
Setelah membunuh murid Susano yang mana telah berhianat dan menjadi bawahan dewa iblis kesombongan Arogan, mereka semua lalu bersama sama membasmi semua iblis yang ada dibawah kepimpinan Arogan didalam lima kota. Mereka semua kelima dewa raja terkuat bekerja sama untuk memusnahkan semua bawahan Arogan yang ada disana, dengan dalam hitungan menit sudah tidak dapat terlihat lagi semua iblis bawaha Arogan yang ada disana.
Sementara itu Arogan bersama kedua dewa iblis lainnya sedang menunggu di istana kegelapan, mereka baru saja menerima sebuah laporan dari para pengintai yang mereka utus untuk memeriksa hutan mahluk mistik.
“Kau bilang apa, dari 200 orang terlatih yang dikirim hanya 15 orang yang berhasil kembali hidup-hidup” kata Invidia yang mana melihat ketua pengintai tersebut dengan amarah.
Ketua dari para pengintai tersebut mengalami luka yang cukup serius karena harus menghadapi mahluk mistik tingkat raja yang sangat langkah, dan dengan berbagai pengorbanan beberapa dari mereka baru bisa keluar hidup-hidup dari hutan mahluk mistik tersebut. Namun begitu mereka sampai bukannya sebuah pujian ataupun hadiah yang mereka dapatkan namun sebuah tatapan marah dari 3 dewa iblis yang menganggap mereka tidak berguna, terutama ketika Arogan menyadari kalau para bawahannya yag dia kirimkan untuk menguasai kota kekuasaan Susano dari dalam, namun begitu mereka semua terbunuh Arogan langsung mendapatkan sinyal kematian mereka semua.
“Hehehehe…. lumayan juga, kelihatannya aku bisa bersenang-senang sekarang” kata Arogan yang tersenyum menghadapi situasinya sekarang ini.
“Kenapa kau senang pula disituasi gawat seperti ini, aku ingatkan kekuatan tempur kita sudah berkurang sangat drastis dengan kematian Ira dan Guila, lalu ditambah penghianatan Lujuria dan Codicia kekuatan tempur kita tidak cukup memadai untuk melawan mereka” kata Invidia.
“Hoooaammm… jangan terlalu dipikirkan… tenang saja nanti pasti ada jalannya itu, cuman kita hanya harus menunggu sebentar” kata Acedin yang melihat Arogan penuh dengan rencana.
“Hahahahha… benar kata Acedin kalau kita kekurangan kekuatan kita hanya perlu merekrut kekuatan baru” kata Arogan.
“Apa maksud dari perkataanmu itu” kata Invidia yang penasaran.
Lalu seorang bawahan Aroga datang sambil berlari kearahnya, dan kemudia dia berlutut dibawah Arogan.
“Haah… Haah… tuan didepan ada tamu anda yang ingin bertemu” kata bawahan Arogan yang mana berlari sambil terengah-engah.
“Hmm… apa maksudnya ini, jika dia tamu maka dia harus jaga sopan santunnya suruh dia berlutut untuk menghadap kemari” kata Invidia.
“Itu masalahnya dia adalah salah satu dewa raja terkuat kasta teratas ( mereka yang memiliki peringkat diatas 20 )” kata bawahan Arogan yang mana ketakutan dengan perkataannya.
“Hmmm… akhirnya dia datang juga, baiklah aku akan menemuinya secara langsung” kata Arogan.
“Ooohh… jadi ini maksudnya dengan merekrut kekuatan barukah” kata Invidia.
Sementara itu sisa-sisa orang-orang yang dulunya mengikuti Yomu yang mana berada dibawah kendali Arogan telah diusir dari dalam lima kota oleh Susano secara langsung, mereka adalah orang-orang yang menggunakan kekuasaannya untuk berbuat semena-mena dan seringkali membuat banyak masalah yang membuat para warga kesulitan. Tetapi mereka semua tidak memiliki rencana untuk mundur ketika diusir oleh Susano mereka berkumpul dan bersembunyi ditempat tersembunyi didalam lima kota.
“Apa yang akan kita lakukan sekarang, kalau kita keluar dari kota kita pasti akan mati, tetapi kita tidak bisa sembunyi untuk selamanyakan, ini semua karena Susano itu dia datang secara tiba-tiba dan mengusir kita semua, benar-benar padahal selama ini kitalah yang mengurus kota ketika dia bersembunyi” kata para orang-orang yang bersembuniy dibawah lima kota yang mana merencanakan untuk membalas dendam pada Susano.
“Hehehehehe…. Aku punya ide bagaimana kalau kita buka penghalang kota dan pancing para mahluk mistik liar masuk kedalam kota” kata salah satu orang yang ada disana.
“Lalu apa jangan lupa kalau ada empat dewa raja terkuat yang bersama Susano sekarang menghadapi sekumpulan mahluk mistik kecil bukan masalah bagi mereka” kata salah satu dari orang yang ada diperkumpulan disana.
“Heheheh…. itulah bagusnya disaat mereka sedang sibuk diluar menghabisi para mahluk mistik kita bisa masuk kedalam dan mengambil formasi pembunuh terkuat yang disimpan tuan Yomu dulunya” kata orang yang memiliki rencana licik, mereka berencana membunuh Susano menggunakan sebuah formasi pembunuh besar.
