
Disaat Reiga dan yang lainnya mendengarkan tawa Zero yang gila tiba-tiba saja sebuah alaram terdengar, “Trooonggg…. Trooooong… Troooong…” alaram itu sangat keras dan merupakan tanda kalau ada sebuah pasukan besar yang mendekati kota kabut hitam.
“Kelihatannya kita bisa bicara lagi lain kali” kata Reiga, dia lalu terbang meninggalkan semuanya dan pergi menuju arah gerbang kota.
Dari atas gerbang kota dia melihat sesosok pasukan yang menggunakan baju zirah bewarna merah tua dengan sebuah api diatas helm mereka, pasukan itu juga memegang bendera yang bergambarkan kambing iblis yang terbakar sebuah lambang yang digunakan oleh salah satu dari 7 dewa iblis Ira sang dewa kemurkaan, peringkat 55 dari 100 dewa raja terkuat.
“Kelihatannya dia sudah kehabisan kesabaran” kata Reiga yang mana melihat Ira sedang duduk diatas singgasana berjalan, singgasana miliknya itu ditarik oleh dua mahluk mistik berbentuk harimau yang terbakar dengan api iblis.
“REIGAAAAA…. AKU IRA DATANG KEMARI UNTUK MENGAMBIL KEPALAMU” teriak Ira, suaranya sangat keras dan nyaring.
“Gaaah… sikepala api itu datang kesini mau buat masalahkah, dasar adikku itu sebagai kakaknya aku harus pergi untuk menghentikan dirinya” kata Lujuria yang pergi dengan cepat kearah gerbang kota.
Mereka yang lainnya juga pergi mengikuti Lujuria karena tertarik dengan apa yang sedang terjadi, dan pada saat mereka sudah sampai didepan gerbangkota mereka melihat sejumlah besar pasukan yang jumlahnya hampir mencapai jutaan orang.
“Dia benar-benar mengeluarkan seluruh pasukannya, dasar gila bodoh juga ada batasnya” kata Lujuria yang tahu kalau seluruh pasukannya pergi meninggalkan kota miliknya maka kota milik Ira telah kosong ditinggalkan tampa ada penjagaan.
“Kelihatannya kalian para dewa iblis punya kepintaran yang berbeda-beda yah” kata Reiga yang turun dari langit.
“Haaah… kau masih sempat-sempatnya bercanda disaat kotamu sudah dikepung begini, asal kau tahu saja pasukan dikotamu ini baru mencapai ratusan orang tidak sebanding dengan jutaan pasukan yang diapunya” kata Lujuria.
“Hmmm… kapan aku bilang kalau aku akan menggunakan pasukan milikku” kata Reiga yang mana melihat Lujuria dengan senyum manis.
Melihat senyum Reiga yang menawan membuat hati Lujuria langsung berdetak, dia adalah dewi iblis nafsu yang mempermainkan hati para pria dan baru kali inilah dia merasakan kalau hatinya sedang dipermainkan.
“Cih… dasar sok” kata Lujuria sambil tersipu malu.
“Hmmm… dia kenapa apa dia malu karena ucapanku tadi” pikir Reiga yang melihat sikap Lujuria.
“Heheheehe… tapi bagaimana kau akan menghadapi mereka sebanyak ini, dengan pasukan sebanyak itu aku tidak yakin kalau boneka mayatmu dapat bertahan menghadapi mereka semua” kata Zero.
“Untuk itulah kau ada disini membantuku” kata Reiga sambil melihat wajah Zero dengan tatapan licik, dia sedang memikirkan rencana licik untuk mengalahkan pasukan milik Ira.
Lalu setelah beberapa menit Reiga keluar dari kotanya sendirian tampa ditemani satupun orang dibelakangnya.
“Tuan Ira, dewa kematian Reiga telah terlihat” kata salah satu bawahan Ira yang melaporkan kondisi kota kabut hitam pada Ira.
“Haaah… dia sudah keluar bagus, suruh semuanya untuk bersiap untuk berperang, walaupun jumlah mereka hanya ratusan tetapi kita tidak boleh berikan ampun sedikitpun kita bakar dan bunuh semua yang ada disana” kata Ira.
“T.. tapi tuan begini, ada satu masalah” kata bawahannya yang ragu-ragu, dia ketakutan untuk bicara karena jika kata-katanya menyinggung Ira maka dirinya akan tamat.
“Haah… ada masalah apa lagi, apa kau takut kalau kita kalah HAAAAH…” kata Ira dengan auranya yang sangat mengintimidasi.
“B… bukan seperti itu tuan, aku ingin bilang sesuatu, kalau Reiga keluar sendirian tampa ada satupun orang yang menemani dirinya” kata bawahan Ira tersebut.
“Begituyah…….” Kata Ira dia lalu memegang golok miliknya.
“Srrrrraaaassstt…..” dan dia lalu membunuh bawahannya untuk mencoba ketajaman dari golok yang diapunya, dia seakan-akan tidak peduli pada bawahannya yang dia bunuh dengan kejamnya “Buurrrnn…” dia lalu membakar mayat dari bawahannya tersebut sampai menjadi debu karena mayatnya menghalangi jalannya.
