I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 262 Dewa raja pelahap darah



Dewa raja pelahap darah itu mengeluarkan energy hukum yang besar dari tubuhnya, ketakutan dan kengerian terpancarkan dari sosoknya yang sangat mengerikan para dewa yang mana biasanya sombong dan angkuh sekarang ini dibuat hampir jatuh karena sosoknya itu, sementara para dewa yang lainnya tidak bisa bergerak karena ketakutan oleh energy besar yang dia pancarkan Diana dengan cepat mengambil pedangnya dan mengarah serangan tebasannya kearah leher dewa raja pelahap darah tersebut. “Trraanggss…” namun dengan sayap naga miliknya dewa raja pelahap dara itu mampu menangkis serangan pedang milik Diana dengan mudahnya, “Buuggkk…” lalu dia memukul perut Diana dengan sangat keras “Krraakk…” sampai membuat tulang rusuk milik Diana retak.


“Sialan… Skill White demon aura” dengan aura unik dari tubuh iblis albino miliknya dia memancarkan aura tersebut keseluruh tubuhnya, aura unik itu membuat tubuh dari dewa raja pelahap darah tersebut langsung kaku karena energy hukum ditubuhnya hampir lenyap sepenuhnya.


“Srraanggss… Srraanggss… Srraanggss… Srraanggss…” dengan serangan pedang yang cepat Diana berusaha menyerang dewa raja pelahap darah dengan serangan tehnik pedang miliknya “Srrrraanngss…. Crrraanggss…” tehnik pedangnya seperti sebuah tarian yang sangat indah yang mana membuat orang-orang yang melihatnya terpukau. “Crrraassstt….” Serangan pedang yang indah dan cepat itu pada akhirnya memberikan luka ditubuh dewa raja pelahap darah tersebut, “Sshh…” namun berbeda dari serangan sebelumnya tebasan pedang dari Diana kali ini mengandung energy iblis albino yang sangat kuat sehingga membuat dewa raja pelahap darah tersebut kesulitan untuk memulihkan lukanya.


Kemampuan regenerasi yang diapunya dihalangi oleh kekuatan dari iblis albino, melihat lukanya tidak sembuh membuat dewa raja pelahap darah tersebut marah besar, “Buusshh…” dengan cepat dia langsung mengarah kearah Diana “Buunnggkk…” dan menendangnya dengan kuat, akan tetapi Diana yang memiliki reflek cepat dapat menangkis tendangan tersebut menggunakan pedangnya “Crrasstt…” dan bahkan dia sempat memberikan tebasan pada kaki dewa raja pelahap darah tersebut.


“Kau…. kurang ajar…. Akan kubunuh…. Akan kumakan….” Kata dewa raja pelahap darah tersebut, aura membunuhnya keluar dengan megahnya dan seluruh aura tersebut mengarah langsung kearah Diana.


“Maju….” Kata Diana yang telah menyiapkan kuda-kuda miliknya.


“KKRAAAKK…. CRRRAASSTT…” dengan mengalirkan energy hukum darah monster ketangan kanannya dewa raja pelahap darah tersebut langsung mengubah bentuk tangannya menjadi dua kali lebih besar, dan cakar-cakar yang ada ditangannya juga menjadi lebih tajam dari sebelumnya. “Buuussshh….” Dengan cepat dia lalu langsung terbang kearah Diana dan mengarahkan cakarnya pada Diana, dihadapkan dengan kondisi seperti itu Diana hanya tenang dan memfokuskan energy yang diapunya pada pedang miliknya, “Srrriiinggsss….” Pedangnya lalu menjadi lebih tajam dan jangkauannya menjadi lebih jauh.


Dan ketika dewa raja pelahap darah telah berada dijarak serangannya.


“Tehnik pedang iblis putih, tebasan penghancur dunia” dengan pedang miliknya Diana menebas kearah dewa raja pelahap darah tersebut, serangan tebasannya sangatlah cantik sehingga membuat dewa raja pelahap darah tersebut terpukau dan tidak sadar kalau tubuhnya telah tertebas oleh pedang milik Diana.