“Ooooh... benda yang menghabiskan beberapa miliar GP itu, aku tidak yakin tapi itu patut untuk dicoba dari pada diam disini menunggu kematian” kata orang-orang yang ada disana.
“Hehehehe… bagus-bagus para orang-orang bodoh ini sudah mulai terpancing, dengan begini aku bisa menggunakan mereka sebagai tumbal untuk formasi yang asli” kata orang yang merencanakan rencana tersebut yang ternyata dirinya adalah seorang iblis pelayan Invidia.
“Bagus para warga sekarang sudah panik, ini kesempatan kita ayo maju semuanya” kata salah satu penghianat yang berencana untuk mengobarkan semua rekan-rekannya.
Namun ketika mereka beramai-ramai untuk pergi keistana, “Boooosssmmmhh….” Sebuah ledakan besar muncul dan menghancurkan seluruh gelombang mahluk mistik yang ada dan bukan hanya itu saja para mahluk mistik yang terpengaruh obat-obatan dibuat berlari mundur karena suatu entitas kuat yang mana ada dihadapan mereka.
“Kalian ingin pergi setelah mencoba menyerang kotaku, jangan harap Hukum diaktifkan, hukum bumi + hukum kehidupan : area agung penjaga bumi” Susano lalu mengaptifkan area miliknya.
Dan dari area miliknya muncullah beberepa golem batu setinggi 15 meter “Buuurrrkk… Trrraagggkk…” para golem batu tersebut mengamuk sesuka hati mereka dan memporak-porandakan gerombolan mahluk mistik tersebut.
“Bagus dengan begini hanya perlu mengurus mereka para tikus-tikus kotor itu” kata Susano yang langsung melihat para penghianat lewat mata dewa miliknya.
“Sialan-sialan rencana kita gagal, sekarang harus bagaimana, kita harus kabur dari sini, tidak mungkin dia adalah dewa raja terkuat dia pasti bisa mengejar kita” kata para orang-orang penghianat tersebut yang mana ketakutan ketika menyadari kalau Susano telah bergerak kearah mereka.
“Tampaknya cuman itu satu-satunya cara yang bisa dilakukan” kata salah satu seorang penghiant tersebut.
“Ooooh… kau punya ide apa” kata para penghianat tersebut.
“Sssrrraassstt….” Dan tiba-tiba penghianat yang mengatakan sebuah ide tersebut menggorok leher temannya sendiri, dan dengan liarnya dia mengunci semua rekan-rekannya menggunakan sihir es miliknya.
“Aaaaggkk…., kau gila apa yang kau lakukan” kata salah seorang penghianat yang mana terjebak didalam es.
“Tenang saja kalian semua akan menjadi persembahan untuk nonaku, Invidia sang iblis penguasa dosa Iri” kata orang tersebut, “Srrrsaatt… Crrrasstt…” dia membantai semua penghianat yang merupakan rekannya, dan begitu Susano sudah sampai disana dia sudah terlambat dengan darah rekan-rekannya dan sebuah lingkaran sihir ditubuhnya dia mengaptifkan sebuah formasi sihir raksasa.
“Kau… energy ini Invidia, ternyata kau adalah anak buah wanita busuk itu” kata Susano.
“Khahahahaha… terserah kau bilang apa tuan Susano, tetapi sekarang lingkaran sihir ini telah diaktifkan dan walaupun kau dapat selamat tetapi kelima kota ini akan hancur lebur, Kahhahahahahahah…. Lalu semua jiwa yang terbunuh akan menjadi persembahan untuk Nona Invidia dan membuatnya semakin kuat” kata penghianat tersebut yang mana akal sehatnya sudah tidak ada lagi.
“Wah-wah kelihatannya kau dalam situasi sulit ya” kata Reiga yang mana sedari tadi melihat dari jauh, namun dia keluar agar membuat Susano semakin berhutan pada dirinya.
“Reiga aku kira kau sedang istirahat” kata Susano yang melihat Reiga dengan tatapan penuh curiga.
“Melihat energy sebesar ini, siapapun tidak mungkin dapat beristirahat, jadi bagaimana mau ikut keatas menghancurkan lingkaran sihir itu” kata Reiga yang melihat sebuah lingkaran sihir tergambarkan diatas langit-langit menggunakan energy hijau kehitaman.
“Haaah… kelihatannya hutangku bertambah lagi” kata Susano yang setuju dengan tawaran Reiga.
Mereka berdua lalu melihat keatas langit yang mana ditutupi oleh awan hitam dan sebuah lingkaran sihir raksasa, lalu dari lingkaran sihir tersebut terciptalah sebuah naga es yang disatukan dari embun-embun air yang membeku diudara. Dari dalam tubuh naga es tersebut terdapat jeritan jiwa-jiwa para penghianat yang telah dikorbankan, “GRRROAAAARRR…..” para jiwa itu lalu ingin membawa para warga Susano ikut mati bersama mereka.
Bersambung......
Berikan Like, Komen, Vote, dan Giff kalian semua agar novel ini semakin sering Update dan ceritanya semakin bagus lagi, Ok semuanya.....