I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 182 Pergerakan para dewa iblis pemegang dosa



Setelah sebulan lebih atas kematian dari Frey sistem pada akhirnya memutuskan untuk memilih 100 dewa tingkat raja yang mana akan diuji lagi untuk masuk kedalah peringkat dewa raja terkuat, dan pada saat yang bersamaan juga Aroga pemimpin dewa iblis pemegang dosa meyalakan api peperangan, dia dan para dewa iblis pemegang dosa yang lainnya menyatakan perang pada peringkat ke 5 dewa raja terkuat Aeria sang dewi langit. Dia mengepung lima kota kekuasaan Aeria dengan pasukan gabungan 6 dewa iblis penguasa dosa, namun disatu sisi Aeria dapat menahan serangan mereka dengan kekuatan hukumnya dia dapat bertahan dari serangan mereka berenam.


 Disisi lain Reiga dan Diana yang telah mendapatkan kota sayap langit sedang melakukan perombakan besar-besar pada kota tersebut, karena kota itu biasanya ditujukan untuk ras serafp namun sekarang karena para serafp telah pergi dari kota itu makanya kota itu dijadikan sebuah kota komersial untuk didatangi pengunjung dari segala ras yang ada. Dan sekarang dengan bantuan dari dewa batu api dan juga dewa besi hitam Reiga dapat merombak ulang kota sayap langit dan mengubah setiap struktur kota yang tida diperlukan baginya.


 “Dengan struktur dan formasi kota yang sekarang aku yakin kota ini dapat menghadapi serangan dari ribuan pasukan” kata Reiga yang melihat kotanya dari atas langit-langit.


 Namun disaat dia sedang santai diatas langit 15 orang serafp datang menghadang dirinya.


 “Mau apa kalian ini??” tanya Reiga.


 “Dewa kematian Reiga, hari ini adalah akhir bagimu” kata salah seorang serafp tersebut.


 “Haaah… kalian masih saja menyebutkan hal itu, ingatlah kalau dewi kalian itu sudah mati, aku yakin kalau pengaruh cuci otaknya sudah menghilangkan” kata Reiga.


 “Diam kau dewi kami tidak mencuci otak kami, dia memberikan kami berkatnya dan kau berani sekali merebut peninggalannya hari ini kami semua akan membunuhmu walaupun harus mengorbankan nyawa” kata serafp tersebut.


 Mereka lalu membentuk sebuah formasi mereka mengalirkan energy cahaya yang sangat kuat kedalam tubuh mereka, dan mereka juga menyiapkan sebuah senjata berelement cahaya senjata-senjata milik mereka lalu bersinar dan bersinergi satu sama lain.


 “Kali ini kau akan mati, aktifkan formasi pembunuh langit” kata salah seorang serafp tersebut.


Dengan cahaya mengalir ditubuh mereka menciptakan sebuah ilusi diri mereka sendiri yang mana seakan-akan mereka terlihat lebih dari 50 orang.


 “Hmm… ilusi optik element cahayakah, menarik Frey juga menggunakan ini waktu itu untuk menghilangkan wujud dari senjatanya” kata Reiga.


 Lalu puluhan serafp tersebut menyerbu Reiga secara beramai-ramai, serangan mereka sangat unik karena lawan akan kesulitan untuk mengetahui yang mana yang ilusi dan yang bukan ilusi, namun bagi Reiga semua itu percuma saja ketika dia mengembangkan sayapnya “Buurrrrnnnhh….” Semua serafp tersebut baik itu ilusi ataupun yang asli semuanya terbakar oleh api Unholy Flame miliknya.


 “Aku hargai keberanian kalian dengan membiarkan jiwa kalian tidak tersentuh” kata Reiga yang mana meninggalkan jiwa-jiwa mereka pergi setelah membakar semuanya hingga menjadi abu.


 Ketika dia meninggal para serafp yang mati terbakar tersebut, dia melihat ada seorang tamu tidak biasa didepan kotanya.


 “Ada apa ini sampai-sampai dua dari dewa iblis penguasa dosa datang ketempatku yang kecil ini” kata Reiga ketika melihat dewa iblis Codicia ( Keserakahan ) dan dewi iblis Lujuria ( Nafsu ).


 “Hahahahaha…. kecil, aku sama sekali tidak melihat dari ukuran melainkan dari harga yang ada didalamnya” kata Codicia.


 “Hmm… menarik jadi ada apa kalian berdua datang kemari” tanya Reiga.


 “Pemimpin kami Arogan ingin mengundangmu ketempatnya, anggap saja itu adalah undangan untukmu agar menjadi bawahannya” kata Codicia.


 “Seperti yang diharapkan dari peringkat ke 3 dari 100 dewa raja terkuat, aku yakin dimatanya aku adalah serangga pengganggu, dan dia ingin mengendalikanku dan jika aku menolak undangannya itu sama saja aku menolak dirinya secara tidak langsung” kata Reiga.


