I Am The God Of Ghoul

I Am The God Of Ghoul
Bab 228 Penyerangan kealam bawah bagian 2



Dewi seribu wujud adalah panggilan dari Nabila setelah dia naik ketingkatan dewa tingkat atas, nama ini diberika pada dirinya karena kemampuan bawaan lahirnya yang dapat mengubah wujud miliknya menjadi berbagai bentuk. Selain itu dewi seribu wujud dikenal karena sikapnya yang tidak terlalu peduli dengan para pengikutnya dan menghabiskan waktunya untuk bermain-main dengan mahluk-mahluk mistik peliharaannya, walaupun begitu kalau ada seseorang yang berani mencoba untuk menyerang wilayahnya dirinya akan langsung membawa para peliharaannya untuk membantai siapapun yang mengganggu ketenangannya.


Sementara itu Nabila sekarang ini dihadapi dengan lawan yang sangat sulit yaitu sesosok mahluk yang mana sama sekali dia tidak pernah lihat, walaupun mahluk didepannya sudah terluka parah namun aura kuat yang dimiliki mahluk tersebut membuat Nabila merasakan bahaya disekitar tubuhnya.


“Mahluk ini kuat, aku harus berhati-hati dalam menghadapinya, tapi kenapa sedari tadi para peliharaanku kelihatannya sangat benci dengan mahluk yang ada didepanku ini” pikir Nabila, dia melihat kalau para mahluk mistik peliharaannya kelihatan marah dan geram milihat mahluk berwujud laki-laki tersebut.


“Buusshh….” Dan ketika dia tahu kalau Nabila kehilangan fokus miliknya, mahluk itu dengan cepat langsung melompat untuk melancarkan serangan, “Booommsshh…” serangan kuat dari tinju tangan kirinya membuat sebuah ledakan besar yang menghancurkan tanah disekitarnya, walaupun begitu Nabila dapat menghindari serangan tersebut dengan menggunakan kemampuan merubah tubuhnya Nabila membuat tubuhnya menjadi lebih ringan dan memperkuat otot kaki yang diapunya.


“Lumayan juga, Cakar naga + otot beruang + kulit badak” Nabila lalu mengubah tangan kanan miliknya “Krraakk… Trraaakkss…” dia membuat sebuah cakar yang mana luar biasa kuatnya, cakar tersebut memiliki ketajaman dari kuku seekor naga dan kekuatan kuat dari beruang.


Dan Nabila yang mana melihat banyak celah pada mahluk aneh tersebut langsung menyerangnya, walaupun begitu mahluk itu menahan serangan Nabila dengan sisik ditangan kirinya “Srrrraaanggsss….”.


“Cih… keras sekali” kata Nabila, walaupun dirinya telah memperkuat kulitnya dengan kulit badak tetapi tangannya tetap kesakitan ketika menyentuk sisik merah kehitaman mahluk tersebut.


Melihat kalau serangan Nabila tidak berbekas pada dirinya mahluk itu lalu menjadi semakin berani, dirinya lalu dengan cepata bergerak kearah Nabila “Boommssh…. Buugghkk…” dan memberikan sebuah tendangan berputar kearah perut Nabila.


“Aaaakkgghh…. Sialan” Nabila yang mana terkena serangan telak langsung terhempas agak jauh dari mahluk tersebut.


Ingin menyelesaikan Nabila dengan cepat mahluk itu lalu menajamkan kulitnya “Buummsshh…” dan dengan tangan kanannya dirinya ingin menusuk dada Nabila dan menghabisi dirinya, “ROOAARR…. Buummsshh…” namun saat dia ingin menghabisi Nabila mahluk mistik yang mana peliharaan Nabila datang dan menyerang mahluk itu sampai dirinya terhempas cukup jauh.


“GRRR… ROOOAAARR…” singa berkepala dua yang mana merupakan peliharaan kesayangan dari Nabila menyerang mahluk aneh tersebut, dan bukan hanya itu saja kuku-kukunya sangatlah tajam sehingga membuat tubuh mahluk itu terluka parah.


“Hmmm…. Lumayan juga, dan lagi mahluk itu terlihat sangat lezat” kata mahluk aneh tersebut, dirinya melihat para peliharaan Nabila dengan tatapan melihat sebuah kudapan sebelum makan besar.


“Maaf sajayah tetapi mereka ini tidak akan mudah untuk kau makan, dan juga apa kua pikir orang yang mati dapat makan” kata Nabila, dirinya lalu mengumpulkan energy gelap diseluruh tubuhnya dan memicu sel-sel didalam tubuhnya untuk bergerak “Krrraakkss… Trrraaakkss… Crraaakk…” dia lalu mengubah bentuk tubuhnya dengan tangan kanannya yang mana berubah menjadi sebuah tombak yang sangan tajam dan tangan kirinya yang mengeluarkan sisik-sisik besar seperti sebuah cangkang kura-kura keras.


“Semakin sulit untuk diburu maka semakin lezat rasanya” kata mahluk aneh tersebut, hukum darah monster lalu keluar dengan sangat deras dari dalam tubuhnya yang mana membuat kekuatan mahluk aneh tersebut menjadi semakin besar.


