I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 106 Terlalu santai



Esok paginya setelah para peserta telah melewati malam dipulau itu tampa terjadi petikaian apapun, mereka semua para kontestan bangun dari tempat mereka beristirahat begitu juga para penonton yang berebut untuk menduduki bangku yang telah tersedia. Setelah mereka semua duduk Graamm lalu datang dengan cara melompat dari salah satu tugu pedang batu raksasa tersebut dan dia mendarat dengan sempurna “Prook… prook… prook…” para penonton langsung memberikan dirinya tepukan tangan untuk gaya mendaratnya yang indah.


 “Semuanya kali ini kita telah kembali lagi dalam babak bertahan hidup, yang mana dari 72 kontestan telah keluar 15 peserta dari sini, dan sekarang mari kita lihat kelanjutannya” kata Graamm yang mengaptifkan layar raksasa pengamat.


 “WOOOOAAAAHHH….” Para penonton lalu bersorak karena yang mereka lihat pertama kali dari layar tersebut adalah suatu keindahan.


 Mereka semua melihat dari layar tersebut Nabila yang masih tertidur bersama dengan peliharaannya singa berkepala dua, dia tertidur diperutnya dengan nyaman karena tidak ada mahluk yang berani mendekati singa berkepala dua yang sangat ganas tersebut dan juga perut singa berkepala dua sangat hangat membuatnya tertidur dengan nyenyak.


 Sementara itu Lucy yang baru bangun dari atas pohon langsung turun dan pergi kearah sungai para penonton langsung bersemangat melihat kalau Lucy yang sedang berada disungai, pikiran mereka langsung memikirkan sesuatu yang memalukan baik itu laki-laki ataupun perempuan. Namun Lucy yang merasakan kalau dia sedang dilihat langsung menggunakan tehnik jari keenam tinju kekosongan miliknya dan meninju tanah, ledakan dari tinju tersebut menyebabkan debua asap menutupi layar.


 “Buuuaarrsshh…” dari balik layar tersebut terdengar suara seseorang melompat kedalam sungai.


 Para penonton yang mendengarkan itu langsung penasaran dengan apa yang terjadi, begitu juga para dewa mereka semua berusaha melihat Lucy menggunakan mata dewa mereka, namun Reiga dengan kekuatannya menutupi penglihatan mereka semua.


 “Jangan kira kalian bisa melihatnya dengan mata kotor kalian” kata Reiga yang mengeluarkan aura membunuhnya.


 Dan lalu pada saat asap tersebut sudah menghilang terlihatlah Lucy yang mengenakan pakaian yang sedikit basah, para penonoton yang melihat Lucy memakai pakaian yang basah langsung melihatnya dengan tatapan kotor karena mereka melihat dirinya yang sexy dengan baju yang basah. Risih dengan baju basahnya itu Lucy dia menggunakan energy nya untuk mengeringkan bajunya, dengan membakar bajunya menggunakan energy murni miliknya dia langsung dapat mengeringkan seluruh tubuhnya.


 “Bagus sudah kering seperti baru” kata Lucy yang langsung kembali bergerak.


 Dengan kecepatan langkah kakinya dirinya langsung bergerak dengan cepat melintasi berbagai tempat, di lalu melihat kalau ada wajah yang samar-samar dia melihat wajah imut dari Nabila yang sedang tidur diperut singa berkepala dua miliknya. Melihat Nabila tidur dengan nyaman disana dia langsung mendekatinya perlahan-lahan dan setalah dia cukup dekat dengan dirinya dia memastikan sekali lagi kalau gadis yang tertidur nyenyak itu benar-benar Nabila.


 “Yap tidak salah lagi cuman dia satu-satunya gadis yang bisa tidur nyenyak didalam hutan yang dipenuhi mahluk mistik ini” pikir Lucy yang telah memastikan kalau itu benar-benar Nabila.


 Setelah menenangkan diri Lucy lalu memegang kepala Nabila dan ekor singa berkepala dua tersebut, dan lalu dengan sekuat tenaga mencengkram kepala dan ekor kedua mahluk yang sedang tertidur itu.


 “Aaaahhhkkk…. Sakit-sakit-sakit” teriak Nabila yang sedang kesakitan tersebut.


 “ROOOAAARR…..” singa berkepala dua juga mengaum dengan keras karena kesakitan.


 Kedua mahluk itu kesakitan karena cengkraman tangan Lucy yang sangat kuat mencengkram kedua mahluk tersebut dengan penuh amarah.


 “Sialan…. Siapa kau berani menyerangku” kata Nabila yang masih setengah sadar.


 Dan lalu saat dia dapat meliahat dengan jelas siapa yang mencengkram kepalanya itu dia langsung terdiam karena melihat sebuah wajah yang sangat tidak asing tersebut.