 “Hmm… aku suka cara berpikirmu itu, memang benar selain keangkuhannya dia juga memilik pikiran yang tidak bisa ditebak, jadi kami tidak akan tahu apa yang akan terjadi jika kau menolak undangan darinya” kata Codicia.


 Sementara mereka berdua saling berbicara Reiga menyadari kalau sedari tadi Lujuria terlihat gugup akan sesuatu, dia seakan-akan ingin berbicara dengan Reiga namun tidak bisa karen tertahan akan sesuatu.


 “Kutukankah…. Berani juga mereka” kata Reiga secara tiba-tiba saat melihat Lujuria secara seksama.


 Disisi lain tempat diistana 7 dosa dimana para dewa iblis penguasa dosa berkumpul disana sebuah kejadian terjadi diantara salah satu dari mereka.


 “Aaaaaggkkhhh…..” salah satu dari dewa iblis disana tiba-tiba terluka parah dan itu adalah Invidia ( Iri ) mulutnya mengeluarkan darah dan tubuhnya memanas.


 Melihat apa yang terjadi Arogan ( Kesombongan ) dan Acedin ( Kemalasan ) yang setengah tidur datang melihat keadaannya, dengan cepat Arogan menggunakan tehniknya untuk membantuk meringankan rasa sakit dari Invidia.


 “Apa yang terjadi, apa ada seseorang yang menyerangnya” kata Arogan.


 “Hmmm…. Ini bukan sebuah serangan, tetapi ini adalah efek balik dari kutukan yang dihancurkan, kau mengcopy skillku tampa ijin yah Invi” kata Acedin yang melihat Invidia dengan mata malasnya.


 “Haaa…. Aku cuman mau memastikan kalau wanita murahan itu tidak menghianati kita, itu saja” kata Invidia yang mana sudah merasa baikan.


 “Aku mengerti sekarang, kelihatannya kau memasang kutukan pada Lujuria dan sepertinya Reiga ini adalah orang yang memotong kutukannya, kenapa pula kau sampai melakukan hal sebodoh itu kalau memang benar dia memang berhianat memangnya kenapa, bukan berarti itu adalah masalah besar” kata Arogan.


 “Kenapa… Reiga itu adalah dewa yang aneh dia dapat naik ketingkat 80 besar hanya dalam beberapa bulan, bahkan dia sudah menguasai lebih dari dua kota disaat dia masih di rangking bawah, kalau dia menjadi musuh kita maka seharusnya kita lenyapkan dia sebelum dia menjadi terlalu kuat” kata Invidia.


 “Menjadi lebih kuat katamu, kau memang benar dia akan menjadi sangat kuat dan akan merepotkan kalau itu terjadi, namun bukan berarti dia bisa mengalahkanku karena didunia ini tidak akan ada yang dapat mengalahkan kekuatanku” kata Arogan yang mana mengeluarkan aura yang menyeramkan dari tubuhnya.


 “A… ak… aku mengerti, maafkan aku karena bicara yang tidak-tidak” kata Invidia yang langsung takut saat melihat aura milik Arogan.


 “Bagus kalau kau mengerti, ingatlah disaat Lujuria kembali kau harus meminta maaf padanya dan kalau dia menyerangmu aku tidak akan membantu dirimu, kau harus menerima ganjaran dari masalah yang kau perbuat” kata Arogan.


 “HOooaammm… kalau sudah selesai aku akan kembali keruanganku untuk melanjutkan tidurku” kata Acedin yang sama sekali tidak terpengaruh aura dari Arogan.


 Disaat mereka berdua telah meninggalkan ruangan Invidia, “Brruuggghht” dengan tinjunya dia menghancurkan lantai baja dengan kekuatan fisiknya saja.


 “Sialan-sialan-sialan….. Reiga dan juga Lujuria, kalian berdua akan kubalas kalian” kata Invidia.


 “Hohohohoho…. Kelihatannya ada yang sedang kesulitan” kata Guila ( Kerakusan ) yang mana terlihat ada noda darah dimulutnya.


 “Kau…. habis berburu lagikah” kata Invidia yang melihat noda darah dimulutnya.


 “Hmmm…. Ada beberapa serafp bodoh yang menawarkan perjanjian padaku, tetapi karena aku tidak tertarik jadi aku makan saja mereka, sudah lama aku tidak memakan mahluk terbang itu semenjak Frey kalah dan mati santapanku jadi bertambah” kata Guila yang kelihatan puas.


 “Bagus untukmu, tapi ada apa kau datang kemari” tanya Invidia.


 “Hanya menawarkan bantuan, tetapi bukan sebuah bantua yang gratis” kata Guila.


 “Menarik katakan harga apa yang kau inginkan” kata Invidia.


Bersambung........