“Jari agung jari pertama, tusukan pembunuh iblis fersi tombak” Nabila lalu dengan menggunakan tehnik bela diri yang dia pelajari dari Lucy dengan kecepatan penuh dirinya menerjang kedepan kearah mahluk aneh tersebut.


Disaat yang sama ketika mahluk aneh tersebut melihat kekuatan Nabila yang melonjak dirinya menjadi semakin buas, mahluk aneh tersebut lalu dengan liarnya menyerang menghadapi serangan langsung dari Nabila.


Ditempat yang lain berjarak beberapa kilometer dari tempat Nabila bertarung, sesosok wanita dengan rambut abu-abu silver dan iris mata merah sedang berlatih disana, dia merasakan energy Nabila dan mahluk aneh tersebut dan dengan cepat dirinya langsung melompat terbang kearah tempat Nabila berada.


“Aaaaaggkkkhh…. Haaah-haaaah… mati kau” kata Nabila, disaat dia melihat mahluk tersebut dia melihat kalau mahluk itu sudah kehilangan lebih dari setengah tubuhnya, serangan dari tehnik bela diri milik Nabila sangatlah kuat yang mana membuat mahluk tersebut sekarat dibuatnya.


“KAHAHAHAHA…. Bagus-bagus, aku kira tuanku mengirimku kemari untuk memburu beberapa makanan kecil, tetapi tidak kusangka aku hampir mati ditempat seperti ini, bagus-bagus kau rupanya sangat kuat dan aku bersyukur bisa mendapatkan mangsa kuat seperti dirimu” kata mahluk aneh tersebut, sisik-sisik dibeberapa tempat ditubuhnya lalu berjatuhan sedikit demi sedikit dan aura kuat dari hukum darah monster mulai keluar dari sisik-sisik itu, “Srriinggss…. Iiinnnggg…” hukum darah monster lalu mengubah sisik-sisik itu menjadi kumpulan nyamuk merah yang sebesar ibu jari orang dewasa.


Dan dengan cepat nyamuk-nyamuk tersebut langsung pergi meninggalkan tuannya yang mana telah sekarat.


“Apa yang sedang kau rencanakan, aku beritahu kau apapun yang kau rencanakan itu semua akan percuma karena kau akan mati disini sekarang juga” kata Nabila yang mana telah mengubah kembali tangannya kebentuk normal, “Krraakk…. Trraanggss…” lalu dengan sisa kekuatan yang diapunya Nabila mengubah tangannya menjadi sekaras berlian.


“Aku memang akan mati, tetapi nasib kalian semua para mahluk hidup dialam bawah telah berakhir disini” kata mahluk tersebut, dengan sisa-sisa kekuatan yang dia punya mahluk itu lalu mencoba untuk memulihkan tubuhnya.


“Jangan harap, jari agung jari keenam, jari kekosongan : tinju penghancur” Nabila yang mana tidak membiarkan mahluk tersebut pulih langsung dengan cepat menyerang menggunakan tehnik tinju miliknya.


“Buugg…. Buugg….” Sebuah tehnik tinju yang mana memusatkan energy pada enam titik ditelapak tangan yang membuat sebuah guncangan energy, dan dengan guncangan energy tersebut Nabila menghancurkan tulang-tulang dari mahluk aneh tersebut, “Buussnnggkk…” berusaha melawan Nabila mahluk tersebut lalu menggunakan tendangannya namun dapat ditangkis oleh Nabila.


“Cuman itu saja, menyedihkan” kata Nabila, “Buugg…. Buugg…. Buugg…. Buugg…. Buugg….” Dengan serangan cepat dan kuat Nabila memberikan beberapa susunan pukulan yang mana membuat mahluk aneh tersebut langsung sekarat dibuatnya, “Buuurrssshhh….” Dan dengan satu tinjuan terakhir Nabila langsung membuat lubang ditubuh mahluk tersebut.


“Brruuggkk… duugghhkk…” mahluk itu lalu berlutut dan terbaring dilantai, dirinya terbaring tak berdaya dibawah kaki Nabila “Ssshhh….” Mayat lalu langsung membusuk dan mengering bersamaan dengan energy dari hukum darah monster yang keluar dari tubuhnya.


“Hmm… apa-apaan mahluk ini sebenarnya” kata Nabila yang mana melihat mahluk itu mati dan mengering.


“Lumayan juga, kau ternyat sudah cukup ahli menggunakan tehnik bela diriku” sebuah suara wanita lalu muncul dari belang Nabila.


“Cih… kau benar-benar gak punya kerjaanya, melihat pertarungan seseorang seenaknya saja dewi macam apa kau” kata Nabila.


“Hahahaha…. jangan bilang seperti itu, aku sebenarnya khawatir loh ketika aku merasakan ada energy aneh yang melawan energymu barusan” kata wanita tersebut, sosoknya lalu keluar dari balik bayangan dan ternyata dia adalah Lucy yang mana telah mencapai tingkatan tertinggi dari tehnik bela diri.


Bersambung…..