 “Aku yang mencengkram kepalamu… kenapa kau keberatan” kata Lucy yang terlihat sangat marah.


 “Hahaha… hahaha… Lucy selamat pagi… hahaha” kata Nabila yang menahan rasa sakit dikepalanya.


 “Pagi… kau bilang, selamat pagi… kau tahu kita sekarang ini bukan berada dipenginapan jadi kenapa kau bisa sesantai ini… Haaaah…” kata Lucy.


 “Kau ingin tahu kenapa…” jawab Nabila dengan wajah serius.


 “Hmmm… iya aku ingin tahu” kata Lucy yang sedikit penasaran dengan jawaban Nabila.


 “Itu karena perut Sila sangat hangat dan nyaman untuk ditiduri jadi bagaimana mungkin aku tidak bisa tidur nyenyak dengan kenyamanan ini” kata Nabila dengan wajah serius.


 “Sialan… aku bodoh sudah dengan serius menanggapi perkataanmu tadi” kata Lucy.


 “Maaf… huu-huu… akukan cuman mau mencairkan suasana” kata Nabila sambil sedikit menangis.


 “Graaooouuu…” sila juga mengaum mengikuti penjelasan Nabila.


 “Diam aku tidak ingin bercanda sekarang” kata Lucy.


 “SIAP…. NONA MAAFKAN HAMBA…” kata Nabila.


 “Haaah… sekarang ini situasinya sedang gawat kau tahu Dagan sudah keluar dari pulau ini, yang menandakan kalau dia dikalahkan oleh seseorang” kata Lucy dengan wajah serius.


 “Eeehh… sudah kalah… lemah banger…” kata Nabila.


 “Bukan itu masalahnya, yang jadi masalah sekarang ini adalah kalau dia kalah pada saat menggunakan wujud naga merah miliknya, selain kau dan aku satu-satunya orang yang aku tahu bisa mengalahkan Dagan dalam wujud naga itu adalah Adamas saint dewa raksasa” kata Lucy.


 “Ooooh… berarti dia kuat dong…” kata Nabila dengan wajah santai, namun sedikit mengeluarkan aura hitam.


 “Yah bisa dibilang dia sedikit lebih kuat darimu dalam hal kekuatan fisik” kata Lucy.


 “Hahaha… hahah….. HAHAHAHAHA…..” Nabila yang mendengarkan perkataan Lucy barusan tertawa dengan kerasnya sambil memancarkan aura gelap yang mencekam, aura tersebut membuat para hewan ketakutan dan rumput, pohon dan bunga disekitarnya mati bahkan Sila yang merupakan hewan peliharaannya mundur kebelakang Lucy karena ketakutan melihat Nabila.


 “Bagus kau jadi sedikit bersemangat” kata Lucy yang dengan santai melihat Nabila.


 Sementara itu para penonton yang melihat Nabila langsung ketakutan dibuatnya pemandangan gadis cantik yang mengeluarkan aura negatif yang sangat kuat merupakan sebuah pemandangan horor bagi mereka, sementara itu Graamm yang melihat aura Nabila langsung memegang pedangnya dia memegang pedangnya bukan karena ketakutan tetapi dia sangat ingin melawan Nabila dengan pedangnya itu.


 “Ini dia… ini dia, lawan gila dan sangat indah yang kucari selama ini… sesuatu yang sangat ingin kutebas menggunakan pedangku” pikir Graamm.


 “Booomm…. Krrrr…..” dan lalu sebuah ledakan terjadi dan tanah berguncang, dari bawah tanah muncullah Adamas yang telah memulihkan lukanya Lucy dan Nabila yang merasakan aura dari Adamas langsung pergi mengejarnya. Dan ketika mereka sampai disana mereka melihat Adamas dengan armor alam dan senjatanya, mereka juga melihat sebuah bekas luka terbakar dibagian perutnya.


 “Kelihatannya Dagan benar-benar memberikannya waktu yang berat” kata Nabila.


 Adamas yang juga menyadari keberadaan kedua gadis itu langsung memasang kuda-kudanya, dia lalu dengan cepat melompat keatas dan menyerang menggunakan palunya “Booommsshh...” serangannya sangat kuat namun bisa dihindari oleh Nabila dan Lucy.


 “Kau ingin menantang kami berdua, kau laki-laki yang serakah” kata Lucy.


 “Maju kalian berdua” kata Adamas.


Bersambung......


Berikan dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Giff, dan Vote novel ini jika kalian menyukai cerita yang ada didalamnya agar penulis semakin semangat dan ceritanya jadi lebih menarik lagi, Ok....


Sekali lagi selamat hari raya lebaran semuanya, Mohon maaf lahir dan batin...