“Ssrraasstt… Ssrraasstt… Ssrraasstt… Ssrraasstt…” tebasan tersebut membuat tubuh dewa raja pelahap darah langsung terpotong-potong dan merubahnya menjadi kepingan-kepingan kecil, dan membuatnya jatuh ketanah.


Melihat dewa raja pelahap darah tersebut telah terbunuh membuat para dewa yang ada disana semakin semangat lagi, “Rrooaaarr…” sedangkan para mahluk mistik tingkat dewa yang lainny melihat kesempatan itu dan langsung menyerang kearah naga tampa kepala tersebut. Kehilangan beberapa kekuatannya karena telah menciptakan dewa raja pelahap darah membuat naga tampa kepala itu melemah, serangan-serangan biasa dari para dewa dan mahluk mistik mulai dapat melukai dirinya karena kekuatan untuk melindungi tubuhnya juga berkurang.


“Crraakkss… Krrrassstt…” tubuh naga tampa kepala tersebut lalu mengeluarkan sesosok mahluk seperti serangga yang memiliki delapan sayap, “Ziiinnggsss…” dengan cepat serangga tersebut langsung melesat kearah dewa raja pelahap darah tersebut. Melihat hal tersebut Diana langsung merasakan suatu perasaan buruk akan serangga tersebut, namun dirinya telah kelelahan karena serangan barusan yang menguras tenaganya walaupun dia ingin mengejar serangga tersebut tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa melayang diam diudara sambil mengumpulkan tenaganya.


“Ziinggss…” sementara orang-orang lainnya sedang sibuk menghadapi naga tampa kepala tersebut, serangga pelahap darah yang mana tercipta dari tubuh naga tampa kepala tersebut langsung dengan cepat terbang kearah dewa raja pelahap darah tersebut dan dengan cepat dia langsung menusuk tubuh dewa raja pelahap darah itu. “Crrasstt…” setelah itu serangga pelahap darah itu langsung mengalirkan energy hukum darah monster kedalam tubuh dewa raja pelahap darah, “Krrasstt…” dan dalama sekejab potongan-potongan tubuh dari dewa raja pelahap darah tersebut bergerak seakan-akan hidup sel-sel yang ada langsung berusaha untuk bergerak dan menyusun tubuh yang baru.


Sementara itu para dewa yang lainnya sedang sibuk untuk menyerang naga tampa kepala, walaupun serangan mereka tidak memberikan efek yang pasti tetapi sedikit demi sedikit tubuh naga tampa kepala tersebut mulai melemah dan terluka akibat serangan yang dilancarkan terus menerus.


“Bagus ayo semuanya sedikit lagi, sebentar lagi dia dapat kita kalahkan” kata salah seorang dewa raja terkuat yang ada disana.


“Gahahahaha….” Tiba-tiba saja naga tampa kepala itu tertawa, dia seakan-akan menertawakan mereka yang mengatakan akan mengalahkan dirinya.


“Apa yang kau tertawakan, sebentar lagi kau akan mati sebaiknya kau persiapkan saja kata-kata terakhirmu” kata salah seorang dewa raja terkuat yang kesal mendengar tawa naga tampa kepala tersebut.


“Ini aneh apa mahluk ini sudah jadi gila, tidak bukan begitu dia adalah mahluk yang menciptkan Oroci pasti ada sesuatu dibalik tertawanya itu” pikir mahluk mistik rusa biru tanduk petir, dia menebak keanehan diudara yang mana mulai mendingin seakan-akan angin kematian sedang mendekati dirinya.


Dan benar saja “Wwuusshhh….” Dari bawah naga tampa kepala tersebut terbang dengan cepat keatas dan mengelilingi dirinya, 25 dewa raja pelahap darah yang mana memiliki rupa dan bentuk tubuh yang sama. Dan bukan cuman rupa mereka yang saman tetapi kekuatan mereka sama kuatnya dengan dewa raja pelahap darah yang dihadapi Diana sebelumnya.


“Sekarang bagaimana, siapa tadi yang bilang kalau aku akan kalah barusan” kata naga tampa kepala tersebut, dia mulai menyembuhkan dirinya dan menyerahkan pertarungan kepada ke 25 dewa raja pelahap darah yang menjaganya.


Bersambung…..