“Semua pasukanku, apa kalian melihat apa yang aku lakukan tadi, jika kalian tidak ingin menjadi yang selanjutnya maka cuman satuhal yang bisa kalian lakukan, maju dan serang dirinya atau mati ditanganku” kata Ira yang mengancam para pasukan miliknya.
“M… Maju, Serangg…., GAAAAHHH…, ORRRAAAAHHH…” mereka lalu maju dengan rasa takut akan kematian yang berada dibelakang mereka, namun mereka semua tidak sadar akan satuhal yang pasti kalau kematian juga ada didepan mereka.
“Hukum diaktifkan, hukum kematian : area tampa kehidupan” Reiga lalu menggunakan kekuatan hukumnya dan berhenti bergerak, arennya menyebar ke satu kilometer kearah depannya.
Dan pada saat pasukan berkuda milik Ira memasuki area milik Reiga “Brrruuukkgg… Drrruukk…. Trrraagkk…” satu demi satu mereka berjatuhan, kehilangan tenaga dan kemudian mati dengan halus, baik itu orang ataupun kuda yang mereka gunakan semuanya yang menginjakan kaki didalam area milik Reiga akan mati terbunuh. Melihat kekuatan Reiga yang sangat luar biasa membuat semangat pasukan Ira langsung menurun dan mereka jadi takut untuk mendekati Reiga karena mereka tahu hal itu sama saja dengan mati.
“Dasar bodoh kalian pakai otak kalian, jika kalian tidak bisa mendekatinya maka serang dia dari jarak jauh, panah, meriam, mantra sihir, dan skill semuanya arahkan kearahnya dan serang secara beramai-ramai” kata Ira pada seluruh anak buahnya.
“Ooooh… dia rupanya bisa memakai otaknya juga” kata Reiga yang sedikit terkejut.
Para prajurit Ira lalu mempersiapkan anak panah mereka, begitu juga sebuah kumpulan energy besar mulai muncul karena adabanyak skill dan mantra sihir yang dipersiapkan. “Booommss… Crraakk-crrraaakk-crraakk…. Frrruuurmmm….” Semua dilemparkan disaat yang bersamaan kearah Reiga namun ditempat itu Reiga hanya diam tak bergerak dengan sebuah senyuman kecil diwajahnya.
“BOOOOSSMMM…. BOOOOSSMMM…. BOOOOSSMMM….” Ledakan besar muncul dan menghancurkan tempat tersebut, walaupun kota kabut hitam tidak terpengaruh karena formasi pelindungnya namun Reiga yang berdiri sendirian disana sudah dipastikan terkena serangan telak.
“Hahahahaha….. walaupun yang tadi tidak akan membunuhnya, tetapi aku yakin dia sedang sekarat sekarang” kata Ira dengan tertawa besar diwajahnya.
Namun begitu asap dari ledakan tadi menghilang terlihatlah Reiga yang tidak terlukan sedikitpun, dia dibungkus oleh boneka mayat ular hijau raksasa bersayap miliknya dengan sayapnya yang sekuat baja dia melindungi Reiga dari setiap serangan. Ketika melihat Reiga yang tidak terluka para prajurit Ira langsung kagum serta ketakutan dibuatnya.
“Apa yang kalian tunggu dasar bodoh, serang sekali lagi” teriak Ira.
“Kau tadi sudah menyerang bukan, sekarang giliranku, otoritas tanah hitam muncul, datanglah pasukan-pasukanku maju dan buatlah kekacauan” kata Reiga yang memanggil seluruh pasukan boneka mayat yang diapunya.
Seluruh boneka mayat tersebut lalu langsung maju untuk menghadapi pasukan Ira, walaupun jumlah mereka terbilang kecil namun diantaranya ada mahluk mistik saint dan banyak dewa tingkat raja dalam pasukan boneka mayat Reiga. “Trraanggss… Crrraass…. Krrraaasstt…. Trraaaassst…” mereka bertempur satu sama lain, ketika melihat pasukannya dipukul mundur oleh pasukan boneka mayat milik Reiga, dalam sekejap Ira langsung turun dari tahtanya dia lalu menebas seluruh pasukan milik Reiga “Trraaaass…. Srrrraassstt… Crrraaasstt…” dan bukan hanya pasukan Reiga saja dia juga ikut menebas pasukan miliknya yang berada didepannya.
“Aaagggkkk… tuan Ira kenapa kau menyerang kami juga” kata salah satu prajuritnya yang mana tangannya putus terkena serangan dari Ira.
“Haaah… itu semua salah kalian sendiri, kenapa pula kau berada didepan golokku” kata Ira yang tidak perduli pada pasukan miliknya.
“Dia kuat tetapi bodoh sekali, aku rasa rencanaku akan berhasil” kata Reiga yang mana telah menyiapkan hadiah kecil untuk Ira.
Bersambung......
Tetap terus dukung yah novel ini agar ceritanya semakin seru dan menarik lagi, dengan cara Like, Komen, Giff dan Vote, Ok semunya......