di satu titik tepat diujung pedangnya. Dari penglihatan Reiga gerakan yang dibuat oleh Zepar sangat lambat tetapi sangat anggun membaut Reiga terdiam karena terpukau dan tampa Reiga sadari dia sudah tertusuk oleh pedang Zepar.


 “Bocah kau salah ketika berpikir untuk menjebakku” kata Zepar.


 “Aaggkk, Hahahaha..kenakau” kata Reiga yang kemudian memegang pedang Zepar yang tertancap ditubuhnya.


 “Apa-apaan kau ini!!” ucap Zepar yang berusaha menarik pedangnya.


 Walaupun Zepar berusahan dengan sekuat tenaganya dia tetap tidak bisa meranik pedangnya dari tubuh Reiga disaat yang sama juga Reiga terus meneteskan darah akibat tusukan dari Zepar.


 “Aktifkan skill tanah para orang mati + corps eater” Reiga kemudian mengaptifkan kedua skill barunya.


 “Aaagghk, sialan…” Zepar lalu langsung melompat mundur setelah terkena serangan telah dari Reiga.


 “Hei gimana rasanya sakit..” kata Reiga sambil mencabut pendang Zepar dari dadanya.


 “Kau juga sama aku yakin tusukan itu akan membekas” kata Zepar yang menggunakan kekuatan armornya untuk menutup lukanya.


 “Skill corps eater ( korbankan 10 boneka mayat )” Reiga lalu mengorbankan 10 koleksi mayatnya dan dalam hitungan detik tubuhnya pulih dari segala macam cidera.


 “Skillmu cukup curang juga ya..” kata Zepar yang melihat luka Reiga sembuh dalam sekejap.


 “Kau tidak tauya kalau semuanya itu adil dalam cinta dan perang” kata Reiga.


 Tidak lama kemudian Reiga merasakan sesuatau yang aneh dari pedang Zepar yang dia pegang pedang nya seakan-akan menghisap kekuatan Reiga.


 “Hahaha aku sarankan kau jatuhkan itu karena kau bisa mati jika lama-lam menggunakannya” kata Zepar.


 “Begituya, memanggil boneka mayat” Reiga kemudian memanggil boneka mayatnya.


 Enam boneka mayat biasa kemudian muncul keluar dari tanah hitam yang Reiga ciptakan lalu tampa ragu-ragu Reiga menancapkan pedang Zepar kedada salah satu boneka mayat itu.


 “Skill Crazy Docter, ubah boneka mayat tingkat bawah bone holder” Reiga mengaptifkan skillnya.


 Para boneka mayat itu kemudian mulai berubah bentuk mereka tangan mereka yang sebelah tercabut dan berubah menjadi senjata tulang ( pedang, tombak, gada, kampak ). Tubuh mereka juga berubah menjadi kurus dan para boneka mayat itu menjadi semakin ganas.


 “Oi oi oi kau menyegel pedangku di salah satu mahluk itu lalu menggunakan jumlah untuk menindasku haah” kata Zepar.


 “Menindas tidak juga mereka tidak pantas untuk itu, mereka hanya bidak pengorbanan biasa, Maju” kata Reiga yang memerintahkan boneka mayat nya maju.


Kelima boneka mayat itu dengan cepat berlari kearah Zepar yang telah kehilangan senjatanya. Tidak mau diremehkan Zepar kemudian mengeluarkan dua pisau berwarna putih keunguan.


 “Maju kalian mahluk muka jelek” kata Zepar.


 Zepar dengan sigap menghadapi mereka semua salah satu boneka mayat Reiga kemudian melancarkan serangan berat menggunakan kapaknya tetapi seranga itu dapat dengan mudah ditangkis Zepar lalu dia dengan cepat mencabik-cabik boneka maya itu dengan kedua belatinya. Reiga yang mulai mempelajari gerakan Zepar memerintahkan boneka mayatnya untuk melemparkan senjata mereka untuk melancarkan serangan jarak jauh.


 “Pedang darah iblis tehnik pertama : kilat merah, dua kali lipat” dengan kecepatan yang luar biasa Zepar dapat maju sambil menghindari lemparan senjata para boneka mayat. Dengancepat juga keempat boneka mayat yang tersisa ditebas.


 Seperti kilat yang memiliki aura merah dan kecepatannya tidak sama dengan serangan yang pertama serangannya yang kedua lebih cepat dari sebelumnya. Bahkan sakin cepatnya membuat setiap tebasan yang dilancarkan Zepar membuat boneka mayat itu hancur tak tersisa.


Bersambung…..


Toong berkan like dan komennya ya agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin bagus